Saat Masuk Masjid, Sholat Sunnah Wudhu atau Tahiyatul Masjid Dulu?

19 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sholat sunnah memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, ketika seseorang masuk ke dalam masjid setelah berwudhu, sholat sunnah mana yang sebaiknya didahulukan, sholat sunnah wudhu atau tahiyatul masjid?

Kedua sholat sunnah ini dianjurkan dalam syariat Islam. Sholat sunnah wudhu dilakukan setelah seseorang berwudhu sebagai bentuk penyempurnaan ibadah. Sementara itu, sholat tahiyatul masjid dilakukan sebagai penghormatan terhadap masjid sebelum duduk.

Dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (www.piss-ktb.com), para ulama membahas hukum kedua sholat ini serta bagaimana seseorang bisa memperoleh pahalanya.

Liputan6.com mencoba merangkum persoalan ini dari berbagai sumber fiqih yang menjelaskan bahwa kedua sholat ini bisa digabungkan dalam satu ibadah. Dengan kata lain, seseorang yang melakukan dua rakaat sholat sunnah setelah wudhu juga dianggap telah menunaikan sholat tahiyatul masjid.

Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama Mazhab Syafi’i, seperti yang disebutkan dalam kitab Majmu' karya Imam Nawawi. Bahkan, meskipun seseorang tidak berniat menggabungkan niat, ia tetap mendapatkan pahala dari kedua sholat tersebut.

Namun, Imam Ibnu Hajar memiliki pandangan bahwa pahala sholat tahiyatul masjid hanya didapatkan jika seseorang memang berniat menggabungkannya. Jika tidak ada niat, maka hanya pahala sholat sunnah wudhu yang diperoleh.

Pendapat ini juga diperkuat oleh Ibnu Najm Al-Hanafi yang menjelaskan bahwa masing-masing sholat ini dapat menggugurkan yang lain. Artinya, jika seseorang telah melakukan sholat sunnah wudhu setelah masuk masjid, maka itu sudah cukup tanpa harus mengulang dengan sholat tahiyatul masjid.

Simak Video Pilihan Ini:

Kades Terpilih Desa Batur Banjarnegara yang Hilang Ditemukan

Pandangan Berdasar Sejumlah Kitab

Kitab Fathul Mu’in juga menyebutkan hal serupa, bahwa sholat tahiyatul masjid bisa dilakukan dengan sholat lain, termasuk sholat fardhu, meskipun tanpa niat khusus. Namun, dalam pendapat lain disebutkan bahwa mendapatkan pahala khusus dari sholat tahiyatul masjid tetap bergantung pada niat seseorang.

Dalam Faroidul Bahiyah, disebutkan bahwa menggabungkan niat antara sholat sunnah wudhu dan tahiyatul masjid tidak membatalkan keutamaan salah satunya. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya, sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Penjelasan lebih lanjut dapat ditemukan dalam kitab Asybah Wan Nadzoir, yang menyatakan bahwa sholat sunnah wudhu dan tahiyatul masjid bisa saling menggantikan. Jika seseorang masuk masjid lalu langsung mengerjakan sholat apapun, baik fardhu maupun sunnah, maka ia telah mendapat keutamaan tahiyatul masjid.

Kitab Qowaaid Ibnu Rojab juga menegaskan bahwa seseorang yang masuk masjid dan langsung ikut sholat berjamaah sudah dianggap melaksanakan tahiyatul masjid, meskipun tanpa niat khusus.

Dalam Tuhfatul Ahwadzi, dijelaskan bahwa tujuan utama sholat tahiyatul masjid adalah mengisi tempat ibadah dengan ibadah sholat sebelum melakukan aktivitas lain, seperti duduk. Oleh karena itu, jika seseorang langsung mengerjakan sholat setelah masuk masjid, ia sudah mendapatkan keutamaan tahiyatul masjid, baik dengan niat ataupun tidak.

Dengan berbagai pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada keharusan memilih antara sholat sunnah wudhu dan tahiyatul masjid. Keduanya bisa dilakukan dalam satu ibadah tanpa kehilangan pahalanya.

Gabungkan Saja Niatnya

Bagi yang ingin lebih berhati-hati, bisa berniat menggabungkan keduanya saat mengerjakan dua rakaat sholat sunnah setelah wudhu di dalam masjid.

Namun, jika tidak berniat menggabungkan, ulama berbeda pendapat mengenai apakah pahala tahiyatul masjid tetap diperoleh. Sebagian ulama mengatakan tetap dapat pahala, sementara yang lain menyebutkan harus ada niat khusus.

Bagi yang masuk masjid dan langsung ikut sholat berjamaah atau sholat sunnah lainnya, tidak perlu khawatir karena tetap dianggap telah menunaikan sholat tahiyatul masjid.

Dari berbagai pandangan ulama ini, dapat diambil pelajaran bahwa Islam memberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah, terutama dalam sholat sunnah.

Kedua sholat ini bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi justru bisa menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah dengan tetap memperhatikan niat dan pemahaman fiqih yang benar.

Dengan memahami penjelasan ini, umat Islam diharapkan bisa lebih tenang dan tidak bingung ketika masuk masjid setelah berwudhu. Yang terpenting adalah tetap menjaga niat yang baik dalam beribadah.

Kesimpulannya, baik sholat sunnah wudhu maupun tahiyatul masjid memiliki keutamaannya masing-masing. Dengan memahami fiqihnya, umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan lebih yakin dan tenang.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |