Berapa Rakaat Minimal Sholat Tarawih? Simak Aturan Dasar dan Landasan Hadistnya

2 weeks ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Memahami aturan minimal sholat tarawih menjadi hal yang sangat penting bagi umat Muslim yang ingin menjaga kualitas ibadahnya di tengah kesibukan bulan Ramadan. Meskipun sholat ini sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), fleksibilitas dalam Islam memungkinkan kamu untuk melaksanakannya sesuai dengan kemampuan fisik dan waktu yang dimiliki. Ibadah yang dilakukan di malam hari ini bukan hanya soal mengejar angka, melainkan tentang bagaimana kamu bisa merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta dalam setiap sujudnya.

Bagi kamu yang memiliki keterbatasan waktu karena tuntutan pekerjaan atau kondisi kesehatan, mengetahui batas minimal pelaksanaan sholat tarawih akan memberikan ketenangan batin. Sholat tarawih adalah bagian dari qiyamul lail yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Oleh karena itu, jangan sampai kamu melewatkan kesempatan emas ini hanya karena merasa tidak sanggup mengerjakan jumlah rakaat yang banyak.

Pemahaman jumlah rakaat minimal sholat tarawih, dasar hukumnya, dan waktu pelaksanaan yang jelas membantu menyusun pola ibadah yang konsisten sepanjang Ramadan tanpa merasa terbebani. Penjelasan berikut diharapkan membuat ibadah tarawih lebih bermakna dan dijalankan dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.   

Ketentuan Jumlah Rakaat

Secara harfiah, "Tarawih" berasal dari kata bahasa Arab tarwihatun yang berarti "istirahat". Hal ini merujuk pada kebiasaan para sahabat Nabi yang beristirahat sejenak setiap selesai melaksanakan empat rakaat. Dari sisi hukum fikih, minimal sholat tarawih adalah dua rakaat dengan satu kali salam.

Seperti dalam buku,  Bekal Dai Kontemporer dari Al-Quran dan As-Sunnah As-Shahihah Oleh Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, Lc., M.A. al-Hafizh (024:hlm 153) kata tarawih berasal dari kata tarwih yang arti menenangkan diri/rileks. Maka melakukan shalat tarawih dengan terburu-buru bertentangan dengan arti tarawih itu sendiri.

Mengapa dua rakaat?

Karena sholat tarawih termasuk dalam kategori sholat sunnah malam. Secara teknis, jika kamu hanya mampu mengerjakan dua rakaat tarawih lalu ditutup dengan satu rakaat witir, maka sholatmu tetap dianggap sah sebagai bagian dari menghidupkan malam Ramadan. Namun, tentu saja pahala yang didapat akan berbeda dengan mereka yang menyempurnakannya hingga 8 atau 20 rakaat.

Meskipun batas minimal sholat tarawih sangat rendah secara hukum sahnya sholat, mayoritas ulama telah merumuskan standar yang biasa dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat:

  • Versi 8 Rakaat (Total 11 dengan Witir): Banyak dipraktikkan dengan merujuk pada hadis Aisyah RA.
  • Versi 20 Rakaat (Total 23 dengan Witir): Menjadi standar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yang dirintis secara berjamaah secara masif pada zaman Khalifah Umar bin Khattab.

Dalil Mengenai Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Untuk memahami mengapa ada perbedaan jumlah rakaat namun tetap ada batas minimal sholat tarawih, kita perlu merujuk pada sumber hukum utama yakni Al-Qur'an (secara umum tentang sholat malam) dan Hadist Nabi SAW secara spesifik.

1. Landasan Umum dari Al-Qur'an

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Muzzammil ayat 20 mengenai fleksibilitas ibadah malam:

۞ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ ... فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ...

"...Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan dirikanlah sholat..."

Ayat ini menegaskan bahwa dalam ibadah malam, Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk mengerjakan apa yang mereka mampunyai.

2. Hadis tentang Fleksibilitas Sholat Malam

Rasulullah SAW bersabda mengenai tata cara sholat malam:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini adalah kunci mengapa minimal sholat tarawih adalah dua rakaat. Karena tarawih adalah sholat malam, maka ia dikerjakan dalam satuan dua rakaat. Tidak ada batas maksimal yang kaku, dan batas minimalnya adalah satu unit sholat malam (dua rakaat).

3. Hadis dari Aisyah RA

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan kebiasaan Nabi:

مَاکَانَ یَزِيْدُ فِيْ رَمَضَانَ وَ لَا فِيْ غَيْرِھَا عَلٰی إِحْدٰی عَشَرَةَ رَکْعَةً

"Beliau (Nabi) tidak pernah menambah di dalam Ramadan dan di luar Ramadan lebih dari sebelas rakaat." (HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi dasar bagi mereka yang mencukupkan diri dengan 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Namun, para ulama menjelaskan bahwa ini adalah "kesempurnaan" yang dipilih Nabi, bukan "batasan maksimal" atau "syarat minimal" sahnya sholat.

4. Hadist Ummar

Berdasarkan riwayat Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa’, dari Yazid bin Ruman:

كَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ فِي زَمَانِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي رَمَضَانَ بِثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ رَكْعَةً

Artinya: "Para sahabat pada masa Umar bin Khattab melakukan sholat malam di bulan Ramadan sebanyak 23 rakaat (20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir)." (HR. Malik)

Pelaksanaan Sholat Tarawih

Sholat tarawih memiliki waktu khusus yang tidak bisa dilakukan di waktu lain. Waktunya dimulai tepat setelah kamu melaksanakan sholat Isya (dan sunnah ba'diyah Isya) hingga terbit fajar (waktu Subuh).

Waktu Paling Utama: Melaksanakannya di sepertiga malam terakhir, namun karena tarawih sering dilakukan berjamaah, maka melakukannya langsung setelah Isya adalah hal yang paling umum dan praktis bagi masyarakat.

Urutan: Kamu tidak boleh melakukan tarawih sebelum sholat Isya. Jika kamu melakukannya sebelum Isya, maka sholat tersebut dianggap sholat sunnah mutlak biasa, bukan sholat tarawih.

Tata Cara Sholat Tarawih 2 Rakaat (Batas Minimal)

Jika kamu ingin melaksanakan minimal sholat tarawih karena kondisi tertentu, berikut adalah panduannya:

1. Niat Sholat Tarawih

Niat cukup dilakukan di dalam hati. Jika ingin dilafalkan, berikut bunyinya:

Sebagai Makmum:

Latin: Ushalli sunnatat tarawīhi rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Sendirian (Munfarid):

Latin: Ushalli sunnatat tarawīhi rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Pelaksanaan

  1. Takbiratul Ihram.
  2. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek.
  3. Ruku', I’tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, Sujud kedua.
  4. Berdiri untuk rakaat kedua dan lakukan gerakan yang sama.
  5. Tahiyat Akhir dan Salam.

Mengapa Jumlah Rakaat Berbeda-beda?

Kamu mungkin bingung mengapa ada yang 8, 20, hingga 36 rakaat. Hal ini terjadi karena para sahabat dan tabi'in melihat bahwa Nabi SAW terkadang memperlama bacaan ayatnya dalam jumlah rakaat yang sedikit (8 rakaat).

Ketika para sahabat merasa tidak sanggup berdiri terlalu lama dengan bacaan surat yang sangat panjang, mereka menambah jumlah rakaatnya menjadi 20 dengan bacaan surat yang lebih pendek agar beban fisiknya sama namun jumlah sujudnya bertambah. Inilah keindahan Islam; ia memberikan ruang bagi kamu untuk memilih mana yang lebih khusyuk bagi hatimu.

Batas minimal sholat tarawih dua rakaat ini sebenarnya adalah pintu darurat bagi mereka yang sangat lemah atau sibuk, namun bagi yang mampu, mengejar kesempurnaan 8 atau 20 rakaat tentu jauh lebih utama.

Mengetahui bahwa minimal sholat tarawih adalah dua rakaat memberikan kita fleksibilitas untuk tetap beribadah dalam kondisi apapun. Jangan biarkan rasa lelah menghalangimu untuk mendapatkan berkah Ramadan. Jika kamu tidak sanggup melakukan 20 atau 8 rakaat di masjid, kamu bisa melakukan jumlah minimal di rumah sebelum tidur atau saat terbangun di tengah malam.

Yang terpenting dalam sholat tarawih bukan hanya jumlahnya, melainkan tuma'ninah (ketenangan) dan keikhlasanmu saat menghadap Allah SWT. Semoga Ramadan tahun ini membawa perubahan besar dalam kualitas spiritualmu.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah sah jika saya hanya sholat tarawih 2 rakaat saja?

Ya, sholatnya sah sebagai sholat sunnah malam di bulan Ramadan, karena minimal sholat tarawih adalah dua rakaat (satu kali salam).

Bolehkah sholat tarawih dilakukan tanpa witir?

Boleh, namun sangat disarankan untuk menutup sholat malammu dengan witir, meskipun hanya satu rakaat, agar sesuai dengan perintah Nabi.

Kapan batas waktu terakhir sholat tarawih?

Batas waktunya adalah sebelum masuk waktu Subuh atau terbitnya fajar shadiq.

Apakah niat tarawih harus diucapkan dalam bahasa Arab?

Tidak wajib. Niat adalah amalan hati. Mengucapkannya dalam bahasa Indonesia atau hanya dalam hati sudah dianggap sah.

Lebih utama mana, tarawih sedikit tapi lama atau banyak tapi cepat?

Para ulama berpendapat yang lebih utama adalah yang paling menambah kekhusyukan dan kualitas ibadahmu kepada Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |