Apakah Ada Doa Khusus di Antara Adzan dan Iqomah? Simak Penjelasannya

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tiap hari, lantunan adzan menggema dan menjadi seruan pelaksanaan sholat fardhu lima waktu, yang dilanjutkan iqamah. Di antara kedua seruan tersebut, terdapat waktu yang sangat mustajab. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah ada doa khusus di antara adzan dan iqomah?

M. Hadri Hasan dalam jurnal Peran Suara Azan sebagai Syiar dalam Islam menjelaskan adzan adzan adalah salah satu syiar agama yang paling mulia. Dalam Islam, syiar diartikan sebagai kemuliaan atau kebesaran. Ketika adzan berkumandang, terbuka pintu-pintu langit, para setan lari terbirit-birit, dan rahmat Allah turun.

Terdapat waktu yang sangat istimewa, yang oleh Rasulullah SAW sendiri dijamin doa di dalamnya tidak akan tertolak, sebagaimana sabdanya: “Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad 3/155. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Lantas, apakah ada bacaan atau lafal doa khusus di antara adzan dan iqamah? Artikel ini akan mengulas topik ini, merujuk berbagai sumber kontemporer dan klasik. Simak selengkapnya.

Apakah Ada Doa Khusus di Antara Adzan dan Iqamah?

Para ulama sepakat bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa (waktu mustajab). Namun, penting untuk dipahami bahwa doa yang dianjurkan di waktu ini bersifat umum, bukan terbatas pada lafadz tertentu.

Artinya, seorang muslim dapat memanjatkan doa apa pun sesuai dengan hajat dan kebutuhannya, baik doa untuk kebaikan dunia maupun akhirat.

Imam Al-Imrani di dalam kitabnya Al-Bayan menyatakan bahwa disunahkan berdoa kepada Allah SWT antara adzan dan iqamah. Kesunahan ini berdasar sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad 3/155)

Imam Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (syarah Sunan At-Tirmidzi) menjelaskan bahwa maksud dari tidak tertolaknya doa pada waktu tersebut adalah doa tersebut mustajab atau dikabulkan. Namun, Imam As-Suyuti menambahkan bahwa hal ini dengan syarat doa yang dipanjatkan bukan berkaitan dengan kemaksiatan atau memutus silaturahim.

Dengan demikian, waktu antara adzan dan iqamah bukan hanya sekadar jeda menunggu shalat, melainkan peluang emas untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon segala hajat.

Meski tak ada lafal khusus doa antara adzan dan iqamah, namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk doa-doa yang dianjurkan dibaca di waktu istimewa tersebut.

Petunjuk Doa dari Rasulullah SAW

Dalam sebuah riwayat, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apa yang sebaiknya diucapkan di antara adzan dan iqamah. Beliau menjawab:

قَالُوا: فَمَا نَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: سَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

“Para sahabat bertanya, ‘Apa yang harus kami ucapkan wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Mohonlah kalian kepada Allah keselamatan (afiyah) di dunia dan akhirat.’” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini menjadi petunjuk bahwa salah satu doa terbaik yang dapat dipanjatkan di waktu tersebut adalah memohon al-‘afiyah (keselamatan dan kesehatan) di dunia dan akhirat.

Meskipun tidak terbatas pada lafadz tertentu, para ulama menganjurkan beberapa doa yang bersumber dari hadits dan amalan para salaf.

Doa-Doa yang Dianjurkan di Antara Adzan dan Iqamah

Berikut adalah doa-doa yang dapat dibaca di antara adzan dan iqamah:

1. Doa Memohon Keselamatan (Afiyah)

Doa ini adalah yang paling utama karena bersumber langsung dari jawaban Rasulullah SAW ketika para sahabat bertanya apa yang sebaiknya diucapkan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Latin: Allahumma inni as-alukal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhirati

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan (kesehatan dan kesejahteraan) kepada-Mu di dunia dan di akhirat.”

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang lebih lengkap:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

Latin: Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fi diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan kepada-Mu dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.”

2. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

3. Doa Berlindung dari Keburukan (Hadits dari Anas bin Malik)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” (HR. Al-Bukhari).

4. Doa Memohon Ketenangan Hati dan Kemudahan Urusan

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii yafqahuu qaulii

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)

Doa Sesudah Iqamah

Setelah iqamah selesai dikumandangkan sebagai tanda bahwa shalat akan segera dimulai, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca. Doa ini diriwayatkan dalam Kitab Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah karya Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 94).

 اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Latin: Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-tammati, wa ash-shalati al-qa-imati, shalli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamah

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan berikanlah kepadanya permintaannya di hari kiamat.”

Keutamaan Doa di Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh waktu-waktu lainnya. Berikut adalah beberapa keutamaan yang dijanjikan:

1. Doa Tidak Akan Ditolak

Keutamaan paling utama dari waktu ini adalah jaminan langsung dari Rasulullah SAW bahwa doa yang dipanjatkan tidak akan tertolak. Ini adalah motivasi besar bagi setiap muslim untuk tidak menyia-nyiakan momen singkat namun sangat berharga ini. Sebagaimana sabda beliau: “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa di antara adzan dan iqamah” .

2. Waktu Mustajab untuk Segala Hajat

Imam Al-Munawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa doa yang dipanjatkan pada waktu ini berpotensi besar untuk dikabulkan, dengan syarat doa tersebut bukan doa yang buruk atau bertentangan dengan adab berdoa. Ini adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan segala hajat, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrowi.

3. Persiapan Spiritual Menuju Shalat

Berdoa di antara adzan dan iqamah juga berfungsi sebagai persiapan spiritual sebelum melaksanakan shalat. Dengan berdoa, hati menjadi lebih tenang, khusyuk, dan siap untuk menghadap Allah SWT. Ini membantu seorang muslim untuk lebih fokus dalam shalatnya.

4. Mendapat Perhatian Khusus dari Para Ulama

Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu Ta’ala dalam kitab Fiqh Al-Ad’iyyah wal Adzkaar (2:102) menyatakan bahwa waktu di antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang diharapkan terkabulnya doa berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah bahkan disebutkan lebih memilih untuk memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa daripada melakukan hal lainnya, karena waktu tersebut sangat mustajab.

5. Waktu yang Singkat namun Berharga

Waktu antara adzan dan iqamah relatif singkat—biasanya hanya beberapa menit. Namun, keutamaannya sangat besar. Ini mengajarkan umat Islam untuk tidak meremehkan waktu-waktu singkat yang penuh berkah dan mengisinya dengan amalan-amalan yang mendatangkan pahala besar.

People Also Ask:

Apakah doa diantara adzan dan iqomah mustajab?

Imam Al-Bukhari, no. 1145, Imam Muslim, no. 758). Artinya: “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Imam At-Tirmidzi, no. 212).

Apakah doa diterima di antara adzan dan iqamah?

Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak .” (Tirmidzi). Gunakan waktu ini untuk memohon kepada Allah apa pun yang Anda butuhkan, baik kesuksesan duniawi maupun pertumbuhan spiritual. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima doa kita dan menganugerahkan kita kesuksesan.

Apa yang disunnahkan dilakukan di antara adzan dan iqomah?

Adzan dan iqomah hukumnya sunnah kifayah (atau sunnah muakkad) untuk shalat fardhu. Sunah-sunahnya meliputi bersuci dari hadats, menghadap kiblat, berdiri, meletakkan jari di telinga, mengeraskan suara, menoleh ke kanan pada hayya 'ala-shsholah dan kiri pada hayya 'alal-falah, serta membaca sholawat dan doa setelahnya.

Apa doa setelah adzan dan iqomah?

Doa setelah adzan dan iqomah adalah waktu mustajab untuk berdoa. Doa setelah adzan yang utama adalah membaca shalawat lalu membaca: Allahumma rabba hadzihid da’watit tammah.... Doa setelah iqomah berbunyi: Aqamahallahu wa adamaha madamatis samawatu wal ard. Kedua waktu ini adalah kesempatan berdoa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |