3 Doa agar Hati Dijauhkan dari Sifat Pelit saat Idul Adha, Mudah Berbuat Baik dan Ikhlas

1 day ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Sifat pelit atau kikir (bukhul) dalam Islam adalah akhlak tercela yang dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Allah SWT. Terlebih di momen Idul Adha yang sarat akan nilai pengorbanan dan kedermawanan, sifat pelit menjadi penghalang besar bagi seorang muslim untuk meraih keberkahan dan keberuntungan. Untuk itu umat Islam perlu mengetahui doa agar hati dijauhkan dari sifat pelit saat Idul Adha.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: “Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak orang-orang sebelum kalian. Mereka memutuskan silaturahmi, berbuat bakhil dan berbuat maksiat, semuanya disebabkan oleh penyakit bakhil ini.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa memohon perlindungan dari sifat ini. Merujuk Buku Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha karya Abu Salma al-Atsari, Kumpulan Doa Harian, Yayasan Ponpes Darul Hikmah, dan sumber lainnya, berikut adalah beberapa doa yang bisa diamalkan agar dijauhkan dari sifat pelit dan kikir, khususnya untuk menyambut dan meraih keberkahan Idul Adha.

1. Doa Memohon Perlindungan dari Sifat Pelit, Pengecut, Pikun, Fitnah Dunia dan Siksa Kubur

Doa ini adalah salah satu doa yang paling komprehensif dan diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Doa ini tidak hanya memohon perlindungan dari sifat pelit, tetapi juga dari sifat-sifat buruk lainnya yang dapat merusak kehidupan seorang muslim.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ.

Latin: Allahumma inni a'udzu bika minal bukhli, wa a'udzu bika minal jubni, wa a'udzu bika an urudda ila ardzalil 'umuri, wa a'udzu bika min fitnatid-dunya wa 'adzabil qabri.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir (pelit), dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang paling lemah (pikun), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan azab kubur."

Doa ini diriwayatkan oleh sahabat Sa’d bin Abi Waqqash RA. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kalimat-kalimat ini kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajarkan mereka menulis. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan doa ini dalam kitab shahih mereka.

Penjelasan singkat tentang kandungan doa ini:

  • Al-Bukhl (الْبُخْلِ): Sifat kikir atau pelit, yaitu menahan harta yang seharusnya dikeluarkan, baik untuk kewajiban (seperti zakat) maupun anjuran (seperti sedekah dan kurban).
  • Al-Jubn (الْجُبْنِ): Sifat pengecut, takut dalam kebenaran, dan lemah dalam menghadapi tantangan.
  • Ar-Radd ila Ardzalil 'Umur (أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ): Dikembalikan ke masa tua yang lemah (pikun), di mana akal dan fisik seseorang menurun drastis.
  • Fitnatid-Dunya (فِتْنَةِ الدُّنْيَا): Berbagai macam ujian dan godaan di dunia, termasuk harta, kekuasaan, dan syahwat.
  • 'Adzabul-Qabri (عَذَابِ الْقَبْرِ): Siksa kubur yang mengerikan.

Dengan memanjatkan doa ini secara rutin, seorang muslim memohon perlindungan menyeluruh dari bahaya yang mengancam di dunia maupun di akhirat, sekaligus membersihkan hati dari sifat-sifat buruk yang dapat menghalangi kedermawanan, terutama saat Idul Adha. Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashoihul 'Ibad bahkan menegaskan bahwa sifat kikir dapat menghapus karakter kemanusiaan dan meneguhkan karakter kebinatangan.

2. Doa Mohon Dijauhkan dari Sifat Syuh (Pelit & Tamak)

Doa ini sangat singkat namun memiliki makna yang sangat dalam. Doa ini secara spesifik memohon kepada Allah agar dijauhkan dari "syuh" (شُحّ), yaitu penyakit hati yang merupakan gabungan dari sifat kikir (bakhil) dan tamak (hirs), yang menjadi akar dari berbagai kerusakan.

Arab: اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

Latin: Allahumma qinii syuhha nafsii, waj'alnii minal muflihin.

Terjemahan: "Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit (lagi tamak), dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang beruntung."

Doa ini bersumber langsung dari firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat At-Taghabun ayat 16. Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. At-Taghabun: 16)

Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al-Qahthani dalam kitabnya "Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah" menjelaskan bahwa penyakit "syuh" ini sangat berbahaya. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah puas dengan nikmat Allah, enggan berinfak di jalan yang wajib maupun sunnah, dan bahkan dapat mengantarkan pada pertumpahan darah, kezaliman, dan kemaksiatan.

Dengan membaca doa ini secara istiqomah, seorang muslim memohon pertolongan Allah untuk membersihkan hatinya dari penyakit syuh yang membinasakan. Di hari raya kurban, doa ini menjadi tameng agar jiwa lebih lapang dan ringan untuk berbagi, baik sebagai shahibul kurban maupun dalam bentuk sedekah lainnya.

3. Doa Dimudahkan Berbuat Kebaikan

Hari Raya Idul Adha adalah hari puncak kesalehan sosial. Pada hari tersebut, umat Islam menyembelih hewan kurban dan membagikannya untuk masyarakat. Agar semakin ikhlas, umat Islam dianjurkan membaca doa mudah berbuat baik.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِى وَتَرْحَمَنِى وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِى غَيْرَ مَفْتُونٍ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Latin: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirot wa tarkal munkarot wa hubbal masakin wa an-taghfirli wa tarhamni wa iza aradta fitnata kowmin fatawaffani ghairo maftunin. Allahumma inni as-aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba ‘amalin yuqorribu ila hubbika.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku dan juga rahmatilah aku.  Jika Engkau hendak menguji suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak tenggelam dalam ujian. Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad dari Tsauban, pelayan Nabi Saw. Doa ini termasuk doa agung yang senantiasa dibaca oleh Nabi Saw. Karena itu, kita dianjurkan untuk senantiasa membaca doa ini.

Bahaya Sifat Bakhil dalam Islam

Sifat pelit atau kikir (bakhil) adalah akhlak tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT dan memiliki konsekuensi fatal, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

“Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak orang-orang sebelum kalian. Mereka memutuskan silaturahmi, berbuat bakhil dan berbuat maksiat, semuanya disebabkan oleh penyakit bakhil ini.” (HR. Ahmad)

Bahaya dari sifat ini sangatlah nyata dalam kehidupan seorang Muslim:

  • Menghalangi Kedermawanan: Sifat pelit membuat seseorang enggan menginfakkan hartanya di jalan Allah, baik untuk kewajiban (zakat) maupun sunnah (sedekah, kurban). Padahal, dalam setiap harta yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang wajib ditunaikan (QS. Adz-Dzariyat: 19).
  • Menjauhkan dari Keberuntungan: Allah SWT secara tegas menyatakan bahwa orang yang dipelihara dari kekikiran dirinya adalah orang-orang yang beruntung (QS. At-Taghabun: 16). Sebaliknya, orang yang kikir justru merugi.
  • Merusak Hubungan Sosial: Kekikiran dapat memutus tali silaturahmi, menimbulkan sifat iri dan dengki, serta merusak tatanan masyarakat.

Untuk melawan penyakit hati ini, seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa perlindungan. Berikut adalah doa-doa utama yang dapat diamalkan.

Idul Adha, Puncak Kesalehan Sosial

Idul Adha memiliki dimensi yang sangat kuat dalam membangun kepedulian sosial. Para ulama menjelaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi nilai-nilai keimanan, ketaatan, pengorbanan, dan kesalehan sosial. Mari kita telaah lima makna pentingnya.

1. Transformasi Sosial

Idul Adha mengajak membersihkan diri dari egoisme dan mengubah makna kurban dari sekadar penyembelihan menjadi dedikasi sosial yang membumi.

2. Memperkuat Ukhuwah

Idul Adha hadir sebagai tonggak spiritual untuk memperkuat keikhlasan kepada Allah dan mempererat hubungan sosial antar manusia.

3. Kesetaraan di Mata Allah

Filosofi wukuf di Padang Arafah mengajarkan bahwa semua manusia sama derajatnya di mata Allah, terlepas dari status sosial manapun.

4. Semangat Membantu Kaum Lemah

Distribusi daging kurban kepada kaum lemah menyiratkan pesan untuk selalu bersemangat membantu meringankan penderitaan orang lain.

5. Solusi di Tengah Krisis

Di tengah ketimpangan sosial, umat Islam dipanggil untuk menjadi solusi dengan meningkatkan kepedulian, bukan sekadar menjadi penonton.

Pertanyaan Seputar Doa Agar Tidak Pelit di Hari Idul Adha

Apa doa agar tidak pelupa?

Amalkan doa agar tidak mudah lupa dan diberikan kemudahan dalam mengingat ilmu dengan membaca: "Allahumma innii as-aluka ‘ilman laa yunsaa" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang tidak terlupakan).

Apa doa meminta perlindungan dari Allah?

Memohon perlindungan kepada Allah adalah bentuk ikhtiar batin agar terhindar dari segala marabahaya, kejahatan makhluk, dan musibah.

Apa doa agar aib kita ditutupi Allah?

Berikut adalah doa utama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar Allah SWT menutupi aib kita dan memberikan rasa aman:

Apa doa Nabi Yusuf agar wajah bercahaya?

Doa Nabi Yusuf untuk memancarkan aura dan wajah bercahaya bersumber dari Surat Yusuf ayat 4. Amalan ini biasanya dibaca setelah sholat fardhu atau saat bercermin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |