Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam memiliki dua hari raya besar yang penuh berkah: Idul Fitri dan Idul Adha. Jika Idul Fitri menjadi puncak kemenangan setelah sebulan berpuasa Ramadhan, maka Idul Adha adalah momen agung yang sarat dengan nilai pengorbanan dan ketundukan kepada Allah SWT. Sering ada yang bertanya, berapa hari Idul Adha setelah Idul Fitri?
Dalam perspektif Islam, jeda waktu antara Idul Fitri dan Idul Adha dapat dimaknai sebagai momentum persiapan ruhiyah menuju Dzulhijjah yang mulia. Allah berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2, "Demi fajar, dan malam yang sepuluh."
Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim menjelaskan bahwa ayat tersebut merujuk tegas pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, masa di mana amal saleh paling dicintai-Nya.
Berikut ini adalah ulasan rentang waktu antara Idul Fitri dan Idul Adha, pensyariatan (landasan hukum) Idul Adha, persiapan, serta amalan-amalan utama yang dianjurkan, merujuk Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kemenag, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), serta literatur terkait Idul Adha lainnya.
Berapa Hari Idul Adha setelah Idul Fitri?
Untuk mengetahui berapa hari jarak antara Idul Fitri dan Idul Adha, kita perlu merujuk pada kalender Hijriah. Menurut buku Buku Siswa Fikih - Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 (Kementerian Agama RI), Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal, sementara Idul Adha (Idul Qurban) jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah.
Secara hitungan kalender Hijriah, jaraknya dihitung dari bulan Syawal, Zulkaidah, hingga tanggal 10 Zulhijjah.
- Bulan Syawal: berlangsung selama 29 atau 30 hari.
- Bulan Zulkaidah: berlangsung selama 29 atau 30 hari.
- Bulan Zulhijjah: hingga tanggal 9 atau 10.
Dengan demikian, secara umum, jarak antara Idul Fitri dan Idul Adha adalah sekitar 2 bulan 9-10 hari, atau kurang lebih 68 hingga 70 hari. Perbedaan ini bergantung pada hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) yang menetapkan awal bulan di setiap tahunnya.
Jadwal Idul Adha 1447 H / 2026 M
Merujuk Kalender Hijriah 2026 Kemenag dan KHGT, baik dari prediksi pemerintah melalui Kementerian Agama maupun penetapan Muhammadiyah, Hari Raya Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada:
- Rabu, 27 Mei 2026 (Libur Nasional)
- Kamis, 28 Mei 2026 (Cuti Bersama)
Meskipun demikian, kepastian tanggal resmi pemerintah akan ditetapkan melalui sidang isbat yang dilakukan menjelang bulan Zulhijjah.
Berikut rangkaian hari penting menjelang Idul Adha dan Tasyarik:
- 9 Zulhijah 1447 H / 26 Mei 2026: Hari Arafah
- 10 Zulhijah 1447 H / 27 Mei 2026: Hari Idul Adha
- 11 Zulhijah 1447 H / 28 Mei 2026: Hari Tasyrik
- 12 Zulhijah 1447 H / 29 Mei 2026: Hari Tasyrik
- 13 Zulhijah 1447 H / 30 Mei 2026: Hari Tasyrik.
Pensyariatan Idul Adha, Landasan Hukum dan Makna di Baliknya
Idul Adha disyariatkan sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian ibadah haji dan peristiwa monumental pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta kesabaran putranya, Nabi Ismail AS. Pensyariatan ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
1. Landasan dalam Al-Qur’an
Perintah inti dari Idul Adha terdapat dalam surat Al-Kautsar ayat ke-2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menjadi dalil utama perintah shalat Id dan ibadah kurban yang menjadi ciri khas Idul Adha.
2. Landasan dalam Hadis
Rasulullah SAW secara jelas menetapkan hari-hari raya bagi umat Islam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ummu ‘Athiyah RA, beliau bersabda:
“Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami para gadis dan perempuan yang sedang haid untuk keluar pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), supaya turut menyaksikan kebaikan dan ajakan kepada kaum muslimin...” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Hadis ini menegaskan bahwa Idul Adha adalah hari raya yang ditetapkan syariat dan dirayakan secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat muslim.
3. Bulan yang Disempurnakan Agama
Bulan Zulhijjah, tempat Idul Adha berada, adalah bulan yang istimewa. Dalam E-Book Bekal-bekal di Dalam Menyambut Idul Adha karya Ustadz Abu Salma al-Atsari, disebutkan salah satu keutamaan bulan ini adalah diturunkannya ayat penyempurna agama Islam.
Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab RA bahwa seorang Yahudi berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ada satu ayat dalam kitab kalian yang jika turun pada kami, niscaya akan kami jadikan hari raya.” ‘Umar bertanya, “Ayat mana?” Yahudi itu menjawab, “Al-yawma akmaltu lakum dinakum...” (Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu...). ‘Umar menjawab, “Kami mengetahui hari dan tempat turunnya ayat itu, yaitu ketika Nabi SAW berdiri di Arafah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Persiapan Menjelang Idul Adha, Dalil dan Penjelasan Ulama
Kesiapan menjelang Idul Adha tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual. Berikut beberapa persiapan yang dianjurkan:
1. Memperbanyak Amal Shalih di 10 Hari Pertama Zulhijjah
Banyak muslim yang lebih fokus pada 10 hari terakhir Ramadhan, namun Rasulullah SAW mengingatkan bahwa 10 hari pertama Zulhijjah lebih utama. Dalilnya adalah sabda beliau:
“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari).
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa keutamaan 10 hari ini disebabkan karena di dalamnya terkumpul ibadah utama seperti shalat, puasa, sedekah, haji, dan kurban, yang tidak terkumpul di waktu lain.
2. Membaca Takbir dan Memperbanyak Dzikir
Mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid adalah syiar yang disunnahkan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA keluar ke pasar pada 10 hari pertama Zulhijjah sambil bertakbir, dan masyarakat pun mengikuti mereka.
3. Menyiapkan Hewan Kurban
Bagi yang mampu, menyiapkan hewan kurban jauh-jauh hari adalah sunnah. Hal ini untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak. Ustadz Abu Salma al-Atsari dalam e-booknya mengingatkan bahwa penting bagi muslim untuk memperhatikan adab dan tata cara kurban, seperti memilih hewan yang gemuk dan tidak cacat, serta menajamkan pisau agar tidak menyiksa hewan.
Amalan Utama Idul Adha
Idul Adha bukan sekadar hari raya biasa. Terdapat amalan-amalan utama yang memiliki keutamaan luar biasa.
Berikut adalah amalan yang dianjurkan, berdasarkan penjelasan dari buku Fikih Kemenag dan ebook karya Abu Salma al-Atsari:
1. Takbir Hari Raya
Takbir disunnahkan mulai terbenam matahari pada malam Idul Adha hingga sebelum pelaksanaan shalat Id. Ini adalah bentuk syiar dan pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT. Dalam buku Fikih Kemenag dijelaskan bahwa takbir pada Idul Adha lebih panjang waktunya dibandingkan Idul Fitri, berlangsung hingga hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijjah).
2. Shalat Idul Adha
Hukum shalat Id adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).
Tata caranya terdiri dari 2 rakaat dengan takbir tambahan:
- Rakaat Pertama: 7 kali takbir setelah takbiratul ihram dan doa iftitah.
- Rakaat Kedua: 5 kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
- Disunnahkan untuk menyegerakan shalat Idul Adha, berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan diundur sedikit untuk memberi waktu membayar zakat fitrah.
Buku Siswa Fikih menyebutkan bahwa hikmah menyegerakan shalat Idul Adha adalah untuk memberikan kesempatan yang luas bagi umat Islam untuk segera melaksanakan penyembelihan kurban setelah shalat.
3. Puasa Arafah (9 Zulhijjah)
Salah satu amalan utama sebelum Idul Adha adalah puasa pada tanggal 9 Zulhijjah, yaitu hari wukuf di Arafah. Ustadz Abu Salma al-Atsari dalam e-booknya meriwayatkan hadis dari Abu Qotadah:
“Puasa Arafah, saya mengharapkan kepada Allah agar mengampuni dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya...” (HR. Muslim)
4. Ibadah Kurban
Kurban adalah ibadah yang paling identik dengan Idul Adha. Hewan yang disembelih (unta, sapi, kambing) setelah shalat Id hingga hari Tasyrik (tanggal 13 Zulhijjah). Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya pada hari kiamat, kurban itu akan datang dengan tanduk, bulu, dan kukunya...” (HR. Tirmidzi).
People also Ask:
Berapa hari setelah Idul Fitri ke Idul Adha?
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1444 HIduladha jatuh pada tanggal 10 bulan Zulhijah atau 70 hari setelah Idulfitri.
Berapa hari lagi Idul Adha setelah Idul Fitri?
Perayaan Idul Adha biasanya berlangsung selama tiga hari dan, seperti Idul Fitri, merupakan periode kebahagiaan dan kegembiraan murni di kalangan komunitas Muslim.
Lebaran Idul Adha 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Jadwal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, menetapkan Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Tanggal 9 Juni apakah masih hari tasyrik?
JAKARTA, KOMPAS.TV – Setelah Hari Raya Iduladha 1446 H yang jatuh pada 6 Juni 2025, umat Islam akan memasuki Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah atau bertepatan dengan 7, 8, dan 9 Juni.
Apa itu 3 hari tasyrik?
3 hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yang jatuh tepat setelah Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah). Hari-hari ini merupakan waktu yang diharamkan untuk berpuasa dan dianjurkan untuk makan, minum, berzikir (takbir), serta menyembelih kurban. Ini adalah momen sukacita umat Islam, sering digunakan untuk menjemur daging kurban (asal kata tasyrik).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153360/original/019704300_1741323094-1741319518672_kata-kata-bijak-lebaran-idul-fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990690/original/039762200_1730716919-cara-bayar-fidyah-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507818/original/092628300_1771554129-kubah_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990236/original/076231000_1730714431-cara-membayar-fidyah-dengan-beras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425200/original/084961800_1764216395-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3200721/original/063867600_1596694158-pexels-andrea-piacquadio-3764565.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527166/original/042081600_1773187084-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537973/original/087366600_1774496444-059021300_1731541467-puasa_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3132930/original/017755800_1589895984-gambar-ketupat-vektor-31231312.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165547/original/039502800_1742184289-b4a3c7bb548ce7350daf939ff99bd501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930851/original/099558700_1437121241-20150717-Salat_Id_di_Al_Azhar-Jakarta_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330982/original/065971600_1756372896-Gemini_Generated_Image_e81ukwe81ukwe81u.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)