Doa Tahlil Latin Lengkap untuk Mendoakan Orang yang Telah Meninggal

17 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Tahlil merupakan amalan mulia dalam Islam untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal. Banyak yang mencari doa tahlil latin sebagai panduan praktis. Namun perlu diingat, tidak ada satu versi baku transliterasi latin doa tahlil. Variasi bacaan mungkin berbeda sedikit tergantung dialek dan cara pembacaan, namun inti dan makna tetap sama: memuji Allah SWT, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan mendoakan arwah.

Doa tahlil biasanya dibaca pada berbagai peringatan kematian, seperti 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan haul (setahun). Selain itu, tahlil juga sering dipanjatkan pada peringatan arwah (ruwahan) di bulan Ruwah, akhir Sya'ban, dan akhir Ramadhan. Amalan ini dipercaya memberikan manfaat bagi arwah yang didoakan, sekaligus bagi yang mendoakannya, sebagai bentuk penghormatan dan permohonan ampun.

Membaca doa tahlil latin, atau dalam bahasa Arab aslinya, diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan kedekatan kita kepada Allah SWT. Dengan memahami makna setiap bacaan, kita dapat lebih khusyuk dalam berdoa dan merasakan kedalaman spiritualitas amalan ini. Berikut ini panduan lengkap bacaan doa tahlil, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya, untuk membantu Anda dalam mendoakan orang-orang terkasih yang telah kembali ke Rahmatullah.

Simak doa tahlil latin selengkapnya berikut ini sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (5/4/2025).

Calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto berziarah ke makam ibunya, Dora Sigar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, bersama sang anak Didit Prabowo, Kamis (15/2/2023). Momen ini dilakukan sehari setelah pencoblo...

Pengantar Al-Fatihah

Sebelum memulai bacaan inti doa tahlil latin, biasanya diawali dengan pengantar Al-Fatihah. Berikut bacaannya:

Ila hadrotin nabiyi Shollallahu 'alaihi wasallam, wa alihi wa ikhwanihi minal anbiyaai wal mursaliin wal awliyaai wasyuhadaai washoolihiina washohaabati wattabi'iina wa al 'ulamaai al aamiliin wal mushonnifiina al mukhlisiina wa jamii'il malaaikatil muqarrabiin, Tsumma ila jami'i ahlil kubur minal muslimiina wal muslimaati walmukminiina wal mukminaati min masyaariqil ardhi ila maghoo ribiha barriha wa bahriha, khushushon ilaa abaainaa wa ummahaatiba wa jdaadanaa wa haddaarina wa masyaayikhonaa wa masyaayikhina wa limanijtama'na hahuna bisababihi syaiun lillaahi lahumul fatihah ...

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

Doa ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, para wali, syuhada, dan seluruh kaum muslimin yang telah meninggal. Membacanya diharapkan menjadi perantara syafaat dan rahmat Allah SWT.

Surat Al-Fatihah

Setelah membaca pengantar Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah yang merupakan pembuka Al-Quran (Ummul Kitab). Berikut bacaan surat Al-Fatihah dalam tulisan Arab:

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin. Ar-Rahmaanir-Rahiim. Maaliki yaumid-diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash-shiraathal mustaqiim. Shiraathal-ladziina an'amta 'alaihim ghairil-maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhaalliin.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Surat Al-Fatihah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam tahlilan karena merupakan surat pembuka Al-Quran yang mengandung inti ajaran Islam. Membacanya dalam tahlilan sebagai bentuk doa agar Allah SWT memberikan petunjuk kepada arwah yang didoakan dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang diberi nikmat. Menurut hadits, Al-Fatihah juga disebut sebagai syifa' (obat) dan ruqyah (penawar), sehingga membacakannya untuk arwah diharapkan dapat menjadi penawar dari siksa kubur.

Surat Al-Ikhlas (3x)

Setelah membaca surat Al-Fatihah, doa tahlil latin dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah sebanyak tiga kali. Adapun bacaan surat Al-Ikhlas adalah sebagai berikut:

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah kufuwan ahad (3 kali).

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.’” (3 kali).

Tahlil dan Takbir

Setelah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, doa tahlil latin dilanjutkan dengan membaca tahlil dan takbir. Adapun bacaannya adalah sebagai berikut:

Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar

Artinya: “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Mahabesar.”

Surat Al-Falaq

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a’uudzu birabbil falaq. Minsyarri maa khalaq. Waminsyarri ghaashiqin idzaa waqob. Waminsyarrinnaffaa saatifil uqad. Waminsyarril haasidzin idaa hasad.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’”

Kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil dan takbir untuk sekali lagi.

Surat An-Nas

Setelah membaca tahlil dan takbir, doa tahlil singkat dilanjutkan dengan membaca surat An-Nas. Adapun bacaan surat An-Anas adalah sebagai berikut:

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a'uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas wasufii shudhuurinnaas. Minaal jinnati wannaas.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’”

Setelah selesai membaca surat An-Nas, doa tahlil singkat kembali dilanjutkan dengan bacaan tahlil dan takbir. Setelah itu, doa tahlil singkat dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.

Surat Al-Baqarah Ayat 1-5

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alif laammiim. Dzaalikal kitaabu laaroiba fiihi hudan lil muttaqiin. Alladziina yu'minuuna bilghoibi wayuqiimuunash sholaata wa mimmaa rozaknaa hum yunfiquuna. Walladziina yu'minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqoblika wabil aakhiroti hum yuuqinuun. Ulaa'ika 'alaahudan mirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.”

Surat Al-Baqarah Ayat 163

Setelah itu, doa tahlil latin dilanjutkan dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 163, yakni bacaannya sebagai berikut:

Wa ilaahukum ilaahuw waahid, laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim.

Artinya: “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha Esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Ayat Kursi (Al-Baqarah Ayat 255)

Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qayyum, laa ta'khuzuhu sinatuw wa laa na'um, lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ar, man zallazii yasyfa'u 'indahuu illaa bi'idznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiituna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ard, wa la ya'uduhu hifduhumaa, wa huwal-'aliyyul-'aziim.

Artinya: “Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.”

Surat Al-Baqarah Ayat 284-286

Lillahi maa fis samaawaati wa maa fil ardli, wa in tubduu maa fii anfusikum autukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah. Fa yaghfiru limay yasyaau wa yu’adzdzibu may yasyaau wallaahu ‘alaakulli syai-in qadiir.

Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal muu’minuun kullun aamana billahi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulihii, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaa-luu sami’naa wa atha’naa ghuufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

Laa yukallifullaahu nafsaan illaa wus ‘ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tuaakhidnaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishraan kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qabliinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laathaaqata lanaa bihii. (Wa’fu ‘annaa, waghfir-lanaa warhamnaa) anta maulaanaa fanshuur-naa ‘alal qaumil kaafiriin.

Artinya, “Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan atau merahasiakan apa saja yang di hatimu, maka kamu dengan itu semua tetap akan diperhitungkan oleh Allah. Dia akan mengampuni dan menyiksa orang yang dikehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Rasulullah dan orang-orang yang beriman mempercayai apa saja yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya. ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang rasul dari lainnya.’ Mereka berkata, ‘Kami mendengar dan kami menaati. Ampunan-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami harapkan. Hanya kepada-Mu tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Ia mendapat balasan atas apa yang dia perbuat dan siksaan dari apa yang dia lakukan. ‘Tuhan kami, janganlah Kau siksa kami jika kami terlupa atau salah. Tuhan kami, jangan Kau tanggungkan pada kami dengan beban berat sebagaimana Kau bebankan kaum sebelum kami. Jangan pula Kau bebankan pada kami sesuatu yang kami tidak mampu. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Kau pemimpin kami. Tolonglah kami menghadapi golongan kafir,”.

Shalawat Nabi (3x) dan Istighfar

Allahumma sholli afdholasholaati 'ala as'adi makhluqatika nuuril huda sayyidinaa wamaulanaa muhammadin wa 'ala alihi sayyidinaa muhammad. 'Adadama ma'lumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakaraka rzaakirun. Wa ghofala 'andziktikal ghoofiluuna.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk pemimpin dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarganya, sebanyak pengetahuan-Mu dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Mu pada saat zikir orang-orang yang ingat dan pada saat lengah orang-orang yang lalai berzikir kepada-Mu.”

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca Istighfar.

Tahlil 160 Kali dan Syahadat

Laa ilaaha illallah.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.” (160 kali).

Kemudian, doa tahlil singkat dilanjutkan dengan membaca dua kalimat syahadat.

Laa ilaha Illallah muhammadurrasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya.”

Alaiha nahya waalaiha namutu waalaiha nub’asu insyaallahu taala minal aminin.

Artinya: “Dengan kalimat itu, kami hidup. Dengannya, kami wafat. Dengannya pula insya Allah kelak kami dibangkitkan termasuk orang yang aman.”

Versi Singkat Doa Tahlil Latin

A’uudzu billahi minasy yaithoonir rojiim. Bismillaahir rohmaanirrohiim. Alhamdu lillaahi robbil’aalamiin. Hamdasy syaakiriin, handan naa’imiin, hamday yuwaafii ni’amahuu wa yukaafi’u mazzidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa ‘azhiimi sulthoonik. Alloohumma shalli wa shallim ‘alaa sayyidinaa muhammad, wa’alaa aali sayiidinaa muhammad

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

Doa tahlil, baik yang dibaca dalam bahasa Arab maupun dengan menggunakan doa tahlil latin sebagai panduan, merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dengan memahami makna dan urutan bacaan, kita dapat lebih khusyuk dalam berdoa dan mendoakan arwah orang-orang terkasih. Semoga panduan doa tahlil latin ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam menjalankan ibadah ini dengan lebih baik.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |