8 Pertanyaan Malaikat Kubur yang Wajib Diketahui Setiap Muslim dan Bekal agar Bisa Menjawab dengan Benar

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan malaikat di alam kubur menjadi bagian akidah yang wajib diimani umat Islam berdasar dalil yang kuat. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui dan memahami pertanyaan malaikat kubur yang wajib diketahui setiap muslim, sekaligus bekal untuk menghadapi pertanyaan ini.

Dalam perspektif eskatologi Islam, keyakinan ini akan menjadi sebuah kesadaran yang akan membentuk perilaku dan amal perbuatan seorang muslim selama hidup di dunia. Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam kitab Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut menegaskan bahwa hadits-hadits tentang adzab kubur dan pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir mencapai derajat mutawatir, diriwayatkan oleh para imam sunnah dan ahli hadits dari sejumlah sahabat.

Pertanyaan malaikat ini berlangsung segera setelah proses pemakaman selesai dan para pengantar jenazah telah berpaling pergi. Dalam kondisi ini, Allah mengembalikan ruh ke jasad, sehingga ahli kubur memiliki kesadaran untuk mendengar, memahami, dan menjawab pertanyaan.

Merangkum berbagai literatur kredibel, berikut ini adalah pertanyaan yang diriwayatkan akan ditanyakan oleh Malaikat Munkar Nakir di alam kubur, sekaligus jawabannya.

Pertanyaan yang Diajukan Malaikat Munkar dan Nakir

Para ulama menyebutkan jumlah pertanyaan yang bervariasi, namun intinya tetap sama. Imam Nawawi dalam kitab Nuruz Zalam menjelaskan bahwa Malaikat Munkar dan Nakir akan mengajukan delapan pertanyaan:

• "Siapa Tuhanmu?" (Man rabbuka?)

• "Apa agamamu?" (Ma dinuka?)

• "Siapa nabimu?" (Man nabiyyuka?)

• "Apa kiblatmu?" (Aina qiblatuka?)

• "Siapa saudaramu?" (Man ikhwanuka?)

• "Apa imammu?" (Ma imamuka?)

• "Apa pedomanmu?" (Ma minhajuka?)

• "Apa amal perbuatanmu?" (Ma amaluka?)

Dalam riwayat lain yang lebih ringkas, pertanyaan difokuskan pada tiga hal pokok: Siapa Tuhanmu? (Man rabbuka?), Apa agamamu? (Ma dinuka?), dan Siapa nabimu? (Man nabiyyuka?).

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa kedua malaikat itu akan meminta pandangan ahli kubur perihal status Nabi Muhammad SAW. Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah menambahkan bahwa malaikat juga akan menanyakan tentang kitab suci, kiblat, dan saudara seiman.

Bahasa yang Digunakan

Malaikat Munkar dan Nakir bertanya kepada setiap ahli kubur dengan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh orang tersebut semasa hidup di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pertanyaan diajarkan dengan cara yang sangat personal dan langsung menyentuh hati nurani si mayat, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memahami pertanyaan yang diajukan.

Jawaban Orang Beriman dan Orang Kafir

Orang mukmin yang mendapat petunjuk dari Allah akan menjawab dengan penuh keyakinan:

"Tuhanku adalah Allah, Islam adalah agamaku, Muhammad adalah nabiku dan dia adalah penutup para nabi, Ka'bah adalah kiblatku, orang-orang mukmin adalah saudaraku, Al-Qur'an adalah imamku, Sunnah adalah pedomanku, dan aku membaca Al-Qur'an, mengimaninya, dan mempercayai isi yang ada di dalamnya."

Setelah menjawab dengan benar, akan terdengar seruan dari langit: "Hamba-Ku benar." Kuburnya dilapangkan, diberi cahaya, dan dibukakan pintu menuju surga. Malaikat Munkar dan Nakir akan berkata: "Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru."

Jawaban Orang Kafir dan Munafik

Adapun orang kafir dan munafik yang tidak mendapat petunjuk dari Allah hanya akan menjawab: "Ha! Aku tidak tahu!". Dalam riwayat lain disebutkan mereka berkata: "Aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, dan aku pun ikut-ikutan mengatakannya sementara aku tidak tahu."

Imam Qurthubi dalam At-Tadzkirah menjelaskan secara rinci mengapa sebagian ahli kubur kesulitan menjawab:

Kesulitan mengucapkan "Muhammad Nabiku", karena ketika hidup di dunia mereka melupakan sunah-sunah Rasul dan meremehkannya

Kesulitan mengucapkan "Ka'bah Kiblatku", karena mereka lalai dalam ibadah, shalat asal-asalan, wudhu rusak, atau memakai pakaian dari harta haram

Kesulitan mengucapkan "Ibrahim ayahku", karena mereka pernah mendengar ucapan atau berharap bahwa Ibrahim adalah golongan Yahudi atau Nasrani, sehingga mereka ragu

Malaikat Munkar dan Nakir kemudian akan menyiksanya dengan pukulan tongkat besi. Meskipun timur dan barat menyatu, pukulan ini tidak berkurang.

Siapa Saja yang Mengalami Pertanyaan Kubur?

Berlaku bagi Setiap Mukallaf

Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir berlaku secara umum bagi setiap orang mukallaf (yang telah dibebani kewajiban syariat). Hal ini berdasarkan penjelasan Imam Ramli yang menyatakan bahwa wajib mengimani adanya pertanyaan kubur atau pertanyaan Munkar dan Nakir.

Orang yang Dikecualikan

Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam kitab Busyrol Karim menyebutkan beberapa golongan yang dikecualikan dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir:

• Para Nabi

• Orang yang Mati Syahid (syuhada)

• Orang yang Mati Siddiq (ash-shiddiq)

• Penjaga di Perbatasan Daerah Musuh (al-murabith)

• Orang yang Wafat karena Sakit Perut (al-mabthun)

• Orang yang istiqamah membaca Surat Al-Mulk (Tabarok) atau Surat As-Sajdah (Haa Miim As-Sajdah) setiap malam

• Orang yang Mati karena Penyakit Sampar

• Orang yang Wafat pada Hari Jumat

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah anak kecil juga akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Menurut Imam Suyuthi dalam Al-Hawi lil Fatawa, pendapat yang lebih kuat menyatakan bahwa setiap orang yang meninggal akan ditanya oleh malaikat, walaupun anak kecil—dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Pendapat lain menyatakan bahwa mereka yang wafat belum mencapai usia baligh tidak terkena interogasi malaikat.

Disebutkan oleh Imam Al-Qurthubi. Orang yang tidak ditanya Munkar dan Nakir, tidak akan disiksa di kuburnya.

Amalan-Amalan sebagai Bekal Menghadapi Pertanyaan Malaikat di Alam Kubur

1. Memperkuat Iman dan Akidah

Iman yang kokoh adalah bekal utama. Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat" (QS. Ibrahim [14]: 27). Orang yang sepanjang hidupnya menjadi mukmin sejati akan dituntun oleh Allah dengan jawaban yang pasti di alam kubur.

2. Membaca Surat Al-Mulk Setiap Malam

Dalam kitab Busyrol Karim disebutkan bahwa orang yang melazimkan bacaan surat Tabarok (Al-Mulk) setiap malam termasuk golongan yang dikecualikan dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Rasulullah SAW bersabda bahwa Surat Al-Mulk adalah al-Mani'ah (yang mencegah) dan al-Munjiyah (yang menyelamatkan) dari siksa kubur.

3. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Kubur

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca setelah tasyahud akhir: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Dajjal" (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Memperbanyak Amal Saleh

Amal saleh seperti shalat, puasa, sedekah, dan dzikir akan menjadi bekal dan cahaya di alam kubur. Imam Al-Baihaqi dalam Al-Ahwal menegaskan bahwa kunci keselamatan dari siksa kubur terletak pada amal saleh yang dikerjakan sepanjang hidupnya di dunia.

5. Menjaga Shalat dan Kesucian

Imam Qurthubi dalam At-Tadzkirah menjelaskan bahwa kesulitan menjawab pertanyaan malaikat disebabkan oleh kelalaian dalam shalat, wudhu yang rusak, serta pakaian dan makanan yang berasal dari harta haram. Menjaga shalat dengan sempurna dan menjaga kesucian dari najis adalah bekal penting.

6. Talqin Mayat

Dalam tradisi Islam, terdapat amalan talqin—yaitu mengajarkan mayat tentang cara menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir setelah pemakaman. Bacaan talqin berisi pengingat tentang jawaban yang harus diucapkan ketika ditanya oleh kedua malaikat. Amalan ini dilakukan dengan harapan mayat dapat menjawab dengan mantap, lancar, baik, dan benar.

7. Berusaha Meninggal pada Hari Jumat

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jumat akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur" (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Pertanyaan Seputar Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir

1. Apa saja pertanyaan yang diajukan Malaikat Munkar dan Nakir?

Malaikat Munkar dan Nakir mengajukan delapan pertanyaan: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu? Apa kiblatmu? Siapa saudaramu? Apa imammu? Apa pedomanmu? dan Apa amal perbuatanmu? Dalam riwayat lain, pertanyaan difokuskan pada tiga hal pokok: Tuhan, agama, dan nabi.

2. Kapan Malaikat Munkar dan Nakir datang ke kubur?

Malaikat Munkar dan Nakir datang segera setelah proses pemakaman jenazah selesai dan para pengantar jenazah telah berpaling pergi dari makam. Saat itu, Allah mengembalikan roh ke jasad sehingga ahli kubur dapat mendengar dan menjawab pertanyaan.

3. Apakah orang yang mati tidak dikubur tetap ditanya Malaikat Munkar dan Nakir?

Ya. Menurut penjelasan Imam Ramli, wajib mengimani adanya pertanyaan kubur bagi semua orang, kecuali yang mati syahid, meskipun matinya tidak dikubur—seperti tenggelam, terbakar menjadi abu, dimakan binatang, dan lain sebagainya.

4. Siapa saja yang tidak akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir?

Golongan yang dikecualikan dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir antara lain: para nabi, orang yang mati syahid, orang yang mati siddiq, penjaga perbatasan daerah musuh, orang yang wafat karena sakit perut, orang yang melazimkan bacaan Surat Al-Mulk setiap malam, orang yang mati karena penyakit sampar, dan orang yang wafat pada hari Jumat.

5. Bagaimana cara agar bisa menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir dengan benar?

Bekal untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah memperkuat iman dan takwa, memperbanyak amal saleh, menjaga shalat dan kesucian, membaca Surat Al-Mulk setiap malam, serta membaca doa perlindungan dari siksa kubur. Orang beriman meskipun bermaksiat akan diberi taufiq untuk menjawab, kendati setelah tergagap-gagap saat ditanya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |