- Setelah adzan disunahkan membaca apa?
- Bagaimana cara menjawab adzan yang benar?
- Apa bacaan untuk menjawab lafadz adzan Hayya ala Sholah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui doa menjawab adzan isya lengkap latin dan arti dapat menjadi modal memperoleh hikmah di seruan syiar sholat fardhu penutup hari. Adzan Isya adalah seruan terakhir dari rangkaian shalat lima waktu dalam sehari, menandakan bahwa umat Islam dipanggil kembali untuk menghadap Sang Pencipta sebelum beristirahat.
Seperti dijelaskan oleh M. Hadri Hasan dalam jurnal "Peran Suara Azan sebagai Syiar dalam Islam", adzan bukanlah sekadar penanda waktu. Adzan merupakan syiar Islam yang sarat dengan pesan dakwah.
Di dalam lafadz-lafadznya terkandung seruan tauhid dan ajakan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat melalui sholat. Adzan juga berfungsi sebagai bentuk syiar agama yang harus dijaga dan dipelihara sakralitasnya, sebagai bagian dari tanda ketakwaan hati.
Maka itu, umat Islam perlu menyambut seruan syiar ini. Artikel ini akan mengulas doa menjawab adzan Isya, mulai dari tata cara menjawab setiap kalimat adzan, doa setelah adzan, hingga keutamaannya.
Doa Menjawab Adzan Isya Lengkap Latin dan Arti, Lengkap Tata Caranya
Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri RA, beliau bersabda: "Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin." (HR. Muslim no. 383).
Berikut adalah panduan lengkap menjawab setiap kalimat adzan Isya:
Saat muadzin mengucapkan: ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar, Allahu Akbar)
Jawaban:
ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Saat muadzin mengucapkan: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ (Asyhadu alla ilaha illallah)
Jawaban:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ
Latin: Asyhadu alla ilaha illallah
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Saat muadzin mengucapkan: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ (Asyhadu anna Muhammadar rasulullah)
Jawaban:
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ
Latin: Asyhadu anna Muhammadar rasulullah
Artinya: Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
Saat muadzin mengucapkan: حَيَّ عَلَى ٱلصَّلَاةِ (Hayya ‘alash sholah - Marilah menuju sholat)
Jawaban:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ
Latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billah
Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah
Saat muadzin mengucapkan: حَيَّ عَلَى ٱلْفَلَاحِ (Hayya ‘alal falah – Marilah menuju kemenangan/kebahagiaan)
Jawaban: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ
Latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billah
Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah
Saat muadzin mengucapkan: ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar, Allahu Akbar)
Jawaban:
ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Saat muadzin mengucapkan: لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ (Laa ilaaha illallah – Tiada Tuhan selain Allah)
Jawaban:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ
Latin: Laa ilaaha illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.
Doa Setelah Adzan (Umum)
Setelah selesai menjawab seluruh kalimat adzan, umat muslim dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 614) dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah RA.
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aad.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan tinggi di surga) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.”
Doa Setelah Adzan Isya
Doa Setelah Adzan (Umum)
Setelah selesai menjawab seluruh kalimat adzan, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 579) dari sahabat Jabir bin 'Abdillah RA.
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Latin: Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtah.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan tinggi di surga) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan."
Doa Setelah Adzan dengan Tambahan Lafadz
Sebagian riwayat menyebutkan tambahan lafadz dalam doa setelah adzan, yang lengkapnya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيعَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Latin: Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wasy syarafa wad darajatal 'aaliyatar rafii'ah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtah, innaka laa tukhliful mii'aad.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berilah wasilah dan keutamaan, kemuliaan dan derajat yang tinggi lagi mulia kepada Nabi Muhammad, bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji."
Alhafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya An Nukat menyatakan bahwa tambahan kalimat "innaka laa tukhliful mi'aad" (sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji) boleh saja dibaca, tetapi tetap lebih utama tanpa adanya penambahan kalimat ini.
Amalan Sunnah Setelah Doa Adzan
Dalam kitab Asna al-Mathalib karya Imam Zakaria al-Anshary, disunnahkan bagi muadzin untuk membaca shalawat seusai mendengarkan adzan, yang paling utama yaitu shalawat Ibrahimiyyah:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad kama shallaita 'ala sayyidina Ibrahim, wa 'ala ali sayyidina Ibrahim, wa barik 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala ali sayyidina Ibrahim, innaka Hamidun Majid.Artinya:
Artinya. "Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau merahmati Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Makna Doa Menjawab Adzan
Doa menjawab adzan mengandung beberapa pesan mendalam yang perlu dipahami:
1. Pengakuan terhadap Kebesaran Allah
Kalimat "Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah" (Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini) merupakan pengakuan bahwa adzan adalah seruan yang berasal dari Allah SWT dan mengandung kebenaran mutlak. Ini mengingatkan kita bahwa di balik suara adzan, ada kekuasaan Ilahi yang mengatur seluruh alam semesta.
2. Pengagungan terhadap Ibadah Shalat
Frasa "wash shalaatil qaa-imah" (dan shalat yang didirikan) menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa. Shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Dengan menyebut shalat dalam doa ini, kita mengagungkan kedudukannya.
3. Permohonan untuk Nabi Muhammad SAW
Inti dari doa ini adalah permohonan al-wasilah (kedudukan tertinggi di surga) dan al-fadhilah (keutamaan) untuk Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada beliau. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang memohonkan untukku al-wasilah, maka akan mendapat syafaatku."
4. Permohonan Kedudukan Terpuji
Doa ini juga memohon agar Allah membangkitkan Rasulullah SAW pada maqaaman mahmuuda (kedudukan yang terpuji), yang dalam tafsir para ulama merujuk pada hak syafaat di hari kiamat. Dengan mendoakan kedudukan terpuji ini, seorang muslim juga berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.
5. Pengakuan atas Janji Allah
Penutup doa "innaka laa tukhliful mii'aad" (Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji) adalah bentuk pengakuan bahwa Allah Maha Menepati janji, sehingga doa yang dipanjatkan akan dikabulkan.
Hikmah dan Keutamaan Menjawab Adzan
1. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat
Keutamaan paling agung dari membaca doa setelah adzan adalah mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah SAW di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang setelah selesai mendengar azan kemudian berdoa dengan doa tersebut, maka ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat." (HR. Bukhari no. 579)
Syafaat ini sangat dibutuhkan oleh setiap hamba di padang mahsyar yang begitu dahsyat. Dengan izin Allah, Rasulullah SAW akan memberikan pertolongan kepada umatnya yang beriman.
2. Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tidak Tertolak
Waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu." (HR. Ahmad)
Ini adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk memanjatkan hajat dan keperluannya kepada Allah SWT. Di waktu yang penuh berkah ini, Allah lebih dekat kepada hamba-Nya.
3. Dicatat sebagai Saksi Kebaikan
Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah suara muadzin didengar oleh jin, manusia, dan segala sesuatu, melainkan semua akan menjadi saksi untuknya di hari kiamat." (HR. Bukhari no. 574)
Setiap makhluk yang mendengar adzan akan menjadi saksi kebaikan bagi muadzin dan bagi mereka yang menjawabnya.
4. Mendapat Ampunan Dosa
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa barangsiapa yang mendengar muadzin lalu mengucapkan: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai Rasulku, dan Islam sebagai agamaku."
Maka dosanya akan diampuni. Amalan ini sederhana namun memberikan ampunan dosa yang besar. Sebagaimana dikatakan Syekh Ali Jaber, "Amalan kecil, sederhana, tapi ampunan dosa banyak."
5. Dicatat sebagai Ahli Surga
Dalam hadits riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mengucapkan seperti ini (menjawab adzan) dengan yakin, niscaya dia masuk surga."
6. Menyempurnakan Ibadah Shalat
Membaca doa setelah adzan dan iqamah menjadi persiapan spiritual sebelum melaksanakan shalat. Ini menambah kekhusyukan dan kesiapan hati untuk menghadap Allah SWT. Dengan membiasakan diri membaca doa ini, hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT.
People Also Ask:
Setelah adzan disunahkan membaca apa?
“Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah.
Bagaimana cara menjawab adzan yang benar?
Cara menjawab adzan adalah dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan adzan yang bunyinya “hayya alash shalaah” dan “hayya 'alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan : “laa haula walaa quwwata illa billahi.”
Apa bacaan untuk menjawab lafadz adzan Hayya ala Sholah?
Bukhari dan Muslim). Artinya, setiap lafazh azan diikuti dengan ucapan yang sama, kecuali pada kalimat hayya 'alash sholah dan hayya 'alal falah. Pada bagian ini, kita dianjurkan untuk menjawab dengan kalimat: “Laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Apa yang dibaca ketika menjawab adzan?
Jawaban Adzan
Cara menjawab adzan yaitu dengan melafalkan kalimat yang sama dengan yang diucapkan muadzin. Dengan kata lain, kita menjawab dengan mengulangi kalimat yang diucapkan muadzin. Artinya: “Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253548/original/037891900_1750053354-000_34QQ7PD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283638/original/035360600_1604212714-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377371/original/072074600_1760091737-Sholat_Sunna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5005172/original/060424600_1731569782-media_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/999349/original/080383000_1443076430-20150924-Salat-Idul-Adha-di-Jatinegara-Jakarta-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)

