Ray Sahetapy Ucap Syahadat dan Disholatkan di Masjid Istiqlal, UAH Ungkap Istimewanya Mualaf

23 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Masjid Istiqlal kembali menjadi saksi perjalanan spiritual seorang tokoh publik. Aktor legendaris Ray Sahetapy disholatkan di masjid megah tersebut, tempat yang juga menyimpan kenangan awal dirinya memeluk Islam puluhan tahun silam.

Sebelum dikenal sebagai seorang Muslim, Ray lahir dan besar dalam keyakinan Kristen. Namun tak banyak yang tahu bahwa jauh sebelum menikahi penyanyi Dewi Yull, Ray sudah lebih dulu mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal.

Putrinya, Raya Sahetapy, mengungkap kisah tersebut kepada awak media. Ia bercerita bahwa ayahnya memutuskan menjadi mualaf pada tahun 1982, tepat sebelum menikah dengan ibunya.

“Insya Allah, saya baru tahu dari mama kalau ayah masuk Islam tahun 1982, sebelum pernikahan mereka,” ucap Raya, Kamis (3/4/2025), mengenang masa lalu sang ayah.

Ray secara resmi mengikrarkan syahadat di Masjid Istiqlal—sebuah keputusan besar yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Momen itu bukan hanya sakral secara pribadi, tapi juga menyisakan jejak spiritual yang dalam.

Perjalanan Ray menuju Islam tidak selalu mulus. Perbedaan keyakinan sempat menjadi penghalang, terutama dari pihak keluarga Dewi Yull yang menginginkan pasangan seiman. Namun, Ray tetap teguh dengan keputusannya.

Kini, setelah wafatnya, Ray kembali ke tempat awal kisah keislamannya—Masjid Istiqlal—untuk disholatkan oleh kerabat, sahabat, dan orang-orang yang mencintainya.

“Alhamdulillah, dulu masuk Islam di Istiqlal, dan sekarang pun ditutup di Istiqlal. Ini bukan kebetulan,” tutur Raya dengan suara yang bergetar.

Simak Video Pilihan Ini:

Video Ngeri!! Detik-Detik Badai menerjang Batur Banjarnegara

Begini Istimewanya Mualaf

Momen ini tak hanya menjadi perpisahan fisik, tapi juga pengingat bahwa perjalanan iman seseorang adalah sesuatu yang penuh makna dan tak bisa diprediksi.

Di tengah suasana duka, tausiyah dari ustadz muda Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat atau UAH, menjadi penguat bagi banyak hati. Dalam ceramahnya yang dikutip dari kanal YouTube @amalsunnah, ia menjelaskan keistimewaan mualaf di mata Allah.

“Ketika seseorang mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, maka seluruh catatan masa lalunya dihapus,” jelas UAH.

Ustadz Adi Hidayat menyatakan bahwa kalimat syahadat bukan hanya kunci keimanan, tapi juga gerbang dibukanya nilai kehidupan seseorang di sisi Allah.

Sebelum bersyahadat, amal dan dosa seseorang tidak dicatat. Segala aktivitasnya tidak memiliki nilai spiritual karena belum berada dalam lingkar keimanan.

Namun setelah mengikrarkan dua kalimat syahadat, hidupnya dimulai dengan lembaran baru. Segala amal akan mulai ditimbang, dan dosa-dosa sebelumnya tidak lagi diperhitungkan.

Syahadat Ibaratnya Titik Nol

“Syahadat itu ibarat titik nol. Semua yang sebelumnya musnah, dan yang baru mulai dihitung. Bahkan dosa syirik sekalipun akan gugur jika seseorang benar-benar masuk Islam,” lanjut Ustadz Adi Hidayat.

Menurutnya, orang yang baru masuk Islam ibarat bayi yang baru lahir—bersih, tanpa noda, dan siap meniti jalan baru dalam ridha Allah.

Perjalanan Ray Sahetapy menjadi potret nyata bagaimana hidayah datang dengan cara yang tak terduga. Dari aktor yang berlatar non-Muslim, hingga menjadi mualaf yang istiqamah sampai akhir hayat.

Masjid Istiqlal tak hanya menjadi tempat awal ia mengucap syahadat, tapi juga ruang penghormatan terakhir, sebagai penutup kisah seorang Muslim yang telah kembali kepada Tuhannya.

Semoga segala amal ibadah Ray Sahetapy diterima, dosanya diampuni, dan Allah lapangkan kuburnya. Sebuah akhir yang indah, ditutup di rumah Allah tempat ia pernah memulai.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |