Chip Langka dan Harga Naik, Ini Kebijakan Google Cloud

1 week ago 34

PERUSAHAAN Google Cloud mengupayakan agar harga layanannya tetap berada pada tingkat yang sesuai di tengah kelangkaan dan kenaikan harga chip global. Meski demikian, perusahaan tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian harga apabila biaya komponen tersebut terus meningkat.

Country Director Indonesia Google Cloud Karim Siregar mengatakan kelangkaan chip tidak hanya berdampak pada Google, tapi juga seluruh penyedia layanan komputasi cloud (hyperscaler).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kalau kita lihat secara menyeluruh, ini dampaknya adalah kepada seluruh hyperscaler juga. Jadi tentunya bukan hanya Google. Kalau kami sendiri, kami akan mencoba sebisanya untuk memastikan harga itu di level yang tepat,” kata Karim dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. 

Karim menjelaskan kapasitas penyedia komputasi global untuk satu hingga dua tahun ke depan telah dipesan sepenuhnya sehingga harga layanan saat ini masih dapat dipertahankan. “Tapi kalau memang ada lonjakan harga yang sangat-sangat tinggi memang kami harus melakukan penyesuaian,” tuturnya.

Sementara itu, Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific Moe Abdula mengatakan industri teknologi global tengah menghadapi lonjakan permintaan akselerator akal imitasi (AI), seperti Graphic Processing Unit (GPU) dan Tensor Processing Unit (TPU).

Menurut dia, Google Cloud berupaya memenuhi kebutuhan akselerator AI melalui pengembangan teknologi internal sekaligus menjalin kerja sama dengan mitra di tengah terbatasnya pasokan komponen.

“Kami menyediakan TPU yang kami kembangkan sendiri kepada pelanggan kami dan kami juga menawarkan GPU kepada mereka,” kata Moe. “Kami adalah mitra kuat NVIDIA dan kami menyediakan GPU. Jadi tidak ada kekhawatiran atau masalah saat ini untuk bekerja memenuhi permintaan tersebut.”

Moe mengatakan Google telah mengembangkan TPU sejak lama sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan komputasi untuk menjalankan teknologi AI. Menurutnya, kebutuhan komputasi AI jauh lebih besar dibandingkan sistem komputasi konvensional sehingga mendorong perusahaan mengembangkan akselerator khusus.

“Apa yang bisa saya sampaikan adalah di Google kami menciptakan TPU sejak lama, ketika kami menyadari bahwa sistem AI membutuhkan sesuatu yang berbeda,” ucapnya.

Ia menambahkan GPU masih tetap dibutuhkan di sejumlah wilayah karena tidak semua pusat data dirancang untuk mendukung penggunaan TPU. Karena itu, Google terus menjalin kemitraan dengan NVIDIA sebagai pemasok GPU untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |