Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Kurban merupakan momen agung yang penuh dengan keutamaan. Agar mendatangkan pahala dan berkah lebih maksimal, umat Islam dianjurkan menghidupkan sunnah Idul Adha dari bangun tidur sampai selesai salat. Rangkaian amalan ini menjadi penyempurna yang penuh berkah sebelum prosesi penyembelihan hewan kurban.
Di antara amalan sunnah yang membedakan dengan Idul Fitri adalah menahan makan. Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim. Beliau menyandarkan hukumnya pada hadis riwayat Tirmidzi yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa menahan diri dari makan pada hari Idul Adha sampai beliau kembali dari shalat.
Menjaga sunnah ini merupakan wujud ketundukan hamba terhadap syariat dan teladan Nabi SAW. Merujuk ebook Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha karya Ustadz Abū Salmâ al-Atsarî, Jurnal Wawasan As-Sunnah tentang Qurban dan Idul Adha, Sulidar, dan sumber relevan lainnya berikut ini adalah sunnah-sunnah Idul Adha dari bangun tidur sampai selesai salat Ied.
Sunnah-Sunnah Sebelum Shalat Subuh di Hari Raya Idul Adha
Meskipun tidak ada tuntunan shalat khusus di malam takbiran, para ulama sangat menganjurkan untuk menghidupkan malam Idul Adha dengan berbagai ibadah, seperti berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an.
1. Menghidupkan Malam Idul Adha
Diriwayatkan dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda:“Siapa pun yang menghidupkan malam dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan ibadah karena mengharap pahala Allah, maka hatinya tidak akan mati di hari semua hati mati.” (HR. Ibnu Majah)
Para ulama menjelaskan bahwa meskipun status hadis ini dhaif (lemah), namun diperbolehkan mengamalkannya dalam ranah keutamaan amal (fadhâ’il al-a‘mâl). Menghidupkan malam di sini dapat diartikan dengan memperbanyak zikir, takbir, shalawat, serta melaksanakan shalat-shalat sunnah.
2. Memperbanyak Takbir
Waktu mengumandangkan takbir untuk Idul Adha dimulai sejak malam hari (setelah terbenam matahari) pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga berakhirnya Hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). Dalam Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan:“Takbir pada hari raya disyariatkan untuk mengagungkan Allah sebagai wujud syukur atas nikmat dan petunjuk-Nya.”
Bacaan takbir yang disunnahkan antara lain: “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, lâ ilâha illallâh, wallâhu Akbar, Allâhu Akbar, wa lillâhil hamd.” (HR. Al-Baihaqi)
3. Shalat Malam
Setelah menghidupkan malam dengan ibadah, seorang muslim juga harus menjaga shalat-shalat sunnah rawatib dan shalat tahajud sebelum Subuh. Hikmah di baliknya, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali, adalah menyambut hari raya dengan energi spiritual yang prima, karena hati yang terbiasa dengan ibadah malam akan lebih mudah mengingat Allah di siang hari.
Sunnah di Pagi Hari Sebelum Berangkat ke Tempat Shalat
Setelah waktu subuh tiba, umat Islam dianjurkan untuk bersiap-siap menyambut Idul Adha dengan penuh suka cita.
4. Mandi
Diriwayatkan dalam Shahih Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Mandi pada hari Jumat, hari Arafah, Idul Adha, dan Idul Fitri adalah sunnah.” Imam an-Nawawi dalam Al-Majmû‘ (jilid 5) juga menyatakan bahwa disunnahkan mandi untuk shalat dua hari raya berdasarkan ijma’ (kesepakatan) ulama, sebagaimana halnya untuk shalat Jumat.
5. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Rasulullah SAW memerintahkan pada setiap hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki. Dalam Fath al-Bârî, Ibnu Hajar al-‘Asqalani menjelaskan bahwa kebiasaan para sahabat adalah memakai pakaian terbaik, bercelak, dan memakai minyak wangi pada hari raya sebagai bentuk syiar dan penghormatan.
6. Menunda Makan dan Minum
Disunnahkan untuk menunda makan hingga selesai melaksanakan shalat Id. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu.
Dalilnya adalah hadis dari sahabat Buraidah radhiyallahu ‘anhu:“Nabi SAW tidak keluar untuk shalat Idul Fitri sebelum makan, sedangkan pada hari raya kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat), lalu beliau makan dari sembelihannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
7. Keluar ke Tempat Shalat dengan Berjalan Kaki
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu sunnah Idul Adha adalah berjalan kaki menuju tempat shalat. Hal ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang keluar menuju mushalla dengan berjalan kaki. Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz dalam Majmû‘ Fatâwâ menegaskan bahwa berjalan kaki lebih utama jika tidak memberatkan, karena mencerminkan ketawadhuan (kerendahan hati).
8. Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Perjalanan
Dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil dalam perjalanan, terutama bagi laki-laki, dengan mengeraskan suara sebagai bentuk syiar. Hal ini berdasarkan praktik sahabat ‘Umar bin al-Khaththab yang senantiasa bertakbir dengan suara keras ketika keluar menuju lapangan.
9. Menempuh Jalan yang Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah, bahwa Rasulullah SAW biasa membedakan jalan saat berangkat dan pulang pada hari raya. (HR. Bukhari) Para ulama menjelaskan bahwa hikmahnya adalah untuk memperbanyak syiar dan kemungkinan bertemu lebih banyak orang.
Sunnah-Sunnah Saat Melaksanakan Shalat Id
10. Melaksanakan Sholat Idul Adha
Setelah tiba di tempat shalat (mushalla atau masjid), umat Islam melaksanakan shalat dua rakaat dengan tata cara yang khusus. Hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakadah.
Shalat Idul Adha dilaksanakan tanpa azan dan iqamah, namun diserukan seruan “ash-shalâta jâmi‘ah” sebagai panggilan untuk berkumpul.
a. Niat Sholat Idul Adha
Niat sebagai makmum:
Latin: Ushalli sunnatan li ‘îdil adh-hâ rak‘ataini ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat sebagai imam:
Latin: Ushalli sunnatan li ‘îdil adh-hâ rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta‘âlâ.”
b. 7 Takbir di Rakaat Pertama
Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim dari hadis ‘Aisyah, bahwa Rasulullah SAW bertakbir pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali di luar takbiratul ihram. Setelah takbir ketujuh, imam membaca ta‘awudz, Al-Fatihah, kemudian membaca surah Al-A‘lâ atau Qaf.
c. 5 Takbir di Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, setelah takbir intiqal (takbir untuk berdiri), imam melanjutkan dengan lima takbir tambahan. Disunnahkan membaca surah Al-Ghâsyiyah pada rakaat kedua. Di sela-sela takbir, disunnahkan membaca bacaan tasbih: “Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
d. Dzikir dan Doa di antara Takbir
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dzikir yang paling utama pada sela-sela takbir adalah bacaan “Subhanallâhi wal hamdu lillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar” . Membaca shalawat juga diperbolehkan. Namun tidak disyariatkan berdoa untuk sesuatu yang berkaitan dengan dunia.
11. Mendengarkan Khutbah
Hukum khutbah Id adalah sunnah. Namun, ketika dikerjakan, harus tetap memenuhi rukun khutbah. Pada khutbah pertama, khatib disunahkan memulainya dengan membaca takbir hingga 9 kali, sedangkan pada khutbah kedua membukanya dengan takbir 7 kali.
Dalam Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, Syekh Wahbah Zuhaili menyebutkan bahwa mendengarkan khutbah Id hukumnya sunnah. Ketika jamaah mendengarkan khutbah, seluruh perkataan dan aktivitas selain mendengarkan hukumnya makruh.
Fadhilah Amalan di Hari Raya Idul Adha
Berikut adalah fadhilah melaksanakan amalan sunah pada Hari Raya Aidiladha:
1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT (Taqarrub)
Setiap amalan sunat yang dilakukan, bermula daripada mandi sunat pada pagi hari raya, memakai pakaian yang terbaik, hingga kepada amalan melewatkan sarapan pagi sebelum solat, bertujuan semata-mata untuk meraih keredhaan Allah. Ia merupakan proses taqarrub (mendekatkan diri) yang mendidik jiwa seorang hamba supaya sentiasa terikat dengan perintah dan anjuran Penciptanya dalam setiap perbuatan, waima dalam hal sekecil menjaga penampilan diri.
2. Mendapat Ganjaran Pahala yang Berlipat Ganda
Hari Raya Aidiladha (10 Zulhijjah) tergolong dalam hari-hari yang sangat dicintai oleh Allah SWT untuk hamba-Nya beramal soleh. Mengerjakan amalan sunat seperti melaungkan takbir (bertakbir) secara jahar (kuat) ketika dalam perjalanan ke masjid atau tempat solat akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Segala zikir dan pujian yang diucapkan pada hari tersebut adalah sebaik-baik amalan yang diangkat ke langit.
3. Menghidupkan Syiar Agama Islam
Amalan-amalan sunat seperti mengambil jalan yang berbeza ketika pergi dan pulang dari tempat solat, serta memperbanyakkan takbir muqayyad (selepas solat fardu) merupakan satu bentuk syiar agama. Ia bertujuan untuk menzahirkan kekuatan, kesatuan, dan kegembiraan umat Islam. Dengan melakukan amalan ini, kita secara tidak langsung menyebarkan rasa syukur dan kebesaran Allah SWT ke seluruh pelosok masyarakat.
4. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim AS
Apabila seseorang Mukmin menghidupkan sunat-sunat Aidiladha, pada hakikatnya dia sedang menjejaki langkah Rasulullah SAW. Selain itu, sebahagian amalan pada hari ini terutamanya yang berkait rapat dengan ibadah korban, merupakan satu bentuk penghayatan terhadap ketaatan mutlak dan pengorbanan agung yang telah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS. Kesetiaan mengikuti sunnah ini akan menjadi asbab untuk mendapat syafaat di akhirat kelak.
5. Penyucian Jiwa dan Pengguguran Dosa
Amalan sunat seperti menahan diri daripada memotong kuku dan rambut (bagi mereka yang berniat untuk berkorban) bermula dari 1 Zulhijjah sehingga haiwan korban disembelih, mempunyai nilai penyucian jiwa yang tinggi. Ulama menjelaskan bahawa amalan ini membolehkan seluruh anggota badan seseorang itu dibebaskan daripada api neraka. Selain itu, ibadah memotong haiwan korban itu sendiri mempunyai fadhilat yang luar biasa di mana setiap titisan darah yang tumpah ke bumi menjadi asbab diampunkan dosa-dosa yang lalu.
Pertanyaan Seputar Sunnah di Idul Adha
Apa yang disunnahkan sebelum sholat Idul Adha?
Beberapa amalan sunnah utama sebelum shalat Idul Adha meliputi tidak makan dan minum terlebih dahulu (disunnahkan makan setelah shalat), mandi besar, memakai pakaian terbaik serta wewangian, mengumandangkan takbir, serta berjalan kaki menuju tempat shalat dan mengambil rute yang berbeda saat pulang.
Apakah benar sunnah tidak makan sebelum shalat Idul Adha?
Salah satu amalan sunnah Idul Adha yang dapat dilakukan adalah tidak makan sebelum shalat Idul Adha. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri, di mana makan sebelum shalat merupakan sunnah yang dianjurkan.
Apa nama salat sunnah yang dilakukan setelah bangun tidur di malam hari?
Salat malam yang dikerjakan setelah bangun dari tidur disebut salat Tahajud. Salat ini merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan (sunah muakkad) dan paling utama dikerjakan pada sepertiga malam terakhir.
Sholat Idul Adha hari Jumat apakah tetap sholat jumat?
Kita tetap melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dan shalat Jumat yang wajib. Demikianlah penjelasan tentang mendirikan shalat Jumat setelah paginya shalat Idul Adha.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457586/original/002401200_1779321223-20150925102647-kumandang-takbir-idul-adha-1436-h-dari-berbagai-penjuru-dunia-011-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457494/original/087985400_1779321171-20150924164140-melihat-penyembelihan-hewan-kurban-di-masjid-sunda-kelapa-014-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928390/original/095302700_1779698423-11824465049152326948.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6472470/original/060947900_1779333657-uns-solo-ciptakan-suplemen-penggemukan-untuk-sapi-pedaging.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6412655/original/046052900_1779284238-20150716214305-keindahan-malam-takbir-di-masjidil-haram-002-isn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309377/original/077522100_1779183513-ucapan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457309/original/055278200_1779321059-20150924150352-ribuan-warga-jatinegara-gelar-salat-idul-adha-di-jalan-raya-007-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478176/original/075821700_1768894125-Ide_Usaha_Kambing_Aqiqah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309380/original/009882100_1779183515-ucapan_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6412795/original/080463400_1779284331-20150717113210-sutan-bhatoegana-laksanakan-salat-id-di-lp-cipinang-009-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516535/original/022805800_1626851247-pexels-photo-6587473.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















