Bulan Dzulhijjah Ada Peristiwa Apa Saja dalam Islam? Simak Sejarahnya

2 days ago 27
  • Peristiwa penting apa saja yang terjadi di bulan Dzulhijjah?
  • Mengapa 10 hari pertama Dzulhijjah dianggap istimewa dalam Islam?
  • Peristiwa penting apa yang terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Dzulhijjah adalah bulan kedua belas sekaligus bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Dzulhijjah adalah salah satu di antara empat bulan yang dimuliakan atau Asyhurul Hurum. Lantas, bulan Dzulhijjah ada peristiwa apa saja dalam Islam?

Merujuk ebook Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-amalannya, terbitan Masjid Al-Ittihad, nama Dzulhijjah secara harfiah berasal dari dua kata, dzu yang berarti “pemilik” dan al-hijjah yang berarti “haji”, sehingga secara keseluruhan bermakna “bulan yang memiliki haji”. Penamaan ini telah dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim AS, karena pada bulan inilah ritual haji dilaksanakan sejak zaman dahulu, bahkan sebelum Islam datang.

Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam melaksanakan puncak ibadah haji, merayakan Idul Adha, serta melakukan penyembelihan hewan kurban. Selain sebagai bulan pelaksanaan ibadah, Dzulhijjah juga menyimpan berbagai peristiwa agung dalam sejarah para nabi dan rasul.

Dalam Kitab Durrat al-Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad al-Syakiri al-Khubawi, Ibnu Abbas RA meriwayatkan sebuah hadis dari Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah terdapat serangkaian peristiwa besar yang terjadi. Berikut adalah peristiwa-peristiwa agung tersebut beserta hikmahnya bagi umat Islam.

1. Tanggal 1 Dzulhijjah: Diampuninya Dosa Nabi Adam AS

Peristiwa pertama yang terjadi pada bulan Dzulhijjah adalah diampuninya dosa Nabi Adam AS oleh Allah SWT pada tanggal 1 Dzulhijjah. Sebagaimana diketahui, Nabi Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga akibat memakan buah khuldi. Setelah sekian lama terpisah dan memohon ampun kepada Allah, pada tanggal 1 Dzulhijjah Allah mengampuni dosa mereka dan mempertemukan kembali Nabi Adam dengan Hawa di Padang Arafah.

 Peristiwa ini mengajarkan bahwa pintu taubat dan ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang benar-benar kembali kepada-Nya, tidak peduli sebesar apa pun dosa yang telah diperbuat. Momentum ini juga mengingatkan bahwa Padang Arafah, tempat wukuf bagi jemaah haji—adalah tanah suci yang penuh dengan rahmat dan magfirah (ampunan). Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, berpuasa pada tanggal 1 Dzulhijjah dianjurkan sebagai bentuk syukur dan harapan akan ampunan Allah.

2. Tanggal 2 Dzulhijjah: Dikabulkannya Doa Nabi Yunus AS

Pada tanggal 2 Dzulhijjah, Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari dalam perut ikan paus setelah sebelumnya ia meninggalkan umatnya yang tidak kunjung beriman. Dalam perjalanan dengan kapal laut, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus mengalami badai besar.

Setelah diundi, nama Nabi Yunus keluar sebagai orang yang harus dilemparkan ke laut, dan ia pun ditelan oleh seekor ikan paus besar. Di dalam perut ikan itulah Nabi Yunus berdoa kepada Allah dengan doa yang masyhur, “La ilaha illa anta, subhanaka, inni kuntu minazh zhalimin” (Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). Doa inilah yang kemudian mengantarkannya pada keselamatan.

Kisah ini mengajarkan tentang kekuatan doa dan pertobatan yang tulus. Nabi Yunus AS adalah teladan bahwa tidak ada situasi yang terlalu sulit untuk diselamatkan oleh Allah, selama seorang hamba kembali kepada-Nya dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati. Puasa pada tanggal 2 Dzulhijjah disebutkan memiliki pahala sebanding dengan berpuasa selama satu tahun tanpa melakukan kemaksiatan.

3. Tanggal 3 Dzulhijjah: Dikabulkannya Doa Nabi Zakariya AS

Pada tanggal 3 Dzulhijjah, Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakariya AS yang telah sekian lama memohon keturunan. Pada usia yang sudah sangat tua—menurut satu riwayat mencapai 120 tahun—dan istrinya mandul, Allah memberikan kabar gembira tentang kelahiran seorang putra yang kelak akan menjadi nabi, yaitu Nabi Yahya AS.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Usia tua dan keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi kekuasaan Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Kisah Nabi Zakariya mengajarkan kesabaran dalam berdoa dan keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui waktu yang terbaik untuk mengabulkan setiap permohonan. Umat Islam yang berpuasa pada tanggal 3 Dzulhijjah disebutkan akan dikabulkan segala keinginannya oleh Allah.

4. Tanggal 4 Dzulhijjah: Dilahirkannya Nabi Isa AS

Pada tanggal 4 Dzulhijjah, Nabi Isa AS dilahirkan oleh ibunya, Maryam binti Imran, di sudut kota Baitul Lahm (Betlehem) dalam keadaan sehat, meskipun kelahiran ini menggegerkan kaumnya karena Maryam masih seorang perawan. Kejadian luar biasa ini merupakan mukjizat Allah SWT yang menunjukkan kekuasaan-Nya yang mutlak di alam semesta.

Hikmah bagi umat Islam: Kelahiran Nabi Isa AS dari seorang ibu yang perawan mengajarkan bahwa Allah SWT berkuasa atas segala sesuatu, termasuk menciptakan kehidupan tanpa campur tangan bapak. Peristiwa ini juga mengingatkan umat Islam untuk menghormati Nabi Isa AS sebagai salah satu rasul ulul azmi (rasul yang memiliki keteguhan luar biasa). Bagi umat Islam yang berpuasa pada tanggal 4 Dzulhijjah, disebutkan akan diselamatkan dari kemiskinan dan kefakiran, serta kelak di hari kiamat akan dikumpulkan bersama orang-orang mulia.

5. Tanggal 5 Dzulhijjah: Dilahirkannya Nabi Musa AS

Pada tanggal 5 Dzulhijjah, Nabi Musa AS dilahirkan di desa Uksur, Mesir. Ibunya melahirkannya dengan nama Yakubad. Setelah dilahirkan, ia diasuh di lingkungan istana Fir‘aun, musuh terbesar Allah pada masanya, karena ibunya diilhamkan oleh Allah untuk meletakkan bayi Musa di dalam peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil. Kelak, Nabi Musa tumbuh dan justru menjadi penentang utama Fir‘aun yang angkuh dan sombong.

Hikmah bagi umat Islam: Kisah kelahiran Nabi Musa AS mengajarkan bahwa rencana Allah selalu sempurna dan tidak dapat digagalkan oleh siapa pun, sekalipun oleh penguasa paling kuat sekalipun. Seorang bayi yang terancam dibunuh justru tumbuh besar di istana musuh bebuyutannya dan kelak menjadi pembawa risalah kebenaran. Puasa pada tanggal 5 Dzulhijjah disebutkan dapat menghindarkan seseorang dari sifat munafik dan siksa kubur.

6. Tanggal 6 Dzulhijjah: Allah Membuka Pintu Kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW

Pada tanggal 6 Dzulhijjah, Allah SWT membuka pintu-pintu kebaikan dan memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini mencerminkan betapa besar karunia dan kemuliaan yang Allah limpahkan kepada Nabi terakhir ini.

Hikmah bagi umat Islam: Peristiwa ini mengingatkan bahwa setiap hari dalam kehidupan ini dapat menjadi pintu kebaikan yang terbuka lebar bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal saleh. Bagi umat Islam yang berpuasa pada tanggal 6 Dzulhijjah, Allah akan menurunkan rahmat-Nya dan menjauhkannya dari siksa selama-lamanya.

7. Tanggal 7 Dzulhijjah: Pintu-Pintu Neraka Ditutup

Pada tanggal 7 Dzulhijjah, pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci, dan baru akan dibuka kembali setelah hari kesepuluh bulan Dzulhijjah. Ini merupakan simbol betapa agung dan mulianya sepuluh hari pertama Dzulhijjah di sisi Allah SWT.

Penutupan pintu neraka menggambarkan betapa besarnya rahmat dan ampunan Allah yang dilimpahkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ini adalah waktu yang sangat tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, karena dalam periode ini, rahmat Allah begitu melimpah sehingga dapat menghindarkan seorang hamba dari siksa api neraka.

Umat Islam yang berpuasa pada tanggal 7 Dzulhijjah disebutkan akan terhindar dari 30 pintu kesusahan dan dibukakan baginya 30 pintu kemudahan.

8. Tanggal 8 Dzulhijjah (Yaum al-Tarwiyah): Perintah Membangun Ka’bah kepada Nabi Ibrahim AS

Pada tanggal 8 Dzulhijjah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membangun Ka‘bah. Setelah bangunan Ka‘bah selesai, Nabi Ibrahim merenung apakah apa yang telah ia lakukan akan diterima sebagai amal saleh atau tidak. Hari inilah yang kemudian disebut yaum al-tarwiyah, yang secara bahasa berarti “hari merenung dan berpikir”.

Terdapat pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa pada hari kedelapan ini, Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Ismail. Sepanjang hari itu, Nabi Ibrahim berfikir apakah perintah itu benar-benar dari Allah atau sekadar godaan setan.

Yaum al-tarwiyah mengajarkan pentingnya berpikir, merenung, dan memastikan kebenaran sebelum bertindak, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah. Umat Islam yang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah disebutkan akan diberi pahala yang nilainya hanya Allah yang mengetahuinya. Bagi jemaah haji, tanggal 8 Dzulhijjah adalah hari dimulainya rangkaian ibadah haji dengan berangkat menuju Mina untuk melaksanakan wukuf keesokan harinya.

9. Tanggal 9 Dzulhijjah (Yaum Arafah): Keyakinan Nabi Ibrahim untuk Menyembelih Ismail

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS yakin sepenuhnya bahwa mimpi yang diterimanya pada malam kesembilan itu benar-benar berasal dari Allah dan bukan dari setan. Hari inilah yang disebut yaum ‘arafah, karena tempat yang digunakan untuk menyembelih Nabi Ismail dinamakan Arafah—yang berarti “mengetahui” atau “mengenal”.

Di tempat inilah, setelah menunjukkan ketaatan yang sempurna dari kedua belah pihak (Ibrahim dan Ismail), Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba besar sebagai tebusan, yang menjadi asal-usul pensyariatan ibadah kurban.

Hari Arafah adalah hari yang paling agung dalam rangkaian ibadah haji. Bagi jemaah haji, wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan rukun haji yang paling esensial, karena Rasulullah SAW bersabda: “Haji adalah Arafah” (al-Hajju ‘Arafah). Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, sangat dianjurkan untuk berpuasa pada hari Arafah.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang” (HR. Muslim). Peristiwa ini mengajarkan nilai ketaatan, pengorbanan, dan ketulusan dalam beribadah kepada Allah.

10. Tanggal 10 Dzulhijjah (Yaum Nahr/Hari Raya Idul Adha) dan Hari Tasyriq

Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam daftar 10 peristiwa di atas, secara universal diketahui bahwa pada tanggal 10 Dzulhijjah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha (Yaum al-Nahr, hari penyembelihan). Pada hari inilah terjadi peristiwa puncak ibadah haji sekaligus dilaksanakannya penyembelihan hewan kurban di seluruh penjuru dunia.

Setelah Idul Adha, terdapat Hari-hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA keluar ke pasar pada hari-hari tersebut seraya mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun mengikuti takbir mereka (HR. Al-Bukhari).

Sebagaimana dijelaskan dalam ebook Muhammadiyah, takbir pada bulan Dzulhijjah dapat dikumandangkan mulai setelah shalat Subuh pada hari Arafah sampai dengan akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah).

Peristiwa Lain pada Bulan Dzulhijjah

Selain 10 peristiwa di atas, beberapa sumber juga menyebutkan peristiwa-peristiwa penting lainnya yang terjadi pada bulan Dzulhijjah.

1. Perjanjian al-Fudhul (Hilf al-Fudhul)

Pada masa Jahiliah, terjadi Perjanjian al-Fudhul pada bulan Dzulhijjah. Perjanjian ini merupakan ikatan moral untuk membela orang-orang yang teraniaya di Mekah. Meskipun terjadi sebelum kenabian Muhammad SAW, Rasulullah SAW sendiri pernah menyatakan bahwa jika ia dipanggil dalam perjanjian serupa di masa Islam, ia akan tetap menyambutnya dengan baik.

Hikmah bagi umat Islam: Perjanjian ini mengajarkan nilai-nilai keadilan, solidaritas, dan keberanian untuk membela kebenaran serta menolong orang yang teraniaya, tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial.

2. Turunnya Ayat Kesempurnaan Islam

Pada bulan Dzulhijjah, tepatnya ketika Nabi Muhammad SAW sedang melaksanakan haji wada‘ (haji perpisahan), Allah SWT menurunkan ayat ke-3 dari Surah Al-Ma’idah yang menyatakan bahwa agama Islam telah sempurna. Ayat ini turun di Padang Arafah pada hari Jumat bertepatan dengan 9 Dzulhijjah.

Hikmah bagi umat Islam: Peristiwa ini menjadi penanda bahwa syariat Islam telah lengkap dan sempurna sebagai pedoman hidup umat manusia. Umat Islam tidak perlu mencari petunjuk dari luar yang menyimpang dari ajaran Islam yang telah sempurna ini.

3. Haji Wada‘ (Haji Perpisahan) Rasulullah SAW

Pada tahun ke-10 Hijriah, Rasulullah SAW melaksanakan haji wada‘ yang menjadi satu-satunya haji yang beliau lakukan setelah hijrah ke Madinah. Dalam haji inilah beliau menyampaikan khutbah terakhirnya yang monumental di Padang Arafah, yang berisi pesan-pesan universal tentang persamaan derajat manusia, keadilan, dan larangan berbuat zalim.

Hikmah bagi umat Islam: Khutbah wada‘ merupakan wasiat terakhir Rasulullah SAW yang harus selalu diingat dan diamalkan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia. Pesan-pesan dalam khutbah ini relevan sepanjang zaman, mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan universal yang luhur.

People Also Ask:

Peristiwa apa saja yang terjadi di bulan Dzulhijjah?

Berikut ini 8 peristiwa penting yang terjadi pada bulan Dzulhijjah.Pembangunan Ka'bah. ...2. Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail. ...3. Nabi Adam Diampuni oleh Allah SWT. ...4. Allah SWT Menyelamatkan Nabi Yunus dari Perut Ikan. ...Lahirnya Nabi Isa. ...6. Doa Nabi Zakaria Diijabah. ...7. Lahirnya Nabi Musa.

Apa saja 10 hari Dzul Hijjah dalam Islam?

Sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah dianggap sebagai sepuluh hari terbaik dalam setahun, waktu di mana pahala dan rahmat Allah berlipat ganda. Selama sepuluh hari ini, umat Muslim menyaksikan hari Arafah, Haji, dan Idul Adha . Anda dapat memanfaatkan sepuluh hari yang penuh berkah di bulan Dzul Hijjah ini dengan meningkatkan ibadah dan mengingat Allah SWT.

10 Dzulhijjah ada peristiwa apa?

Tanggal ini merupakan salah satu hari yang paling mulia dalam kalender Hijriah karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Pada 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, yang menjadi simbol ketulusan iman dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Bulan Dzulhijjah ada peringatan apa?

Ibadah Haji: Dzulhijjah adalah bulan di mana umat Islam yang mampu melakukan ibadah haji ke Makkah. Haji sendiri merupakan rukun Islam yang kelima, jadi pastinya bulan ini jadi sangat spesial buat yang sedang menunaikan haji.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |