Liputan6.com, Jakarta - Mencari referensi materi dakwah berkualitas sangat penting menjelang hari raya Aidilqurban 2026. Untuk itu umat Islam terutama para dai, perlu memiliki referensi contoh ceramah Idul Adha soal berkurban yang komprehensif.
Landasan syariat kurban tertera tegas pada Surah Al Kautsar ayat 2: "Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!". Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan umat Islam agar mengikhlaskan ibadah sembelihannya murni demi Allah semata.
Pada momen Idul Adha, ceramah yang berbobot diharapkan mampu menggugah kesadaran spiritual umat Muslim dalam menunaikan syariat ibadah penyembelihan kurban dan kesalehan sosial.
Lazimnya sholat Ied didahului oleh ceramah, dan setelah sholat Khatib menyampaikan khutbah Idul Adha. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan penceramah untuk menyampaikan syiarnya.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah 7 contoh teks ceramah Idul Adha yang dapat menjadi pengingat, sekaligus memotivasi umat Islam tentang kurban dan kesalehan sosial.
Contoh Ceramah 1: Sejarah dan Landasan Syariat Kurban
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala asyrofil anbiya-i wal mursalin, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Hanya dengan bekal takwa dan amal saleh kita akan mendapatkan keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak.
Pada pagi hari yang mulia ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil. Kita berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan bersiap menunaikan ibadah kurban, mengenang kembali ketauhidan dan pengorbanan agung Nabi Ibrahim AS beserta putranya.
Landasan utama perintah berkurban ini secara tegas diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Kautsar ayat 1-2:
إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ.
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah."
Ayat yang singkat namun sarat makna ini memerintahkan umat Islam untuk mendirikan shalat dan menyembelih hewan kurban semata-mata karena Allah. Menyembelih kurban adalah bentuk pembuktian cinta, syukur, dan ketundukan kita setelah menerima karunia yang tak terhingga dari Sang Pencipta.
Terkait makna ayat ini, Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (Tafsir Ibnu Katsir) menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengikhlaskan seluruh shalat wajib dan sunnah, serta ibadah sembelihan kurbannya murni hanya untuk Allah semata, berbeda dengan tradisi kaum musyrikin yang menyembelih untuk berhala.
Melalui pemahaman ini, kita menyadari bahwa kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan menyembelih ego dan hawa nafsu. Kurban adalah sarana untuk memotong sifat-sifat buruk, kikir, dan individualis dalam diri kita, serta menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah.
Semoga di momen Idul Adha tahun ini, kita semua diberikan kelapangan rezeki dan keikhlasan hati untuk menunaikan ibadah kurban. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak untuk menjadi hamba yang lebih taat dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa seluruh kaum muslimin. Jadikanlah ibadah shalat dan kurban kami sebagai amal saleh yang Engkau terima di sisi-Mu. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 'adzabannar.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah 2: Kurban Sebagai Saksi di Hari Kiamat
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Hadirin wal hadirat jamaah Idul Adha yang dimuliakan Allah. Tiada kata yang paling pantas kita ucapkan pagi ini selain rasa syukur yang mendalam atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita bisa beribadah bersama di hari raya kurban ini.
Setiap kali Idul Adha tiba, kita dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban bagi yang memiliki kelapangan rezeki. Ibadah ini bukanlah sekadar rutinitas tahunan atau ajang pamer kekayaan, melainkan sebuah amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT di hari Nahar (Idul Adha).
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا.
Artinya: "Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih disukai Allah melebihi mengalirkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya."
Hadits tersebut memberikan kabar gembira sekaligus motivasi besar bagi umat Islam. Darah hewan kurban yang menetes ke bumi akan mendapatkan rida Allah bahkan sebelum darah itu mengering, dan kelak hewan tersebut akan menjadi saksi yang memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat.
Imam Al-Mubarakfuri ketika mensyarah hadits ini dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa hewan-hewan kurban tersebut akan didatangkan pada hari kiamat dalam bentuk aslinya saat disembelih, tidak ada satu pun bagian tubuhnya yang kurang. Hal ini bertujuan agar hewan tersebut menjadi kendaraan ketika melewati shirath dan setiap bulunya bernilai pahala.
Tentu saja, keutamaan luar biasa ini hanya bisa diraih jika kurban didasari oleh niat yang tulus. Ibadah kurban mengajarkan kita bahwa harta yang kita miliki sejatinya adalah titipan yang sebagiannya harus dikembalikan kepada Allah melalui jalan kebaikan dan kepedulian.
Oleh sebab itu, bagi saudara-saudaraku yang hari ini telah berniat dan mampu berkurban, laksanakanlah dengan penuh sukacita. Jadikanlah setiap tetes darah hewan yang disembelih sebagai penggugur dosa dan pembuka pintu rahmat dari Allah SWT.
Ya Allah Yang Maha Pengampun, bersihkanlah hati kami dari sifat riya' dan sombong. Terimalah kurban kami sebagai bukti keimanan kami, dan jadikanlah hewan kurban kami sebagai saksi kebaikan di hari penghakiman kelak. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah 3: Esensi Kurban Adalah Ketakwaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Kaum muslimin jamaah Idul Adha yang berbahagia. Marilah kita pertebal rasa takwa kita kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah satu-satunya ukuran kemuliaan manusia di hadapan-Nya, bukan pangkat, jabatan, maupun harta benda.
Hari ini, banyak dari kita yang telah menyiapkan sapi, kambing, atau domba terbaik untuk disembelih. Namun, satu hal yang harus kita sadari, Allah tidak membutuhkan daging hewan-hewan tersebut. Ada esensi yang jauh lebih besar dari sekadar menyembelih dan membagikan daging.
Allah SWT menegaskan hal ini dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ.
Artinya: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya."
Ayat di atas menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang berkurban hanya karena ingin dipuji kaya atau dermawan oleh manusia. Allah secara eksplisit menyatakan bahwa darah dan daging kurban tidak akan pernah sampai kepada-Nya, melainkan keikhlasan dan ketakwaan si pekurbanlah yang dinilai.
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitab Jami' al-Bayan 'an Ta'wil ay al-Qur'an (Tafsir Ath-Thabari) menjelaskan bahwa amalan kurban tidak akan mendatangkan pahala jika dilakukan untuk pamer (riya). Beliau menegaskan bahwa yang naik dan diterima oleh Allah hanyalah niat yang murni dan amal saleh yang dilandasi rasa takut serta cinta kepada-Nya.
Pesan moral dari ayat dan tafsir ini sangat relevan untuk menjaga hati kita. Kurban adalah medan latihan spiritual untuk menundukkan keakuan diri. Ketika sebilah pisau menyembelih leher hewan, pada hakikatnya kita sedang menyembelih kecintaan kita yang berlebihan pada dunia.
Maka, jadikanlah ibadah kurban sebagai sarana mendekatkan diri secara batin kepada Allah (Taqarrub). Mari periksa kembali niat di dalam hati kita, pastikan semuanya murni karena mencari wajah Allah, bukan karena tuntutan sosial atau gengsi semata.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui isi hati, sucikanlah niat kami dalam setiap amal ibadah yang kami kerjakan. Berikanlah kami rezeki yang berkah, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang mencapai derajat takwa yang sebenar-benarnya. Amin ya Rabbal 'Alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah 4: Peringatan Bagi yang Mampu Tapi Enggan Berkurban
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah wabihi nasta'in 'ala umuriddunya waddin. Wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd. Saudara-saudara seiman yang senantiasa dirahmati Allah. Puji syukur ke hadirat Ilahi Rabbi yang masih memberikan kita kelonggaran waktu, nikmat sehat, dan kemampuan finansial untuk hadir di majelis shalat Idul Adha yang barakah ini.
Momen Idul Adha selalu identik dengan pemotongan hewan kurban. Islam sangat menganjurkan ibadah ini bagi umatnya yang telah diberikan kelonggaran harta. Kurban adalah syiar agama yang menghidupkan kembali sunnah bapak para nabi, Ibrahim 'Alaihissalam, serta menjadi ladang amal jariyah bagi kita.
Namun, Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas bagi mereka yang mampu tetapi enggan melaksanakannya. Beliau bersabda dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا.
Artinya: "Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta), sedangkan ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami."
Sabda Nabi ini adalah teguran yang sangat keras. Ketidakhadiran rasa syukur dalam bentuk enggan berkurban, padahal ia mampu membeli barang-barang mewah lainnya, dianggap sebagai sebuah kelalaian besar hingga Nabi melarangnya mendekati tempat shalat Id.
Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya Nailul Authar menerangkan bahwa ancaman "jangan mendekati tempat shalat kami" mengindikasikan betapa muakkadnya (sangat dianjurkannya) ibadah kurban. Sebagian ulama bahkan menggunakannya sebagai dalil bahwa kurban bisa bernilai wajib bagi mereka yang benar-benar kaya, sebagai bentuk sanksi sosial agar umat Islam tidak bakhil.
Sikap kikir seringkali membutakan manusia dari hak-hak fakir miskin yang menempel pada hartanya. Padahal, harta yang diinfakkan di jalan Allah, termasuk untuk membeli hewan kurban, sejatinya tidak akan pernah berkurang, melainkan akan diganti oleh Allah dengan balasan yang berlipat ganda.
Oleh karenanya, mari kita lawan bisikan setan yang menakut-nakuti kita dengan kemiskinan saat hendak bersedekah atau berkurban. Yakinlah bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk menghidupkan syiar Allah adalah tabungan sejati yang akan kita nikmati di akhirat.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Anugerahkanlah kepada kami sifat dermawan dan mudahkanlah rezeki kami agar kami dapat terus berbagi kebahagiaan melalui syariat kurban di jalan-Mu. Ya Mujibassailin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah 5: Kurban Sebagai Bentuk Kesyukuran Universal
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahil ladzi ja'alal a'yada mawasima lil-afrah wal-masarrat. Wash-shalatu was-salamu 'ala nabiyyinal musthafa wa 'ala alihi wa shahbihi ahlil fadhli wal-makrumat. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Hadirin jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah. Di pagi yang penuh berkah ini, gema takbir bersahut-sahutan membesarkan asma Allah. Hal ini adalah wujud pengakuan kelemahan kita sebagai makhluk dan kebesaran Allah sebagai pencipta alam semesta.
Menyembelih hewan kurban rupanya bukan sekadar syariat yang diturunkan kepada umat Nabi Muhammad SAW semata. Ibadah pengorbanan ini merupakan tradisi tauhid yang juga diperintahkan kepada umat-umat terdahulu sebagai tanda syukur yang universal kepada Sang Pemberi Rezeki.
Hal ini termaktub dengan sangat jelas dalam Surah Al-Hajj ayat 34:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟.
Artinya: "Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya."
Ayat ini menyoroti poin penting bahwa tujuan inti penyembelihan adalah lidzikkurullah (mengingat dan menyebut nama Allah). Binatang ternak yang disembelih pada hakikatnya adalah rezeki dari Allah yang dikembalikan lagi untuk mencari keridhaan-Nya dalam bingkai tauhid.
Imam Al-Qurthubi di dalam kitabnya Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an menggarisbawahi makna ayat ini. Beliau menjelaskan bahwa tidak ada satu umat pun dari umat-umat yang beriman sejak zaman dahulu kecuali Allah wajibkan atau sunnahkan bagi mereka ibadah penyembelihan hewan sebagai ungkapan syukur (syukrun lin-ni'mah) dan bentuk penyerahan diri secara total kepada keesaan Allah.
Hikmah di balik kontinuitas syariat ini menyadarkan kita bahwa rasa syukur sejati membutuhkan tindakan nyata. Kurban adalah bahasa cinta dalam bentuk tindakan, menyadarkan kita bahwa seluruh karunia berupa harta, hewan ternak, hingga napas kehidupan ini mutlak milik Allah semata.
Marilah kita asah terus kepekaan batin kita. Bersyukurlah atas nikmat yang sering kita anggap remeh. Jadikan kurban hari ini sebagai bukti bahwa ketundukan kita kepada Allah tidak dapat dibeli dan ditukar dengan urusan duniawi apa pun.
Ya Allah, jadikanlah kami golongan hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur atas segala karunia-Mu. Jadikanlah setiap hembusan napas dan langkah kaki kami sebagai bentuk zikir dan pengabdian hanya kepada-Mu semata. Rabbana taqabbal minna innaka antas-sami'ul 'alim.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah 6: Membangun Kepedulian Sosial Melalui Daging Kurban
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda wa dinil haq. Wash-shalatu was-salamu 'ala asyrofil mursalin, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Saudara-saudaraku kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah. Kesempatan merayakan Idul Adha adalah anugerah terindah, karena di hari inilah tali ukhuwah islamiyah semakin dikuatkan melalui interaksi dan berbagi kebahagiaan sesama tetangga.
Kurban tidak hanya memiliki dimensi vertikal yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (Hablum Minallah), melainkan juga mengandung dimensi horizontal yang sangat kuat, yaitu hubungan manusia dengan sesamanya (Hablum Minannas). Ibadah ini hadir untuk membongkar sekat-sekat kesenjangan ekonomi di masyarakat.
Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang indah tentang tata cara pemanfaatan daging kurban dalam hadits riwayat Muslim:
كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا.
Artinya: "Makanlah, berikanlah makan (bagikan), dan simpanlah."
Instruksi Nabi ini mencerminkan keseimbangan yang luar biasa. Pekurban disunnahkan untuk menikmati sedikit daging dari kurbannya sendiri untuk mengambil tabarruk (keberkahan), namun prioritas utamanya adalah membagikannya kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, serta menyimpan sisanya jika memang dibutuhkan.
Imam An-Nawawi di dalam kitabnya Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj menjelaskan bahwa memberikan makan (Al-Ith'am) di sini mencakup sedekah kepada fakir miskin yang sangat membutuhkan gizi, sekaligus hadiah kepada orang-orang kaya dan tetangga demi merekatkan kasih sayang, sehingga tidak ada yang merasa kelaparan di hari raya.
Pembagian daging kurban mengajarkan empati yang luar biasa. Saat kaum dhuafa mungkin hanya bisa makan daging setahun sekali, di hari raya inilah kita hadir sebagai perpanjangan tangan rahmat Allah untuk menghadirkan senyum dan kebahagiaan di meja makan mereka.
Mari kita pastikan pendistribusian daging kurban di lingkungan kita merata dan tepat sasaran. Jadikan penyembelihan kurban sebagai momentum untuk mengikis kesombongan dan meruntuhkan pagar-pagar keegoisan yang menghalangi kita dari sifat welas asih antar sesama manusia.
Ya Allah, satukanlah hati-hati kami dalam ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Limpahkanlah rahmat-Mu kepada fakir miskin dan kaum dhuafa, serta jadikanlah persembahan kurban kami ini sebagai jembatan yang menghubungkan kami dengan surga-Mu kelak. Amin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah 7: Kurban Sebagai Simbol Totalitas Beribadah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil 'alamin, nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh. Wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyi-ati a'malina. Amma ba'du.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd. Hadirin jamaah shalat Idul Adha yang mulia. Waktu yang terus bergulir tanpa henti mengingatkan kita bahwa usia kita di dunia ini sangatlah terbatas. Oleh karena itu, ibadah dan ketaatan kepada Allah harus dilakukan secara total, tanpa kompromi.
Semangat beribadah secara menyeluruh inilah yang diajarkan dalam ritus penyembelihan kurban. Kurban menyimbolkan bahwa seorang mukmin harus siap mengorbankan apa saja—waktu, tenaga, pikiran, dan harta—demi menjalankan perintah Sang Khalik penguasa alam semesta.
Sikap totalitas penyerahan diri ini terekam secara abadi dalam ikrar suci di Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 162-163:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ * لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ.
Artinya: "Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadah (sembelihan) ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
Ayat ini adalah janji dan prinsip hidup seorang muslim sejati. Kata nusuki secara khusus dimaknai sebagai ibadah kurban. Menggabungkan ibadah shalat, kurban, hidup, dan mati murni hanya untuk Allah menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi motif duniawi dalam pengabdian kita kepada-Nya.
Imam Al-Baghawi di dalam kitab tafsirnya, Ma'alim At-Tanzil (Tafsir Al-Baghawi), menerangkan bahwa nusuki berarti ibadah haji dan hewan yang disembelih pada saat itu, atau seluruh ibadah kurban. Beliau menegaskan keikhlasan adalah kunci, di mana seseorang beramal tanpa menyekutukan Allah dengan apa pun dan tanpa tendensi pamrih dari manusia.
Ketika kita membaca takbir dan menyembelih urat nadi hewan kurban, bayangkanlah bahwa kita juga sedang memotong segala niat buruk dan hawa nafsu yang sering merusak kemurnian ibadah kita. Hidup dan mati kita sejatinya sudah diwakafkan untuk meraih rida-Nya.
Semoga semangat totalitas ini tidak hanya berhenti saat perayaan Idul Adha usai, melainkan terus mewarnai keseharian kita. Mari terus melatih diri untuk menjadi pribadi yang bertauhid murni, ikhlas berkurban, dan memberikan manfaat seluas-luasnya untuk agama serta masyarakat.
Ya Allah, teguhkanlah iman kami dan tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah seluruh ibadah kami, hidup, dan mati kami murni hanya mengharap rida-Mu. Kumpulkanlah kami di akhirat kelak bersama para nabi dan orang-orang yang saleh. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan Seputar Ceramah Sholat Idul Adha
Apakah ada ceramah saat sholat Idul Adha?
Sholat Idul Adha dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan khotbah (ceramah). Ini adalah urutan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, berbeda dengan sholat Jumat yang khotbahnya sebelum sholat. Setelah sholat berjamaah, jamaah dianjurkan duduk mendengarkan khotbah, meski tidak wajib hukumnya.
Apa cerita singkat tentang Idul Adha?
Ketika ditanya tentang asal usul Idul Adha, Nabi Muhammad SAW dilaporkan berkata, “Ini adalah tradisi yang diturunkan kepada kita dari Ibrahim.” Hari Raya Kurban ini berasal dari peristiwa bersejarah ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah dalam sebuah mimpi untuk mengorbankan putranya, Ismail .
Apa yang diucapkan pada saat Idul Adha?
“Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah dan kurban kita semua. Selamat Hari Raya Iduladha 1446 H.” “Di hari yang penuh keberkahan ini, semoga pengorbananmu menjadi pahala, dan doamu dikabulkan oleh Allah SWT.
Apa makna dari hari raya Idul Adha?
Idul Adha, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji, adalah hari raya besar kedua dalam agama Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hari raya ini memperingati peristiwa ketaatan Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya (Nabi Ismail) karena perintah Allah SWT.
Sholat Idul Adha apakah ceramah dulu atau sholat dulu?
Ketika selesai melaksanakan sholat Iduladha, Anda dianjurkan untuk mendengarkan khotbah terlebih dahulu, Kecuali, apabila sholat dilakukan sendiri dan tidak berjamaah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5597928/original/080198400_1778159546-kartun-nabi-telanjang-diunggah-ke-facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4478171/original/051039000_1687492216-hari_tasyrik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457492/original/012970200_1779321170-20150924164137-melihat-penyembelihan-hewan-kurban-di-masjid-sunda-kelapa-012-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6491381/original/093362700_1779349295-jaga-stok-daging-di-jakarta-ahok-teken-mou-dengan-mentan-amran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404281/original/095677800_1762401262-Doa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1680190/original/062439000_1502795576-SAPI-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6456556/original/038063900_1779320454-20150923100343-jemaah-muhammadiyah-salat-idul-adha-di-ciputat-001-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457586/original/002401200_1779321223-20150925102647-kumandang-takbir-idul-adha-1436-h-dari-berbagai-penjuru-dunia-011-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457494/original/087985400_1779321171-20150924164140-melihat-penyembelihan-hewan-kurban-di-masjid-sunda-kelapa-014-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928390/original/095302700_1779698423-11824465049152326948.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















