Doa Hari Anak Nasional untuk Anak agar Sehat, Saleh, Cerdas, dan Berakhlak Mulia

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN), sebuah momentum penting untuk merefleksikan peran krusial anak-anak sebagai penerus bangsa. Di tengah perayaan ini, doa orang tua menjadi ikhtiar spiritual yang tak ternilai, memohon agar buah hati tumbuh sehat, saleh, cerdas, dan berakhlak mulia. Kekuatan doa ini diyakini sangat besar, bahkan dalam ajaran Islam dikategorikan sebagai doa yang mustajab atau pasti dikabulkan.

Peringatan Hari Anak Nasional pertama kali dicanangkan pada tahun 1984 oleh Presiden Soeharto, yang diresmikan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984. Penetapan tanggal 23 Juli ini bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, sebuah tonggak hukum awal untuk perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Indonesia.

Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk melindungi, mendukung, dan memberikan ruang tumbuh yang layak bagi anak-anak Indonesia. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya peran anak, sekaligus memperkuat penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak mereka. Hak-hak fundamental yang ditekankan meliputi hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan, guna menciptakan lingkungan yang harmonis, sehat, inklusif, dan aman bagi generasi penerus.

Lantas bagaimana bacaan doa Hari Anak Nasional yang penuh makna untuk memohon kesehatan, kecerdasan, akhlak mulia, dan perlindungan bagi anak tercinta? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (21/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

Peran Krusial Hari Anak Nasional dan Kekuatan Doa Orang Tua

Hari Anak Nasional menjadi agenda tahunan nasional yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak-hak anak. Lebih dari itu, peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan kesejahteraan dan perlindungan anak-anak di Indonesia. Komitmen ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 yang menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pemeliharaan, pengasuhan, perlindungan, dan kesempatan berkembang secara optimal.

Dalam perspektif Islam, doa yang dipanjatkan orang tua untuk anaknya memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang terzalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua untuk anaknya." Hadis ini menegaskan bahwa doa dari ayah maupun ibu memiliki kekuatan luar biasa yang dapat membawa kebaikan bagi anak-anak.

Mendoakan anak merupakan bentuk ibadah dan ikhtiar terbaik orang tua kepada Allah SWT, agar anak-anak mereka senantiasa selamat di dunia dan akhirat, serta tumbuh menjadi pribadi yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia. Doa orang tua yang tulus didasari rasa sayang yang mendalam, sehingga sangat besar kemungkinan dikabulkan oleh Allah SWT.

Doa-doa untuk Kesehatan dan Perlindungan Anak

Kesehatan fisik dan mental adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, orang tua senantiasa memanjatkan doa agar buah hati mereka diberikan kesehatan prima, dijauhkan dari penyakit, serta terlindungi dari berbagai bahaya.

Salah satu doa perlindungan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk cucu-cucunya, Hasan dan Husain, berbunyi:

 "أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ".

Doa ini, yang berarti "Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat," dipanjatkan sebagai permohonan perlindungan dari segala keburukan dan penyakit.

Orang tua juga dapat memohon keselamatan dan kesehatan badan secara umum dengan doa: 

"Allahumma 'afini fi badani, Allahumma 'afini fi sam'i, Allahumma 'afini fi bashari, Allahumma inni a'udzu bika minal kufri wal faqri, Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri la ilaha illa anta." 

Doa ini memohon keselamatan pada badan, pendengaran, dan penglihatan, serta perlindungan dari kekufuran, kefakiran, dan siksa kubur.

Ketika anak atau anggota keluarga lain sedang sakit, doa kesembuhan juga dapat dipanjatkan. Salah satunya adalah "Allahumma Rabban-nas, azhibil-ba'sa, isyfi wa anta asy-syafi, la syifa'a illa syifa-uka, syifa-an laa yughadiru saqama," yang berarti "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, karena Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."

Memupuk Kesalehan dan Akhlak Mulia Melalui Doa

Setiap orang tua mendambakan anak yang saleh atau salehah, karena mereka tidak hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi investasi kebaikan di akhirat. Doa untuk anak yang saleh/salehah mencakup permohonan agar anak taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.

Nabi Ibrahim AS pernah memohon keturunan yang saleh dengan doa: 

"رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ"

"Rabbi hab lî minash-shâlihîn," yang artinya "Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." Permohonan serupa juga diungkapkan Nabi Zakariya AS:

 "رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ"

"Rabbi hab lî mil ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî'ud-du'â'," yang berarti "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."

Doa 'Ibadurrahman, "Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun, waj'alna lilmuttaqina imama," juga sering dipanjatkan. Doa ini memohon agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati, serta menjadikan mereka teladan bagi orang-orang yang bertakwa. Menjadi "imam bagi orang-orang yang bertakwa" secara implisit mengandung makna memiliki akhlak yang mulia dan menjadi teladan kebaikan.

Harapan agar anak memiliki ilmu agama yang kuat dan keberkahan hidup dapat diungkapkan melalui doa: "Allahummaj 'al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur'ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah." Doa ini memohon agar anak-anak dijadikan saleh, penghafal Al-Qur'an dan Sunnah, paham agama, serta diberkahi kehidupannya di dunia dan akhirat.

Selain itu, doa "Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum" juga dapat dipanjatkan. Doa ini memohon keberkahan bagi anak dan keturunan, perlindungan dari segala kejelekan, serta agar orang tua mendapatkan kebaikan dari mereka, yang akan menuntun anak pada pembentukan akhlak mulia.

Membimbing Anak Menuju Kecerdasan dan Pemahaman Agama

Kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan merupakan bekal penting bagi anak untuk menghadapi masa depan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua dianjurkan mendoakan anak-anaknya agar dianugerahi kecerdasan, pemahaman yang baik, dan ilmu yang bermanfaat.

Rasulullah SAW pernah mendoakan Ibnu Abbas dengan doa: "Allāhumma faqqihhu fid-dīn, wa 'allimhut-ta'wīl," yang berarti "Ya Allah, berilah dia pemahaman dalam agama dan ajarkanlah kepadanya takwil (penafsiran Al-Qur'an)." Doa ini sangat baik dipanjatkan agar anak cerdas dan memiliki pemahaman mendalam tentang agama.

Untuk memohon agar hati anak dipenuhi cahaya dan hikmah, serta menjadi hamba yang pantas menerima nikmat, orang tua dapat membaca: "Allahummamla' quluba auladina nuran wa hikmatan wa ahlihim liqobuli ni'matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah." Doa ini juga memohon perbaikan diri anak dan perbaikan umat melalui mereka.

Permohonan agar anak diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan memahaminya dapat diucapkan dengan doa: "Robbi zidni 'ilman naafi'an warzuqni fahma," yang artinya "Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan berikanlah aku pemahaman yang baik."

Pertanyaan & Jawaban Seputar Doa Hari Anak Nasional untuk Anak

1. Kapan Hari Anak Nasional diperingati di Indonesia?

Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak serta mendukung tumbuh kembang mereka agar sehat, cerdas, aman, dan bahagia.

2. Mengapa orang tua dianjurkan mendoakan anak di Hari Anak Nasional?

Doa merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan ikhtiar spiritual orang tua untuk memohon kepada Allah SWT agar anak diberi kesehatan, perlindungan, ilmu yang bermanfaat, akhlak mulia, serta masa depan yang baik. Momen Hari Anak Nasional dapat menjadi pengingat untuk memperbanyak doa bagi buah hati.

3. Apakah ada doa khusus untuk Hari Anak Nasional dalam Islam?

Tidak ada doa khusus yang ditetapkan untuk Hari Anak Nasional. Namun, umat Islam dapat membaca doa-doa yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis, atau memanjatkan doa dengan bahasa sendiri yang berisi harapan agar anak menjadi pribadi yang saleh, sehat, cerdas, dan berbakti kepada orang tua.

4. Kapan waktu terbaik untuk mendoakan anak?

Orang tua dapat mendoakan anak kapan saja. Namun, beberapa waktu yang dianjurkan dalam Islam antara lain setelah salat fardu, saat sepertiga malam terakhir, ketika sujud dalam salat, antara azan dan iqamah, serta pada hari Jumat.

5. Selain berdoa, apa yang bisa dilakukan orang tua di Hari Anak Nasional?

Selain berdoa, orang tua dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama anak, memberikan apresiasi atas usaha mereka, mendengarkan cerita anak, mengajarkan nilai-nilai kebaikan, serta mendukung tumbuh kembangnya melalui pendidikan, kasih sayang, dan teladan yang baik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |