9 Keutamaan Mengantarkan dan Menyalatkan Jenazah dalam Islam, Pahala Sebesar Gunung

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ketika seorang muslim wafat, syariat menetapkan kewajiban fardu kifayah bagi yang masih hidup untuk mengurus jenazahnya, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan. Di balik kewajiban kolektif ini, terdapat keutamaan mengantarkan dan menyalatkan jenazah dalam Islam.

Dalam khazanah Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang menuju kehidupan yang hakiki. Kematian juga menjadi ibrah (pelajaran) bagi muslim yang masih hidup untuk senantiasa mengingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.

Rasulullah SAW bersabda: 'Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir yang sedang melewati suatu jalan' (HR. Bukhari). Dalam kitab Fath al-Bari, Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa seorang mukmin hendaknya tidak menjadikan dunia sebagai tempat tinggal abadi, melainkan tempat singgah untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat.

Berlandaskan pada referensi Buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah, Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag dan sumber lainnya, berikut ini adalah keutamaan menyalatkan dan mengantarkan jenazah dalam Islam.

1. Mendapatkan Pahala Sebesar Gunung (Qirath)

Keutamaan paling masyhur bagi kaum muslimin yang meluangkan waktunya untuk menyalatkan dan mengantarkan jenazah adalah ganjaran pahala yang diistilahkan dengan qirath.

Nabi Muhammad SAW memberikan gambaran mengenai besaran pahala ini. Berdasarkan hadis riwayat Al-Bukhari dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menyelenggarakan jenazah sampai menyalatkan maka ia akan memperoleh satu qirath, dan barang siapa yang menyelenggarakan jenazah hingga jenazah tersebut dikuburkan maka ia akan memperoleh dua qirath".

Ketika ditanya mengenai apa itu dua qirath, Nabi SAW menjawab: "dua qirath seumpama dua gunung yang amat besar".

Dalam riwayat lain dari Imam Muslim, dipertegas pula bahwa takaran satu qirath itu adalah sebesar Gunung Uhud.

Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat mengapresiasi waktu dan tenaga yang diluangkan umatnya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada saudaranya.

2. Mendatangkan Jaminan Pahala

Pelaksanaan salat jenazah dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah. Semakin banyak jemaah yang menyalatkan, semakin besar pula keutamaan yang dihadirkan, baik bagi jenazah maupun bagi yang menyalatkan.

Ulama menganjurkan agar jemaah salat jenazah diatur menjadi tiga saf (baris) atau lebih. Keutamaan ini bersandar pada hadis riwayat At-Tirmidzi dari Murtsad bin Abdullah al-Yazni, yang menceritakan kebiasaan sahabat Malik bin Hubairah.

Disebutkan bahwa apabila Malik bin Hubairah menyalatkan jenazah, ia akan membagi jemaah menjadi tiga baris. Tindakan tersebut didasari oleh sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa menshalatkannya dengan tiga baris, maka telah dipastikan pahalanya".

Keutamaan lain dari mengiringi jenazah adalah tercapainya kesempurnaan adab persaudaraan dalam Islam. Agama Islam membangun ikatan persaudaraan yang kuat, yang tidak terputus bahkan ketika salah satunya telah meninggal dunia.

Hukum mensyariatkan bahwa mengiringi dan berjalan bersama jenazah hingga ia dikuburkan adalah sebuah sunnah.Tindakan mengantarkan jenazah ini merupakan hak mutlak seorang muslim atas saudaranya yang lain.Hal ini merupakan implementasi nyata dari adab persaudaraan (ukhuwah islamiyah) yang telah diajarkan dalam syariat.

4. Mendapat Pakaian Kehormatan di Hari Kiamat

Rangkaian mengantarkan jenazah umumnya diiringi dengan prosesi takziah, yakni menghibur dan menyabarkan keluarga yang tertimpa musibah.

Seseorang yang hadir ke pemakaman tidak hanya mengantarkan mayit, tetapi juga memberikan dukungan moral yang bernilai pahala tinggi di mata Allah SWT.

Ulama sepakat bahwa takziah kepada keluarga mayit adalah sunnah. Keutamaan bagi orang yang menenangkan saudaranya yang berduka adalah Allah akan mengaruniakan kemuliaan kelak di hari akhir.

Hal ini termaktub dalam hadis riwayat Ibnu Majah, di mana Nabi SAW bersabda: "Tidaklah seorang Mukmin Bertakziah kepada saudaranya dalam suatu musibah. Kecuali Allah akan memberikan kepadanya pakaian kehormatan di hari kiamat".

5. Menggugurkan Dosa (Fardu Kifayah)

Kehadiran seorang muslim untuk menyalatkan dan mengantarkan jenazah turut membebaskan masyarakat di sekitarnya dari ancaman dosa.

Dalam ketentuan hukum Islam, mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan memiliki hukum fardu kifayah.Apabila kewajiban

ini telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban seluruh mukalaf yang berada di sekitarnya.Sebaliknya, apabila jenazah tersebut terlantar dan tidak ada yang menyelenggarakan, maka semua kaum muslimin yang ada di kampung tersebut akan berdosa.

6. Menjadi Sarana Introspeksi (Muhasabah)

Berada di tengah prosesi penyelenggaraan jenazah hingga ke area pemakaman menjadi pengingat paling nyata akan akhir dari kehidupan dunia.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak mengingat kematian, karena hal tersebut niscaya akan mencairkan keinginan dan angan-angan terhadap kelezatan dunia yang fana.

Selain itu, kegiatan ziarah dan menghadiri pemakaman memiliki hikmah sebagai wahana introspeksi diri (muhasabah). Kehadiran di pusara dapat melembutkan hati karena secara langsung mengingatkan peziarah pada kematian dan kehidupan akhirat.

7. Memberikan Syafaat dan Ampunan bagi Jenazah

Salat jenazah pada hakikatnya adalah doa kolektif umat Islam yang ditujukan khusus untuk memohonkan kebaikan bagi sang mayit.

Berdoa untuk jenazah merupakan salah satu rukun yang disepakati oleh para fukaha dalam pelaksanaan salat jenazah. Nabi SAW memerintahkan agar apabila umat Islam menyalatkan jenazah, hendaknya mereka berdoa untuk mayit tersebut dengan tulus dan ikhlas (HR. Abu Daud).

Doa yang dipanjatkan oleh jemaah ini menjadi keutamaan tersendiri bagi mayit, karena memuat permohonan ampunan, rahmat, pembersihan dari noda dosa, hingga perlindungan dari fitnah kubur dan azab neraka.

8. Membantu Keluarga Mayit Rida dan Sabar

Mengantarkan jenazah umumnya diiringi dengan prosesi takziah (menghibur keluarga). Kehadiran pelayat memberikan dampak psikologis dan spiritual yang sangat positif bagi keluarga yang berduka.

Kehadiran pelayat bertujuan untuk memotivasi keluarga yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar dan rida terhadap takdir yang ditetapkan oleh Allah SWT. Tindakan ini juga berfungsi untuk meringankan beban musibah serta himpitan kesedihan yang diderita oleh orang yang dilayat.

9. Mendatangkan Kebaikan bagi Jemaah yang Masih Hidup

Keutamaan salat jenazah tidak hanya mengalir kepada sang mayit, tetapi juga kembali kepada mereka yang menyalatkannya.

Di dalam bacaan doa salat jenazah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, terdapat permohonan ampunan yang komprehensif. Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah, Nabi SAW berdoa memohon ampunan bagi yang hidup dan yang mati, yang hadir menyaksikan maupun yang tidak hadir, serta yang kecil maupun yang besar.

Hal ini berarti jemaah yang menyalatkan turut mendapatkan percikan doa ampunan tersebut.

Pertanyaan Seputar Keutamaan Mengantarkan dan Menyalatkan Jenazah

Keutamaan orang yang menyalatkan jenazah adalah?

Sholat jenazah adalah ibadah fardhu kifayah yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu mendatangkan pahala sebesar qirath (setara Gunung Uhud) bagi yang menyolatkan. Selain berpahala besar, ibadah ini juga menjadi sarana untuk mendoakan dan memberikan syafa'at (pengampunan dosa) kepada jenazah di hadapan Allah SWT.

Apakah mengantarkan jenazah mendapatkan pahala?

Mengantarkan jenazah mendapatkan pahala yang sangat besar

Apa keutamaan bagi seseorang yang ikut mengurus jenazah hingga pemakaman?

Dalam Hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda menjenguk orang yang sakit dan mengantar jenazah sampai ke pemakaman akan mengingatkan seseorang akan hari akhir.

Keutamaan melayat jenazah?

Melayat orang meninggal (takziyah) memiliki keutamaan besar dalam Islam, di antaranya mendapatkan pahala setara dengan orang yang tertimpa musibah, diberi pakaian kemuliaan di surga kelak, mempererat tali persaudaraan, dan menjadi sarana untuk mendoakan serta meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |