Solusi Lupa Niat Puasa Sunnah tapi Tetap Ingin Lanjut Puasa, Simak Panduan dan Bacaan Niatnya

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Lupa merupakan tabiat manusiawi yang mungkin dialami siapa saja, termasuk dalam urusan ibadah. Bisa saja, seseorang yang istiqamah menjalankan puasa sunnah, seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, Syawal, atau Asyura, kadang terlewat membaca niat pada malam hari karena kelelahan atau kesibukan. Untuk itu, kita perlu mengetahui solusi lupa niat puasa sunnah tapi tetap ingin lanjut puasa.

Niat merupakan penentu absah dan tidaknya ibadah, termasuk puasa. Khusus puasa wajib, jumhur ulama berpendapat, bagi siapapun yang tidak berniat di malam niat, tidak ada sedikit pun niat, tidak menginapkan niat di malam hari, dan juga tidak sahur, maka puasanya adalah tidak sah (Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hambali).

Namun, terdapat kelonggaran untuk puasa sunnah. Lantas, seperti apa kelonggaran yang dapat menjadi solusi lupa niat puasa malam hari tersebut? Simak ulasannya.

Solusi Lupa Niat Puasa Sunnah Menurut Ulama

Terdapat solusi praktis bagi yang lupa berniat di malam hari, meski dalam kaidah fiqih puasa bagi siapapun yang tidak berniat di malam niat, tidak ada sedikit pun niat, tidak menginapkan niat di malam hari, dan juga tidak sahur, maka puasanya adalah tidak sah menurut jumhur ulama (Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hambali).

1. Niat Puasa Sunnah Pagi Hari hingga sebelum Zawal

Namun, bagi yang benar-benar lupa (bukan main-main atau disengaja), terdapat kelonggaran: Seseorang bisa melanjutkan puasa dengan niat di pagi hari. Dengan catatan, dia belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Namun begitu, kelonggaran ini semata-mata untuk orang yang benar-benar lupa, bukan untuk dijadikan kebiasaan. Pendapat ini selaras dengan pandangan Imam Abu Hanifah, bahwa jika niat belum dilakukan sebelum fajar, puasa tidak otomatis batal, melainkan dinilai kurang sempurna.

2. Membiasakan Niat Puasa Sunnah Berkala (Bulanan)

Selain itu, Imam Malik memberikan solusi lain,  niat puasa sunnah cukup sekali di awal bulan, sehingga aman jika lupa di malam-malam berikutnya. Pandangan Imam Malik ini berdasar pendapatnya tentang niat puasa Ramadhan, yang dilakukan di awal bulan untuk puasa sebulan penuh.

Namun, demi kehatian-hatian, meski sudah berniat di awal bulan, ulama berpendapat niat selalu diperbaui ketika waktu puasa tiba.

Hukum dan Dalil Niat Puasa Sunnah di Pagi Hari

Secara umum, dalam Islam, niat puasa wajib (seperti Ramadhan) harus dilakukan di malam hari berdasarkan hadits riwayat Sayidah Hafshah: "Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya".

Namun untuk puasa sunnah, hukumnya berbeda dan lebih longgar. Pendapat mayoritas ulama (Syafi'i, Hanbali, Maliki) menyatakan bahwa niat puasa sunnah sah dilakukan di pagi hari hingga batas waktu zawal (tergelincirnya matahari), dengan syarat sejak terbit fajar belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dalil kebolehan ini adalah hadits yang diriwayatkan Aisyah RA: "Nabi SAW pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata: 'Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?' Kami pun menjawab: 'Tidak ada.' Beliau pun berkata: 'Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang'" (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sendiri mempraktikkan niat puasa sunnah di siang hari.

Contoh Niat Puasa Sunnah di Pagi atau Siang Hari sebelum Zawal

Berikut bacaan niat untuk puasa sunnah yang dapat dilafalkan di pagi atau siang hari (sebelum zawal). Cukup diniatkan dalam hati, melafalkan dengan lisan dianjurkan (sunnah).

Puasa Sunnah Hari Senin

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah Ta'ala.

Puasa Sunnah Hari Kamis

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah Ta'ala.

Puasa Ayyamul Bidh

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdhi sunnatan lillâhi ta'âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.

Puasa Sunnah Syawal

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala.

Puasa Asyura

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُوْرَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati 'Âsyûrâ'a lillâhi ta'âlâ

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura hari ini karena Allah Ta'ala.

Hikmah Diperbolehkannya Niat di Pagi Hari

1. Kemudahan (taysir)

Allah SWT menginginkan kemudahan bagi umat, sesuai firman-Nya: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" (QS Al-Baqarah: 185). Hadits Nabi pun menegaskan: "Sesungguhnya agama ini mudah" (HR Bukhari).

2. Menghargai niat tulus (iradah)

Ibadah dinilai dari niat yang tulus. Seseorang yang terbangun di pagi hari dengan keinginan kuat berpuasa karena Allah SWT, niat tulusnya dihargai selama belum melakukan pembatal puasa.

3. Motivasi beribadah (tahridh)

Kelonggaran ini mendorong umat Islam lebih rajin berpuasa sunnah tanpa takut salah teknis, sekaligus melatih kedisiplinan spiritual.

Fadhilah Istiqamah Mengamalkan Puasa Sunnah

Istiqamah dalam puasa sunnah mendatangkan berlimpah pahala dan kebaikan. Di antara keutamaannya:

  • Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW – Puasa Senin Kamis adalah amalan rutin yang sangat dijaga oleh Rasulullah SAW.
  • Hari Dilaporkannya Amal – Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal-amal manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalku diperlihatkan saat aku sedang berpuasa". Ini momen istimewa untuk berlomba dalam kebaikan.
  • Pahala Berlipat – Puasa Ayyamul Bidh setara pahala puasa setahun penuh, dan puasa 6 hari Syawal juga setara puasa setahun.
  • Menekan Hawa Nafsu – Puasa melatih pengendalian diri. Dalam hadits shahih, puasa disebut sebagai "penekan syahwat" bagi yang belum mampu menikah.
  • Membersihkan Jiwa dan Menjaga Kesehatan – Puasa mensucikan dari sifat dusta dan perkataan kotor. Secara medis, puasa membantu detoksifikasi tubuh, menjaga berat badan, dan meningkatkan metabolisme serta kesehatan mental.

People also Ask:

Apakah bisa lanjut puasa jika lupa niat?

Lupa membaca niat puasa Ramadhan pada malam hari menyebabkan puasa tidak sah menurut pandangan utama mazhab Syafi'i. Namun, Anda bisa mengikuti pendapat mazhab lain (taqlid) dengan berniat di pagi hari (sebelum zuhur) agar puasa tetap sah, atau menggunakan niat sebulan penuh di awal Ramadhan.

Bolehkah niat puasa sunnah setelah dzuhur?

Jika berpuasa sunnah, maka niat boleh dilakukan antara masuknya waktu maghrib sampai seharian, walaupun niatnya dilakukan setelah masuk waktu zuhur, dengan syarat dia tidak melakukan apapun yang membatalkan puasa.

Jika sahur tapi lupa niat, apakah sah?

Boleh terus niat, dan sah puasa sunat tu, insyaAllah. Tapi ingat! Kalau puasa wajib macam Ramadan, ganti, nazar atau kaffarah wajib niat waktu malam (sebelum Subuh). Kalau terlupa, tak sah.

Apakah boleh niat puasa setelah Subuh karena ketiduran?

Artinya, jika seseorang lupa niat di malam hari karena ketiduran, ia masih boleh berniat saat bangun di pagi hari. Dalam kondisi ini, puasanya tetap sah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |