Liputan6.com, Jakarta - Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam. Kehadirannya selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia karena menyimpan berbagai keutamaan agung. Untuk itu, kita mesti memahami Dzulhijjah artinya dalam Islam.
Secara etimologi, penamaan bulan Dzulhijjah memiliki makna sejarah yang sangat khas dan mendalam. Dzulhijjah berasal dari dua kata, yaitu "Dzul" yang memiliki arti pemilik, serta "Al-Hijjah" yang berarti Haji.
Orang-orang Arab menamai bulan ini dengan Dzulhijjah karena pada waktu tersebut mereka secara rutin melakukan ibadah haji. Hal tersebut pada hakikatnya merupakan bentuk pelaksanaan dari ajaran-ajaran luhur Nabi Ibrahim Alaihissalam.
Faktanya, kebiasaan berhaji di bulan Dzulhijjah ini telah mengakar kuat di masyarakat dan sudah ada semenjak zaman Jahiliyah. Oleh sebab itu, bulan mulia ini identik dan tidak bisa dilepaskan dari kegiatan ibadah haji.
Agar memahami berbagai makna Dzulhijjah dalam ragam perspektif, merujuk berbagai literatir kontemporer dan klasik, mari simak ulasan Dzulhijjah artinya dalam Islam.
Arti Dzulhijjah, Definisi Etimologis
Secara bahasa, nama Dzulhijjah berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu Dzul yang berarti "pemilik" dan Al-Hijjah yang berarti "haji". Dinamakan demikian karena pada bulan inilah umat Islam melaksanakan ibadah haji ke Baitullah di Makkah.
Tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Jahiliyah, di mana orang-orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelaksanaan ajaran-ajaran Nabi Ibrahim 'Alaihissalam.
Dijelaskan dalam Buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Hanif Luthfi, Lc., MA (halaman 8), "Orang-orang Arab menamai bulan tersebut dengan nama Dzulhijjah adalah karena pada bulan tersebut orang-orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelaksanaan ajaran-ajaran Nabi Ibrahim Alaihissalam, dan kebiasaan ini sudah ada sejak zaman Jahiliyah."
Dzulhijjah sebagai Bulan Haram
Dzulhijjah termasuk salah satu dari Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan/haram). Allah Ta'ala secara khusus menyebutkan keutamaan bulan-bulan ini dalam Al-Qur'an, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Keempat bulan haram tersebut adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Allah Ta'ala berfirman dalam Q.S. Al-Maidah (5): 2:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهَرَ الْحَرَامَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram ..."
Di lain sisi, Rasulullah SAW bersabda: "Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua Jumadil dan Sya'ban."(H.R. Bukhari No. 3025)
Dalam riwayat lain yang juga disebutkan dalam Ebook Keutamaan Bulan Dzulhijjah dari Masjid Al-Ittihad, hadits serupa diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (No. 1512).
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa bulan-bulan haram memiliki kemuliaan khusus karena pada bulan-bulan tersebut, Allah melarang peperangan (kecuali dalam keadaan terdesak) dan melipatgandakan pahala amal kebaikan serta dosa perbuatan maksiat.
Keutamaan Bulan Dzulhijjah
1. Termasuk Asyhurul Hurum (Bulan-Bulan Haram)
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, Dzulhijjah adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. Pada bulan-bulan ini, Allah melarang umat Islam untuk berperang (kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak), dan amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
2. Sepuluh Hari Pertama yang Sangat Istimewa
Keutamaan terbesar bulan Dzulhijjah terletak pada sepuluh hari pertamanya (tanggal 1-10). Beberapa keistimewaannya:
a. Disebutkan Secara Khusus dalam Al-Qur'an
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Fajr (89): 2: "Dan (demi) malam-malam yang sepuluh"
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Adzim menyebutkan dan malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah sepuluh (pertama) dari bulan Dzulhijjah, sebagaimana telah dikatakan oleh Ibnu 'Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan selain mereka baik dari kalangan salaf maupun khalaf.
Dalam Q.S. Al-Hajj (22): 28, Allah juga berfirman: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan menyebut (berdzikir) nama Allah di hari-hari yang telah ditentukan..."
Imam As-Syafi'i menafsirkan al-ayyam al-ma'lumat (hari-hari yang telah ditentukan) sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dengan hari kesepuluh (Idul Adha) sebagai hari terakhirnya. Pendapat ini juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Abu Musa Al-Asy'ari, Mujahid, Qatadah, dan lainnya.
b. Hari Paling Utama di Dunia
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (pertama) dari bulan Dzulhijjah."(HR. Ath-Thabarani)
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (w. 751 H) dalam karyanya menyebutkan perbandingan yang menarik: 10 malam terakhir Ramadhan itu lebih utama daripada 10 malam pertama bulan Dzulhijjah, sedangkan 10 siang pertama Dzulhijjah itu lebih utama daripada 10 siang terakhir bulan Ramadhan.
c. Amalan Paling Dicintai Allah
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah)."
Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, termasuk jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab: "Termasuk jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak ada yang kembali sama sekali."(HR. Bukhari)
d. Dianjurkan Memperbanyak Ibadah
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebabkan oleh terkumpulnya ibadah-ibadah utama di dalamnya, seperti shalat, puasa, sedekah, haji, dan ibadah-ibadah lainnya yang tidak terkumpul di bulan lain.
Amalan-Amalan di Bulan Dzulhijjah
1. Memperbanyak Ibadah dan Amal Shalih
Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amal kebaikan, seperti shalat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan amal shalih lainnya.
2. Puasa Sembilan Hari Pertama (Tanggal 1-9 Dzulhijjah)
Puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan (sunnah). Hari kesepuluh adalah hari raya Idul Adha yang diharamkan untuk berpuasa.
3. Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar.
4. Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Nama Tarwiyah berasal dari kata tarawwa (تروى) yang artinya membawa bekal air, karena pada hari ini para jamaah haji mempersiapkan bekal air untuk perjalanan ke Arafah.
5. Memperbanyak Dzikir, Takbir, Tahlil, dan Tahmid
Menurut madzhab Syafi'i, takbir mutlak (takbir mursal) dimulai sejak terbenamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah (malam hari raya) hingga sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah. Sementara takbir muqayyad (setelah shalat fardhu) dimulai sejak maghrib malam hari raya hingga selesai shalat Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
6. Shalat Idul Adha (Tanggal 10 Dzulhijjah)
Allah Ta'ala berfirman dalam Q.S. Al-Kautsar (108): 2: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah."
7. Menyembelih Hewan Qurban
Ibadah qurban (udhiyyah) disyariatkan pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah). Jumhur ulama (Malikiyah, Syafi'iyah, Hanabilah) berpendapat bahwa qurban adalah sunnah mu'akkadah. Sementara Abu Hanifah berpendapat wajib bagi yang mampu.
8. Larangan Memotong Rambut dan Kuku bagi yang Akan Berkurban
Bagi orang yang berniat untuk berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku setelah masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga selesai menyembelih kurban.
Menurut madzhab Syafi'i, memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkurban pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah hukumnya makruh tanzih (makruh ringan) hingga selesai menyembelih. Larangan ini mencakup seluruh rambut di tubuh, termasuk bulu ketiak, kumis, bulu kemaluan, rambut kepala, dan lainnya.
9. Larangan Berpuasa pada Hari-Hari Tertentu
Ada empat hari yang dilarang untuk berpuasa di bulan Dzulhijjah:
- Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
- Hari-Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Pertanyaan Seputar Dzulhijjah Artinya dalam Islam
Apa arti Dzulhijjah dalam Islam?
Dzulhijjah adalah bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam penanggalan kalender Islam. Secara bahasa, kata ini berasal dari penggabungan dua kata, yakni "Dzu" yang berarti pemilik dan "Al-Hijjah" yang berarti haji. Secara harfiah, Dzulhijjah diartikan sebagai "Bulan Haji" karena pada bulan inilah seluruh rangkaian ibadah haji dilaksanakan.
Kenapa bulan Dzulhijjah sangat istimewa?
Bulan Dzulhijjah sangat istimewa karena menjadi momen berkumpulnya seluruh induk ibadah utama dalam Islam (salat, puasa, sedekah, dan haji) yang tidak ditemukan di bulan lain. Selain itu, terdapat 10 hari pertama yang disebut sebagai waktu paling dicintai Allah SWT untuk melakukan amal saleh.
Apa itu 1 Dzulhijjah?
Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 M. Penetapan ini telah disahkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat.
Arti Nama Dzulhijjah?
Secara bahasa, Dzulhijjah (bahasa Arab: ذو الحجة) berasal dari dua kata, yaitu Dzul (ذو) yang berarti "pemilik" dan Al-Hijjah (الحجة) yang berarti "haji". Sehingga, arti nama Dzulhijjah adalah "pemilik haji" atau "bulan haji".

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158448/original/019123000_1741665178-kata-kata-ijab-kabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457587/original/090285500_1779321221-20150925102649-kumandang-takbir-idul-adha-1436-h-dari-berbagai-penjuru-dunia-012-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3515648/original/043308100_1626760051-20210720-Pemotongan-Hewan-Kurban-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516535/original/022805800_1626851247-pexels-photo-6587473.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516488/original/076834800_1626849309-pexels-asifgraphy-4348424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4478171/original/051039000_1687492216-hari_tasyrik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5597928/original/080198400_1778159546-kartun-nabi-telanjang-diunggah-ke-facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















