10 Amalan yang Tidak Terputus Pahalanya Setelah Meninggal Dunia, Simak Dalil dan Penjelasan Ulama

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan fase transisi di mana sebagian besar amal perbuatan manusia terputus. Namun, terdapat amalan yang tidak terputus pahalanya setelah meninggal dunia.

Di antara karunia Allah yang agung kepada hamba-Nya yang beriman adalah disediakannya pintu-pintu kebaikan yang pahalanya terus berlanjut setelah kematian. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.” (HR. Al-Hakim, dishahihkan Adz-Dzahabi dan Al-Albani).

Maka itu, sebagai umat Islam mesti mempersiapkan diri sebelum kematian tiba dengan amalan-amalan yang tak putus pahalanya meski setelah meninggal dunia.

Merujuk buku 10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Meninggal karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad (diterjemahkan oleh Muh. Rujib Abdullah, S.H., M.Pd.) berikut ini adalah amalan-amalan tersebut, berdasar dalil sahih dan penjelasan ulama.

1. Mengajarkan Ilmu

Mengajarkan ilmu yang bermanfaat merupakan ibadah paling utama karena merupakan tugas para Nabi dalam membimbing manusia membedakan kebenaran dan kebatilan. Ketika seorang ulama wafat, ilmunya tetap hidup melalui tulisan, rekaman kajian, dan buku-buku yang terus dimanfaatkan oleh generasi selanjutnya.

Hadis riwayat Anas bin Malik menyebutkan bahwa salah satu amalan yang pahalanya mengalir di kubur adalah "orang yang mengajarkan ilmu" (مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا). Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda: "Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya..." (HR. Muslim).

Ibnu Al-Jauzi dalam kitab Shaid Al-Khathir menegaskan, "Ketika seseorang tahu bahwa kematian memutus amalnya, ia akan berusaha melakukan amal yang pahalanya terus mengalir setelah kematian.

Misalnya, menulis buku ilmu, karena karya seorang ulama adalah anaknya yang kekal". Imam Ibnu Qoyyim dalam kitab Miftah Darissaadah juga mengutip syair yang menyebutkan bahwa kenangan (ilmu) tentang seseorang adalah hidupnya yang kedua.

2. Mengalirkan Sungai (Air)

Amalan ini mencakup pembuatan saluran air, pemasangan pipa air ke daerah yang membutuhkan, hingga penyediaan dispenser air di ruang publik. Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia, tanaman, dan hewan.

Hadis riwayat Anas bin Malik menyebutkan "Orang yang menggali parit untuk pengairan"

Ketika Sa'd bin 'Ubadah bertanya tentang sedekah yang paling utama, Nabi ﷺ menjawab: "Memberikan air" (HR. An-Nasa'i). Beliau juga bersabda bahwa menuangkan air dari ember sendiri ke ember saudara dihitung sebagai sedekah (HR. At-Tirmidzi).

3. Membuat Sumur

Sangat berkaitan dengan mengalirkan sungai, menggali sumur memiliki keistimewaan karena biasanya bertahan lebih lama dalam memberikan pasokan air.

Sabda Nabi ﷺ dalam riwayat Anas bin Malik: "Orang yang menggali sumur", Nabi SAW bersabda: "Barang siapa menggali sumber air, lalu tidak ada satu makhluk pun yang memiliki hati dalam kondisi haus - baik dari golongan jin, manusia, maupun burung - yang meminumnya, melainkan Allah akan memberinya pahala pada hari kiamat" (HR. Ibnu Khuzaimah dan Bukhari).

Dikiaskan dengan kisah sahih (HR. Bukhari dan Muslim) tentang seorang lelaki yang diampuni dosanya oleh Allah semata-mata karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

4. Menanam Pohon Kurma (atau Pohon Bermanfaat)

Menanam pohon kurma atau pohon berbuah lainnya memberikan manfaat ekologis dan nutrisi jangka panjang. Pahalanya terus mengalir selama pohon tersebut dimanfaatkan oleh manusia, burung, maupun hewan ternak.

Sabda Nabi SAW: "Orang yang menanam kurma". Beliau juga mengumpamakan pohon kurma seperti seorang Muslim, di mana apa pun yang diambil darinya pasti bermanfaat (HR. Ath-Thabarani).

Rasulullah SAW menegaskan, "Tidaklah seorang Muslim yang menanam tanaman atau bertani, lalu ia memakan hasilnya atau orang lain dan binatang ternak yang memakan hasilnya, kecuali semua itu dianggap sedekah baginya" (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Membangun Masjid

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi. Membangun masjid berarti memfasilitasi ibadah, pembacaan Al-Qur'an, majelis ilmu, dan silaturahmi. Pahala seluruh kegiatan kebaikan di dalamnya akan kembali kepada sang pembangun.

Disebutkan dalam hadis riwayat Anas dan Abu Hurairah: "Orang yang membangun masjid". Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 18 dan QS. An-Nur ayat 36-37 tentang keutamaan memakmurkan masjid.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa membangun masjid dengan mengharapkan wajah Allah walau sebesar sarang burung, Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga" (HR. Ibnu Majah).

6. Mencetak dan Mewariskan Mushaf Al-Qur'an

Investasi ini mencakup mewariskan Al-Qur'an kepada keluarga, mencetak, mendistribusikan, hingga mewakafkan mushaf untuk masjid dan lembaga pendidikan.

Hadis riwayat Anas dan Abu Hurairah: "Orang yang mewariskan mushaf"

Setiap kali seseorang membaca, mentadaburi, dan mengamalkan kandungan petunjuk dari mushaf yang diwakafkan tersebut, pahalanya akan langsung mengalir kepada pihak yang mewariskannya.

7. Mendidik Anak Menjadi Shalih

Anak yang saleh adalah aset berharga yang mendoakan kebaikan, memohonkan ampunan, serta memberikan limpahan rahmat bagi orang tuanya. Semua amal saleh sang anak juga akan sampai pahalanya kepada orang tua karena merekalah sebab kebaikan anak tersebut.

Hadis Nabi SAW: "Sesungguhnya anak-anakmu adalah hasil usahamu" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kelak di surga seseorang akan diangkat derajatnya dan ia terkejut, lalu dijawab kepadanya: "Karena doa anakmu yang memohon ampun untukmu" (HR. Ibnu Majah).

8. Membangun Rumah untuk Diwakafkan

Ini mencakup penyediaan fasilitas umum seperti rumah untuk musafir (ibnu sabil), panti asuhan yatim, rumah sakit, hingga wakaf tanah untuk pemakaman Muslim.

Sabda Rasulullah SAW riwayat Abu Hurairah: "Orang yang membangun rumah untuk ibnu sabil".

Sebagai perbandingan, Nabi SAW bersabda bahwa sekadar menggali kubur untuk jenazah saja akan dibalas pahala layaknya memberi tempat tinggal hingga hari Kiamat (HR. Al-Hakim); apalagi jika mewakafkan tanah secara luas untuk umat.

9. Berjaga di Perbatasan (Ribath)

Berjaga di jalan Allah (ribath) untuk melindungi wilayah kaum Muslimin dari musuh adalah ibadah pertahanan yang luar biasa agung. Termasuk pula di dalamnya orang yang membiayai dan mempersiapkan logistik perlengkapan para prajurit.

Hadis riwayat Abu Umamah Al-Bahili: "Orang yang meninggal dalam keadaan ribath (berjaga) di jalan Allah". Allah menegaskan dalam QS. Ali Imran ayat 169 bahwa para syuhada tidak mati, melainkan hidup dan diberi rezeki.

Salman al-Farisi meriwayatkan sabda Nabi bahwa ribath sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam sebulan penuh (HR. Muslim). Lebih jauh, amalannya terus berkembang hingga Hari Kiamat dan ia diselamatkan dari fitnah kubur (HR. Abu Dawud). Ruh mereka kelak berada di dalam burung-burung hijau di surga (HR. At-Tirmidzi).

10. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah bentuk amalan umum yang cakupannya sangat luas, di mana manfaat sedekahnya berlangsung dalam waktu yang lama. Pahalanya tetap mengalir selama objek fisiknya masih ada dan dimanfaatkan.

"Sedekah yang dikeluarkan dari harta saat sehat dan semasa hidupnya, yang terus bermanfaat setelah kematiannya" dan sabda Nabi "kecuali shodaqoh yang terus mengalir".

Hikmah Melaksanakan Amalan Jariyah

1. Peningkatan Derajat di Alam Kubur

Kematian pada dasarnya memutus kemampuan manusia beramal, namun amal jariyah memungkinkan seorang hamba untuk terus menerima limpahan pahala, sehingga derajatnya terus naik dan kebaikannya berlipat ganda meskipun ia telah berada di dalam kubur.

2. Memanfaatkan Masa Hidup dan Sehat

Menyadarkan seorang Muslim untuk bergegas memanfaatkan karunia waktu (hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua) sebagai momentum investasi akhirat terbaik, alih-alih menunda kebaikan hingga menjelang sakaratul maut.

3. Menebar Kemanfaatan Berkelanjutan bagi Umat

Amalan-amalan seperti menggali sumur, membangun masjid, atau mengajarkan ilmu menciptakan sirkulasi kebaikan yang dampaknya terus dirasakan oleh masyarakat luas, generasi penerus, hingga lingkungan dan hewan.

4. Meninggalkan Jejak Kebaikan (Atsar)

Menjadi bukti nyata dari jejak peninggalan hamba di muka bumi yang akan dicatat oleh Allah. Jejak ini menginspirasi orang lain untuk ikut berbuat baik, sehingga pelopornya mendapatkan pahala ganda dari kebaikannya sendiri dan dari mereka yang mengikutinya.

5. Perlindungan Pasca-Kematian

Menjadi sumber pertolongan yang meringankan hamba saat menghadapi hisab, serta memberikan perlindungan dari fitnah kubur, sebagaimana dijanjikan bagi mereka yang hartanya digunakan untuk berjaga di jalan Allah (ribath) maupun mendidik anak menjadi saleh.

Pertanyaan Seputar Amalan yang Tidak Terputus

Ada 3 amal yang tidak putus ketika orang sudah meninggal. Apa saja?

Ada tiga amal jariyah yang tidak akan pernah putus pahalanya, sekalipun kita telah meninggal dunia pahala akan terus mengalir. Pertama sedekah jariyah, kedua ilmu yang bermanfaat dan yang ketiga do'a anak sholeh.

3 amalan yang paling utama?

Dalam Islam, terdapat tiga amalan utama yang paling dicintai oleh Allah SWT berdasarkan hadis shahih (HR. Bukhari dan Muslim)

3 Amalan sedekah jariyah?

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, terdapat 3 amalan jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.

3 sedekah yang paling utama?

Dalam ajaran Islam, sedekah yang paling utama adalah sedekah yang paling besar manfaat dan keikhlasannya.

5 Contoh Sedekah Jariyah?

Ringkasan AISedekah jariyah adalah amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pemberinya telah meninggal dunia, selama barang atau manfaatnya terus digunakan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |