Bacaan dan Arti Doa Allahumma Inni A'udzu Bika Minal Hammi Wal Hazan, Pembebas Gelisah dan Kesedihan

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Hati dan pikiran sering kali dilanda kegelisahan (hamm) dan kesedihan (hazan). Tekanan pekerjaan, lilitan utang, konflik dan lainnya menjadi penyebab keresahan. Rasulullah mengajarkan doa untuk menghadapinya. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan dan arti doa allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan.

Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk menghadapi berbagai persoalan hidup yang membuat hati tak tenang. Doa ini adalah pengakuan bahwa kecemasan dan kesedihan adalah ujian yang harus dihadapi dengan kembali kepada Allah. "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin, menjelaskan bahwa doa ini memiliki cakupan yang luas. Dia ini mencakup permohonan perlindungan dari perasaan sedih dan gelisah dan segala sebab yang dapat menimbulkannya, seperti kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, dan beban utang. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan solusi holistik bagi setiap permasalahan manusia.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW juga menekankan bahwa doa ini adalah salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap pagi dan petang. Dengan mengamalkannya secara rutin, seorang hamba akan merasakan ketenangan dan perlindungan dari berbagai gangguan jiwa yang dapat merusak kualitas hidup dan keimanan.

Bacaan dan Arti Doa Allahumma Inni A'udzu Bika Minal Hammi Wal Hazan

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allāhumma innī a'ūżu bika minal-hammi wal-ḥazan, wa a'ūżu bika minal-'ajzi wal-kasal, wa a'ūżu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a'ūżu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijāl.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan manusia."

Wasiat Rasulullah kepada Abu Umamah

Kisah di balik doa ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana Rasulullah SAW memperhatikan kondisi psikologis para sahabatnya. Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu:

"Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid, dan ternyata di dalamnya ada Abu Umamah yang duduk sendirian. Rasulullah bertanya, 'Wahai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?' Abu Umamah menjawab, 'Kegundahan dan utang yang selalu menyelimutiku, wahai Rasulullah.'"

Mendengar keluhan sahabatnya, Rasulullah SAW bersabda, "Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila kamu ucapkan maka Allah akan menghilangkan kegundahanmu dan melunaskan utang-utangmu?"

Kemudian beliau mengajarkan doa ini. Abu Sa'id Al-Khudri berkata, "Maka aku pun melaksanakannya dan ternyata Allah menghilangkan kegundahanku dan melunasi utang-utangku."

Makna Mendalam Doa Allahumma Inni A'udzu Bika Minal Hammi Wal Hazan

Para ulama telah menguraikan makna mendalam dari setiap frasa dalam doa yang agung ini:

1. Perlindungan dari Kegelisahan (al-hamm) dan Kesedihan (al-ḥazan)

Al-hamm adalah kegelisahan atau kekhawatiran tentang masa depan, sementara al-ḥazan adalah kesedihan atas masa lalu. Dengan memohon perlindungan dari keduanya, seorang hamba meminta agar dijauhkan dari penderitaan batin yang menghantui pikiran.

2. Perlindungan dari Kelemahan (al-'ajz) dan Kemalasan (al-kasal)

Kelemahan menghalangi seseorang untuk berusaha, sementara kemalasan menghalangi untuk terus berjuang. Kedua sifat ini saling berkaitan dan dapat menjerumuskan seseorang dalam keputusasaan.

3. Perlindungan dari Sifat Pengecut (al-jubn) dan Kikir (al-bukhl)

Sifat pengecut membuat seseorang takut menghadapi tantangan, sementara kekikiran membuatnya enggan berbagi dan menahan kebaikan. Kedua sifat ini adalah penyakit hati yang menghalangi seseorang dari kebaikan.

4. Perlindungan dari Lilitan Utang dan Penindasan Manusia

Utang yang memberatkan dan penindasan dari orang lain adalah dua sumber tekanan eksternal yang sering kali menjadi penyebab stres dan ketidaktenangan dalam hidup.

Fadhilah Doa Allahumma Inni A'udzu Bika Minal Hammi Wal Hazan

1. Wasiat Langsung dari Rasulullah SAW

Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah sebagai solusi bagi sahabat yang tengah dilanda kegundahan dan lilitan utang. Ini menunjukkan bahwa doa ini adalah amalan yang sangat dianjurkan dan telah terbukti khasiatnya.

2. Menghilangkan Kegundahan dan Kesedihan Abu Umamah membuktikan sendiri bahwa setelah mengamalkan doa ini, Allah menghilangkan kegundahan dari dirinya dan melunasi utang-utangnya. Doa ini menjadi terapi spiritual yang sangat ampuh bagi jiwa yang gelisah.

3. Perlindungan dari Enam Perkara Berbahaya Doa ini mencakup perlindungan dari enam perkara yang sering menjadi sumber penderitaan manusia: kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, lilitan utang, dan penindasan. Kelengkapan ini menjadikannya doa yang sangat komprehensif.

4. Mengajarkan Kesadaran akan Kelemahan Diri

Dengan memanjatkan doa ini, seorang muslim diajarkan untuk menyadari kelemahan dirinya sekaligus mengandalkan kekuatan Allah sebagai sumber ketenangan dan solusi.

5. Membantu Melunasi Utang

Dalam riwayat yang jelas, doa ini menjadi sebab dilunasinya utang-utang Abu Umamah. Ini menjadi bukti bahwa doa ini bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga membuka jalan keluar bagi masalah finansial.

Cara dan Waktu Terbaik Pengamalan Doa

Waktu Pengamalan

• Pagi dan Sore Hari: Rasulullah SAW secara khusus menyebutkan waktu ini dalam wasiatnya kepada Abu Umamah, "Apabila kamu berada di pagi dan sore hari, maka ucapkanlah...".

• Setelah Shalat Fardhu: Doa ini juga dianjurkan dibaca setelah shalat wajib sebagai bentuk perlindungan diri.

• Saat Hati Dilanda Kegelisahan: Doa ini dapat dibaca kapan saja ketika hati merasa gelisah atau pikiran dilanda kekhawatiran.

Cara Pengamalan

• Dengan Penuh Penghayatan: Membaca doa sambil merenungkan setiap maknanya, menyadari kelemahan diri dan ketergantungan total kepada Allah.

• Dengan Keyakinan: Meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah yang mampu menghilangkan kegelisahan dan memberikan jalan keluar.

• Dengan Istiqamah: Mengamalkannya secara rutin setiap pagi dan sore sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |