Fakta-Fakta Masjid Istiqlal, Tempat Ibadah Ikonik di Mana Ray Sahetapy Mualaf dan Disholatkan saat Meninggal

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Masjid Istiqlal tak sekadar menjadi tempat ibadah umat Islam di Jakarta, tetapi juga menjadi saksi bisu dari kisah spiritual banyak orang, termasuk aktor kawakan Ray Sahetapy. Di masjid inilah Ray memilih berikrar memeluk Islam (mualaf), dan di tempat yang sama pula ia disholatkan setelah meninggal dunia.

Keputusan Ray untuk menjadi mualaf bukan sekadar peralihan agama, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang panjang dan mendalam. Ia mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal pada tahun 1982, sebelum menikah dengan penyanyi Dewi Yull.

Keistimewaan Masjid Istiqlal tak hanya terletak pada ukurannya yang megah, tapi juga nilai simbolik dan sejarahnya. Masjid ini dibangun sebagai lambang kemerdekaan Indonesia, dan dirancang untuk menjadi masjid nasional yang menyatukan umat Islam dari berbagai daerah.

Konon pembangunan masjid dimulai pada 1951 oleh Presiden Sukarno dengan peletakan batu pertama yang disaksikan ribuan orang. Namun proses pembangunannya memakan waktu hingga 17 tahun dan baru diresmikan pada 1978 oleh Presiden Soeharto.

Masjid Istiqlal mampu menampung hingga 200 ribu jemaah. Dengan desain modern yang dirancang oleh Frederich Silaban—seorang Kristen Protestan—masjid ini menjadi simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Mengutip dari laman resmi istiqlal.or.id, desain bangunan ini mengutamakan kemegahan namun tetap mempertahankan kesan sederhana dan fungsional bagi kebutuhan umat Islam.

Letaknya yang berseberangan langsung dengan Gereja Katedral Jakarta mencerminkan semangat kerukunan yang sejak awal ingin ditunjukkan oleh pendirinya. Sukarno ingin memperlihatkan bahwa Indonesia adalah rumah bagi semua golongan.

Simak Video Pilihan Ini:

Kincir Angin dan Panel Surya Terangi Malam Warga Bondan Kampung Laut

Gambaran Masjid Istiqlal

Menariknya, meskipun dirancang oleh arsitek non-Muslim, karya Silaban justru dipilih dalam sayembara desain masjid nasional. Presiden Sukarno bahkan memuji desain itu karena selaras dengan visinya tentang bangunan megah dan abadi.

Keunikan arsitektur Masjid Istiqlal terlihat dari kubah raksasanya yang berdiameter 45 meter, melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia. Masjid ini juga memiliki menara setinggi 66,66 meter sebagai simbol jumlah ayat dalam Al-Qur’an yang mendekati 6.666 ayat.

Masjid Istiqlal bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga menjadi tempat kegiatan sosial dan pendidikan. Berbagai organisasi Islam memanfaatkan ruangan di dalamnya untuk menyelenggarakan acara keagamaan dan kemasyarakatan.

Pada 2020, masjid ini mengalami renovasi besar-besaran dengan anggaran Rp475 miliar. Hasilnya, tampilan masjid kini semakin megah dengan pencahayaan LED, ventilasi modern, dan ornamen islami yang menawan.

Tak hanya itu, Masjid Istiqlal kini juga menjadi salah satu tujuan wisata religi. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung untuk melihat kemegahan dan sejarah yang melekat pada bangunan ini.

Sejumlah tokoh penting dunia juga menyempatkan diri untuk mampir ke masjid ini ketika berkunjung ke Jakarta. Dari Presiden Barack Obama hingga Raja Salman dari Arab Saudi pernah menginjakkan kaki di Istiqlal.

Bagi umat Islam Indonesia, masjid ini menjadi simbol kebanggaan nasional. Istiqlal bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga panggung sejarah yang merekam perjalanan bangsa dalam membangun harmoni dan iman.

Memaknai Masjid Istiqlal Lebih Dalam

Pembangunan masjid ini sempat terhambat oleh kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil. Namun semangat para tokoh nasional dan dukungan umat membuat proyek ini akhirnya rampung dengan hasil yang mengagumkan.

Banyak kegiatan keagamaan besar diselenggarakan di masjid ini setiap tahunnya. Mulai dari sholat Idul Fitri, peringatan Maulid Nabi, hingga tabligh akbar yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Masjid ini juga menjadi tempat sholat Jumat kenegaraan, di mana para pemimpin negara ikut serta bersama rakyat dalam satu barisan. Nuansa kesatuan inilah yang menjadikan Istiqlal lebih dari sekadar bangunan fisik.

Fenomena mualaf di Masjid Istiqlal bukanlah hal baru. Banyak yang datang dengan air mata, membawa keresahan hati, lalu pergi dengan ketenangan setelah mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Hal ini menegaskan bahwa Masjid Istiqlal tak hanya menjadi lambang kebangsaan, tapi juga tempat yang membuka pintu bagi siapa saja yang mencari makna dan ketenangan hidup melalui Islam.

Dari mimbar yang tinggi hingga lantai marmernya yang sejuk, Istiqlal menghadirkan suasana damai yang tidak mudah dilupakan. Ia menjadi saksi bisu atas jutaan doa dan langkah spiritual yang telah ditempuh banyak orang.

Masjid Istiqlal berdiri bukan hanya sebagai mahakarya arsitektur, tetapi juga sebagai simbol pertemuan antara keindahan, iman, dan sejarah. Sebuah ruang yang menghidupkan kembali ruh kebangsaan dan nilai-nilai ketuhanan dalam satu harmoni.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |