Selain berdoa dan berdzikir, melaksanakan ibadah sholat dan amalan lainnya juga dapat membantu dalam urusan menagih hutang dari jarak jauh. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain sholat tahajud dengan bacaan surat tertentu, membaca Ayat Kursi, dan melaksanakan puasa sunat.
Sholat tahajud merupakan salah satu sholat sunat yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Waktu malam, terutama sepertiga malam terakhir, merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Untuk urusan menagih hutang, dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahajud dengan membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Insyirah sebanyak 3 kali. Kemudian, bacalah Surat An-Nashr sebanyak 4 kali dan Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali. Setelah sholat, tutup dengan dzikir:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَسَيْطَانٍ مَرِنٍ، وَشَمْتَةِ الْأَعْدَاءِ
Allahhumma inni, a'u zubikamin, gholabatid daini, wasyamatatil, aqda'a.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya hutang, kejahatan orang yang suka menzalimi, dan ejekan musuh."
Doa ini memiliki makna yang sangat dalam, di mana kita memohon perlindungan Allah SWT dari beratnya hutang (baik hutang kita sendiri maupun hutang orang lain kepada kita yang sulit tertagih), dari kejahatan orang-orang yang menzalimi (termasuk orang yang sengaja tidak membayar hutang), dan dari ejekan musuh (termasuk cemoohan orang-orang yang merendahkan kita karena tidak bisa menagih hutang).
Membaca Ayat Kursi juga dapat menjadi amalan yang bermanfaat dalam urusan menagih hutang. Ayat Kursi merupakan salah satu ayat yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Dengan membaca Ayat Kursi secara rutin, diharapkan Allah SWT memberikan perlindungan dan kemudahan dalam segala urusan, termasuk dalam urusan menagih hutang. Ayat Kursi berbunyi:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Melaksanakan puasa sunat juga dapat menjadi amalan yang bermanfaat dalam urusan menagih hutang. Puasa merupakan ibadah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Dengan berpuasa, diharapkan doa kita lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Beberapa hari yang dianjurkan untuk berpuasa sunat antara lain hari Senin dan Kamis, tengah bulan (13, 14, 15 dalam penanggalan Hijriah), atau pada hari-hari yang memiliki keutamaan khusus seperti hari Arafah dan hari Asyura.
Menagih hutang, terutama dari jarak jauh, dapat menjadi situasi yang tidak nyaman bagi banyak orang. Namun, dengan pendekatan yang tepat, termasuk mengamalkan doa-doa yang telah diajarkan dalam Islam, proses penagihan dapat dilakukan dengan lebih santun dan efektif.