Liputan6.com, Jakarta - Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram memiliki akar historis dan spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam. Terekam berbagai kisah nabi yang sering dikaitkan dengan Hari Asyura.
Tahun ini, umat Islam akan merayakan tahun Baru Islam 1 Muharram 16 Juni 2026. Itu artinya 10 Muharram atau hari Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Hari Asyura menjadi saksi lintasan sejarah atas berbagai peristiwa penyelamatan dan mukjizat agung para utusan Allah. Di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, narasi sejarah para Nabi ini bahkan berakulturasi dengan kearifan lokal hingga melahirkan tradisi bulan Suro yang sarat makna.
Merujuk buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram karya Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid (terjemahan Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si), serta kajian akademis dalam jurnal Bulan Suro dalam Perspektif Islam dan Tradisi Bulan Suro di Pulau Jawa (Za'farullah Jamaly) dan Jenang Sura: Akulturasi antara Tradisi Lokal Jawa dan Nilai-Nilai Islam (Sofi Ghoniyah), berikut adalah kisah kisah para Nabi yang bertaut erat dengan hari Asyura.
1. Penyelamatan Nabi Musa AS dari Kejaran Fir'aun
Kisah yang paling sahih dan menjadi landasan utama syariat puasa Asyura adalah peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kezaliman Fir'aun.
Saat terdesak di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Nabi Musa memukul tongkatnya. Laut terbelah, memberikan jalan keselamatan bagi kaum mukmin, dan kembali menyatu untuk menenggelamkan Fir'aun beserta bala tentaranya.
Di dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Ibnu Abbas, disebutkan bahwa ketika Nabi Muhammad tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Mereka beralasan: "Hari ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari musuh-musuhnya sehingga Musa pun berpuasa karenanya.".
Imam Muslim menambahkan redaksi bahwa ini adalah hari agung di mana Fir'aun ditenggelamkan. Menanggapi hal ini, Rasulullah bersabda bahwa umat Islam lebih berhak terhadap Musa, lalu beliau memerintahkan puasa sebagai bentuk pengagungan.
2. Berlabuhnya Bahtera Nabi Nuh AS
Peristiwa monumental kedua adalah selamatnya umat manusia generasi kedua setelah bencana banjir bah yang melanda bumi pada zaman Nabi Nuh AS.
Setelah berhari-hari terapung di atas banjir raksasa, bahtera yang membawa Nabi Nuh, kaum mukmin, dan berpasang-pasangan hewan akhirnya surut dan mendarat dengan aman di atas Gunung Judi.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam bukunya mengutip riwayat dari Imam Ahmad yang menyebutkan sebuah tambahan redaksi: "Hari itu juga hari di mana Bahtera Nuh berlabuh di atas gunung Judi, maka Nuh pun berpuasa sebagai bentuk rasa syukur.".
Menurut kajian Sofi Ghoniyah dan Za'farullah Jamaly, kisah Nabi Nuh ini menjadi fondasi filosofis lahirnya tradisi Jenang Sura (Bubur Suro) di Jawa. Dalam literatur sejarah kebudayaan Islam-Jawa, dikisahkan bahwa setelah kapal berlabuh, persediaan makanan umat Nabi Nuh menipis.
Nabi Nuh kemudian memerintahkan kaumnya mengumpulkan sisa-sisa biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum untuk dimasak menjadi satu hidangan (bubur) agar dapat dinikmati bersama. Pembuatan Jenang Sura di bulan Muharram menjadi bentuk akulturasi di mana masyarakat Jawa merawat ingatan sejarah Islam melalui medium kuliner lokal, melambangkan rasa syukur, kebersamaan, dan sedekah.
3. Keselamatan Nabi Ibrahim AS dari Kobaran Api
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai Khalilullah (kekasih Allah) yang menghadapi ujian berat saat dihadapkan dengan Raja Namrud yang tiran.
Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam kobaran api raksasa karena berani menghancurkan berhala-berhala yang disembah kaumnya. Atas perintah Allah, api yang seharusnya membakar justru berubah menjadi dingin dan menyelamatkan beliau.'
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam bukunya, Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram, mengutip bahwa peristiwa terselamatkannya Nabi Ibrahim dari lautan api terjadi bertepatan pada hari Asyura. Ini menjadi simbol kemenangan akidah tauhid di atas kesyirikan.
4. Nabi Yunus AS Keluar dari Perut Ikan
Nabi Yunus AS pernah mengalami ujian yang sangat berat saat beliau berada di dalam kegelapan perut ikan paus setelah melompat ke laut.
Di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS tidak henti-hentinya berdoa dan memohon ampun kepada Allah dengan doa yang sangat masyhur (La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin). Allah akhirnya mengabulkan doa beliau dan memerintahkan ikan tersebut memuntahkannya ke tepian dalam keadaan selamat.
Berbagai literatur sirah dan tafsir ulama klasik sering mengaitkan hari keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan dengan momentum hari Asyura. Peristiwa ini menjadi pelajaran tentang kekuatan doa (istighfar) dan optimisme bahwa tidak ada kesempitan yang tidak memiliki jalan keluar selama seseorang berserah diri kepada Allah.
5. Kesembuhan Nabi Ayyub AS dari Penyakit Panjang
Nabi Ayyub AS adalah sosok yang menjadi teladan utama dalam hal kesabaran (sabar). Nabi Ayyub AS diuji dengan penyakit kulit yang parah selama bertahun-tahun yang membuatnya dikucilkan, namun beliau tetap sabar.
Setelah masa ujian yang panjang, Allah memerintahkan beliau menghentakkan kakinya ke tanah, lalu memancar mata air yang menyembuhkan seluruh penyakitnya.
Banyak riwayat dari ulama salaf yang menyebutkan bahwa kesembuhan Nabi Ayyub AS dari penderitaannya terjadi pada hari Asyura. Kisah ini menjadi penopang bagi umat Islam agar tetap teguh dan bersabar di tengah deraan penyakit atau ujian kesehatan.
6. Nabi Yusuf AS Dibebaskan dari Penjara
Nabi Yusuf AS mengalami ujian yang sangat panjang, mulai dari dibuang ke sumur, difitnah oleh istri pembesar Mesir, hingga mendekam di penjara selama bertahun-tahun meski tidak bersalah.
Setelah sekian lama berada dalam keterbatasan ruang penjara, Allah membuka pintu kemuliaan bagi Nabi Yusuf AS hingga akhirnya beliau diangkat menjadi penguasa yang mengelola logistik Mesir dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.
Sebagaimana dinukil dalam berbagai kitab hikayat dan penjelasan ulama mengenai peristiwa hari Asyura, hari kebebasan Nabi Yusuf AS dari penjara sering disandingkan dengan peristiwa-peristiwa penyelamatan para Nabi lainnya.
7. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS
Setelah peristiwa di surga, Nabi Adam AS menjalani masa panjang dalam penyesalan atas kesalahannya.
Nabi Adam AS terus memohon ampunan kepada Allah atas kelalaiannya memakan buah terlarang. Setelah masa penyesalan yang panjang, Allah SWT mengabulkan taubat beliau tepat pada hari Asyura.
Berbagai teks klasik, termasuk yang dirujuk dalam tradisi hikayat pesantren seperti Nuzhatul Majalis, menegaskan bahwa hari Asyura adalah hari di mana Allah mencurahkan ampunan-Nya kepada Nabi Adam AS, menjadikannya momentum harapan bagi umat manusia untuk kembali kepada Allah.
Hikmah Kisah Para Nabi di Hari Asyura bagi Umat Islam
Berikut adalah beberapa hikmah utama yang dapat dipetik dari rentetan kisah para nabi di hari Asyura:
1. Pertolongan Allah Pasti Datang bagi Orang yang Bertakwa
Seluruh kisah para nabi di atas—keselamatan Nuh dari banjir, Ibrahim dari api, Musa dari Fir‘aun, Yunus dari perut ikan, Ayyub dari penyakit, serta Yusuf dari penjara—memiliki satu benang merah yang sama: Allah SWT senantiasa menolong hamba-Nya yang bertakwa dan bersabar.
2. Kesabaran Adalah Kunci Keselamatan
Hikmah puasa Asyura mengajarkan bahwa kesabaran adalah jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat. Dengan meneladani para nabi, umat Islam diajak untuk bersabar dalam setiap ujian kehidupan.
3. Taubat Nasuha adalah Awal dari Kebangkitan
Diterimanya taubat Nabi Adam pada hari Asyura menjadi simbol bahwa pintu taubat tidak pernah tertutup. Hari Asyura adalah momentum yang tepat untuk melakukan muhasabah diri, menyadari kesalahan, dan kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha).
4. Wujud Syukur Harus Diwujudkan dalam Amal Nyata
Setelah Nabi Musa diselamatkan, beliau tidak hanya diam dan mengucap syukur dalam hati, tetapi menuangkan syukur itu dalam bentuk puasa. Demikian pula Nabi Nuh dan para nabi lainnya. Hikmahnya adalah bahwa rasa syukur seorang Muslim tidak boleh hanya bersifat lisan, tetapi harus diwujudkan dalam amal saleh dan ketaatan kepada Allah. Dengan berpuasa Asyura, kita mengikuti jejak para nabi dalam mengekspresikan rasa syukur kita atas segala nikmat Allah.
5. Kemenangan Kebenaran adalah Pasti
Peristiwa ditenggelamkannya Fir‘aun dan keselamatan Nabi Musa, serta kekalahan Namrud yang membakar Ibrahim, mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan menang dan kebatilan pasti akan hancur, meskipun terkadang membutuhkan waktu.
6. Menghapus Dosa Kecil dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Keutamaan puasa Asyura adalah menghapus semua dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Hikmah ini mengajarkan umat Islam bahwa Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil melalui amalan sunnah yang ringan namun besar pahalanya.
7. Menumbuhkan Kepedulian dan Solidaritas
Tradisi Jenang Sura di masyarakat Jawa yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh—yaitu memasak berbagai macam biji-bijian menjadi bubur dan membagikannya kepada tetangga dan kerabat—mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sesama.
Pertanyaan Seputar Kisah Nabi yang Sering Dikaitkan dengan Hari Asyura
Peristiwa apa saja yang terjadi di hari Asyura?
Hari Asyura (10 Muharram) adalah hari bersejarah yang dikenal sebagai "Hari Kemenangan" dalam Islam. Banyak mukjizat para nabi terjadi pada tanggal ini, termasuk diterimanya taubat Nabi Adam AS, diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari api, terbelahnya Laut Merah untuk Nabi Musa AS, hingga peristiwa tragis gugurnya Sayyidina Husein.
Apa saja peristiwa besar pada hari Asyura?
Dikisahkan bahwa banyak peristiwa penting dalam sejarah suci terjadi pada hari Asyura, yang terpenting adalah keselamatan Musa dan para pengikutnya serta tenggelamnya Firaun . Selain itu, Bahtera Nuh dikatakan telah mendarat di puncak gunung saat air bah surut.
Apa salah satu tragedi besar yang terjadi pada hari Asyura?
Kisah kematian Husein cucu Nabi Muhammad SAW yang dipenggal dalam Tragedi Karbala 10 Muharram 61 Hijriah di Hari Asyura merupakan sejarah memilukan. Pembunuhan ini dilakukan oleh kelompok pro-khalifah pada masa itu. Yaitu pendukung Yazid bin Mu'awiyah.
umat Islam juga mengingat peristiwa apa pada 10 Muharram.?
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah yang mempunyai keutamaan dan makna penting bagi umat Islam. Pada bulan inilah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Tak hanya itu saja, di bulan Muharram juga terdapat hari yang istimewa, yaitu hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803721/original/093651700_1557725240-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470539/original/060510100_1779332011-20151014164955-kirab-pusaka-meriahkan-penyambutan-1-suro-di-kediri-007-iqbal-nugroho.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470090/original/081962400_1779331661-ribuan-umat-islam-di-kediri-berdoa-bersama-sambut-1-muharram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508639/original/064303600_1771581286-woman-taking-care-her-nails.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470151/original/005986700_1779331713-20151013211910-berdoa-bersama-menyambut-tahun-baru-1437-hijriah-007-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545940/original/072552600_1629436124-pexels-mentatdgt-1071979__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415138/original/047923100_1763361872-Gemini_Generated_Image_4jbcgr4jbcgr4jbc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3080217/original/090585300_1584550865-PEMAKAMAN_SUMARTININGSIH-ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6482548/original/013766300_1779342038-20151031125144-jenazah-pak-raden-disalatkan-007-isn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4965916/original/088874300_1728606330-71e10bc4-3bdd-481d-8e06-a8d1c390de31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407952/original/091057200_1762758448-amalan_sebelum_tidur_3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5099253/original/014485500_1737179002-1737173325942_arti-takziah.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/744355/original/077375600_1412055173-ihram.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)




