SEORANG aparatur sipil negara (ASN), Dedi Christian Agung, 40 tahun, warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Lampung, tewas setelah pelaku menembaknya di bagian kepala pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Polisi menduga penembakan itu dipicu persoalan utang piutang antara korban dan pelaku.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Yuni Iswandari Yuyun mengatakan penyidik telah mengantongi identitas pelaku dan terus melakukan pengejaran. “Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan,” ujar Yuni dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.
Polisi juga masih mendalami keterangan para saksi dan hasil autopsi untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara utuh. Yuni mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. “Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan,” kata Yuni.
Peristiwa penembakan itu terjadi di depan tempat pencucian mobil di Jalan Khair Bras, Metro Barat, Lampung. Saat kejadian, korban tengah duduk bersama sejumlah rekannya di lokasi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban. Keduanya kemudian terlibat cekcok di depan lokasi kejadian hingga bergeser ke pinggir jalan.
Saat itu, korban sempat memukul kepala pelaku sambil menantangnya untuk menembak. “Tak lama kemudian, pelaku mengeluarkan benda yang diduga senjata api dari tas kecil yang dibawanya dan menembakkan ke arah korban hingga mengenai pelipis kanan,” tutur Yuni.
Korban langsung terjatuh di badan jalan. Istri korban yang berada di lokasi sempat mencoba merebut senjata dari tangan pelaku. Namun, pelaku mengancam akan menembaknya.
Pelaku kemudian melepaskan dua kali tembakan ke udara sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro sebelum dirujuk ke RSUD Ahmad Yani. Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.
Sekitar pukul 23.00 WIB, tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Petugas kemudian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. Yuni menegaskan kepolisian akan menindak tegas pelaku, termasuk mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut.
Pilihan Editor: Rekomendasi Nanggung Komisi Reformasi Polri. Mengapa?




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















