Liputan6.com, Jakarta - Adzan imsak di bulan Ramadhan menjadi penanda penting yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Waktu ini berfungsi sebagai pengingat krusial agar umat Islam dapat menghentikan aktivitas makan dan minum sebelum adzan Subuh berkumandang. Pemahaman yang tepat mengenai arti adzan imsak sangat relevan untuk memastikan kesempurnaan ibadah puasa yang dijalankan.
Secara umum, imsak adalah waktu sekitar 10 hingga 15 menit sebelum adzan Subuh. Pada momen ini, umat Muslim dianjurkan untuk menyelesaikan sahur dan bersiap diri untuk memulai puasa dengan tenang. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah puasa di Indonesia.
Mengutip dari berbagai sumber, imsak merupakan istilah dalam khazanah Islam yang sering digunakan untuk menyebutkan awal waktu puasa. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (17/02/2026).
Memahami Makna dan Fungsi Adzan Imsak
Adzan imsak adalah penanda waktu yang mengisyaratkan bahwa waktu sahur akan segera berakhir dan ibadah puasa akan segera dimulai. Istilah ini seringkali disalahpahami sebagai batas mutlak untuk berhenti makan dan minum, padahal batas sebenarnya adalah saat adzan Subuh berkumandang.
Fungsi utama adzan imsak adalah sebagai pengingat dan bentuk kehati-hatian agar tidak terlewat waktu Subuh. Dalam konteks puasa, imsak secara istilah berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa termasuk makan, minum, dan hubungan suami istri. Mengutip buku Puasa Syarat Rukun dan Yang Membatalkan karya Saiyid Mahadhir, imsak secara bahasa berarti “menahan”.
Sementara itu, imsak menurut istilah berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa serta menahan makan, minum, dan jima'. Peringatan imsak ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk menyelesaikan sahur, membersihkan diri, dan mempersiapkan niat puasa dengan tenang.
Meskipun bukan batas akhir yang syar'i untuk makan dan minum, adzan imsak telah menjadi tradisi yang membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib dan penuh kehati-hatian.
Jejak Sejarah Tradisi Imsak di Bulan Ramadhan
Tradisi imsak, khususnya di Indonesia, memiliki sejarah yang menarik dan berbeda dengan praktik di masa Nabi Muhammad SAW. Pada era Nabi, tidak ada istilah khusus "imsak" sebagai penanda waktu 10-15 menit sebelum Subuh. Batas akhir sahur adalah adzan Subuh itu sendiri, menandai dimulainya puasa.
Asal-usul imsak modern dapat ditelusuri dari jadwal Imsakiyah yang pertama kali dicetak di Mesir pada Ramadhan 1262 Hijriyah atau September 1846 Masehi, pada masa pemerintahan Muhammad Ali. Kata imsak pertama kali diperkenalkan di Mesir pada Ramadan 1262 Hijriah atau September 1846 Masehi. Jadwal Imsakiah pertama kali dicetak di media bernama Bulaq dan dinamai sebagai Imsakiyah Wali Al-Nu'man.
Jadwal Imsakiyah ini kemudian berkembang dan diadaptasi di berbagai negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia. Di Nusantara, kemungkinan besar jadwal imsakiyah diperkenalkan oleh Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Mishra, seorang ulama ahli ilmu falak dari Mesir yang datang ke Betawi pada tahun 1896.
Penentuan waktu imsak sekitar 10 menit sebelum Subuh di Indonesia terinspirasi dari hadis riwayat Bukhari yang menyebutkan jeda waktu antara selesainya sahur Nabi SAW dan shalat Subuh adalah sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur'an.
Hukum Imsak dalam Perspektif Islam
Hukum imsak dalam Islam menjadi perdebatan di kalangan ulama. Mayoritas ulama berpendapat bahwa imsak adalah wajib bagi mereka yang berpuasa, bukan sebagai batas akhir makan dan minum, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian.
Imsak dibuat dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa waktu subuh sudah dekat. Tujuan imsak adalah untuk mengingatkan umat Muslim bahwa waktu Subuh sudah dekat, sehingga mereka dapat bersiap dan menghindari hal-hal yang membatalkan puasa saat Subuh tiba.
Dengan adanya adzan imsak, umat Muslim bisa bersiap dan berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa agar tidak melakukan sesuatu yang membatalkan saat Subuh tiba. Namun, ada juga pendapat yang menganggap imsak tidak wajib karena tidak ada dalil yang secara eksplisit mewajibkannya.
Rasulullah SAW sendiri diketahui melakukan sahur hingga waktu yang sangat dekat dengan adzan Subuh. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari, dan umat Muslim diperbolehkan makan dan minum hingga adzan Ibnu Ummi Maktum (adzan Subuh) berkumandang.
Penentuan Waktu Imsak Sesuai Syariat Islam
Waktu imsak menurut Islam adalah periode tertentu sebelum adzan Subuh yang berfungsi sebagai penanda untuk memulai puasa. Rujukan utama mengenai ketentuan batas waktu makan dan minum saat sahur adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 187. Ayat ini menjelaskan bahwa batas akhir makan dan minum adalah sampai terbitnya fajar.
Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 182, “Makan dan minumlah kalian hingga jelas bagi kalian perbedaan benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” Dalam ilmu falak, fajar terbagi menjadi dua, yaitu fajar palsu (kadzib) dan fajar asli (shadiq). Fajar palsu masih memperbolehkan makan, sedangkan fajar asli menandakan dimulainya waktu puasa dan shalat Subuh.
Karena adanya kesulitan dalam menentukan fajar secara kasat mata, para ulama akhirnya sepakat untuk menetapkan waktu imsak sekitar 10-15 menit sebelum adzan Subuh. Waktu ini dijadikan jeda untuk persiapan sebelum memulai puasa, sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath) agar tidak melanggar batas waktu yang sebenarnya.
Perbedaan Pandangan Ulama Mengenai Waktu Imsak
Dalam khazanah Islam, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu imsak yang tepat. Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu imsak yang sebenarnya adalah saat adzan Subuh berkumandang, sesuai dengan dalil Al-Qur'an dan hadis yang menunjukkan bahwa makan dan minum diperbolehkan hingga fajar terbit.
Sebagian ulama sepakat bahwa waktu imsak adalah saat adzan Subuh berkumandang. Sebagian lainnya meyakini waktu imsak adalah sepuluh menit sebelum adzan Subuh terdengar. Pendapat lain, yang banyak dianut di Indonesia, meyakini bahwa waktu imsak adalah sekitar sepuluh menit sebelum adzan Subuh.
Penetapan ini didasarkan pada interpretasi hadis Zaid bin Tsabit yang menyebutkan jeda waktu antara sahur Nabi SAW dan shalat Subuh setara dengan membaca 50 ayat Al-Qur'an, yang diperkirakan sekitar 10 menit. Berdasarkan hadits di atas, waktu antara selesainya sahur dan salat subuh adalah 50 ayat. Karenanya, ulama di Indonesia memperkirakan bahwa pembacaan 50 ayat itu sekitar 10 menit.
Perbedaan ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam pemahaman syariat, di mana penetapan imsak 10-15 menit sebelum Subuh lebih berfungsi sebagai tindakan kehati-hatian (ihtiyath) dan pengingat bagi umat Muslim. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada yang makan atau minum melewati batas waktu fajar yang sebenarnya, sehingga ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan sempurna.
FAQ
- Apa itu adzan imsak? Adzan imsak adalah penanda waktu sekitar 10-15 menit sebelum adzan Subuh yang mengingatkan umat Muslim untuk menghentikan sahur dan bersiap puasa.
- Kapan waktu imsak di bualan Ramadhan? Waktu imsak biasanya ditetapkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum adzan Subuh berkumandang.
- Apakah boleh makan dan minum setelah adzan imsak? Menurut sebagian ulama, makan dan minum masih diperbolehkan hingga adzan Subuh, namun imsak adalah waktu kehati-hatian.
- Mengapa ada adzan imsak jika batas akhir sahur adalah Subuh? Adzan imsak berfungsi sebagai pengingat dan bentuk kehati-hatian agar tidak terlewat waktu Subuh.
- Apakah imsak ada di zaman Nabi Muhammad SAW? Istilah imsak sebagai penanda waktu khusus sebelum Subuh tidak ada di zaman Nabi Muhammad SAW.
- Dari mana asal-usul tradisi imsak? Tradisi imsak modern berasal dari jadwal Imsakiyah yang pertama kali dicetak di Mesir pada abad ke-19.
- Apakah hukum imsak wajib? Hukum imsak diperdebatkan, mayoritas ulama menganggapnya wajib sebagai bentuk kehati-hatian.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518091/original/053492900_1772461446-Ramadan_Hub.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516466/original/077001300_1772301611-Leeds_United_and_Manchester_City.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518501/original/018743900_1772510287-Screenshot_2026-03-03_105707.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/687375/original/130208021500-smartphone-iphone-xxx-jc-monster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518359/original/061148300_1772506142-unnamed__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5168524/original/033224600_1742449887-Depositphotos_365597030_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501163/original/064338700_1770888533-Media_Gathering_-_Cerita_Ramadan_Masa_Kini_bersama_Shopee_Big_Ramadan_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514269/original/070613600_1772085444-Tato.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518328/original/018442800_1772505478-Salat_Tarawih_2.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)


