Liputan6.com, Jakarta - Urutan perjalanan ruh hingga alam kubur menjadi salah satu topik hangat yang dibicarakan umat dari masa ke masa. Topik ini penting karena merupakan bagian akidah Islam yang berkaitan dengan kehidupan setelah kematian.
Setiap muslim dianjurkan memahami tahapan ini agar semakin menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Pengetahuan tersebut juga menjadi pengingat untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan.
Kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Allah SWT berfirman, yang artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-Ankabut: 57).
Dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya Sampai ke Hari Kebangkitan karya Abu Asma Andre, dijelaskan bahwa alam kubur merupakan fase pertama kehidupan akhirat. Sementara, Ustadz Ubu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut, bahwa beriman kepada nikmat dan azab kubur merupakan bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang bersumber dari dalil-dalil sahih.
Merujuk berbagai literatur kredibel, berikut ini adalah ulasan mengenai urutan perjalanan ruh hingga alam kubur.
Urutan Perjalanan Ruh hingga Alam Kubur
Allah berfirman, yang artinya: "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya." (QS. Al-Fajr: 27-28). Ayat ini menjadi panggilan untuk hamba yang beriman dan menjadi dalil kuat husnul khatimah.
1. Detik-Detik Sakaratul Maut dan Kedatangan Malaikat
Perjalanan ini dimulai saat ruh mulai berpisah dari jasad. Pada fase ini, terjadi perbedaan yang sangat kontras antara seorang mukmin dan orang kafir.
Saat seorang hamba yang beriman menghadapi kematian, Allah mengutus para malaikat dengan wajah berseri seperti matahari. Mereka turun dari langit membawa kain kafan dari surga dan wewangian surga (kapur barus).
Kemudian, Malaikat Maut datang dan duduk di dekat kepalanya seraya memanggil dengan lembut: "Wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju ampunan dan keridhaan Allah.".
Ruh orang mukmin keluar dari jasad dengan lembut dan mudah, seperti tetesan air yang mengalir dari mulut bejana. Saat ruh dicabut, para malaikat langsung mengambilnya dengan penuh hormat dan membungkusnya dalam kain kafan dan wewangian surga. Ruh yang keluar itu beraroma semerbak seperti minyak kesturi, bahkan lebih wangi dari parfum terbaik di dunia.
Sebaliknya, ruh orang kafir dicabut dengan keras dan kasar. Malaikat Maut datang dengan wajah suram dan memanggil dengan bentakan: "Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju murka dan kemarahan Allah." Ruhnya tidak mau keluar, lalu dicabut paksa seperti menarik besi dari bulu basah. Bau busuk menyertai ruhnya, dan para malaikat di langit akan bertanya, "Ruh busuk siapakah ini?" dengan nama terburuk yang dikenal di dunia.
2. Perjalanan Ruh Naik ke Langit
Setelah ruh dicabut dan dibungkus dengan kain kafan surga, para malaikat membawanya naik. Setiap kali mereka melewati sekumpulan malaikat di langit, mereka akan bertanya, "Ruh yang harum ini milik siapa?" Malaikat pun menjawab dengan nama terbaiknya di dunia.
Ruh tersebut terus dibawa naik dari satu langit ke langit berikutnya, melewati tujuh lapis langit, hingga akhirnya sampai di hadapan Allah di langit ketujuh. Di sana, Allah berfirman, "Tulislah catatan hamba-Ku ini di 'Illiyyin (tempat yang tinggi), dan kembalikan ia ke bumi.".
Sementara, Ruh orang kafir yang busuk dibawa naik. Namun, ketika sampai di langit dunia, pintu langit tidak akan dibukakan untuknya. Seruan dari langit akan berkata, "Tulislah catatannya di Sijjin (tempat yang rendah), dan lemparkan ia ke bumi." Ruhnya kemudian dilemparkan ke bawah, disambar oleh burung, dan dibawa angin ke tempat yang jauh.
3. Ruh Kembali ke Jasad di Alam Kubur
Setelah pencatatan di langit, ruh itu dikembalikan ke bumi dan dimasukkan lagi ke dalam jasadnya. Inilah fase krusial, karena saat itu juga, Malaikat Munkar dan Nakir akan datang untuk menguji keimanan si mayit.
Di saat inilah, seorang mukmin dapat mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya pulang meninggalkan makamnya. Ia akan merasakan nikmat kubur sebagai balasan atas iman dan amal salehnya, sementara orang kafir akan merasakan siksa kubur.
4. Fitnah Kubur: Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir
Di fase ini, dua malaikat datang dan mendudukkan mayit. Mereka bertanya:
"Siapa Tuhanmu?"
"Apa Agamamu?"
"Siapa Nabimu?"
Seorang mukmin akan menjawab dengan mantap: "Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan nabiku Muhammad." Sebaliknya, orang kafir akan kebingungan dan menjawab: "Ha, aku tidak tahu, aku hanya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu."
5. Tingkatan Ruh di Alam Kubur
Setelah fase pertanyaan, ruh-ruh para mukmin menempati tingkatan yang berbeda-beda di alam barzakh. Tingkatan tertinggi berada di Al-Mala'ul A'la (tempat yang paling tinggi) yang disebut dengan Ar-Rafiqul A'la (Teman yang Paling Tinggi), yang merupakan tempat bagi ruh-ruh terbaik.
Hikmah Memahami Perjalanan Ruh
Memahami perjalanan ruh ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan seorang Muslim:
• Meningkatkan Ketakwaan dan Kesiapan: Pengetahuan bahwa ruh akan dijemput Malaikat Maut kapan saja membuat seseorang tidak terlena dan senantiasa mempersiapkan bekal.
• Memotivasi Perbanyakan Amal Saleh: Karena amal salehlah yang akan menjadi bekal utama perjalanan ruh, penjelasan ini mendorong seseorang untuk terus berbuat baik.
• Menguatkan Iman kepada Hari Akhir: Informasi gaib ini adalah bukti nyata bahwa kehidupan tidak berhenti di dunia, sehingga memperkuat keyakinan akan hari kebangkitan.
• Menumbuhkan Kesadaran akan Keadilan Ilahi: Perbedaan perjalanan antara ruh mukmin dan kafir menunjukkan keadilan Allah yang sempurna; setiap perbuatan akan mendapat balasan yang setimpal.
Pertanyaan Seputar Perjalanan Ruh di Alam Barzakh
1. Apa yang dimaksud dengan alam barzakh?
Alam barzakh adalah fase kehidupan setelah kematian dan sebelum hari kebangkitan, yang sering disebut juga sebagai alam kubur.
2. Kapan ruh dikembalikan ke jasad?
Ruh dikembalikan ke jasad setelah pencatatan di langit, yaitu saat mayit sudah dimakamkan dan sebelum Malaikat Munkar dan Nakir datang bertanya.
3. Apakah ruh orang yang sudah mati bisa kembali ke dunia?
Tidak. Ruh yang telah memasuki alam barzakh tidak akan kembali ke alam dunia.
4. Mengapa ruh orang mukmin dibawa ke langit?
Ruh orang mukmin dibawa naik ke langit sebagai penghormatan dan untuk dicatat di tempat yang tinggi ('Illiyyin) sebagai bekal menuju kenikmatan akhirat.
5. Apa yang terjadi pada ruh orang yang beriman setelah pertanyaan kubur?
Setelah berhasil menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, ruh orang mukmin akan ditempatkan di antara ruh-ruh lain sesuai dengan tingkatan amalnya dan menikmati nikmat kubur.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990609/original/049121600_1730716478-cara-ziarah-kubur-orang-tua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3292250/original/093623800_1604992396-suzy-turbenson-zpIsUwrIRtY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302961/original/088608700_1784614981-teenager-taking-shower-reduce-hangover-effect__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386164/original/039099900_1760956903-ilustrasi_membaca_quran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5018343/original/061776200_1732336344-apa-itu-alam-kubur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299694/original/087063800_1784271049-yIoKtB09nBUpc4By19xdoOR5vtkvUWuZMURlDtRW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299687/original/047983400_1784271046-ykY1zVrO599Yh9bMFIVFqyhOY3iLifmR4kstLH35.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990587/original/078337000_1730716394-cara-sholat-tahajud.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5180061/original/052056000_1743723403-8c205a14-c800-4f9c-a9c8-61a41e3b7556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415968/original/014523800_1763436951-Ceramah_Singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538204/original/016923600_1774506348-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-26T130029.116.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930851/original/099558700_1437121241-20150717-Salat_Id_di_Al_Azhar-Jakarta_1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527166/original/042081600_1773187084-3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)



