- Ali bin Abi Thalib pernah berkata apa?
- Motto hidup dari Ali bin Abi Thalib?
- Mengapa Ali diberi julukan singanya Allah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Sosok Ali bin Abi Thalib RA menempati posisi istimewa dalam sejarah peradaban Islam. Sebagai Khulafaur Rasyidin keempat, petuah dan kata kata islami Ali bin Abi Thalib senantiasa menjadi lentera penyejuk jiwa bagi umat yang mengarungi berbagai dinamika kehidupan, mulai dari pencarian ilmu hingga pembinaan akhlak mulia.
Kedalaman hikmah ini berakar dari kedekatannya dengan Rasulullah SAW. Kemuliaan intelektual Ali secara tegas terekam dalam hadis riwayat Imam at-Tirmidzi yang berbunyi, "Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah gerbangnya." Dalil ini mengukuhkan posisinya sebagai rujukan dan sumber inspirasi utama dalam diskursus keilmuan.
Ulama besar Syarif ar-Radhi bahkan secara khusus merangkum lautan pemikiran Ali dalam kitab Nahj al-Balaghah (Puncak Kefasihan). Kitab tersebut mengonfirmasi bahwa untaian nasihat beliau adalah manifestasi ketakwaan yang terus membimbing akal manusia.
Berikut ini adalah kata-kata Islami yang terinspirasi dari Ali bin Abi Thalib, merangkum berbagai sumber.
1. Ilmu Pengetahuan dan Akal Pikiran
Bagi Ali bin Abi Thalib, ilmu adalah aset tertinggi yang tidak akan bisa dicuri dan justru akan bertambah ketika dibagikan.
1. "Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau, sedangkan engkau menjaga harta."
2. "Ilmu adalah warisan para nabi, harta adalah warisan Qarun dan Fir'aun."
3. "Orang berilmu tanpa akhlak adalah bencana."
4. "Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah."
5. "Seseorang yang tidak memiliki akhlak, meski berilmu tinggi, tetap kosong jiwanya."
6. "Orang yang paling bodoh adalah yang menganggap dirinya paling pandai."
7. "Ujian paling berat bagi orang berilmu adalah kesombongan."
8. "Ikatlah ilmu dengan menulis."
9. "Ilmu apabila kau belanjakan maka akan bertambah, tetapi harta jika kau belanjakan maka ia akan berkurang."
10. "Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal."
11. "Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan."
12. "Ilmu adalah cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke hati yang gelap."
13. "Manusia dinilai dari akalnya, bukan hartanya."
14. "Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki."
15. "Akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu."
2. Pengendalian Diri, Kesabaran, dan Amarah
Ali mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan diukur dari otot, melainkan dari kemampuan menahan diri dan bersabar.
16. "Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini."
17. "Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan kesabaranku."
18. "Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit."
19. "Kesabaran adalah kunci segala kemenangan."
20. "Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan."
21. "Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan."
22. "Kemarahan itu seperti bola api, tapi jika kamu menelannya, itu akan lebih manis daripada madu."
23. "Jangan pernah mengambil sebuah keputusan dalam keadaan marah, dan jangan buat janji dalam keadaan gembira."
24. "Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya."
3. Dinamika Persahabatan dan Hubungan Sosial
Nasihat Ali tentang memilih lingkaran pertemanan sangatlah tajam. Ia menggarisbawahi pentingnya memiliki kawan yang berakal dan jujur.
25. "Teman sejati dia yang melihat kesalahan lalu memberi kamu nasihat, dan dia yang membela ketika kamu tidak ada."
26. "Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu."
27. "Akhlak yang baik adalah teman sejati."
28. "Wahai anakku, jangan sekali-kali memilih seorang bodoh sebagai kawan karibmu, sebab ia hanya akan mendatangkan kesulitan bagimu."
29. "Lebih baik mendengarkan musuh yang bijak daripada meminta nasihat dari teman yang bodoh."
30. "Sebodoh-bodoh manusia ialah yang tidak mampu beroleh kawan-kawan untuk dirinya, namun yang lebih bodoh lagi ialah yang menyebabkan perginya mereka yang telah diperolehnya."
31. "Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan: di saat membutuhkan, di belakangmu, dan setelah kematianmu."
32. "Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka."
33. "Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, siapa tahu ia akan menjadi musuhmu."
34. "Bergaullah dengan cara yang mengundang ratap-tangis orang bila kau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau hidup bersama mereka."
4. Menjaga Lisan, Kejujuran, dan Akhlak
Kualitas seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya. Ali bin Abi Thalib memberikan peringatan tegas tentang bahaya lisan.
35. "Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu."
36. "Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."
37. "Siapa yang menjaga lisannya, maka dia akan selamat."
38. "Lidah itu ringan, tapi bisa lebih tajam dari pedang."
39. "Ucapanmu adalah cerminan hatimu."
40. "Diam itu lebih baik daripada berkata dusta."
41. "Bicaralah hanya jika perkataanmu lebih baik dari diam."
42. "Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya."
43. "Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat."
44. "Bersikap jujur walau pahit, sebab kejujuran adalah jalan menuju surga."
45. "Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara."
46. "Tidak ada yang bisa menjaga rahasiamu lebih baik daripada dirimu sendiri."
47. "Memaafkan adalah kemenangan terbaik."
48. "Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik."
49. "Yang paling patut mengampuni ialah orang yang paling memiliki kemampuan untuk menghukum."
50. "Jadilah seperti bunga yang memberikan keharumannya bahkan pada tangan yang menghancurkannya."
5. Sikap dalam Menghadapi Manusia dan Kehidupan Realistis
Dalam berinteraksi, manusia kerap kali mendatangkan kekecewaan. Ali bin Abi Thalib merumuskan panduan agar jiwa tidak mudah rapuh dalam menghadapi manusia lain.
51. "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."
52. "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu."
53. "Jangan membenci siapapun, tak peduli seberapa banyak kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu."
54. "Hiduplah dengan rendah hati, tak peduli seberapa banyak kekayaanmu."
55. "Berpikirlah positif, tak peduli seberapa keras kehidupan yang kamu jalani."
56. "Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit."
57. "Hiduplah di dunia ini layaknya seorang pengembara, dan tinggalkan setiap kenangan manis di belakangmu."
58. "Sesungguhnya kita hanyalah tamu di sini, dan setiap tamu harus segera pergi."
59. "Lebih baik kamu mengalah sedang kamu dikenang sebagai orang yang adil, daripada memilih menang dalam keadaan dikenang sebagai orang yang zalim."
60. "Kesalahan terburuk kita adalah ketertarikan kita pada kesalahan orang lain."
61. "Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik."
62. "Orang cantik tidak selalu baik, tetapi orang baik selalu cantik."
63. "Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki karakter buruk, dia akan merasa dirinya paling baik dari semuanya."
64. "Jangan membesarkan anak-anak kamu dengan cara orangtua kamu telah membesarkan kamu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda."
6. Rasa Syukur, Kesederhanaan, dan Kemurnian Hati
Puncak dari pencapaian seorang manusia adalah ketika hatinya bersih dan ia ikhlas menerima ketetapan.
65. "Jadilah seorang dermawan, tetapi jangan menjadi pemboros."
66. "Jadilah seorang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi seorang kikir."
67. "Semulia-mulia kekayaan pribadi, ialah meninggalkan banyak keinginan."
68. "Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta."
69. "Jadilah manusia yang baik dalam pandangan Allah. Jadilah manusia yang buruk dalam pandangan sendiri."
70. "Apa yang menjadi milikmu akan datang kepadamu, meski seluruh dunia menolaknya."
People Also Ask:
Ali bin Abi Thalib pernah berkata apa?
Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah dan Khalifah keempat, dikenal dengan perkataan hikmah yang mendalam tentang ilmu, persahabatan, dan ketakwaan. Nasihat terkenalnya meliputi pentingnya bersabar, bertakwa kepada Allah, serta menjaga persahabatan dengan orang baik. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan kerendahan hati dalam menuntut ilmu.
Motto hidup dari Ali bin Abi Thalib?
Motto hidup Ali bin Abi Thalib berpusat pada kesabaran, keikhlasan, keteguhan iman, dan kerendahan hati. Prinsip utamanya adalah menjalani hidup dengan apa yang terjadi (ridha), bersabar dalam ujian, tidak sombong saat jaya, serta menjunjung tinggi kebenaran di atas kekuatan.
Mengapa Ali diberi julukan singanya Allah?
Ali dikenal sebagai sahabat yang memiliki akhlak terpuji misalnya bersikap Pemurah, dermawan, rendah hati, jujur, memegang amanah, disiplin dan merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah. Ali juga dikenal sebagai seorang yang gagah berani dan ahli siasat perang sehingga dijuluki asadullah artinya singa Allah.
Apa nasihat Ali bin Abi Thalib?
Wasiat Ali bin Abi Thalib meliputi nasihat tentang ketakwaan, pentingnya ilmu, akhlak mulia, dan pengelolaan hati dari penyakit duniawi. Salah satu yang terkenal adalah 8 wasiatnya kepada Hasan, seperti kekayaan sejati adalah akal, kebodohan adalah kemiskinan terbesar, dan larangan berteman dengan orang kikir, jahat, serta pendusta.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567646/original/025895700_1777302033-photo_2026-04-26_09-17-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163744/original/091320600_1742047214-pexels-rdne-7249191.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2794559/original/085304000_1556798232-20190502-Safar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147874/original/099253200_1740974023-arti-adzan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015150/original/070691700_1651836959-UMROH_BACKPAKER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411947/original/069430700_1763026620-Kultum_Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563133/original/087268300_1776847793-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566357/original/055625000_1777177541-photo_2026-04-24_11-49-41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)