Liputan6.com, Jakarta - Idul Adha adalah momen istimewa yang sarat dengan nilai spiritual dan pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan (sunnah mu’akkadah) dalam menyambut dan merayakan hari raya ini adalah mengumandangkan takbir. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan takbiran Idul Adha dan tata caranya.
Secara bahasa, takbir berarti menyatakan kebesaran Allah dengan melafalkan kalimat “Allāhu Akbar” (الله أَكْبَر). Dalam perspektif syariat, takbir adalah dzikir yang agung untuk mengagungkan dan memuliakan Allah SWT.
Kesunnahan takbir di hari raya didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surat al-Baqarah ayat 185: “...Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS al-Baqarah: 185). Rasulullah SAW juga bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani: “Hiasilah hari raya kalian dengan takbir”.
Artikel ini akan mengulas bacaan takbiran Idul Adha dan panduan lengkap, merujuk Panduan Takbir Muqayyad dan Mursal dan Bacaan Takbir Hari Raya, terbitan Pustaka Al-Bahjah serta Buku Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha, Abu Salma al-Atsari.
Bacaan Takbir Idul Adha: Arab, Latin dan Artinya
Para ulama meriwayatkan beberapa versi lafal takbir. Semuanya berasal dari riwayat yang shahih dari para sahabat dan dapat diamalkan. Berikut disajikan dua versi utama, yaitu versi pendek yang lazim dan versi panjang yang lengkap dengan pujian-pujian tambahan.
Takbir Versi Pendek
Takbir versi ini adalah yang paling umum dikumandangkan. Dalam naskah Panduan Bacaan Takbir Hari Raya terbitan Pustaka Al-Bahjah, versi pendek ini didasarkan pada riwayat dari sahabat Ibnu Mas’ud RA. Lafalnya sebagai berikut:
Arab: أَللُّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin:Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Takbir Versi Panjang
Versi panjang ini memuat tambahan kalimat-kalimat pujian, tasbih, dan pernyataan tauhid yang lebih lengkap. Ini adalah lafal yang juga dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim Nusantara dan tercantum dalam Panduan Bacaan Takbir Hari Raya serta Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha karya Abu Salma al-Atsari.
Namun, perlu dicatat bahwa Abu Salma al-Atsari dalam karyanya mengingatkan bahwa lafal panjang ini tidak ditemukan dalam hadits marfu’ (sampai kepada Nabi), meskipun dipandang tidak masalah untuk diamalkan karena merupakan tambahan dzikir.
Arab: أَللُّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ ، صَدَقَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، أَللُّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamd.
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukrataw wa ashīlā. Lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahuddīn, wa lau karihal kāfirūn.
Lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa a‘azza jundah, wa hazamal ahzāba wahdah. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembuh selain kepada-Nya dengan tulus beragama hanya karena Allah, meskipun orang kafir tidak menyukainya.
Tiada tuhan selain Allah dengan ke-Maha Tunggalan-Nya. Dia yang menepati janji, memberi pertolongan kepada hamba-Nya, memuliakan bala tentara-Nya, serta menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan ke-Maha Tunggalan-Nya. Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah." (Sumber: Panduan Bacaan Takbir Hari Raya, Pustaka Al-Bahjah)
Catatan Penting: Dalam versi panjang yang lazim dibacakan imam secara berjamaah, sering pula disisipkan variasi penutup seperti "walillāhil hamd" di akhir rangkaian. Semua lafal di atas pada intinya memiliki substansi yang sama, yaitu mengagungkan Allah, menegaskan keesaan-Nya, dan memuji-Nya.
Selain kedua versi di atas, ada juga takbir yang sangat ringkas, yaitu cukup membaca "Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar" tiga kali. Ini juga sah dan memenuhi kesunnahan takbir.
Panduan Pelaksanaan Takbiran Idul Adha
Agar takbir yang kita lantunkan lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan (tata cara), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Takbir di Rumah, Jalan, Mushalla, dan Masjid
Takbir Mursal disunnahkan untuk dilantunkan di mana pun berada. Sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya dengan takbir dan ibadah lainnya. Dalam kitab Raudlatut Thalibin disebutkan:
فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ
"Disunnahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunnahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah."
Selain itu, kaum Muslimin disunnahkan untuk mengeraskan suara takbir (kecuali bagi kaum wanita yang dianjurkan untuk tidak mengeraskannya), terutama saat berjalan menuju tempat shalat Id (mushalla/lapangan). Kebiasaan mulia ini adalah bagian dari syiar Islam yang sangat tampak pada hari raya.
2. Takbir Setelah Shalat (Takbir Muqayyad)
Takbir Muqayyad secara khusus dibaca setelah salam setiap shalat fardhu (lima waktu), baik yang dilakukan secara berjamaah maupun sendirian. Waktunya dimulai sejak setelah shalat Subuh pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah) hingga setelah shalat Ashar pada 13 Dzulhijjah (akhir hari Tasyrik). Berikut rincian waktunya:
- 9 Dzulhijjah (Hari Arafah): Dimulai setelah shalat Subuh. Kemudian dilanjutkan setelah shalat Dzuhur dan Ashar.
- 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha): Setelah shalat Maghrib, Isya, Subuh, Dzuhur, dan Ashar.
- 11-13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik): Dimulai dari shalat Maghrib malam hari Tasyrik pertama hingga shalat Ashar di hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Perincian waktu ini merujuk pada penjelasan dalam naskah “Panduan Takbir Muqayyad dan Mursal” terbitan Pustaka Al-Bahjah.
- Perbedaan Pendapat: Meskipun demikian, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai awal dan akhir takbir ini. Ada yang berpendapat bahwa Takbir Muqayyad dimulai sejak Subuh 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah. Ada pula yang berpendapat dimulai sejak Dzuhur atau Ashar 9 Dzulhijjah. Terjadinya perbedaan ini karena tidak adanya hadits nabi yang menerangkan secara tegas. Namun, riwayat paling shahih dari para sahabat (atsar) adalah yang dimulai sejak Subuh hari Arafah hingga Ashar hari terakhir Tasyrik.
Untuk Idul Fitri, sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada Takbir Muqayyad. Oleh karena itu, pada Idul Fitri, takbir muqayyad dibaca setelah dzikir shalat, bukan menggantikannya, sebagaimana dijelaskan dalam Panduan Takbir Muqayyad dan Mursal.
3. Tata Cara dan Adab Bertakbir
- Waktu yang Utama: Takbir Mursal dianjurkan sejak malam hari raya hingga dimulainya shalat Id. Waktu yang paling utama untuk bertakbir dengan suara lantang adalah pada malam Idul Adha dan saat berjalan menuju tempat shalat.
- Tempat: Di mana saja (masjid, mushalla, rumah, jalan, pasar). Terlebih lagi, dianjurkan untuk keluar rumah menuju tanah lapang (mushalla) dengan berjalan kaki sambil bertakbir.
- Bagi Wanita: Kaum wanita dianjurkan untuk melantunkan takbir dalam suara yang tidak terlalu keras, bahkan sunnah untuk melafalkannya dalam hati (lirih).
- Berjamaah: Tidak ada tuntunan khusus untuk memimpin takbir secara serempak dengan komando. Namun, hal ini sering dilakukan umat Islam di Indonesia sebagai bagian dari syiar dan budaya yang baik, selama tidak diyakini sebagai bagian dari ibadah yang baku.
Pengertian Takbir Muqayyad dan Mursal
Para ulama fiqih membagi takbir pada hari raya menjadi dua kategori utama, yaitu Takbir Mursal (Takbir Mutlak) dan Takbir Muqayyad (Takbir Terikat). Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada waktu pelaksanaannya. Berikut adalah penjelasan rincinya:
1. Takbir Mursal (Takbir Mutlak)
Takbir Mursal adalah takbir yang waktunya tidak terikat dengan pelaksanaan shalat. Artinya, takbir ini sunnah dibaca kapan saja dan di mana saja—di rumah, di jalan, di pasar, di masjid, baik saat sendirian maupun berjamaah. Takbir ini dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya Idul Adha (malam 10 Dzulhijjah) dan berakhir ketika imam mengangkat takbiratul ihram untuk memulai shalat Id. Dengan kata lain, gema takbir di malam hari raya yang kita kenal adalah bagian dari Takbir Mursal.
2. Takbir Muqayyad (Takbir Terikat)
Takbir Muqayyad adalah takbir yang memiliki waktu khusus, yaitu dikumandangkan setelah melaksanakan shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Takbir ini khusus untuk Idul Adha dan dibaca dalam rentang waktu tertentu. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Takbir Muqayyad dimulai sejak setelah shalat Subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga setelah shalat Ashar pada hari terakhir Tasyrik (tanggal 13 Dzulhijjah). Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mas’ud RA, serta menjadi pedoman yang masyhur.
Keutamaan Takbiran Idul Adha
Selain sebagai bentuk ketaatan dan syiar, takbir memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Al-Qur’an dan Hadits menegaskan bahwa hari-hari di bulan Dzulhijjah, terutama 10 hari pertama, hari Arafah, hingga hari Tasyrik, adalah hari-hari yang paling mulia untuk beramal dan berdzikir.
1. Hari yang Paling Agung untuk Beramal
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari ini (awal Dzulhijjah.” (HR Bukhari)
Dalam riwayat lain dari hadits yang sama, beliau bersabda: “Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut”. Ini menunjukkan bahwa takbir adalah salah satu ibadah lisan yang paling utama di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
2. Melebur Dosa-Dosa
Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal itu dapat melebur dosa-dosa”.
3. Hari Raya Orang Beriman
Takbir menjadi penanda bahwa Idul Adha adalah hari raya umat Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Hari Arafah, hari kurban (Idul Adha), dan hari-hari Tasyrik adalah hari raya kita kaum muslimin, dan itu adalah hari-hari untuk makan dan minum.” (HR An-Nasa’i, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim).
Dengan demikian, takbir menjadi pemisah yang jelas antara hari raya umat Islam dengan perayaan-perayaan lainnya, sekaligus menjadi pengingat akan nikmat dan kebesaran Allah.
4. Menghidupkan Hati dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Salah satu hikmah utama dari takbir adalah menghidupkan malam hari raya. Para ulama menyebutkan bahwa “barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian.” Mengisi malam Id dengan takbir dan zikir juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah, sekaligus mendekatkan diri (taqarrub) kepada-Nya.
5. Mempertebal Rasa Persaudaraan dan Ukhuwah Islamiyah
Takbir yang dikumandangkan serempak oleh seluruh kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia melambangkan persatuan umat. Suara yang menggema dari masjid ke masjid, dari mushalla ke mushalla, menciptakan suasana spiritual yang khusyuk dan kebersamaan yang kuat. Ini sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kepedulian sosial, terutama ketika diiringi dengan ibadah kurban dan berbagi makanan kepada sesama.
Pertanyaan Seputar Bacaan Takbir Idul Adha
7 kali takbir Idul Adha baca apa?
Membaca takbir. Pada rakaat pertama, dilakukan dengan 7 kali takbir. Di sela antar-takbir, Anda dapat melafalkan doa “Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila.” atau “Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.”
Apa bacaan takbir Idul Adha?
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
5 kali takbir baca apa?
Takbir 5 Kali di Rakaat Kedua
Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar. Setelah itu baca Al-Fatihah dan surat pendek seperti biasa, lanjutkan gerakan sholat hingga selesai, dan akhiri dengan salam.
Bagaimana lirik takbiran lengkap?
Bacaan takbiran lengkap terdiri dari lafal takbir, tahmid, dan tahlil yang dikumandangkan untuk mengagungkan asma Allah SWT pada malam hari raya. Lafal ini dapat dilafalkan dalam versi pendek maupun versi panjang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6456556/original/038063900_1779320454-20150923100343-jemaah-muhammadiyah-salat-idul-adha-di-ciputat-001-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457494/original/087985400_1779321171-20150924164140-melihat-penyembelihan-hewan-kurban-di-masjid-sunda-kelapa-014-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928390/original/095302700_1779698423-11824465049152326948.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6472470/original/060947900_1779333657-uns-solo-ciptakan-suplemen-penggemukan-untuk-sapi-pedaging.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6412655/original/046052900_1779284238-20150716214305-keindahan-malam-takbir-di-masjidil-haram-002-isn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309377/original/077522100_1779183513-ucapan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457309/original/055278200_1779321059-20150924150352-ribuan-warga-jatinegara-gelar-salat-idul-adha-di-jalan-raya-007-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478176/original/075821700_1768894125-Ide_Usaha_Kambing_Aqiqah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309380/original/009882100_1779183515-ucapan_5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6412795/original/080463400_1779284331-20150717113210-sutan-bhatoegana-laksanakan-salat-id-di-lp-cipinang-009-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516535/original/022805800_1626851247-pexels-photo-6587473.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















