Apakah Tidur setelah Sholat Subuh Bisa Mengurangi Rezeki? Simak Penjelasan Ulama

12 hours ago 7
  • Apakah tidur habis Subuh bisa menghambat rezeki?
  • Tidur setelah sholat subuh apakah baik?
  • Apakah Rasulullah melarang tidur setelah Subuh?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, waktu subuh (fajar) memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Pada waktu inilah Allah SWT membagikan rezeki, pintu-pintu langit dibuka, dan para malaikat turun untuk menyaksikan hamba-hamba-Nya yang beribadah. Lantas, apakah tidur setelah sholat subuh bisa mengurangi rezeki?

Fenomena tidur kembali setelah sholat Subuh tampaknya telah menjadi kebiasaan yang cukup umum di masyarakat. Dalam khazanah Islam dan berbagai tradisi di Nusantara, tidur setelah subuh ada larangan, atau setidaknya tidak dianjurkan tidur setelah sholat subuh.

Berikut ini adalah ulasan mengenai fenomena tidur setelah sholat subuh dan rezeki, perspektif Al-Qur’an, hadits, pandangan para ulama, merujuk ebook Amalan Pembuka Pintu Rizki, karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si, Teks Khutbah Jumat 10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki, oleh Muhammad Abduh Tuasikal, Jurnal Analisis Keistimewaan Shalat Subuh Perspektif Al-Qur‘an dan Kesehatan, karya Muhammad Farhan Athallah, dan sumber relevan lainnya.

Dengan memahami landasan syariat dan hikmah di baliknya, diharapkan umat Islam dapat lebih termotivasi untuk mengisi waktu fajar dengan amalan-amalan yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.

Benarkah Tidur setelah Subuh Mengurangi Rezeki?

Para ulama berpendapat, secara langsung, tidur setelah Subuh tidak menghilangkan takdir rezeki yang telah ditetapkan Allah. Namun, secara sebab-akibat (sababiyyah), kebiasaan tidur setelah Subuh menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keberkahan pagi.

Di antaranya, kehilangan waktu produktif untuk berikhtiar, dan meninggalkan amalan sunnah yang menjadi pembuka pintu rezeki. Tidur setelah Subuh menghilangkan keberkahan rezeki.

Oleh karena itu, bagi seorang Muslim yang ingin meraih keberkahan dan kelapangan rezeki, sangat dianjurkan untuk mengisi waktu setelah shalat Subuh dengan berbagai ibadah dan amalan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: ”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Alasan Tidak Dianjurkan Tidur Setelah Subuh

1. Waktu Pembagian Rezeki

Ini adalah alasan utama yang disebutkan dalam hampir semua literatur. Waktu antara Subuh hingga terbit matahari adalah waktu di mana Allah SWT membagikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Tidur pada saat ini berarti ”tidak hadir” saat rezeki dibagikan, sehingga kehilangan keberkahan. Inilah makna ”rezeki dipatok ayam” dalam budaya masyarakat kita.

2. Kehilangan Keberkahan Pagi

Rasulullah SAW secara khusus mendoakan keberkahan bagi umatnya yang memanfaatkan waktu pagi. Tidur setelah Subuh berarti kehilangan kesempatan mendapatkan keberkahan tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam Fawaid Al-Mukhtarah, tidur setelah Subuh menghilangkan keberkahan rezeki dan umur.

3. Waktu untuk Mendekatkan Diri kepada Allah

Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Haddad rahimahullah dan dikutip oleh Buya Yahya: ”Ada dua waktu yang jangan sampai kita lupa, kita lalaikan. Yang pertama adalah habis sholat Ashar sampai Magrib, yang kedua adalah habis sholat Subuh sampai terbit matahari.”

Waktu ini adalah waktu istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalat Dhuha.

4. Waktu Menuai Ghanimah (Keuntungan Besar)

Para ulama salaf menyebut waktu antara Subuh dan terbit matahari sebagai waktu memanen ghanimah—keuntungan besar berupa pahala yang berlipat ganda. Orang yang tidur di waktu ini telah menyia-nyiakan ”harta karun” yang sangat berharga.

5. Menjadi Sebab Rasa Malas

Tidur setelah Subuh dapat menyebabkan tubuh terasa lebih lemas, otot kaku, dan pikiran kusut saat bangun. Hal ini karena tubuh sebenarnya sudah siap untuk memulai aktivitas, dan tidur kembali justru mengganggu ritme alami tubuh.

6. Berbeda dengan Kebiasaan Rasulullah

Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah Subuh. Dalam riwayat dari Samak bin Harb, beliau berkata tentang Rasulullah: ”Beliau tidak berdiri dari tempat shalatnya di mana beliau shalat Subuh hingga matahari terbit.” (HR. Muslim)

Kebiasaan ini menunjukkan kesungguhan beliau dalam memanfaatkan waktu pagi.

7. Larangan dari Para Sahabat

Urwah bin Zubair meriwayatkan: ”Zubair bin Awwam (sahabat Nabi) melarang anak-anaknya tidur setelah subuh.”

Abdullah bin Abbas RA pernah melihat putranya tidur di waktu pagi, lalu beliau berkata: ”Bangun! Apakah kamu tidur di saat rezeki sedang dibagi-bagikan?”.

Dampak Negatif Tidur setelah Sholat Subuh, Perspektif Kesehatan

Dari perspektif medis, tidur setelah Subuh menimbulkan berbagai dampak negatif:

1. Tubuh menjadi lebih lemas

Tidur setelah Subuh sering membuat seseorang merasa lebih lelah ketika bangun karena tubuh memasuki siklus tidur baru yang belum selesai ketika harus bangun kembali.

2. Mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh)

Kebiasaan tidur pagi mengacaukan jam biologis tubuh yang berfungsi mengatur kapan tubuh merasa mengantuk dan kapan harus terjaga.

3. Menurunkan produktivitas

Waktu pagi adalah saat terbaik untuk memulai aktivitas karena otak berada dalam kondisi paling segar.

4. Risiko masalah pencernaan

Tidur setelah makan sahur dapat memicu gangguan pencernaan seperti asam lambung naik.

Penelitian ilmiah juga mengungkapkan bahwa kadar gas ozon yang mengandung oksigen mencapai puncaknya pada waktu sepertiga malam terakhir dan menipis perlahan hingga matahari terbit.

Gas ozon ini sangat ampuh untuk mencegah kerusakan paru-paru, memperlancar peredaran darah, mencegah penyakit gula, asma, penyakit jantung, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Menghirup napas panjang di pagi hari dapat menambah kecepatan aliran darah menuju otak, sehingga otak lebih cepat memperoleh darah yang kaya akan oksigen.

Hukum Tidur Setelah Subuh dalam Perspektif Fiqih

Mayoritas ulama menyatakan hukum tidur setelah Subuh hingga terbit matahari adalah makruh (dianjurkan untuk ditinggalkan), bukan haram. Makruh bukanlah haram, namun sangat baik jika ditinggalkan. Apabila melakukannya, tidak berdosa.

Hanya saja, seseorang akan kehilangan waktu mendekatkan diri kepada Allah dan banyak hal lain. Di antaranya berbagai keberkahan subuh dan pagi hari.

Rukshah

Meski begitu, para ulama memberikan keringanan (rukhsah) bagi orang-orang yang memiliki udzur syar’i, seperti:

  • Orang yang bekerja shift malam dan sangat membutuhkan istirahat
  • Orang yang sakit atau lemah
  • Musafir yang kelelahan dalam perjalanan

Jika tidak tidur justru berdampak buruk pada aktivitas dan kesehatan seseorang, maka tidak mengapa baginya untuk tidur. Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menukil bahwa Sayyidah Aisyah RA terkadang tidur setelah matahari terbit (bukan tepat setelah Subuh). Dalam riwayat disebutkan:

تُقْرَأُ بَعْدَ الْفَجْرِ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ اسْتَرَاحَتْ

”Aisyah membaca (Al-Qur’an) setelah Subuh, dan ketika matahari terbit beliau beristirahat (tidur).”

Pandangan Ulama tentang Tidur setelah Sholat Subuh

1 Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Madarijus Salikin

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah, murid terkemuka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, memberikan penjelasan yang sangat mendalam tentang masalah ini dalam kitab Madarijus Salikin. Beliau menulis:

“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang saleh – adalah tidur antara shalat subuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang saleh, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam, mereka tidak mau beristirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.”

Ibnu Qayyim juga menjelaskan lebih lanjut:

“Karena waktu pagi adalah awal hari sekaligus kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rezeki, waktu pembagian (rezeki), turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir serta segala kejadian hari itu kembali pada kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidur pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa.”

Dalam kitabnya yang lain, Zad Al-Ma‘ad fi Hadyi Khair Al-‘Ibad (4/378), Ibnu Qayyim menulis dengan tegas:

“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh adalah suatu bentuk keharaman (terhalang dari rezeki) kecuali ada penyebab atau kebutuhan yang mendesak.”

2. Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir

Syekh Abdul Ra’uf al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir meriwayatkan sebuah kisah yang sangat berharga:

“Dalam sebuah riwayat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendatangi (rumah) Fatimah yang sedang tidur. Beliau bersabda: ‘Bangunlah dan jemputlah rezekimu!’”

Menurut Syaikh al-Munawi, kebiasaan Rasulullah SAW setelah shalat Subuh adalah berdzikir dan beristighfar hingga matahari terbit, baru kemudian beraktivitas mencari rezeki.

3. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fath Al-Bari menyatakan: “Dan sungguh telah diriwayatkan bahwa rezeki dibagi setelah shalat Subuh, dan amal-amal diangkat pada akhir siang. Maka barangsiapa pada waktu itu (pagi) dalam keadaan taat, akan diberkahi rezekinya dan amalnya.”

4. Imam Malik dan Ulama Madzhab Maliki

Imam Malik bin Anas rahimahullah, pendiri Madzhab Maliki, pernah ditanya tentang hukum tidur setelah shalat Subuh. Dalam kitab Al-Fawakih Ad-Dawani ‘ala Risalah Ibn Abi Zayd Al-Qayrawani karya Imam An-Nafrawi, disebutkan jawaban beliau:

“Imam Malik ditanya tentang tidur setelah shalat Subuh. Beliau menjawab: ‘Aku tidak mengetahui hal itu haram. Memang ada riwayat bahwa bumi pernah bergemuruh karena para ulama tidur di waktu dhuha karena khawatir mereka terkena kelalaian.’”

Amalan yang Dianjurkan Setelah Sholat Subuh

Sebagai ganti dari tidur, berikut adalah amalan-amalan yang dianjurkan setelah shalat Subuh yang akan membuka pintu rezeki:

1. Berdzikir dan Beristighfar hingga Matahari Terbit

Rasulullah SAW biasa berdzikir dan beristighfar di tempat shalatnya hingga matahari terbit. Ini adalah waktu terbaik untuk memohon ampunan dan mengingat Allah.

2. Membaca Ayat Kursi dan Surah-Surah Pendek

Membaca Ayat Kursi dan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas (masing-masing 3 kali) merupakan bagian dari dzikir pagi yang sangat dianjurkan.

3. Shalat Dhuha

Setelah matahari naik sekitar 20 menit, dianjurkan melaksanakan shalat Dhuha minimal 2 rakaat. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits qudsi bahwa Allah berfirman: ”Janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat pada awal siang, supaya engkau tercukupi pada akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi)

4. Bersedekah di Waktu Subuh (Sedekah Subuh)

Setiap pagi, dua malaikat turun. Salah satu berdoa: ”Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang bersedekah,” sedangkan yang satu lagi berdoa: ”Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi orang yang menahan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Berdoa Memohon Kelancaran Rezeki

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

”Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi)

6. Membaca Al-Qur’an

Waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah untuk membaca dan tadabbur Al-Qur’an.

7. Mencari Rezeki (Bekerja/ Berdagang)

Sebagaimana dicontohkan Shakhr Al-Ghamidi, memulai aktivitas mencari rezeki di pagi hari adalah sunnah yang membawa keberkahan.

People Also Ask:

Apakah tidur habis Subuh bisa menghambat rezeki?

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata, . “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki.

Tidur setelah sholat subuh apakah baik?

Menurut hukum taklifi, tidur setelah salat Subuh adalah makruh dan sangat tidak baik, kecuali ada udzur atau mengalami sakit yang mengharuskan untuk tetap beristirahat. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Seusai salat fajar (Subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.”

Apakah Rasulullah melarang tidur setelah Subuh?

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis agar kita tidak tidur setelah salat Subuh, karena waktu ini adalah saat terbaik untuk menjemput rezeki dan memulai aktivitas yang penuh keberkahan.

Habis subuhan apakah boleh tidur lagi?

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tetap berdzikir dan beraktivitas setelah Sholat Subuh, bukan tidur kembali. Tidur setelah Subuh dianggap dapat mengurangi keberkahan waktu tersebut. Dari sisi kesehatan, tidur setelah Subuh tidak dianjurkan karena dapat mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |