- Apa doa yang dianjurkan dibaca jemaah di antara dua khutbah Jumat?
- Apa yang disunnahkan bagi khatib saat duduk di antara dua khutbah?
- Mengapa waktu di antara dua khutbah Jumat dianggap mustajab untuk berdoa?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Doa di antara 2 khutbah Jumat merupakan salah satu waktu yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Waktu ini terjadi saat khatib duduk sejenak di atas mimbar sebagai pemisah antara khutbah pertama dan kedua dalam pelaksanaan shalat Jumat.
Hari Jumat sendiri adalah rajanya hari yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan, sehingga setiap amalan di dalamnya memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT. Keutamaan waktu ini didasarkan pada hadits shahih riwayat Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Di hari tersebut (Jumat) terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya sedangkan ia dalam keadaan berdiri shalat memohon sesuatu kepada Allah, melainkan akan Allah berikan padanya" (Muttafaq 'Alaih).
Imam al-Nawawi dalam kitabnya al-Minhaj Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa waktu mustajab tersebut mencakup saat khatib duduk di atas mimbar hingga selesai shalat, dan pendapat ini didukung oleh hadits riwayat Abu Musa al-Asy'ari. Berikut ini adalah doa di antara 2 khutbah Jumat, bagi khatib dan jemaah.
Doa di Antara 2 Khutbah Jumat
Amalan Khatib di Antara Dua Khutbah
Bagi khatib (imam), terdapat kesunahan untuk membaca ayat-ayat al-Qur'an saat duduk di antara dua khutbah. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Ibnu Hibban yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca sebuah ayat al-Qur'an dalam duduknya di antara dua khutbah.
Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dari madzhab Syafi'i dalam kitab al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra menjelaskan bahwa disunnahkan bagi khatib membaca surah al-Ikhlas. Surah ini lebih utama dibaca dibandingkan surah lainnya karena memiliki keutamaan dan kekhususan yang melebihi surah-surah lain. Beliau mengutip dari kitab al-'Ubâb: "Disebutkan dalam kitab al-'Ubâb, bahwa disunahkan bagi khatib membaca surah al-Ikhlas."
Meskipun demikian, beliau juga mencatat bahwa tidak ada ulama yang menjelaskan secara khusus tentang kesunahan membaca surah al-Ikhlas bagi khatib di saat duduk antara dua khutbah selain yang didasarkan pada keumuman anjuran membaca ayat al-Qur'an pada waktu tersebut.
Bacaan surat Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Doa di Antara 2 Khutbah Jumat yang Dibaca Bilal
Berikut ini adalah doa di antara dua khutbah Jumat yang dibaca bilal:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَنْعِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلَالِكَ وَكَمَالِكَ عَلٰى زَيْنِ عِبَادِكْ، وَاَشْرَفِ عِبَادِكَ، سَيِّدِاْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ، وَاِمَامِ طَيْبَةَ وَاْلحَرَمِ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّمْ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ
Latin: Allahumma shalli wa sallim, wa zid wa an'im wa tafadhdhal wa baarik, bijalaalika wa kamaalika 'alaa zaini 'ibaadik, wa asyrafi 'ibaadik, sayyidil 'arabi wal 'ajami, wa imaami thaybata wal harami, sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallim, wa radhiyallaahu tabaaraka wa ta'aalaa 'an kulli shahaabati rasuulillaahi ajma'iin.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam, tambahkanlah nikmat, anugerahkanlah karunia, dan berkahilah dengan keagungan dan kesempurnaan-Mu kepada sebaik-baik hamba-Mu, semulia-mulia hamba-Mu, penghulu bangsa Arab dan 'Ajam, pemimpin Thaybah (Madinah) dan Tanah Haram (Makkah), junjungan dan tuan kami Muhammad, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta semoga Allah Ta'ala meridhai seluruh sahabat Rasulullah secara keseluruhan."
Doa yang Dianjurkan untuk Jemaah
Terdapat beberapa pilihan doa yang dapat dibaca oleh jamaah saat khatib duduk di antara dua khutbah:
1. Doa Sayyidul Istighfar (Doa Paling Utama)
Para ulama, termasuk Buya Yahya, menyarankan untuk membaca doa Sayyidul Istighfar di waktu ini. Buya Yahya menjelaskan: "Dianjurkan di antara dua khutbah itu berdoa apa saja, karena itu saat dikabulnya doa. Namun sebagian ulama menyarankan untuk membaca doa Sayyidul Istighfar."
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta khalaqtani. Wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri ma shana'tu. Abu'u laka bini'matika 'alayya. Wa abu'u bidzanbi. Faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dengan-Mu dan janji-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu aku mengakui segala nikmat-Mu atasku. Dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."
Doa Sayyidul Istighfar ini merupakan doa istighfar paling utama sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari no. 6306.
2. Doa Shalawat untuk Nabi Muhammad SAW
Selain Sayyidul Istighfar, jamaah juga dapat membaca doa yang berisi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang lazim dibacakan oleh bilal di antara dua khutbah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ ، وَزِدْ وَاَنْعِمْ وَتَفَضَلْ وَبَارِكْ ، بِجَلَالِكَ وَكَمَالِكَ عَلٰى زَيْنِ عِبَادِكْ ، وَاَشْرَفِ عِبَادِكَ ، سَيِّدِاْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ ، وَاِمَامِ طَيْبَةَ وَاْلحَرَمِ
Latin: Allahumma shalli wa sallim, wa zid wa an'im wa tafadhdhal wa baarik, bijalaalika wa kamaalika 'alaa zaini 'ibaadik, wa asyrafi 'ibaadik, sayyidil 'arabi wal 'ajami, wa imaami thaybata wal harami
3. Doa Singkat
Berikut doa lain yang diriwayatkan dari laman Pondok Pesantren Lirboyo yang dapat dibaca di antara dua khutbah:
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَزِدْ وَدُمْ وَانْعِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ بِحَلَالِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى دِيْنِ عِبَادِكَ وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ وَتَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam, tambahkanlah nikmat, kekalkanlah, anugerahkanlah karunia, dan berkahilah dengan kehalalan-Mu dan kesempurnaan-Mu atas agama hamba-hamba-Mu dan sebaik-baik hamba-Mu, yaitu junjungan dan tuan kami Muhammad, serta kepada keluarganya dan para sahabatnya. Dan semoga Allah meridhai seluruh sahabat secara keseluruhan."
Namun, jika merasa kesusahan untuk menghafal doa tersebut, silakan berdoa dengan doa yang dihafal.
4. Doa Sesuai Hajat
Yang terpenting, tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada waktu tersebut. Imam Nawawi dalam kitab Tahriru Alfazhit Tanbih menyatakan bahwa waktu di antara duduknya khatib di atas mimbar hingga salam imam termasuk waktu ijabah, sehingga jamaah dapat memanjatkan doa apa pun sesuai kebutuhan dan hajatnya.
Adab Berdoa di Antara Dua Khutbah
Agar doa yang dipanjatkan lebih khusyuk dan beradab, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan:
1. Berdoa dengan Suara Pelan
Para jamaah dianjurkan untuk berdoa dengan suara pelan agar tidak mengganggu jamaah lainnya. Sebagaimana ditegaskan dalam kitab al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra: "Saat mereka berdoa, yang lebih utama adalah dibaca dengan pelan, sebab membaca dengan keras dapat mengganggu jamaah Jumat yang lain dan karena membaca dengan suara pelan adalah cara yang lebih utama dalam berdoa kecuali terdapat kondisi tertentu yang menuntut dibaca dengan keras."
2. Diam dan Menyimak Saat Khatib Berkhutbah
Ini adalah adab yang paling fundamental. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغِيتَ
Artinya: "Ketika kamu berkata 'diam' kepada temanmu saat hari Jumat, sementara imam sedang berkhutbah, maka shalat Jumatmu sia-sia." (Muttafaq 'Alaih)
3. Menghadap ke Arah Khatib
Syekh Zakariya al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib menyatakan disunahkan bagi jamaah Jumat untuk menghadap ke arah khatib. Selain sebagai bentuk etika, hal ini juga agar jamaah memperoleh keutamaan menghadap kiblat.
4. Tidak Berbicara atau Melakukan Hal yang Sia-sia
Ketika khatib telah naik mimbar, seorang jamaah hendaknya diam dan menyimak pesan khutbah yang disampaikan. Berbicara ketika khatib sedang berkhutbah dapat membuat shalat Jumat menjadi sia-sia.
5. Mengaminkan Doa Khatib
Ketika khatib memanjatkan doa (terutama pada khutbah kedua), dianjurkan bagi jamaah untuk mengucapkan "aamiin". Namun demikian, mengucapkannya tidak dengan suara yang terlalu keras agar tidak mengganggu jamaah lainnya.
6. Disunnahkan Membaca Hamdalah dan Shalawat Sebelum Berdoa
Sebelum memanjatkan doa, disunnahkan terlebih dahulu membaca hamdalah (alhamdulillah) dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para ulama bahwa membaca hamdalah dan shalawat sebelum berdoa dapat meningkatkan peluang terkabulnya doa.
Keutamaan Doa di Antara Dua Khutbah
Berikut beberapa keutamaan berdoa di antara dua khutbah Jumat:
1. Termasuk Waktu Mustajab untuk Berdoa
Sebagaimana hadits Abu Hurairah RA di atas, waktu di antara duduknya khatib hingga salam imam termasuk saat-saat di mana doa seorang Muslim sangat mungkin dikabulkan oleh Allah SWT.
2. Peluang Mendapatkan Ampunan dan Keberkahan
Waktu di antara dua khutbah merupakan kesempatan emas bagi khatib dan jamaah untuk memperbanyak doa demi meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
3. Disunnahkan oleh Para Ulama Besar
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa berdoa ketika khatib duduk di antara dua khutbah adalah perbuatan baik dan disunnahkan.
4. Mendapatkan Pahala karena Memanfaatkan Waktu Ibadah
Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Memanfaatkan waktu-waktu mustajab di dalamnya, termasuk waktu di antara dua khutbah, akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.
5. Kesempatan Memohon Hajat Dunia dan Akhirat
Pada waktu ini, seorang Muslim dapat memanjatkan doa untuk segala hajatnya, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi, karena doa pada saat itu memiliki peluang besar untuk diijabah.
People also Ask:
Apa doa diantara 2 khutbah Jumat?
Allahumma sholli wa sallim, wa zid waan'im wa tafaddzol wa baarik, bijalaalika wa kamaalika 'alaa zaini 'ibaadik, wa asyrofi 'ibaadik, sayyidil 'arabi wal 'ajami, wa imaami thoibati wal haromi, sayyidinaa wa maulaanaa muhammadiw wa'alaa aalihii wa sohbihii wa sallim wa rodhiyallaahu tabaaroka wa ta'aalaa 'an kulli
Apa yang dibaca saat jeda khutbah?
Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Koreksi Doa dan Zikir antara yang Sunnah dan Bid'ah' karya Bakr bin Abdullah Abu Zaid, saat khatib sedang duduk dalam jeda dua khutbah, ada yang menyebut anjuran untuk membaca Surat Al-Ikhlas
Apa yang dilakukan saat jeda khutbah Jumat?
Sementara bagi jamaah Jumat, yang dianjurkan adalah menyibukan diri dengan berdoa. Sebab berdoa pada saat khatib duduk di antara dua khutbah diijabah oleh Allah. Dan yang dianjurkan adalah berdoa dengan suara pelan, agar tidak mengganggu jamaah lainnya.
Apa yang sebaiknya kita lakukan di antara waktu 2 khutbah?
Lazim kita saksikan praktek shalat Jum'at di masyarakat ketika Khatib (orang yang berkhutbah) duduk diantara dua khutbah biasanya Muraqqi (orang yang mengumandangkan adzan, iqamah dan tarqiyah) langsung membacakan shalawat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504244/original/075918900_1771228828-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3062884/original/002425400_1582862191-20200227-Mekah-Pasca-Penghentian-Sementara-Ibadah-Umrah-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395967/original/071256700_1761722354-6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548498/original/018512500_1775542937-IMG_20260407_114415.jpg.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546602/original/090949100_1775356160-2877e324-fd41-4a4c-a1fc-6bcb6302739e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5116935/original/013302500_1738379955-1738376234285_tujuan-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1697411/original/064903100_1504238978-20170901-Jokowi-Salat-di-Sukabumi-FP2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446684/original/008166500_1765938578-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-17T092732.158.jpg)