PENYANDANG disabilitas intelektual atau yang dikenal sebagai disabilitas ganda kerap mengalami persoalan kompleks. Selain sering mengalami diskriminasi, penyandang disabilitas ganda acap mengalami masalah kesehatan.
“Misalnya, penyandang down syndrome sering memiliki masalah jantung, sedangkan penyandang cerebral palsy kerap mengidap autism. Tantangan yang mereka hadapi tidak ringan, mulai dari penerimaan sosial masyarakat hingga akses kesehatan,” ujar salah satu Pengurus di Yayasan Sayap Ibu, Ayu Wulandari dalam press release Canisius College Alumni Day (CCAD)! Sabtu, 9 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Atas besarnya tantangan itu, Alumni Kolese Kanisius yang tergabung sebagai panitia Canisius College Alumni Day (CCAD) 2026 memberi dukungan kepada para penyandang disabilitas ganda di Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, Tangerang . Dukungan tersebut berupa bantuan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 50 juta dan perlengkapan untuk mendukung aktivitas penyandang disabilitas ganda.
“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan dan pelayanan bagi anak-anak di Yayasan Sayap Ibu, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk berbagi bagi saudara-saudara kitayang terpinggirkan,” ujar Michael Wijaya Hadipoespito, Ketua Bakti Sosial CCAD 2026.
Senada dengan Ayu, Michael juga mengatakan penyandang disabilitas ganda kerap terlupakan, sehingga akses mereka terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta dukungan sosial, seringkali tidak memadai. “Padahal, mereka berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan kesempatan untuk tumbuh secara optimal,” ujarnya.
Bakti sosial ini merupakan rangkaian dari CCAD 2026 dan sebuah perwujudan motto “men for and with others” yang dipegang oleh murid dan alumni Kolese Kanisius Jakarta, sekolah laki-laki yang didirikan sejak 1927.
Rifan Oktavianus, Ketua Umum CCAD 2026 mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan memperkuat persaudaraan lintas generasi alumni Kanisius. "Namun kami percaya, kebersamaan itu juga harus diwujudkan lewat aksi nyata bagi sesama. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi benih bagi Indonesia yang lebih inklusif dan manusiawi,” ujarnya.
Yayasan Sayap Ibu merupakan lembaga independen dan badan hukum sosial yang didirikan pada 1955 untuk mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anak terlantar, yatim piatu, serta anak dengan disabilitas. YSI berfokus pada perlindungan anak secara holistic dengan menyediakan panti perawatan dan pelatihan kemandirian.
Saat ini, YSI Cabang Banten merawat 34 anak asuh berusia 1 hingga 32 tahun. Panti tersebut juga mendampingi 400 anak difabel dari keluarga prasejahtera.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)