7 Doa sebelum Tidur untuk Memohon Perlindungan dari Gangguan Setan

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tidur sering kali diibaratkan sebagai fase kematian kecil (wafat sughra) di mana kesadaran manusia ditarik sementara dan tubuh berada dalam titik kerentanan tertinggi. Pada fase inilah, manusia sangat membutuhkan perlindungan spiritual ekstra untuk melindunginya dari berbagai gangguan fisik maupun tak kasatmata. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui doa sebelum tidur untuk memohon perlindungan dari gangguan setan.

Penting dipahami, golongan jin dan setan yang kerap memanfaatkan waktu malam untuk melancarkan tipu daya atau memicu mimpi buruk. Rasulullah SAW telah membekali umatnya dengan serangkaian doa yang secara spesifik berfungsi sebagai perisai magis di waktu tidur.

Merujuk ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaij serta Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, serta sumber kredibel lainnya, berikut adalah panduan lengkap doa sebelum tidur untuk memohon perlindungan dari gangguan setan.

1. Doa Perlindungan dari Kedatangan dan Bisikan Setan

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca, terutama bagi seseorang yang sering mengalami kegelisahan, insomnia, ketindihan (sleep paralysis), atau teror mimpi buruk yang diyakini bersumber dari gangguan setan.

Bacaan Doa:

Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

Latin: A'udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa 'iqabihi, wa syarri 'ibadihi, wa min hamazatis syayatini wa an yahdhurun.

Arti: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari bisikan-bisikan setan, dan dari kedatangan mereka kepadaku."

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Tirmidzi, doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat (salah satunya diriwayatkan sering diamalkan oleh Khalid bin Walid) ketika mereka mengeluhkan rasa takut, terkejut, atau gelisah saat tidur di malam hari.

Abdullah Hamud al Furaij dalam Ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari menjelaskan bahwa kalimat "dari kedatangan mereka kepadaku" merupakan penegasan pemblokiran total terhadap akses setan. Setan tidak hanya dilarang membisikkan ketakutan ke dalam alam bawah sadar, tetapi kehadirannya di sekitar tempat tidur pun ditolak oleh otoritas kalimat Allah yang sempurna.

2. Doa Meletakkan Lambung, Memohon Penjagaan Ruh

Sebelum benar-benar memejamkan mata, saat tubuh baru saja menyentuh kasur (disunnahkan berbaring di sisi kanan), Rasulullah SAW memanjatkan doa penyerahan nasib ruh kepada Sang Khaliq.

Bacaan Doa:

Arab: بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Latin: Bismika Rabbi wadha'tu janbi, wa bika arfa'uhu, fa-in amsakta nafsi farhamha, wa in arsaltaha fahfazh-ha bima tahfazhu bihi 'ibadakas shalihiin.

Arti: "Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan ruhku (mematikan aku dalam tidur), maka rahmatilah ia. Dan jika Engkau melepaskannya (menghidupkanku kembali esok hari), maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh."

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menitikberatkan pada frasa "sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh".

Penjagaan yang diberikan kepada hamba yang saleh adalah penjagaan absolut dari pengaruh buruk setan (baik dari jin maupun manusia). Dengan doa ini, tidur seorang Muslim digaransi berada di bawah pengawasan langsung dari para malaikat penjaga.

3. Doa Tawakal

Doa ini dianjurkan menjadi penutup dari segala rangkaian dzikir dan doa malam. Jika seorang Muslim membacanya, tidak dianjurkan untuk berbicara hal-hal duniawi lagi setelahnya.

Arab: اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

Latin: Allahumma aslamtu nafsi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja'tu zhahri ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, la malja-a wa la manja minka illa ilaika, amantu bikitabikalladzi anzalta wa binabiyyikalladzi arsalta.

Arti: "Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku kepada-Mu karena harap dan cemas kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu melainkan kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus."

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari riwayat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu. Rasulullah SAW berpesan: "Jika engkau mati pada malam tersebut, engkau mati di atas fitrah (Islam). Jadikanlah doa ini sebagai akhir dari kalimat yang engkau ucapkan."

Doa ini adalah puncak dari kepasrahan (tawakkal). Ketika seorang hamba menyandarkan seluruh urusannya (wa alja'tu zhahri ilaika) kepada Allah, maka mustahil bagi setan untuk menemukan celah kelemahan dalam jiwanya. Kepasrahan total ini membunuh rasa takut yang sering dihembuskan setan di kesunyian malam.

4. Doa Inti Pengantar Tidur, Mengingat Kematian dan Kehidupan

Ini adalah doa paling populer dan paling ringkas yang menjadi fondasi utama sebelum seseorang benar-benar terlelap. Doa ini memohon perlindungan dari keburukan yang mungkin terjadi saat nyawa "diambil" sementara oleh Allah.

Bacaan Doa:

Arab: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Latin: Bismikallahumma amūtu wa aḥyā.

Arti: "Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup."

atau dalam lafal lain dibalik:

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ

Allahumma bismika ahyaa waamuut

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman RA, ia berkata: "Apabila Nabi SAW hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian beliau membaca: Bismikallahumma amutu wa ahya." (HR. Bukhari).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa penyebutan kata "mati" (amutu) mendahului kata "hidup" (ahya) karena tidur adalah representasi dari wafat sughra (kematian kecil). Doa ini melindungi kemurnian tauhid seorang hamba dan menyadarkannya bahwa otoritas atas jiwa dan raga sepenuhnya berada di "Tangan" Allah saat ia kehilangan kesadaran.

5. Doa Memohon Perlindungan dari Azab Hari Kiamat

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan fisik yang khas saat tidur, yakni berbaring ke sisi kanan dan meletakkan telapak tangan kanan di bawah pipi kanan. Saat berada di posisi ini, beliau melantunkan doa khusus untuk memohon keselamatan dari azab.

Bacaan Doa:

Arab: اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Latin: Allahumma qinī 'adzābaka yauma tab'atsu 'ibādaka. (Dibaca sebanyak 3 kali).

Arti: "Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu."

Dari Hafshah RA, istri Nabi SAW: "Sesungguhnya apabila Rasulullah SAW hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya yang kanan, lalu beliau membaca: Allahumma qini 'adzabaka yauma tab'atsu 'ibadaka, sebanyak tiga kali." (HR. Abu Dawud).

Abdullah Hamud al Furaij dalam Sunnah-Sunnah Sehari-hari menyoroti bahwa posisi miring ke kanan dan berbantalkan tangan adalah posisi jenazah saat diletakkan di liang lahad.

Dengan posisi ini dan doa memohon pembebasan azab, seorang hamba memproteksi dirinya dari kengerian masa depan (hari kebangkitan), sehingga ia tertidur dalam kondisi berpasrah diri dan mengingat akhirat.

6. Ayat Kursi dan Al-Mu'awwidzatain

Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an sekaligus benteng tidur nomor satu. Seorang muslim yang membacanya sebelum tidur akan dijaga oleh Allah dan tidak akan didekati setan hingga waktu Subuh.

Teks Ayat (QS. Al-Baqarah: 255) – Arab & Latin

Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā takhudzuhū sinatuw wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzal-ladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi idznih, ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syaiim min ‘ilmihī illā bimā syā, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Terjemahan: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Hadits panjang dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan tentang setan yang mencuri zakat, lalu berkata: “Jika engkau hendak tidur, bacalah Ayat Kursi, maka Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga subuh.” Mendengar hal itu, Nabi ﷺ bersabda: “Dia telah berkata benar kepadamu, meskipun dia pendusta. Itu adalah setan.” (HR Bukhari no. 2311)

Membaca Tiga Surat Qul dan Mengusapkannya ke Tubuh

Setelah Ayat Kursi, rangkaian surah pendek Al-Ikhlāṣ, Al-Falaq, dan An-Nās (mu‘awwidzatain) juga memiliki keistimewaan sebagai benteng tidur.

Teks Surah (Ringkasan):

Al-Ikhlāṣ (QS 112) – Qul huwallāhu aḥad

Al-Falaq (QS 113) – Qul a‘ūdzu birabbil-falaq

An-Nās (QS 114) – Qul a‘ūdzu birabbin-nās

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan: “Nabi ﷺ setiap malam mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya, kemudian membaca tiga surat tersebut, lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh yang dapat dijangkau—dimulai dari kepala dan wajah—dan melakukannya tiga kali.” (HR Bukhari no. 5017, Muslim no. 2192).

7. Sayyidul Istighfar (Pemimpin Doa Mohon Ampun)

Meskipun doa ini lazim dibaca sebagai dzikir pagi dan petang, para ulama sangat menganjurkan membacanya menjelang tidur sebagai perlindungan pamungkas (garansi surga) jika seseorang meninggal dunia malam itu.

Bacaan Doa:

Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min syarri ma shana'tu, abu-u laka bini'matika 'alayya, wa abu-u laka bidzanbi faghfirli, fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Arti: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu yang diberikan kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari).

Abdullah Hamud al Furaij memaparkan bahwa Sayyidul Istighfar adalah perisai pelindung yang menjauhkan seseorang dari api neraka. Doa ini memuat pengakuan atas kelemahan manusiawi dan pengagungan otoritas Allah, sehingga berfungsi membersihkan sisa-sisa dosa harian sebelum seorang Muslim menutup matanya.

Hikmah Berdoa sebelum Tidur

Dari berbagai hikmah yang diperoleh, berikut adalah empat 5 hikmah (keutamaan) merutinkan doa dan dzikir sebelum tidur:

1. Menjadikan Tidur Bernilai Ibadah

Tidur sejatinya adalah rutinitas dan kebutuhan biologis semata. Namun, dengan mengiringinya menggunakan doa serta niat meneladani sunnah Rasulullah SAW, seluruh durasi istirahat tersebut secara otomatis bernilai pahala ibadah yang dicatat sejak mata terpejam hingga terbangun kembali.

2. Memperoleh Penjagaan Mutlak dari Gangguan Setan

Berbagai doa perlindungan dan ayat Al-Qur'an (seperti Ayat Kursi dan Al-Mu'awwidzat) yang ditiupkan ke tubuh berfungsi sebagai perisai spiritual. Amalan ini mengundang penjagaan langsung dari para malaikat dan memblokir akses setan yang hendak memberikan gangguan seperti mimpi buruk, kegelisahan, atau ketindihan.

3. Menutup Hari dengan Ampunan dan Kemurnian Tauhid

Membaca Sayyidul Istighfar atau doa penyerahan diri (tawakal) memastikan seorang Muslim menutup lembaran catatan amal hariannya dengan permohonan ampun dan kepasrahan total. Apabila takdir menghendaki ia meninggal pada malam itu, maka ia dijamin wafat di atas fitrah kemurnian tauhid.

4. Mengingatkan pada Hakikat Kematian (Wafat Sughra)

Doa inti “Bismikallahumma amutu wa ahya” (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup) secara konstan melatih kesadaran bahwa tidur adalah "kematian kecil". Hal ini menanamkan sifat tawadhu (rendah hati) karena menyadarkan manusia bahwa kendali atas nyawa dan raganya sepenuhnya berada di genggaman Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Doa sebelum Tidur untuk Memohon Perlindungan

Doa supaya tidur tidak diganggu jin?

Untuk melindungi diri dari gangguan jin atau mimpi buruk, amalkan doa Rasulullah ﷺ dan baca Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi) sebelum tidur.

Doa apa yang paling ditakuti jin dan setan?

Doa dan bacaan yang paling ditakuti jin dan setan adalah ayat-ayat Al-Qur'an dan dzikir yang memuat permohonan perlindungan kepada Allah SWT, pengagungan kebesaran-Nya, serta penolakan terhadap godaan.

Baca surat apa agar terhindar dari gangguan jin dan setan?

Untuk terhindar dari gangguan jin dan setan, Anda bisa membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas (Al-Mu'awwidzatain), serta Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah ayat 255). Amalan-amalan ini berfungsi sebagai perlindungan dari kejahatan dan bisikan gaib.

Apa doa penghancur sihir dan guna-guna?

Untuk menangkal dan menghancurkan sihir serta guna-guna, Anda dapat membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW. Amalan ini berfungsi sebagai perisai dan penawar energi negatif.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |