Tulisan Isra Miraj yang Benar Menurut KBBI, Perlu Diketahui

9 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa Isra Mikraj menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang melibatkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Di momen ini, Rasulullah SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu serta menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT. Salah satu bukti adanya perjalanan Isra Mikraj terdapat dalam surat Al Isra di ayat pertama yang berbunyi:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).

"Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 

Sebagaimana dimuat di laman Al Quran Kementerian Agama Republik Indonesia, ayat ini diartikan sebagai momen spiritual Rasulullah yang kemudian menjadi mujizatnya sebelum disampaikan kepada seluruh umat Islam. Sayangnya, kejadian ini masih sering ditemui kesalahan penyebutan. Sebagai pengetahuan agar tidak keliru, Liputan6 coba rangkumkan penyebutan yang benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) beserta sepenggal peristiwanya berikut, Minggu (11/1).

Tulisan Isra Mikraj yang Benar Sesuai KBBI

Penulisan istilah "Isra Mikraj" seringkali menimbulkan variasi dalam masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di situs resminya, penulisan yang tepat adalah "Isra Mikraj". Bentuk ini mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang benar dan menjadi acuan dalam komunikasi resmi.

Kata "Isra" dalam bahasa Arab berarti perjalanan malam, sedangkan "Mikraj" berarti tangga atau alat untuk naik. Dalam penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, huruf hamzah dihilangkan, sehingga menjadi "Isra". Huruf 'ain pada "al-Mi'raj" diubah menjadi 'k', sehingga menjadi "Mikraj". Perubahan ini bertujuan untuk menyederhanakan penulisan dan pelafalan.

Penggunaan penulisan yang benar menunjukkan kepatuhan terhadap standar bahasa yang berlaku. Dengan memahami penulisan yang tepat, masyarakat dapat menghindari ambiguitas dalam berbahasa dan menjaga kemurnian bahasa Indonesia.

Sering Salah Sebut

Pentingnya penggunaan penulisan yang benar terletak pada upaya menjaga konsistensi dalam berbahasa. Dalam konteks keagamaan, ketepatan istilah sangat penting untuk menyampaikan makna yang sesuai. Namun, seringkali didapati kesalahan penyebutan oleh masyarakat kita sehari-hari seperti Isra Mi'raj, Isro Mi'rojIsrak Miraj atau Isro Mikroj.

Edukasi mengenai penulisan "Isra Mikraj" yang sesuai dengan KBBI menjadi langkah penting. Dengan memahami alasan di balik penetapan bentuk baku ini, masyarakat dapat lebih cermat dalam menggunakan istilah tersebut dalam percakapan sehari-hari maupun dalam penulisan formal.

Merupakan Perjalanan Rasulullah Bertemu Nabi-Nabi Terdahulu

Peristiwa Isra Mikraj terdiri dari dua bagian perjalanan yang terjadi dalam satu malam. Merujuk laman Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bagian pertama dari Isra, adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW menunggangi Buraq, hewan yang memiliki kecepatan luar biasa.

Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat bersama para nabi terdahulu. Peristiwa ini menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para nabi. Bagian kedua, Mikraj, adalah kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha.

Selama perjalanan Mikraj, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan beberapa nabi terdahulu di setiap tingkatan langit. Di langi pertama terjadi pertemuan dengan Nabi Adam dan saling mengucapkan salam. Di langit kedua, Rasulullah bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Isa. Kemudian di langit ketiga, bertemu dengan Nabi Yusuf dan keempat dengan Nabi Idris.

Di langit kelima, kembali terjadi pertemuan dengan Nabi Harun, dan di langit keenam dengan Nabi Musa. Momen ini menjadi penuh emosional, karena Nabi Musa menangis sebab umat Rasulullah banyak yang mendapat keberkahan untuk masuk surga. Untuk langit terakhir, di langit ketujuh, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim. 

Lahirnya Perintah Salat 5 Waktu dari Allah

Puncak dari perjalanan Mikraj adalah saat Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha dan menerima perintah salat dari Allah SWT. Peristiwa ini memiliki bobot besar karena salat merupakan ibadah yang membedakan umat Muhammad dengan umat nabi-nabi sebelumnya.

Awalnya, Allah SWT memerintahkan salat sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa AS, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan kepada Allah SWT. Nabi Musa AS berpendapat bahwa umat Muhammad tidak akan mampu melaksanakan salat sebanyak itu.

Setelah beberapa kali memohon, jumlah salat dikurangi hingga menjadi lima waktu dalam sehari semalam. Meskipun hanya lima waktu, pahala yang diberikan setara dengan melaksanakan 50 kali salat. Penetapan salat lima waktu ini menjadi kewajiban bagi setiap Muslim.

Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad Rasulullah SAW

Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Mukjizat ini menunjukkan kekuasaan Allah yang tidak terbatas dan mengukuhkan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya. Perjalanan ini melampaui batas ruang dan waktu.

Disampaikan Doktor Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Saiful Bahri, Lc., MA dalam laman resmi kampus tersebut, diungkapkan bahwa momen perjalanan ini merupakan hadiah dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW dengan status ke-Rasulullahannya. Sebelumnya memang banyak diungkap bahwa ini merupakan penghibur bagi Nabi Muhammad SAW di tengah masa susahnya.

Namun menurut Saiful, ini merupakan hak istimewa Allah yang diberikan secara khusus sebagai bagian dari mukjizat besar dalam sejarah Islam. Mukjizat Isra Mikraj menegaskan kebenaran risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa beliau adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT.

"Makna dari peristiwa itu bahwa seseorang yang dipanggil pasti mempunyai misi tertentu untuk dijalankan," katanya.

Isra Mikraj Jatuh Pada 16 Januari 2026

Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Untuk tahun 2026, tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026 dalam kalender Masehi. Penetapan tanggal ini telah dikonfirmasi melalui berbagai sumber resmi.

Tanggal 16 Januari 2026 juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia untuk memperingati Isra Mikraj. Penetapan ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merayakan dan merenungkan makna peristiwa tersebut. Karena jatuh pada hari Jumat, peringatan ini akan menciptakan akhir pekan yang panjang.

Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah. Peringatan Isra Mikraj menjadi waktu yang tepat untuk mengenang kembali perintah salat lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana penulisan Isra Miraj yang benar menurut KBBI?

Penulisan yang digunakan adalah “Isra Mikraj” dengan masing-masingnya memiliki makna perjalanan serta peristiwa Nabi Muhammad saw.

2. Apakah Isra dan Miraj merupakan dua peristiwa berbeda?

Isra dan Miraj merupakan dua tahap dalam satu rangkaian perjalanan Rasulullah SAW yang terjadi dalam satu malam.

3. Mengapa peristiwa Isra Miraj penting dalam Islam?

Peristiwa ini menjadi dasar ditetapkannya salat lima waktu yang dijalankan setiap hari oleh umat Islam.

4. Kapan Isra Miraj diperingati pada tahun 2026?

Peringatan Isra Miraj pada tahun 2026 jatuh pada 16 Januari 2026.

5. Hadis apa yang menjelaskan peristiwa Isra Miraj?

Peristiwa Isra Miraj dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menceritakan perjalanan Rasulullah SAW dan penetapan salat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |