- Apa itu shalat Tarawih 11 rakaat?
- Kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih?
- Berapa kali salam dalam shalat Tarawih 8 rakaat?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) selama bulan Ramadan, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Ibadah ini dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya hingga menjelang fajar, dan menjadi bagian dari qiyam Ramadan yang memiliki keutamaan besar.
Dalam pelaksanaannya, terutama di Indonesia, peran bilal Tarawih sangat krusial untuk memandu jalannya shalat berjamaah agar lebih tertib dan khusyuk. Lantas bagaimana bacaan Bilal tarawih 8 rakaat dari awal hingga witir sesuai sunnah yang mudah dihafal? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (3/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Bacaan Awal Tarawih (Sebelum Rakaat 1-2)
Peran bilal dalam shalat Tarawih berjamaah sangat penting, khususnya di Indonesia. Bilal bertugas memandu bacaan di sela-sela rakaat, mengingatkan jumlah rakaat, serta memimpin shalawat atau doa bersama sebelum Witir, yang bertujuan agar shalat dapat berjalan tertib dan khusyuk.
Sebelum imam memulai takbiratul ihram rakaat pertama, bilal akan mengawalinya dengan seruan shalawat dan shalat. Seruan pertama adalah:
"اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ"
Allahumma shalli 'ala Muhammad
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada nabi kita Muhammad."
Bilal kemudian melanjutkan dengan seruan untuk shalat Tarawih:
"الصَّلَاةُ التَّرَاوِيْحِ مِنْ قِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ أَثَابَكُمُ اللَّهُ"
Asholatu tarawihi min qiyami syahri ramadhan, atsabakumullah
Artinya: "Salat Tarawih adalah bagian dari ibadah malam bulan Ramadan, semoga Allah memberi pahala kepada kalian."
Jamaah akan menjawab dengan "لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ" (Latin: Laa ilaaha illallah), yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah."
Setelah seruan awal, bilal akan menyeru jamaah untuk memulai shalat Tarawih dua rakaat dengan lafaz:
"صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ الله"
Shollu sunnatat-tarawihi rak'ataini jami'atan rahimakumullah
Artinya: "Mari mendirikan shalat sunnah tarawih dua rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu."
Jamaah akan menjawab "رَحِمَكُمُ اللهُ" (Latin: Rahimakumullah), atau "Semoga Allah merahmatimu."
Kemudian, bilal akan melanjutkan dengan shalawat "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ" (Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad),
Selanjutnya, dijawab jamaah dengan "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ" (Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi), yang berarti "Ya Allah, limpahkanlah keselamatan kepadanya."
Bacaan Setelah Rakaat 2 dan Sebelum Rakaat 3-4
Setelah salam pada dua rakaat pertama shalat Tarawih, bilal akan membacakan doa keutamaan dan ampunan Allah. Bacaan ini juga berfungsi sebagai jeda bagi jamaah sebelum melanjutkan shalat berikutnya, memberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak, sesuai dengan makna 'Tarawih' itu sendiri.
Bilal akan membacakan lafaz:
"فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ"
Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah
Artinya: "Kemurahan dan kenikmatan dari Allah."
Jamaah akan menjawab dengan "وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ" (Latin: Wa maghfirutan wa ni'mah), yang artinya "Demikian juga ampunan dan nikmatnya."
Selanjutnya, bilal akan melanjutkan dengan shalawat: "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ" (Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad), yang dijawab oleh jamaah dengan "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ" (Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi).
Setelah itu, bilal akan menyebutkan nama Khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebagai bentuk penghormatan:
"اَلْخَلِيْفَةُ الْأُوْلَى أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ"
Al-khalifatul-uula amiirul mukminiin sayyidunaa Abu Bakrin ash-shiddiiq
Artinya: "Khalifah yang pertama, amirul mukminin, penghulu kita Abu Bakar Shiddiq."
Jamaah akan menjawab "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Latin: Radhiyallahu 'anhu), atau "Semoga Allah meridhoinya."
Bacaan Setelah Rakaat 4 dan Sebelum Rakaat 5-6
Setelah menyelesaikan empat rakaat shalat Tarawih (dua salam), bilal akan kembali memimpin bacaan tasbih dan shalawat. Momen ini menandai istirahat kedua dalam shalat Tarawih 8 rakaat, memberikan kesempatan bagi jamaah untuk mengumpulkan kembali konsentrasi sebelum melanjutkan ibadah.
Bilal akan membacakan tasbih yang panjang, dikenal sebagai tasbih di tengah Tarawih:
"سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَوْجُوْدِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَنَامُ وَلَا يَمُوْتُ وَلَا يَفُوْتُ أَبَدًا، سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ"
Subhaanal-malikil-ma'buudi subhaanal-malikil-maujuudi subhaanal-malikil-hayyil-ladzii laa yanaamu wa laa yamuutu wa laa yafuutu abadan subbuuhun qudduusur rabbunaa wa rabbul-malaa'ikati war-ruuhi subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'azhiim
Artinya: "Maha Suci Raja yang disembah, Maha Suci Raja yang ada, Maha Suci Raja yang hidup, yang tidak tidur, tidak mati, dan tidak akan hilang selamanya. Maha Suci, Maha Kudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan ruh. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Setelah tasbih, bilal akan melanjutkan dengan shalawat: "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ" (Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad), yang dijawab jamaah dengan "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ" (Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi).
Kemudian, bilal akan menyebutkan nama Khalifah kedua, Umar bin Khattab:
"اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابِ"
Al-khalifatuts-tsaaniyatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Umarubnul-Khaththaab
Artinya: "Khalifah yang kedua, amirul-mukminin penghulu kami Umar bin Khaththab."
Jamaah akan menjawab "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Latin: Radhiyallahu 'anhu), atau "Semoga Allah meridhoinya."
Bacaan Setelah Rakaat 6 dan Sebelum Rakaat 7-8
Setelah menyelesaikan enam rakaat shalat Tarawih (tiga salam), bilal akan kembali memimpin bacaan yang sama seperti setelah rakaat kedua. Ini adalah jeda istirahat ketiga, yang penting untuk menjaga ritme dan kekhusyukan ibadah Tarawih yang panjang.
Bilal akan membacakan lafaz: "فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ" (Latin: Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah), yang berarti "Kemurahan dan kenikmatan dari Allah." Jamaah akan menjawab dengan "وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ" (Latin: Wa maghfirutan wa ni'mah), yang artinya "Demikian juga ampunan dan nikmatnya."
Kemudian, bilal akan melanjutkan dengan shalawat: "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ" (Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad), yang dijawab jamaah dengan "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ" (Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi).
Setelah itu, bilal akan menyebutkan nama Khalifah ketiga, Utsman bin Affan:
"اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانَ"
Al-khaliifatuts-tsaalitsatu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Utsmaanubnu 'Affaan
Artinya, "Khalifah yang ketiga, amirul-mukminin penghulu kami Utsman bin Affan."
Jamaah akan menjawab "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Latin: Radhiyallahu 'anhu), atau "Semoga rida Allah atasnya."
Bacaan Setelah Rakaat 8 (Penutup Tarawih) dan Sebelum Witir
Setelah menyelesaikan delapan rakaat shalat Tarawih (empat salam), bilal akan memimpin bacaan tasbih dan shalawat yang sama seperti setelah rakaat keempat. Ini menandai berakhirnya shalat Tarawih dan persiapan untuk shalat Witir.
Bilal akan membacakan tasbih yang panjang:
"سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَوْجُوْدِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَنَامُ وَلَا يَمُوْتُ وَلَا يَفُوْتُ أَبَدًا، سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ"
Subhaanal-malikil-ma'buudi subhaanal-malikil-maujuudi subhaanal-malikil-hayyil-ladzii laa yanaamu wa laa yamuutu wa laa yafuutu abadan subbuuhun qudduusur rabbunaa wa rabbul-malaa'ikati war-ruuhi subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'azhiim
Setelah tasbih, bilal akan melanjutkan dengan shalawat: "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ" (Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad), yang dijawab jamaah dengan "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ" (Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi).
Kemudian, bilal akan menyebutkan nama Khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib:
"اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعُ أَمِيرُالْمُؤْمِنِيَنَ سَيِّدِنَا عَلَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ"
Al-khaliifatur-raabi'atu amiirul-mu'miniina sayyidunaa 'Aliyyubnu Abii Thaalib
Artinya: "Khalifah yang keempat amirul-mukminin penghulu kami Ali ibnu Abi Thalib."
Jamaah akan menjawab "رَضِيَ اللهُ عَنْهُ" (Latin: Radhiyallahu 'anhu), atau "Semoga rida Allah atasnya."
Setelah shalat Tarawih 8 rakaat selesai, bilal akan memberikan seruan untuk memulai shalat Witir. Shalat Witir biasanya dilakukan 3 rakaat, bisa dengan satu salam atau dua salam. Bilal akan menyeru untuk shalat Witir dua rakaat terlebih dahulu: "صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ الله" (Latin: Shollu sunnatal witri rak'ataini jami'atan rahimakumullah), yang berarti "Mari mendirikan shalat sunnah witir dua rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu." Jamaah akan menjawab "رَحِمَكُمُ اللهُ" (Latin: Rahimakumullah), atau "Semoga Allah merahmatimu."
Kemudian, bilal akan melanjutkan dengan shalawat: "اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ" (Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad), yang dijawab jamaah dengan "اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ" (Latin: Allahumma shalli wasallim 'alaihi). Setelah dua rakaat Witir, bilal akan menyeru untuk shalat Witir satu rakaat terakhir: "صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ الله" (Latin: Shollu sunnata rak'atal witri jami'ata rahimakumullah), yang berarti "Mari mendirikan shalat sunnah witir satu rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu." Jamaah akan menjawab "رَحِمَكُمُ اللهُ" (Latin: Rahimakumullah), atau "Semoga Allah merahmatimu."
Bacaan Doa Kamilin
Setelah shalat Witir selesai, biasanya dilanjutkan dengan membaca Doa Kamilin. Doa ini merupakan permohonan lengkap kepada Allah SWT untuk kesempurnaan iman, ketaatan, dan keselamatan di dunia serta akhirat. Membaca Doa Kamilin menjadi penutup yang indah bagi rangkaian ibadah Tarawih dan Witir di bulan Ramadan.
Lafaz Doa Kamilin adalah:
"اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ".
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang menunaikan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari perbuatan sia-sia, yang zuhud di dunia, yang mencintai akhirat, yang ridha dengan qadha, yang bersyukur atas nikmat, yang sabar atas cobaan, yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang mendatangi telaga, yang masuk surga, yang selamat dari neraka, yang duduk di atas singgasana kemuliaan, yang menikah dengan bidadari, yang berpakaian sutra, brokat, dan kain sutra tebal, yang memakan makanan surga, yang meminum susu dan madu yang bersih, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."
Pertanyaan & Jawaban Seputar Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat dari Awal hingga Witir Sesuai Sunnah
1. Apa itu shalat Tarawih 11 rakaat?
Jawaban: Shalat Tarawih 11 rakaat adalah shalat sunnah malam di bulan Ramadan yang terdiri dari 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir.
2. Kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih?
Jawaban: Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya hingga waktu fajar tiba selama bulan Ramadan.
3. Berapa kali salam dalam shalat Tarawih 8 rakaat?
Jawaban: Shalat Tarawih 8 rakaat dilakukan dengan 4 kali salam, yaitu setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.
4. Apa makna kata 'Tarawih'?
Jawaban: Kata 'Tarawih' berasal dari bahasa Arab 'tarwih' atau 'tarwihah' yang berarti istirahat atau relaksasi, merujuk pada jeda istirahat setiap selesai empat rakaat.
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Tantiya Nimas Nuraini, Tyas Titi KinaptiTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501163/original/064338700_1770888533-Media_Gathering_-_Cerita_Ramadan_Masa_Kini_bersama_Shopee_Big_Ramadan_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514269/original/070613600_1772085444-Tato.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515455/original/038121200_1772175725-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517161/original/038718300_1772418235-sule.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367999/original/062206100_1679493665-Sholat-Tarawih-Pertama-Ramadhan-2023-di-Musala-Nurul-Fajri-Depok-merdeka-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2950406/original/037744200_1572086341-Tugu_Pahlawan_Merah_Putih_2_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506017/original/024091800_1771403594-Banner_Infografis_Imsakiyah_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2249518/original/029795300_1528876812-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
