5 Amalan Terbaik saat Jeda Adzan ke Iqomah di Masjid, Simak Fadhilahnya

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Di sela dua panggilan suci adzan dan iqamah menuju shalat, tersimpan keistimewaan luar biasa yang sering kali luput dari perhatian. Waktu antara adzan dan iqamah termasuk dalam awqāt al-ijābah. oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami amalan terbaik saat jeda adzan ke iqomah di masjid.

Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu Ta’ala dalam kitabnya Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkār menegaskan bahwa waktu ini sangat diharapkan terkabulnya doa berdasarkan hadits shahih dari sahabat Anas bin Malik RA.

Keistimewaan ini juga tertuang dalam wasiat Rasulullah SAW kepada sahabat sekaligus menantunya, Ali bin Abi Thalib, yang tercatat dalam kitab Wasiyat Al-Musthafa karya Imam Asy-Syaraani. Beliau bersabda: “Wahai Ali, berdoalah antara adzan dan iqamah, sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.”

Selain berdoa, terdapat sejumlah amalan lain yang juga dianjurkan untuk mengisi jeda waktu antara adzan dan iqamah. Merujuk Jurnal Peran Suara Azan sebagai Syiar dalam Islam, Kitab Bulughul Maram, dan sumber kredibel lain, simak selengkapnya.

Amalan Terbaik saat Jeda Adzan ke Iqomah

Di antara berbagai amalan, jumhur ulama berpandangan bahwa berdoa adalah amalan terbaik. Meskipun doa di waktu ini bersifat umum (tidak terbatas pada lafadz tertentu), para ulama memberikan panduan tentang doa terbaik yang dapat dipanjatkan. Imam Al-‘Imrānī dalam kitabnya Al-Bayān menjelaskan bahwa berdoa pada waktu tersebut hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan, tanpa pembatasan redaksi tertentu.

Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr dalam Fiqh Al-Ad’iyyah wal Adzkār juga mengemukakan bahwa doa kebaikan dunia akhirat dan apa yang seseorang inginkan dapat dipanjatkan pada waktu ini.

Berikut adalah doa-doa yang paling dianjurkan:

Doa 1: Memohon Keselamatan (Al-‘Āfiyah)

Ini adalah doa yang paling utama karena langsung ditunjuk oleh Rasulullah ﷺ. Dalam riwayat at-Tirmidzi, para sahabat bertanya kepada beliau tentang apa yang sebaiknya diucapkan, dan beliau menjawab, “Mohonlah kalian kepada Allah al-‘āfiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi)

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Latin: Allāhumma innī as-alukal-‘āfiyata fid-dunyā wal-ākhirah

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan (kesehatan dan kesejahteraan) kepada-Mu di dunia dan di akhirat.”

Doa 2: Memohon Ampun dan Keselamatan (Lebih Lengkap)

Doa ini mencakup keselamatan dalam berbagai aspek kehidupan dan juga permohonan ampunan.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

Latin: Allāhumma innī as-alukal-‘afwa wal-‘āfiyata fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan kepada-Mu dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.”

Doa 3: Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Doa yang sangat mulia ini diambil langsung dari Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 201.

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin:Rabbanaa ātinā fid-dunyā hasanah wa fil-ākhirati hasanah wa qinā ‘adzāban-nār

Artinya:“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Doa 4: Doa Memohon Perlindungan dari Berbagai Keburukan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazani, wa a‘ūdzu bika minal-‘ajzi wal kasali, wa a‘ūdzu bika minal-jubni wal-bukhli, wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijāl

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” (HR. Al-Bukhari).

2. Membaca Shalawat

Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah membaca shalawat. Dalam kitab Asna al-Mathalib karya Imam Zakaria al-Anshary (juz II, hal. 456), disunnahkan bagi muadzin dan yang mendengar adzan untuk membaca shalawat, yang paling utama adalah Shalawat Ibrahimiyyah:

Arab:اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallaita ‘alā sayyidinā Ibrāhīm, wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm, wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta ‘alā sayyidinā Ibrāhīm wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīm, innaka Ḥamīdun Majīd

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau merahmati Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

Tradisi bershalawat di antara adzan dan iqamah, yang banyak dilakukan di Indonesia, adalah amalan yang baik karena di dalam shalawat itu terkandung doa. Beliau mengingatkan bahwa waktu ini adalah waktu mustajab, dan para ulama mengajarkan shalawat sebagai sarana berdoa bagi mereka yang belum terbiasa memanjatkan doa secara langsung.

3. Sholat Sunnah, Persiapan Menghadap Allah

Salah satu amalan mulia yang juga dapat dikerjakan pada jeda waktu ini adalah melaksanakan shalat sunnah rawatib qabliyah (sebelum shalat fardhu).

Ini adalah amalan yang sangat dianjurkan, terutama untuk shalat Subuh dan Dzuhur. Dengan mendahulukan shalat sunnah, seorang muslim telah menyempurnakan persiapan spiritualnya sebelum melaksanakan shalat wajib secara berjamaah.

Beberapa sumber menjelaskan bahwa disunnahkan melakukan shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan setelah adzan dan sebelum iqamah. Shalat ini sering disebut dengan shalat sunnah qabliyah. Bagi yang mengerjakannya, dianjurkan untuk membaca niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ (قَبْلِيَّةَ) (صُبْحٍ / ظُهْرٍ / ...) رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallī sunnata (qabliyyata) (Subḥi / Dhuhri / 'Ashi / Maghribi / 'Isyā'i) rak‘atayni lillāhi ta‘ālā

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah (qabliyah) (Subuh / Dzuhur / Ashar / Maghrib / Isya) dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Umat Islam penting menjaga shalat sunnah rawatib, terutama shalat sunnah Subuh, karena pahalanya luar biasa. Bahkan, meskipun dalam keadaan sakit, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat sunnah Subuh.

4. Dzikir

Membaca dzikir, di antaranya 4 kalimat dzikir, baik yang rangkaian satu kalimat maupun terpisah.

Bacaan 4 Dzikir Satu Rangkaian Kalimat

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Latin: Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘aẓīm.

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.   

Bacaan 4 Dzikir Terpisah

1. سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subḥānallāh

Artinya: Maha Suci Allah

2. الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alḥamdulillāh

Artinya: Segala puji bagi Allah

3. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Lā ilāha illallāh

Artinya: Tiada tuhan selain Allahاَللَّٰهُ أَكْبَرُ

Latin: Allāhu Akbar.

5. Membaca Al-Qur'an: Memperdalam Kalam Ilahi di Waktu Istimewa

Selain berdoa dan berdzikir, membaca Al-Qur’an juga merupakan amalan yang sangat baik untuk mengisi jeda waktu ini. Waktu antara adzan dan iqamah bisa dimanfaatkan untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, merenungi maknanya, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Namun, membaca Al-Qur'an memerlukan waktu yang relatif cukup panjang. Jeda adzan dan iqamah yang singkat bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, misalnya dengan membaca surah pendek.

Para ulama menilai bahwa waktu untuk membaca Al-Qur’an sangat luas dan dapat dilakukan kapan saja, sehingga sangat baik jika jeda istimewa ini diisi dengan doa dan dzikir yang spesifik waktunya, meskipun membaca Al-Qur’an tetaplah amalan yang utama.

Hikmah dan Fadhilah Amalan Terbaik Saat Jeda Adzan ke Iqamah

1. Doa Tidak Akan Tertolak

Keutamaan paling utama dari amalan ini adalah jaminan langsung dari Rasulullah ﷺ bahwa doa yang dipanjatkan tidak akan tertolak. Imam al-Mubārakfūrī dalam kitabnya Tuḥfatul Aḥwadzī (syarah Sunan at-Tirmidzi) menafsirkan bahwa “tidak tertolak” berarti memiliki peluang besar untuk dikabulkan, selama tidak berisi hal yang bertentangan dengan syariat. Pandangan ini diperkuat oleh Imam As-Suyuti yang menegaskan bahwa doa tetap harus memenuhi adab, tidak untuk kemaksiatan, dan tidak memutus silaturahim.

2. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat

Doa setelah adzan yang khusus memohonkan wasilah untuk Nabi Muhammad ﷺ memiliki keutamaan agung. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang mendengar seruan adzan, lalu ia berdoa dengan doa tersebut, maka ia berhak mendapatkan syafaat dariku di hari kiamat nanti.” (HR. Bukhari no. 614)

3. Waktu yang Paling Utama untuk Berdoa

Syaikh Shāliḥ al-Fauzān menegaskan bahwa kebanyakan manusia justru meninggalkan doa di waktu ini. Menyibukkan diri dengan berdoa dan berdzikir adalah lebih afdhal (lebih utama) karena doa yang dituntunkan pada waktu tertentu tentu lebih utama dari doa yang dipanjatkan di tempat lain.

4. Diutamakan oleh Para Ulama Besar

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bāz rahimahullah adalah contoh nyata betapa agungnya amalan ini. Diceritakan oleh murid beliau, Sa’ad ad-Daus, bahwa ketika beliau hendak mengajukan pertanyaan, Syaikh Ibnu Bāz menjawab: “Wahai Sa’ad, ingatlah bahwa doa antara adzan dan iqamah adalah doa yang tidak tertolak.”

Beliau lebih memilih memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa daripada menyibukkan diri menjawab pertanyaan yang bisa ditunda setelah shalat.

5. Menyempurnakan Ibadah Shalat

Mengisi waktu antara adzan dan iqamah dengan doa dan dzikir berfungsi sebagai persiapan spiritual sebelum shalat berjamaah. Ini membantu hati menjadi lebih khusyuk dan siap untuk menghadap Allah SWT, sehingga shalat yang dilaksanakan menjadi lebih berkualitas.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |