Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat NU Latin Lengkap dengan Urutan serta Jawaban Jamaah

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bulan suci Ramadan selalu dinanti umat Muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Salah satu ibadah sunah yang menjadi ciri khas Ramadan adalah salat Tarawih. Khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat, terdiri dari 20 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir. Dalam pelaksanaannya, peran bilal menjadi sangat sentral sebagai pemandu ibadah.

Bilal bertugas melantunkan seruan, pujian, dan doa di sela-sela rakaat, yang kemudian dijawab oleh jamaah. Hal ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda jumlah rakaat, tetapi juga untuk memberikan jeda istirahat dan menghidupkan suasana ibadah dengan shalawat serta doa.

Memahami bacaan bilal tarawih 23 rakaat NU Latin menjadi penting bagi para bilal dan jamaah agar ibadah berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Panduan ini akan mengulas secara lengkap peran bilal, urutan bacaan dalam tulisan Latin, serta tips untuk menjadi bilal yang baik.

Peran Krusial Bilal dalam Tarawih 23 Rakaat

Peran bilal dalam salat Tarawih memiliki beberapa fungsi penting yang mendukung kelancaran dan kekhidmatan ibadah. Pertama, bilal bertindak sebagai penanda rakaat, membantu imam dan jamaah mengingat jumlah rakaat yang telah dikerjakan, mengingat salat Tarawih memiliki jumlah rakaat yang cukup banyak.

Kedua, bilal mengajak jamaah untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan mendoakan para Sahabat Khulafaur Rasyidin. Ini memperkaya nuansa ibadah dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah serta para sahabatnya.

Selain itu, bacaan bilal juga memberikan waktu istirahat sejenak bagi imam dan jamaah di antara setiap dua rakaat salat Tarawih. Hukum penggunaan bilal dalam salat Tarawih adalah sunah, sehingga bacaannya pun fleksibel dan dapat disesuaikan, asalkan tetap menjaga esensi dan tujuan utamanya.

Panduan Lengkap Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat NU Latin

Berikut adalah rangkaian bacaan bilal salat Tarawih 23 rakaat, termasuk 3 rakaat Witir, yang umum digunakan di lingkungan Nahdliyin, merujuk pada Kitab Perukunan Melayu dan sumber-sumber NU Online.

Sebelum Salat Pertama (Rakaat 1-2)

  • Seruan Bilal: "Shallū sunnatat tarāwīhi, ājarakumullāh." 
  • Jawaban Jamaah: "Lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāhi shallallāhu 'alaihi wa sallam."

Setelah Salat Pertama (Menuju Rakaat 3-4)

  • Seruan Bilal: "Fadhlan minallāhi wa ni'mah." 
  • Jawaban Jamaah: "Wa maghfiratan wa rahmah."
  • Lanjutan Bilal: "Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr." 
  • Jawaban Jamaah: "Lā hawla wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīm."
  • Lanjutan Bilal: "Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammad, wa 'alā āli sayyidinā Muhammad." 
  • Jawaban Jamaah: "Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaih."

Setelah Salat Kedua (Menuju Rakaat 5-6) – Menyebut Sahabat Abu Bakar 

  • Seruan Bilal: "Nabiyyukum Muhammad, shallū alaih."
  • Jawaban Jamaah: "Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaih."
  • Seruan Bilal: "Amīril mu'minīna sayyidina Abī bakrinis shiddīq."
  • Jawaban Jamaah: "Radhiyallāhu 'anh(u)."

Setelah Salat Ketiga (Menuju Rakaat 7-8)

  • Seruan Bilal: Sama dengan bacaan setelah salat pertama (Fadhlan minallāhi wa ni'mah...).
  • Jawaban Jamaah: Sama dengan jawaban setelah salat pertama.

Setelah Salat Keempat (Menuju Rakaat 9-10) – Menyebut Sahabat Umar

  • Seruan Bilal: "Nabiyyukum Muhammad, shallū alaih."
  • Jawaban Jamaah: "Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaih."
  • Seruan Bilal: "Amīril mu'minīna sayyidina Umarabnil Khattāb."
  • Jawaban Jamaah: "Radhiyallāhu 'anh(u)."

Setelah Salat Kelima (Menuju Rakaat 11-12)

  • Seruan Bilal: Sama dengan bacaan setelah salat pertama (Fadhlan minallāhi wa ni'mah...).
  • Jawaban Jamaah: Sama dengan jawaban setelah salat pertama.

Setelah Salat Keenam (Menuju Rakaat 13-14) – Menyebut Sahabat Utsman

  • Seruan Bilal: "Nabiyyukum Muhammad, shallū alaih."
  • Jawaban Jamaah: "Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaih."
  • Seruan Bilal: "Amīril mu'minīna sayyidina 'Utsmānabni 'Affān."
  • Jawaban Jamaah: "Radhiyallāhu 'anh(u)."

Setelah Salat Ketujuh (Menuju Rakaat 15-16)

  • Seruan Bilal: Sama dengan bacaan setelah salat pertama (Fadhlan minallāhi wa ni'mah...).
  • Jawaban Jamaah: Sama dengan jawaban setelah salat pertama.

Setelah Salat Kedelapan (Menuju Rakaat 17-18) – Menyebut Sahabat Ali

  • Seruan Bilal: "Nabiyyukum Muhammad, shallū alaih."
  • Jawaban Jamaah: "Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaih."
  • Seruan Bilal: "Amīril mu'minīna sayyidina Aliyyibni Abī Thālib."
  • Jawaban Jamaah: "Radhiyallāhu 'anh(u)."

Setelah Salat Kesembilan (Menuju Rakaat 19-20)

  • Seruan Bilal: Sama dengan bacaan setelah salat pertama (Fadhlan minallāhi wa ni'mah...).
  • Jawaban Jamaah: Sama dengan jawaban setelah salat pertama.

Penutup Tarawih & Menuju Doa Kamilin

  • Puji-pujian Bilal: "Subhānal malikil mawjūd, subhānal malikil ma'būd, subhānal malikil hayyil ladzī lā yanāmu wa lā yamūtu wa lā yafūtu abadā. Subbūhun, quddūsun, rabbunā, wa rabbul malā'ikati war rūh. Subhānallāhi, wal hamdu lillāhi, wa lā ilāha illallāhu, wallāhu akbar. Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīm."
  • Sanjungan Sahabat Ali (opsional): "Amīril mu'minīna sayyidina Aliyyibni Abī Thālib."
  • Jawaban Jamaah: "Radhiyallāhu 'anh(u)."
  • Lanjutan Bilal: "Allāhumma shalli wa sallim 'alā sayyidinā wa habībinā wa syafī'inā, wa dzukhrinā wa mawlānā Muhammad."Jawaban Jamaah: "Allāhumma shalli wa sallim wa bārik 'alaih."

Witir Bagian Pertama (2 Rakaat)

  • Seruan Bilal: "Shallū sunnatan minal witri, jāmi'ah rahimakumullāh."
  • Jawaban Jamaah: "Lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāhi shallallāhu 'alaihi wa sallam."

Witir Bagian Kedua (1 Rakaat Terakhir)

  • Seruan Bilal: "A'thirū, wa majjidū, wa 'azhzhimū syahras shiyāmi..."
  • Jawaban Jamaah: "Lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāhi shallallāhu 'alaihi wa sallam."

Tips Menjadi Bilal yang Baik

Selain menguasai teks bacaan bilal tarawih 23 rakaat NU Latin, seorang bilal juga perlu memperhatikan beberapa aspek non-teknis. Berikut beberapa tips agar menjadi bilal yang baik dan bisa memimpin jamaah dalam shalat dengan khusyuk:

  1. Tingkatkan Kualitas Iman dan Ilmu - Bilal bukan hanya soal suara lantang, tapi juga pemahaman ibadah. Pastikan memahami bacaan shalat, tata cara shalat, dan adab menjadi imam atau bilal agar bisa memimpin dengan benar.
  2. Latihan Membaca dengan Tartil - Bacaan harus jelas, benar, dan tidak tergesa-gesa. Latih pengucapan huruf Arab, tajwid, dan irama agar suara nyaman didengar jamaah dan tetap mengikuti ritme shalat.
  3. Jaga Suara dan Nafas - Kekuatan suara penting agar terdengar sampai seluruh jamaah, terutama di masjid besar. Latihan pernapasan dapat membantu menjaga kestabilan suara selama Tarawih atau shalat berjamaah panjang.
  4. Bersikap Sabar dan Ramah - Bilal sering menjadi penghubung antara imam dan jamaah. Sikap sabar, ramah, dan tidak tergesa-gesa membuat jamaah merasa nyaman dan tetap fokus selama shalat.
  5. Persiapkan Mental dan Fisik - Shalat Tarawih atau shalat berjamaah panjang membutuhkan stamina. Tidur cukup, sahur sehat, dan perawatan suara akan membantu bilal tampil maksimal tanpa terganggu kelelahan.
  6. Berdoa dan Ikhlas - Setiap amal ibadah, termasuk menjadi bilal, akan lebih bermakna jika dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah. Berdoa sebelum memimpin shalat membantu menjaga konsentrasi dan khusyuk.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Di mana saya bisa mengunduh bacaan bilal tarawih 23 rakaat PDF?

Anda dapat mengunduh dokumen bacaan bilal tarawih 23 rakaat PDF melalui situs resmi Kemenag, Scribd, atau Archive.org yang menyediakan teks Arab-Latin secara lengkap.

2. Apakah bacaan bilal tarawih 23 rakaat PDF ini sudah termasuk doa witir?

Ya, umumnya naskah lengkap bacaan bilal tarawih 23 rakaat PDF mencakup seruan untuk salat Tarawih, pujian Khulafaur Rasyidin, hingga panduan seruan salat Witir dan doa penutup (Doa Kamilin).

3. Apakah boleh menjadi bilal sambil membaca teks dari kertas atau HP?

Boleh. Membaca teks diperbolehkan untuk menjaga keakuratan bacaan, terutama bagi pemula yang belum menghafal seluruh urutan penyebutan sahabat di tiap rakaat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |