Bacaan Doa Jenazah Lengkap Tulisan Arab Latin dan Artinya, Simak Urutannya

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa jenazah lengkap tulisan arab latin dan artinya menjadi panduan penting bagi kaum muslimin agar dapat menyempurnakan ibadah salat jenazah secara khusyuk. Pengetahuan ini penting mengingat hukum pengurusan atau penyelenggaraan jenazah fardhu kifayah.

Perintah penyelenggaraan jenazah secara cepat sangat dianjurkan dalam agama. Hal ini bersandar pada hadis Muttafaq Alaih, di mana Nabi Muhammad SAW bersabda: "“Bersegeralah (dalam membawa) jenazah. Karena apabila jenazah itu dari orang saleh, berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya. Dan jika tidak, berarti kalian telah menyingkirkan kejelekan dari pundak kalian.” (HR. Bukhari no. 1315 dan Muslim no. 944).

Dalam Buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah karya Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag., dijelaskan secara rinci bahwa salat jenazah berbeda dengan ibadah salat lainnya. Ibadah ini sangat menuntut ketulusan doa melalui empat kali takbir khusus tanpa disertai rukuk dan sujud.

Dalam rangkaian sholat tersebut, terutama setelah takbir ketiga dan keempat, terdapat doa khusus untuk jenazah. Berikut ini adalah bacaan lengkapnya:

1. Doa untuk Jenazah setelah Takbir Ketiga

Doa untuk jenazah adalah rukun salat jenazah. Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menegaskan bahwa doa ini adalah kewajiban yang harus dilakukan setelah takbir ketiga. Berikut adalah bacaan yang paling utama (sesuai hadis riwayat Muslim dari 'Auf bin Malik):

Doa untuk Jenazah Laki-laki:

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allāhumma-ghfir lahu, war-ḥamhu, wa 'āfihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-mā'i watstsalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaitatstsaubal-abyaḍa minad-danasi, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul-jannata, wa a'idzhu min 'adzābil-qabri wa 'adzābin-nār.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dan maafkanlah kesalahannya. Muliakanlah tempat tinggalnya (di surga), lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Doa untuk Jenazah Perempuan (Ganti semua kata ganti 'hu' (laki-laki) dengan 'ha' (perempuan))

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا، وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allāhumma-ghfir lahā, war-ḥamhā, wa 'āfihā, wa'fu 'anhā, wa akrim nuzulahā, wa wassi' madkhalahā, waghsilhā bil-mā'i watstsalji wal-baradi, wa naqqihā minal-khaṭāyā kamā naqqaitatstsaubal-abyaḍa minad-danasi, wa abdilhā dāran khairan min dārihā, wa ahlan khairan min ahlihā, wa zaujan khairan min zaujihā, wa adkhilhāl-jannata, wa a'idzhā min 'adzābil-qabri wa 'adzābin-nār.

Artinya: (Sama seperti versi laki-laki, dengan kata ganti perempuan). "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia... masukkanlah dia ke dalam surga..."

2. Doa setelah Takbir Keempat sebelum Salam

Sebelum mengucapkan salam, dianjurkan membaca doa takbir keempat sebagai berikut:

Arab: اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin: Allāhumma lā taḥrimnā ajrahu, wa lā taftinnā ba'dahu, waghfir lanā wa lahu.

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri kami fitnah (cobaan) sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia."

Catatan: Untuk jenazah perempuan, ganti 'ajrahu' (pahalanya) dan 'ba'dahu' (sepeninggalnya) menjadi 'ajrahā' dan 'ba'dahā'.

Doa Khusus untuk Jenazah Anak-Anak

Karena anak-anak belum terbebani taklif (kewajiban syariat), doa yang dipanjatkan berbeda, yakni memohon agar ia menjadi tabungan pahala dan pemberi syafaat bagi orang tuanya.

Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيعًا مُجَابًا، اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Latin: Allāhumma-j'alhu faratan wa dzukhran li wālidayhi, wa syafī'an mujāban. Allāhumma tsaqqil bihi mawāzīnahumā, wa a'dzim bihi ujūrahumā, wa al-ḥiqhu bi ṣāliḥil-mu'minīn, waj'alhu fī kafālati Ibrāhīma, wa qihi bi-raḥmatika 'adzābal-jaḥīm.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ia sebagai pembuka pintu (penyambung) dan simpanan pahala bagi kedua orang tuanya, serta pemberi syafaat yang dikabulkan. Ya Allah, beratkanlah timbangan amal (kebaikan) keduanya karenanya, besarkanlah pahala mereka karenanya, kumpulkanlah ia dengan orang-orang mukmin yang saleh, jadikanlah ia dalam jaminan (nabi) Ibrahim, dan lindungilah ia dengan rahmat-Mu dari siksa neraka."

3. Doa setelah Sholat Jenazah

Secara syariat, inti dari doa untuk jenazah sebenarnya telah tercakup di dalam pelaksanaan Salat Jenazah itu sendiri, tepatnya pada takbir ketiga dan keempat. Namun demikian, menjadi sebuah kebiasaan yang baik (tradisi) di kalangan umat muslim, khususnya di Indonesia, untuk kembali memanjatkan doa setelah selesai mengucapkan salam sebagai bentuk tambahan syafaat dan permohonan rahmat bagi almarhum/almarhumah.

Berikut adalah bacaan doa yang umum dibaca setelah selesai salam pada Salat Jenazah, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya:

Tulisan Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِاَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ.اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Tulisan Latin: Bismillahirrahmanirrahim.Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu.Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu.Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar.Wa shallallahu 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam, wal-hamdulillahi rabbil 'alamin.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah selawat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan atas keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan kepadanya, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah tempat kediamannya, dan lapangkanlah tempat masuknya.Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari mendapatkan pahalanya, dan janganlah Engkau datangkan fitnah kepada kami sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka.Semoga Allah melimpahkan selawat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Catatan: Jika jenazah yang disalatkan adalah perempuan, maka kata ganti "-hu" (ـهُ) pada kalimat "Allahummaghfirlahu..." dan "la tahrimna ajrahu..." diganti menjadi "-ha" (ـهَا), sehingga dibaca Allahummaghfirlaha warhamha... dan seterusnya).

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Jenazah

Salat jenazah merupakan ibadah fardu kifayah yang memiliki tata cara khusus, yakni dilaksanakan dengan berdiri (bagi yang mampu) dan terdiri dari empat kali takbir tanpa disertai rukuk maupun sujud.

1. Posisi Berdiri dalam Salat Jenazah

Sebelum memulai salat, jenazah diletakkan di arah kiblat. Posisi imam disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah:

Untuk Jenazah Laki-laki: Imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah.

Untuk Jenazah Perempuan: Imam berdiri sejajar dengan pinggang atau bagian tengah jenazah.

2. Bacaan Niat Salat Jenazah

Niat diucapkan pada saat takbiratul ihram (takbir pertama). Berikut adalah lafal niatnya:

Niat untuk Jenazah Laki-laki:

Arab: أصلى على هذا الميت أربع تكبيرات فرض الكفاية للله تعالى

Latin: Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardhal kifayati lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat shalat atas mayat ini empat takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah."

Niat untuk Jenazah Perempuan:

Arab: أصلى على هذاه الميتة أربع تكبيرات فرض الكفاية للله تعالى

Latin: Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhal kifayati lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat shalat atas mayat ini empat takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah."

3. Tata Cara Pelaksanaan Salat Jenazah

Setelah posisi jenazah dan jemaah (disunahkan dalam tiga saf atau lebih) telah rapi, salat dimulai dengan urutan rukun sebagai berikut:

Langkah 1: Takbir Pertama (Membaca Surah Al-Fatihah)

  • Mengangkat kedua tangan, mengucapkan takbir ("Allahu Akbar"), diiringi dengan niat di dalam hati.
  • Setelah takbir pertama, langsung membaca Surah Al-Fatihah tanpa perlu membaca doa iftitah terlebih dahulu.

Langkah 2: Takbir Kedua (Membaca Selawat Nabi)

  • Mengucapkan takbir kedua ("Allahu Akbar").
  • Membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Selawat yang dianjurkan adalah selawat ibrahimiyah (seperti yang dibaca pada tasyahud akhir dalam salat biasa).

Langkah 3: Takbir Ketiga (Mendoakan Jenazah)

  • Mengucapkan takbir ketiga ("Allahu Akbar").
  • Membaca doa permohonan ampunan dan rahmat secara khusus untuk jenazah. Salah satu bacaan singkatnya adalah: Allahummaghfirlahu warhamhu, wa'fu 'anhu wa 'afihi (Jika perempuan, akhiran -hu diganti -ha).

Langkah 4: Takbir Keempat (Mendoakan Keluarga dan Umat)

  • Mengucapkan takbir keempat ("Allahu Akbar").
  • Membaca doa permohonan agar kita yang masih hidup tidak terhalang dari pahalanya dan dijauhkan dari fitnah.
  • Lafal doanya: Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu (Ya Allah janganlah kami terhalang buat beroleh pahalanya, dan hindarkanlah fitnah dari kami sepeninggalnya).

Langkah 5: Mengucapkan Salam

  • Salat jenazah diakhiri dengan mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri.
  • Lafalnya sekurang-kurangnya: Assalamu'alaikum atau Salamun alaikum.
  • Melalui pelaksanaan tata cara dan doa yang ikhlas ini, salat jenazah menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus syafaat yang agung bagi saudara sesama muslim yang telah berpulang.

Hikmah Doa Jenazah

Berikut adalah 5 hikmah dari pelaksanaan doa dan salat jenazah berdasarkan tuntunan syariat:

1. Mendatangkan Pahala Sebesar Gunung (Qirath)

Menyalatkan dan mendoakan jenazah memberikan keutamaan yang luar biasa bagi pelaksananya, yakni ganjaran pahala sebesar satu qirath. Besaran pahala satu qirath ini diumpamakan oleh Rasulullah SAW sebesar Gunung Uhud.

2. Ampunan bagi Jenazah

Doa yang dipanjatkan, khususnya pada takbir ketiga, bertujuan memohonkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT bagi sang mayit. Hikmahnya adalah agar jenazah disucikan dari segala noda dan dosa, sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari kotoran.

3. Melindungi Jenazah dari Fitnah Kubur dan Siksa Neraka

Melalui doa jenazah, umat Islam secara tulus menyerahkan nasib saudaranya ke dalam kekuasaan Allah SWT. Hikmah utamanya adalah memohon agar jenazah tersebut senantiasa dilindungi dari ujian (fitnah) di alam kubur serta dijauhkan dari pedihnya azab neraka.

4. Menjauhkan Fitnah bagi yang Ditinggalkan

Pada doa takbir keempat, terdapat hikmah perlindungan yang ditujukan bagi orang-orang yang masih hidup. Doa ini memuat permohonan agar umat Islam tidak terhalang dari pahala kebaikan sang mayit serta dihindarkan dari berbagai fitnah sepeninggalnya.

5. Ampunan untuk Umat Islam

Hikmah doa jenazah melampaui individu yang wafat, karena doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW juga bersifat komprehensif. Di dalamnya terkandung munajat yang memohonkan ampunan bagi seluruh kaum muslimin, baik yang masih hidup maupun yang telah mati, serta yang hadir maupun yang tidak hadir.

Pertanyaan Seputar Bacaan Doa Jenazah Lengkap

Apa bacaan doa jenazah?

Bacaan doa jenazah dibaca berurutan setelah takbir ketiga dan keempat dalam salat jenazah. Doanya disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah.

Apa doa mendoakan jenazah?

Doa utama untuk mendoakan jenazah (seperti yang dibaca saat shalat jenazah) adalah memohon ampunan, rahmat, dan perlindungan dari siksa kubur. Lafal doanya disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah (menggunakan kata ganti lahu untuk laki-laki dan laha untuk perempuan).

Takbir ke-4 baca apa?

Pada takbir ke-4 dalam salat jenazah, disunnahkan untuk membaca doa memohon ampunan dan keberkahan, baik untuk jenazah maupun bagi yang ditinggalkan.

Doa apa yang dibaca untuk orang meninggal?

Dalam Islam, mendoakan orang yang telah meninggal bertujuan memohon ampunan dan rahmat. Anda bisa membaca surat pendek (seperti Al-Fatihah) atau doa-doa khusus, baik saat mendengar kabar duka, saat menyalatkan, maupun saat berziarah ke makam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |