Bacaan Niat Puasa Senin Kamis saat Lupa Dibaca Malam Hari Lengkap Tata Caranya

14 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Niat merupakan rukun penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Tidak sah puasa wajib maupun sunnah, tanpa niat. Maka itu, penting bagi muslim untuk mengetahui niat puasa senin kamis saat lupa dibaca malam hari

Dalam Buku Puasa: Antara Yang Masyru’ dan Tidak Masyru’, Isnan Ansory, Lc., M.Ag mendefinisikan puasa secara fiqih sebagai menahan diri pada siang hari dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan niat ibadah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, mengutip Wahbah az-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu.

Para ulama sepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati. Melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah, bukan wajib, dengan tujuan membantu hati dalam menghadirkan niat. Para ulama sepakat menyatakan bahwa melafazkan niat di setiap ibadah hukumnya sunnah dengan menserasikan antara lafaz niat dengan niat yang ada di hati.

Merujuk ebook Fiqih Puasa Praktis karya Buya Yahya, salah satu perbedaan utama antara puasa wajib dan puasa sunnah terletak pada niatnya. Berikut ulasannya.

Niat Puasa Senin Kamis Saat Lupa di Malam Hari Teks Arab, Latin dan Artinya

Meskipun niat cukup di dalam hati, melafalkannya dengan lisan dianjurkan untuk membantu konsentrasi hati. Berikut adalah lafal niat puasa Senin dan Kamis yang dapat dibaca pada siang hari bagi yang lupa berniat pada malam harinya.

1. Niat Puasa Hari Senin (Siang Hari)

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah Ta‘âlâ.”

2. Niat Puasa Hari Kamis (Siang Hari)

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah Ta‘âlâ.”

3. Variasi Lafal Niat Lainnya untuk Siang Hari

Berikut adalah variasi lafal niat yang juga dapat digunakan:

Niat Puasa Senin (versi singkat):

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ

Latin alternatif (untuk puasa Kamis di siang hari):

Nawaitu sauma gadin fi yaumil-khamisi sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya berniat puasa pada hari Kamis sunnah karena Allah Ta‘ala.”

Syarat Niat di Siang Hari

Berdasarkan kesepakatan ulama, niat puasa sunnah di siang hari tetap sah dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Belum tergelincirnya matahari: Niat harus dilakukan sebelum masuk waktu Zuhur (zawal).
  • Belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa: Sejak terbit fajar hingga waktu niat, orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
  • Niat dalam hati: Cukup diniatkan dalam hati, meskipun melafalkan dengan lisan lebih utama.

Pendapat ini juga ditegaskan dalam berbagai sumber. Isnan Ansory, Lc., M.Ag menjelaskan bahwa puasa sunnah (seperti puasa Senin Kamis) tidak disyaratkan tabyiyt (berniat di malam hari), sehingga boleh dilakukan secara mendadak di siang hari.

Hukum Niat Puasa Senin Kamis Pagi atau Siang Hari

Prinsip dasar dalam fiqih menyatakan bahwa puasa sunnah memiliki kelonggaran (rukhshah) dibandingkan puasa wajib, terutama dalam hal waktu niat. Berikut penjelasan dari berbagai mazhab:

Dalam Ebook Fiqih Puasa Praktis, Buya Yahya menjelaskan perbedaan pendapat ulama mengenai waktu niat. Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa sunnah tetap disunnahkan dilakukan pada malam hari, tetapi jika terlupa, masih ada keringanan. Sementara itu, Ustadz Holilur Rohman menjelaskan ketentuan waktu niat dalam pandangan empat mazhab:

  • Mazhab Syafi’i dan Hanbali: Niat puasa fardhu harus dilakukan setiap malam antara waktu Maghrib sampai sebelum terbit fajar. Namun untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan antara masuknya waktu Maghrib sampai seharian, walaupun niatnya dilakukan setelah masuk waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
  • Mazhab Hanafi: Niat boleh dilakukan sejak masuk waktu Maghrib sampai sebelum separuh siang (nisf an-nahar). Jika seseorang tidak berniat di malam hari hingga masuk waktu Subuh, ia tetap wajib berniat setelah masuk waktu Subuh sampai separuh siang (perkiraan sampai waktu Zuhur), maka puasanya tetap sah.
  • Mazhab Maliki: memberikan kelonggaran lebih luas dengan membolehkan niat puasa di siang hari untuk puasa sunnah, asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Solusi praktis bagi umat Islam di Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi’i, namun lupa berniat puasa di malam hari. Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengutip Sayyid Alwi Assegaf, Mufti Makkah, yang menulis dalam suatu muqaddimah bahwa jika seseorang benar-benar lupa berniat, ia masih bisa melanjutkan puasanya dengan berniat di pagi hari.

Pendapat ini merujuk pada Mazhab Imam Abu Hanifah yang membolehkan niat puasa dilakukan hingga sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari).

Dalil Kebolehan Puasa Sunnah Siang Hari

Dasar dibolehkannya niat puasa sunnah di siang hari bersandar pada praktik Rasulullah SAW sendiri. Hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA memberikan landasan kuat:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ، فَقُلْنَا : لا قَالَ: فَإِنِّى إِذَا صَائِمِ

Artinya: Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata: Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan? Kami pun menjawab: Tidak ada. Beliau pun berkata: Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang.” (HR. Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW berniat puasa sunnah di siang hari setelah mengetahui bahwa tidak ada makanan di rumahnya. Hal ini menjadi dalil bahwa niat puasa sunnah tidak harus dilakukan pada malam hari dan boleh dilakukan secara mendadak di siang hari.

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Berikut adalah tata cara puasa Senin Kamis secara ringkas berdasarkan tuntunan fiqih:

1. Niat

Niat dapat dilakukan pada malam hari (waktu utama) atau pada siang hari sebelum waktu zuhur bagi yang lupa. Niat cukup di dalam hati, melafalkannya sunnah.

2. Sahur (Disunnahkan)

Sahur dianjurkan meskipun tidak wajib. Dalam Ebook Fiqih Puasa Praktis, Buya Yahya (hlm. 6-9) menjelaskan bahwa sahur mengandung keberkahan dan membantu seseorang menjalani puasa dengan lebih kuat.

3. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Sembilan hal yang membatalkan puasa: (1) memasukkan sesuatu ke lubang tubuh dengan sengaja, (2) muntah dengan sengaja, (3) bersenggama di siang hari, (4) keluar mani dengan sengaja, (5) hilang akal karena disengaja, (6) haid, (7) nifas, (8) melahirkan, dan (9) murtad.

4. Memperbanyak Amalan Ibadah

Selama berpuasa, dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan menghindari perkataan buruk atau perbuatan sia-sia.

5. Berbuka Puasa

Disunnahkan untuk segera berbuka setelah matahari terbenam (waktu maghrib). Doa berbuka yang diajarkan Rasulullah SAW:

 اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Keutamaan Puasa Senin Kamis

1. Hari Diangkatnya Amal Manusia

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمُ»

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal manusia itu dilaporkan setiap hari Senin dan Kamis. Dan aku suka saat amalku diperlihatkan, aku sedang dalam keadaan berpuasa.” (HR. Abu Daud dan Nasai)

2. Hari Kelahiran dan Diutusnya Nabi Muhammad SAW

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ؟ فَقَالَ: «فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ»

Dari Abu Qatadah al-Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau menjawab: “Itu hari kelahiranku dan diturunkan wahyu kepadaku.” (HR. Muslim)

3. Pintu Surga Dibuka dan Dosa Diampuni

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka diampuni setiap hamba yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun.” (HR. Muslim).

People Also Ask:

Apakah boleh puasa Senin Kamis tapi lupa baca niat?

Puasa Senin-Kamis tetap sah meski lupa niat di malam hari, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh hingga waktu niat di pagi/siang hari

Apakah niat puasa Senin Kamis bisa di malam hari?

Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu niat puasa Senin-Kamis adalah di malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai dengan terbitnya fajar.

Apakah boleh jika puasa lupa niat?

Kewajiban Imsak (Menahan Diri): Seseorang yang lupa berniat tetap wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa hingga Maghrib. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan (ihtiram) terhadap kemuliaan waktu di bulan Ramadan.

Apakah niat puasa Senin Kamis boleh dibaca pagi hari?

Ya, niat puasa Senin Kamis boleh dibaca pada pagi hari setelah fajar, bahkan hingga sebelum waktu zuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW pernah berniat puasa sunnah di pagi hari ketika tidak menemukan sarapan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |