Berhasil Tanggulangi Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Enam Pemda di Kalimantan Dapat Insentif Fiskal

13 hours ago 10

INFO TEMPO – Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri memberikan insentif fiskal kepada enam pemerintah daerah (pemda) yang berhasil menanggulangi kemiskinan dan penurunan stunting. Insentif ini diberikan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan di Balikpapan, Selasa, 5 Mei 2026. 

Adapun insentif yang diberikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya yang mewakili Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian itu berupa Rp 3 miliar untuk Terbaik I, Rp 2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp 1 miliar untuk Terbaik III. Untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting apresiasi diberikan kepada Kalimantan Selatan untuk Terbaik I tingkat provinsi. Kabupaten Tapin (Terbaik I), Lamandau (Terbaik II), Hulu Sungai Selatan (Terbaik III). Serta untuk tingkat kota ada Banjar Baru (Terbaik I) dan Palangka Raya (Terbaik II). 

Mendagri Tito Karnavian mengatakan, dalam aspek kemiskinan, capaian nasional sesungguhnya menunjukkan penurunan hingga kisaran 8,25 persen pada 2025. “Hal itu menandakan keberhasilan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi . Namun, data juga menunjukkan bahwa penurunan ini masih rentan terhadap guncangan ekonomi global, terutama kenaikan harga pangan dan energi.”

Oleh karena itu, lanjut Tito, pemerintah daerah yang berhasil adalah yang mampu mengintegrasikan bantuan sosial dengan program pemberdayaan ekonomi produktif. Sinergi antara kebijakan pusat baik perencanaan dan anggaran serta inovasi daerah penanganan kemiskinan, kata Tito, menjadi faktor kunci keberhasilan tersebut.

Menurut Tito, penanganan stunting juga menunjukkan progres yang signifikan di berbagai daerah, yaitu konsisten turun dari angka 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen tahun 2024. “Ini mengindikasikan kita sudah dalam posisi on the track dengan target nasional di kisaran 14 persen pada 2029.”

Keberhasilan ini, lanjut dia, tidak terlepas dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menekankan konvergensi lintas sektor. Tito mengatakan, pemerintah daerah yang berhasil umumnya mengintegrasikan intervensi gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga secara simultan. 

“Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Ini merupakan investasi strategis untuk daya saing bangsa di masa depan,” kata dia. 

Sementara itu, Bupati Tapin Yamani mengatakan, 13 program unggulan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat membuat Tapin berhasil menanggulangi kemiskinan dan menangani stunting. Pemkab Tapin, kata dia, berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan menjadi 2,91 persen pada 2025 dari sebelumnya 3,33 persen di 2024. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tapin pada 2025 adalah 74,98 dan masuk kategori tinggi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tapin, Meidy Harris Prayoga mengatakan, mendapatkan apresiasi dalam ajang nasional, insentif fiskal yang diterima akan digunakan untuk program penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. “Karena kemiskinan dan stunting sangat bersinggungan, maka akan kami kembalikan kembali untuk kebutuhan masyarakat Tapin,” ucapnya. 

Sedangkan Bupati Hulu Sungai Selatan Syafrudin Noor mengatakan untuk menanggulangi kemiskinan dan penurunan stunting di wilayahnya didasarkan pengalaman sebelumnya saat menjadi Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan periode 2018-2023. Menurut dia, saat itu belum ada balai latihan kerja di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 

"Karena itu saat saya menjabat langsung dibangun BLK. Sementara dalam proses, saya memberikan kegiatan kursus untuk para pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, salah satunya kursus operator alat berat dan untuk perempuan menjahit dan membuat kue tradisional," kata dia.

Pembuatan kue tradisional kemudian dialihkan menjadi modern dengan bahan dan modalnya sama. Dengan begitu,membuat pendapatan masyarakat meningkat. "Dampaknya masyarakat untung, pendapatan meningkat, dan pengangguran serta kemiskinan berkurang," kata Syafrudin.

Dalam upaya penurunan stunting, Syafrudin memberikan tablet penambah darah bagi remaja di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Selain itu, pihaknya juga memperhatikan kesehatan ibu hamil. 

Kabupaten Hulu Sungai Selatan tidak hanya mengendalikan stunting untuk orangnya tapi juga kepada lingkungan. Salah satunya dengan membuat MCK (mandi, cuci, kakus).

Ke depan, Syafrudin terus berusaha mensejahterakan masyarakat Hulu Sungai Selatan. Dia pun menyambut gembira penghargaan ini.(*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |