5 Amalan Sesudah Sholat Witir yang Dianjurkan Rasulullah, Jangan Sampai Terlewat

2 weeks ago 9
  • Apa saja amalan ringan yang dianjurkan setelah sholat Witir?
  • Mengapa dzikir "Subhanal Malikil Quddus" dibaca tiga kali dan dikeraskan pada yang ketiga?
  • Apa makna penting dari doa setelah sholat Witir yang diajarkan Rasulullah SAW?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Amalan sesudah sholat witir menjadi pelengkap penting setelah menunaikan ibadah sunnah muakkadah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai penutup sholat malam. Selain menyempurnakan rangkaian ibadah, terdapat beberapa amalan ringan seperti dzikir dan doa yang dapat dilakukan untuk menambah pahala serta menghadirkan keberkahan. Meski sederhana dan tidak memakan waktu lama, amalan ini memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Mengamalkan dzikir dan doa setelah Witir juga menjadi bentuk ketundukan dan pengagungan kepada Allah SWT. Dengan memahami tuntunan yang diajarkan, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan hati serta peningkatan kualitas spiritual. Berikut ulasan mengenai amalan ringan sesudah sholat Witir yang penuh pahala, dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/2/2026).

1. Membaca Dzikir "Subhanal Malikil Quddus" Sebanyak Tiga Kali

Salah satu amalan yang sangat ditekankan setelah selesai menunaikan sholat Witir adalah membaca dzikir "Subhanal Malikil Quddus" sebanyak tiga kali. Dzikir ini berarti "Maha Suci Raja Yang Maha Suci," sebuah ungkapan pengagungan terhadap keesaan dan kesucian Allah SWT sebagai penguasa mutlak alam semesta. Amalan ini secara langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu.

Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa’i, dan Ahmad menjelaskan bahwa Rasulullah SAW akan mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali setelah salam dari sholat Witir. Dalam riwayat lain, disebutkan pula bahwa beliau mengeraskan suaranya pada ucapan yang ketiga, menunjukkan penekanan dan kesungguhan dalam pengagungan tersebut. Tindakan ini memberikan pelajaran penting bagi umat Muslim untuk senantiasa merendahkan diri dan mengagungkan Allah setelah menyelesaikan ibadah.

Pengulangan dzikir ini bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sebuah pengakuan tulus dari hati akan kebesaran Allah. Dengan melafalkan "Subhanal Malikil Quddus," seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah-lah Raja yang Maha Suci, bebas dari segala kekurangan dan cela. Amalan ini, meskipun ringan, memiliki keutamaan besar karena merupakan sunnah Nabi yang shahih dan menjadi penutup ibadah Witir yang sempurna.

2. Membaca Doa Setelah Sholat Witir

Setelah melafalkan dzikir khusus, amalan selanjutnya yang sangat dianjurkan adalah membaca doa setelah sholat Witir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini merupakan permohonan yang mendalam, mencakup permintaan ampunan, perlindungan, dan pengakuan akan ketidakmampuan hamba memuji Allah secara sempurna. Doa ini berbunyi: 

“Allahumma inni a’udzu bi ridhoka min sakhothika, wa bi mu’afatika min ‘uqubatika, wa a’udzu bika minka, laa uhshi tsanaa-an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsika.”.

Makna dari doa ini sangatlah agung, di mana seorang Muslim berlindung kepada ridha Allah dari kemurkaan-Nya, dan kepada ampunan-Nya dari siksa-Nya. Ungkapan "aku berlindung kepada-Mu dari-Mu" menunjukkan bahwa tidak ada tempat berlindung yang hakiki kecuali kepada Allah sendiri, menegaskan ketergantungan total seorang hamba kepada Rabb-nya. Ini adalah manifestasi tawakal dan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Bagian akhir doa, "Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri," adalah pengakuan akan keterbatasan manusia dalam mengagungkan Allah. Manusia tidak akan pernah bisa memuji Allah secara sempurna sebagaimana Allah memuji diri-Nya sendiri. Doa ini, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menguatkan tauhid dan kesadaran akan kebesaran Allah, sekaligus menjadi sarana memohon rahmat dan ampunan setelah beribadah.

3. Membaca Ayat Kursi dan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

Meskipun tidak secara eksklusif disebutkan setelah sholat Witir, membaca Ayat Kursi serta tiga surat terakhir Al-Qur'an (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) adalah amalan yang sangat dianjurkan sebelum tidur. Mengingat sholat Witir seringkali menjadi ibadah penutup sebelum beristirahat, mengamalkan bacaan ini setelah Witir akan memberikan perlindungan dan ketenangan sepanjang malam.

Keutamaan Ayat Kursi sangat besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau menyatakan bahwa siapa pun yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur, Allah akan senantiasa menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya sampai pagi. Ayat ini mengandung makna tauhid yang agung, menjelaskan keesaan dan kekuasaan Allah yang mutlak, menjadikannya perisai spiritual yang kuat.

Selain Ayat Kursi, membaca Al-Mu'awwidzatain, yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, juga merupakan sunnah Nabi sebelum tidur. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW akan mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupkan padanya, lalu membaca ketiga surat tersebut, kemudian mengusapkan ke seluruh tubuhnya yang dapat dijangkau. Amalan ini adalah bentuk perlindungan diri dari segala macam kejahatan, baik dari manusia, jin, maupun sihir, mengakhiri hari dengan benteng spiritual yang kokoh.

4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Setelah menyelesaikan sholat, termasuk sholat Witir yang mulia, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT. Istighfar adalah permohonan ampunan, sebuah pengakuan tulus atas segala kekurangan dan dosa yang mungkin telah dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Amalan ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Rabb-nya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, “Dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” menunjukkan betapa dicintainya amalan istighfar ini oleh-Nya. Meskipun telah melaksanakan ibadah, manusia tidak luput dari kesalahan dan kelalaian. Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin terjadi selama beraktivitas atau bahkan dalam sholatnya sendiri.

Rasulullah SAW memberikan teladan dalam hal ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau bersabda bahwa beliau beristighfar dan bertaubat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari, padahal beliau adalah sosok yang ma'shum (terjaga dari dosa). Ini menunjukkan pentingnya istighfar sebagai amalan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan hati dan meningkatkan spiritualitas. Taubat yang tulus setelah istighfar akan menghapus dosa dan meningkatkan derajat di sisi Allah.

5. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang sangat dianjurkan kapan saja, termasuk setelah sholat Witir, sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau. Allah SWT dan para malaikat-Nya pun bershalawat untuk Nabi, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Ahzab ayat 56. Ini adalah perintah bagi orang-orang beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi.

Keutamaan membaca shalawat sangatlah besar dan mendatangkan pahala berlipat ganda. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat baginya sepuluh derajat". Ini menunjukkan bahwa amalan ringan ini memiliki dampak spiritual yang luar biasa.

Membaca shalawat setelah sholat Witir adalah cara yang indah untuk mengakhiri ibadah malam dengan mengingat dan memuliakan sosok yang telah membimbing umat manusia menuju jalan kebenaran. Berbagai bentuk shalawat dapat dibaca, seperti "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad" atau shalawat Ibrahimiyah, yang semuanya membawa keberkahan dan kedekatan dengan Rasulullah SAW. Amalan ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja amalan ringan yang dianjurkan setelah sholat Witir?

Jawaban: Amalan ringan setelah sholat Witir meliputi membaca dzikir "Subhanal Malikil Quddus" tiga kali, membaca doa khusus setelah sholat Witir, membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (terutama sebelum tidur), memperbanyak istighfar dan taubat, serta membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Mengapa dzikir "Subhanal Malikil Quddus" dibaca tiga kali dan dikeraskan pada yang ketiga?

Jawaban: Dzikir ini dibaca tiga kali karena merupakan sunnah Rasulullah SAW. Pengerasaan suara pada ucapan ketiga menunjukkan penekanan dan kesungguhan dalam pengagungan kepada Allah SWT sebagai Raja Yang Maha Suci.

3. Apa makna penting dari doa setelah sholat Witir yang diajarkan Rasulullah SAW?

Jawaban: Doa tersebut mengandung permohonan perlindungan dari ridha Allah dari kemurkaan-Nya, dan dari ampunan-Nya dari siksa-Nya. Ungkapan "aku berlindung kepada-Mu dari-Mu" menunjukkan ketergantungan total kepada Allah, serta pengakuan akan ketidakmampuan manusia memuji-Nya secara sempurna.

4. Apa keutamaan membaca Ayat Kursi dan Al-Mu'awwidzatain setelah sholat Witir (atau sebelum tidur)?

Jawaban: Membaca Ayat Kursi berfungsi sebagai penjaga dari gangguan setan dan perlindungan dari segala keburukan hingga pagi. Sementara Al-Mu'awwidzatain (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) adalah bentuk perlindungan diri dari segala macam kejahatan, baik dari manusia, jin, maupun sihir.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Tantiya Nimas Nuraini, Nisa Mutia SariTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |