5 Sunnah Berpakaian saat Salat Idul Adha Menurut Ajaran Rasulullah SAW

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha merupakan momen agung yang penuh dengan keberkahan dan syiar agama. Selain Sholat Idul Adha dan berkurban umat Islam juga dianjurkan untuk menghidupkan berbagai amalan sunnah sebelum berangkat menuju tempat pelaksanaan shalat Id. Di antaranya adalah sunnah berpakaian saat salat idul adha menurut ajaran Rasulullah SAW.

Merujuk buku Bekal-Bekal Idul Adha karya Abu Salma al-Atsari, Islam sangat memperhatikan keindahan dan kebersihan pada hari raya. Berpakaian rapi pada momen istimewa ini bukan sekadar urusan estetika atau kebanggaan duniawi, melainkan bagian dari ibadah, ketundukan pada sunnah Nabi Muhammad SAW, dan wujud syukur atas nikmat Allah SWT.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan lengkap sunnah berpakaian saat salat idul adha menurut ajaran Rasulullah SAW.

1. Mengenakan Pakaian Terbaik

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memakai pakaian paling bagus yang dimiliki saat hari raya. Hal ini merujuk pada hadis dari Jabir radhiyallahu 'anhu yang menyebutkan bahwa Nabi SAW memiliki sehelai jubah (gamis) khusus yang senantiasa beliau kenakan pada shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) serta pada hari Jumat (HR. Ibnu Khuzaimah).

Selain itu, sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma juga selalu mengenakan pakaian terbaiknya di hari Id. Para ulama menjelaskan bahwa pakaian "terbaik" tidak disyaratkan harus dibeli baru.

Esensinya adalah pakaian tersebut dalam kondisi paling bersih, rapi, suci dari najis, dan paling layak untuk digunakan menghadap Sang Pencipta di hari kemenangan.

2. Memakai Wangi-wangian (Khusus bagi Laki-Laki)

Bagi kaum laki-laki, menyempurnakan penampilan dengan wewangian merupakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) pada hari raya. Dalam sebuah riwayat dari Al-Hakim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk mengenakan pakaian terbagus dan wangi-wangian terbaik yang bisa mereka temukan.

Penggunaan parfum ini bertujuan untuk menghadirkan kenyamanan bagi sesama jamaah saat berkumpul di shaf shalat, sekaligus menegaskan identitas syiar kebersihan dalam Islam.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak. Dari Zaid bin al-Hasan bin Ali, dari ayahnya, ia berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada…”

Imam Al-Hakim sendiri dalam Al-Mustadrak (IV: 256) menilainya sebagai hadis yang shahih. Hadis ini menjadi dalil utama bahwa berhias dengan pakaian bagus dan wewangian termasuk adab yang disyariatkan saat hari raya.

3. Mengutamakan Warna Putih

Meskipun secara umum umat Islam diperbolehkan memakai pakaian dengan warna apa pun yang pantas, warna putih senantiasa memiliki keutamaan tersendiri dalam syariat. Pakaian berwarna putih melambangkan kesucian, kebersihan fisik, dan kejernihan jiwa.

Jika seorang Muslim memiliki beberapa pilihan pakaian terbaik yang salah satunya berwarna putih, maka mengenakan warna putih saat shalat Idul Adha menjadi pilihan yang sangat disunnahkan.

Para ulama sepakat bahwa warna yang paling utama untuk dikenakan saat salat Id adalah putih. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:

“Kenakanlah pakaian putih ini, karena ia adalah sebaik-baik pakaian kalian.” (HR. Ahmad)

Imam Abu Dawud juga meriwayatkan: “Rasulullah ﷺ biasa memakai pakaian putih.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani).

Para ulama Syafi'iyyah kemudian mengafdholkan warna putih untuk salat Id, sebagaimana dikutip dalam buku Praktik Sholat Ied karya Galih Maulana yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing.

4. Sunnah Memakai Serban (Penutup Kepala) bagi Laki-Laki

Selain pakaian dan warna, pemakaian serban (imamah) bagi laki-laki juga termasuk dalam sunnah di hari raya, dan hal ini sejalan dengan anjuran memakai pakaian terbaik. Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:

“Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban.”

Serban merupakan penutup kepala yang menjadi ciri khas busana Nabi ﷺ dan para sahabat, terutama di hari-hari besar seperti Jumat dan hari raya.

Di lain sisi, terdapat adab yang patut diperhatikan yaitu tak mengenakan pakaian yang mengganggu. Misalnya berwarna terlalu mencolok atau bergambar.

5. Batasan Berhias bagi Muslimah (Menghindari Tabarruj)

Bagi kaum muslimah, anjuran untuk tampil bersih dan rapi tentu tetap berlaku, namun dibarengi dengan batasan fikih yang ketat guna menjaga kehormatan. Muslimah diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan sempurna, longgar (tidak membentuk lekuk tubuh), dan tidak transparan.

Hal krusial yang perlu diperhatikan adalah wanita yang keluar rumah menuju tempat shalat Id dilarang keras mengenakan parfum atau wangi-wangian yang aromanya semerbak hingga tercium oleh jamaah laki-laki. Muslimah juga dilarang tabarruj (berhias secara berlebihan atau bersolek yang menarik perhatian lawan jenis).

Kehadiran muslimah di tanah lapang pada hari Id adalah untuk menyaksikan kebaikan dan meraih keberkahan doa, sehingga kesucian niat tersebut harus dijaga dari hal-hal yang dapat memicu fitnah.

Hikmah di Balik Sunnah Berpakaian di Hari Raya

Di balik perintah untuk berpenampilan terbaik di hari raya, terkandung hikmah yang sangat mulia:

1. Menampakkan Syukur kepada Allah SWT

Pakaian terbaik yang kita kenakan adalah simbol rasa syukur atas nikmat Allah yang tak terhitung. Dengan berpenampilan rapi dan indah, seorang Muslim menunjukkan bahwa ia mensyukuri karunia pakaian yang diberikan Allah. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk menampakkan kegembiraan dan keagungan Allah, serta kekhidmatan.“

2. Mengagungkan Hari Raya Sebagai Momentum Ibadah

Dengan mengenakan pakaian terbaik di hari raya, berarti kita memberikan penghormatan khusus pada hari tersebut, yang merupakan waktu mustajab untuk beribadah.

3. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Memilih pakaian terbaik bukanlah perkara sepele, melainkan wujud kecintaan kita kepada Nabi ﷺ dengan mengikuti amaliah harian beliau.

4. Mempererat Kebersamaan dan Menghilangkan Kesedihan

Pakaian yang indah dan wangi dapat membangkitkan semangat dan kebahagiaan. Hal ini membantu untuk menghilangkan kesedihan serta menjadi perekat kebersamaan antar sesama Muslim saat merayakan Idul Adha.

Pertanyaan Seputar Cara Berpakaian Saat Sholat Ied

Sholat Idul Adha sunnah pakai baju warna apa?

Fashion stylist Adi Surantha mengungkapkan, pilihan warna yang tepat untuk baju Idul Adha adalah warna lembut, seperti warna-warna pastel dan variasi putih.

Sabda Rasulullah tentang berpakaian?

Ringkasan AIHadits tentang berpakaian menekankan prinsip kesopanan, kesederhanaan, dan penutup aurat. Islam mengajarkan umatnya untuk mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan saat memakai pakaian, berdoa, mensyukuri nikmat, dan mengenakan pakaian yang pantas untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Apakah sebelum shalat Idul Adha tidak boleh makan?

Ringkasan AIBukan tidak boleh, melainkan disunnahkan untuk tidak makan dan minum sebelum melaksanakan salat Idul Adha. Anjuran ini bertujuan agar makanan pertama yang dikonsumsi pada hari tersebut adalah daging hewan kurban yang disembelih setelah salat.

Bagaimana bentuk kesederhanaan Rasulullah SAW dalam berpakaian?

Rasulullah SAW selalu mengenakan pakaian sederhana seperti gamis atau jubah yang menutup aurat dengan sempurna. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW melarang pakaian yang ketat atau tembus pandang, karena dapat memperlihatkan bentuk tubuh dan mengundang perhatian yang tidak diinginkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |