Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Salah satu momen istimewa di dalamnya adalah sepertiga malam terakhir, yang juga dikenal sebagai waktu sahur.
Dalam ebook “Saat Tiga Waktu Terkabulnya Do’a di Bulan Ramadhan, Al Fitri menjelaskan bahwa waktu ini adalah salah satu dari tiga waktu mustajab untuk berdoa. Di saat inilah Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya yang berdoa dengan penuh keikhlasan dan keimanan.
Sebagaimana termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari & Muslim)
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan doa dan istighfar di waktu sahur sangat mudah dikabulkan. Di bulan Ramadhan, momentum ini semakin istimewa karena bertepatan dengan suasana ibadah, ketenangan, dan kekhusyukan.
1. Doa Tahajud
Berikut doa setelah sholat tahajud yang antara lain dapat ditemukan dalam al-Adzkar karya Imam an-Nawawi halaman 25.
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْححَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِييُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Latin: Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wasallama haq. Was sa‘atu haq.
Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.
2. Doa Memohon Ampunan (Istighfar)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
atau Sayyidul Istighfar:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta robbi la illa ha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abu u laka bini’matika ‘alayya wa wa abu u dibdzanbi fahgfirli fa innahu la yaghfirudz dzunaba illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
3. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbana atina fid dunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban naar.
Arti: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
4. Doa Memohon Rahmat dan Hidayah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي وَتَجْمَعُ بِهَا أَمْرِي وَتَلُمُّ بِهَا شَعْثِي وَتَرْفَعُ بِهَا ذِكْرِي وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ
Latin:Allahumma inni as-aluka rahmatan min ‘indika tahdi biha qalbi wa tajma’u biha amri wa talummu biha sya’thi wa tarfa’u biha dzikri wa tuzakki biha ‘amali wa tulhimuni biha rusydi wa taruddu biha ulfati wa ta’shimuni biha min kulli suu’.
Arti:“Ya Allah, aku memohon rahmat dari-Mu yang dapat menuntun hatiku, mengumpulkan urusanku, memperbaiki kesulitanku, mengangkat sebutanku, membersihkan amalanku, memberiku ilham petunjuk, mengembalikan keakraban, dan melindungiku dari segala keburukan.”
Hikmah Doa di Sepertiga Malam Ramadhan
Berikut adalah beberapa hikmah utama dari berdoa di sepertiga malam, terutama selama bulan Ramadhan:
1. Waktu Turunnya Rahmat dan Dekatnya Allah SWT
Berdasarkan hadis Nabi SAW, Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya. Pada waktu ini, Allah lebih dekat dengan hamba-Nya, sehingga doa lebih mudah dikabulkan dan rahmat Allah melimpah.
2. Kondisi Hati yang Lebih Khusyuk dan Suci
Sepertiga malam adalah waktu yang sunyi, tenang, dan jauh dari kesibukan dunia. Hati lebih mudah fokus, khusyuk, dan bersih dari gangguan, sehingga doa terasa lebih ikhlas dan mendalam.
3. Momentum Istimewa di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana segala ibadah dilipatgandakan pahalanya. Berdoa di sepertiga malam Ramadhan menggabungkan dua keutamaan: waktu mustajab dan bulan mulia, sehingga peluang dikabulkan doa semakin besar.
4. Latihan Disiplin Rohani dan Pengendalian Diri
Bangun di sepertiga malam membutuhkan kesungguhan untuk melawan rasa kantuk dan kemalasan. Ini melatih kesabaran, disiplin, dan ketakwaan, serta menguatkan tekad untuk mendekatkan diri kepada Allah.
5. Waktu yang Disarankan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW sendiri secara konsisten melakukan qiyamul lail (shalat malam) dan berdoa di waktu ini. Mengikuti sunnah Nabi SAW membawa keberkahan dan mendekatkan diri kepada teladan terbaik umat Islam.
6. Saat Terbaik untuk Introspeksi dan Istighfar
Di keheningan malam, seseorang lebih mudah merenung, mengevaluasi diri, dan memohon ampunan. Membersihkan hati dari dosa-dosa dan memulai hari dengan ketenangan batin.
7. Peluang Terbebas dari Api Neraka
Dalam hadis disebutkan bahwa pada setiap malam Ramadhan, Allah membebaskan banyak hamba dari neraka. Berdoa di sepertiga malam meningkatkan peluang termasuk ke dalam golongan yang diampuni dan diselamatkan.
People also Ask:
1/3 malam terakhir itu jam berapa?
Sepertiga Malam itu Batasnya Jam Berapa (Untuk Tahajjud)Sepertiga malam terakhir dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari hingga masuk waktu Subuh, dan merupakan waktu paling utama dan mustajab untuk berdoa serta sholat Tahajud, karena Allah SWT diyakini turun ke langit dunia untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya. Waktu ini bisa dihitung dengan membagi total durasi malam (dari Maghrib hingga Subuh) menjadi tiga bagian, lalu ambil bagian terakhirnya.
Apa doa untuk malam terakhir Ramadan?
Doa di malam terakhir Ramadan
Ya Allah: (mohon) janganlah Engkau jadikan puasa yang aku jalani di bulan Ramadhan ini sebagai puasa terakhirku (seumur hidup) . Aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai fajar menyingsing tanpa aku diampuni dosa-dosaku.
Apa doa yang sering dibaca saat Ramadhan?
Doa yang dapat dibaca adalah, “Allahumma laka shumtu, wa 'ala rizqika afthortu, dzaHabazhzhomaa u, wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allahu.”
Apa itu doa di sepertiga malam?
Berdoa di sepertiga malam terakhir adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Keutamaan berdoa pada waktu ini sangat besar dan memiliki berbagai manfaat, baik untuk dunia maupun akhirat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






