Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen paling agung dalam kalender Islam, dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Pertanyaan yang kerap muncul adalah, Idul Adha 2026 Berapa Hijriah?
Selain mengenai kalender Hijriah tersebut, banyak pula umat Islam yang penasaran dengan kapan Idul Adha 2026. Di antara yang ditunggu adalah ibadah kurban, saat yang kaya maupun miskin dapat menikmati daging qurban.
Selain itu, Idul Adha adalah hari yang mulia pada Dzulhijjah yang menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. terdapat berbagai amalan istimewa pada awal Dzulhijah, saat Idul Adha hingga setelahnya.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai Idul Adha 2026, jadwal hingga amalan-amalan yang dianjurkan, merujuk Jurnal Studi Sistem Perhitungan Kalender Hijriah dan Kalender Umat Islam di Indonesia, UIN Suska, Kalender Hijriah Indonesia 2026 Kemenag, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan sumber rujukan lainnya. Simak selengkapnya.
Idul Adha 2026 Berapa Hijriah?
Dalam konteks penentuan Idul Adha 2026, konversi Masehi ke Hijriah merujuk pada perbedaan fundamental antara sistem kalender Syamsiah (Matahari) yang digunakan oleh kalender Masehi dan sistem Kamariah (Bulan) yang digunakan oleh kalender Hijriah.
Berdasarkan penjelasan dalam jurnal Studi Sistem Perhitungan Kalender Hijriah dan Kalender Umat Islam di Indonesia (UIN Suska), kalender Hijriah menggunakan periode sinodis bulan rata-rata 29,530589 hari, sehingga satu tahun Hijriah terdiri dari 354 atau 355 hari—sekitar 10–12 hari lebih pendek daripada tahun Masehi yang 365 atau 366 hari.
Akibat selisih ini, tanggal Masehi untuk peristiwa Hijriah yang sama (misalnya 10 Zulhijah) akan bergeser maju setiap tahunnya.
Untuk mengetahui “Idul Adha 2026 berapa Hijriah”, diperlukan konversi dari tanggal Masehi yang telah ditetapkan (27 Mei 2026) ke dalam penanggalan Hijriah. Metode konversi yang umum digunakan adalah dengan menghitung selisih hari antara tanggal Masehi yang diketahui dengan tanggal patokan (1 Muharam 1 H = 15/16 Juli 622 M) dan membaginya dengan siklus 30 tahun Hijriah (10.631 hari), lalu menentukan tahun, bulan, dan tanggal Hijriah berdasarkan aturan hisab ‘urfi (sistem konvensional) atau hisab hakiki (perhitungan astronomi riil).
Hasil konversi menunjukkan bahwa 27 Mei 2026 M bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1447 H, hari raya Idul Adha. Metode ini juga memperhitungkan kriteria imkan rukyat (visibilitas hilal) seperti yang digunakan oleh Kementerian Agama RI (MABIMS) serta metode wujudul hilal oleh Muhammadiyah, meskipun perbedaan metode dapat menyebabkan perbedaan satu hari.
Jadi, konversi Masehi–Hijriah bukan sekadar tabel, tetapi merupakan aplikasi dari ilmu falak yang menggabungkan hisab (perhitungan) dan rukyat (observasi) untuk menentukan awal bulan dan tanggal penting keagamaan.
Kapan Idul Adha dalam Kalender Masehi?
Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1497 Tahun 2025 telah menetapkan Rabu, 27 Mei 2026 sebagai hari libur nasional dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, dan Kamis-Jumat, 28-29 Mei 2026 sebagai cuti bersama.
1. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 (Kemenag RI)
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah menerbitkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026. Dalam kalender tersebut, 1 Zulhijah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha yang merupakan tanggal 10 Zulhijah diprediksi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
2. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dikeluarkan pada 22 September 2025 juga telah menetapkan jadwal ibadah untuk tahun 1447 H/2026 M.
Berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), ditetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M, sehingga Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) akan dirayakan pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.
Metode Penetapan Kalender Hijriah
Metode Penetapan Kemenag: Hisab dan Rukyat dengan Kriteria MABIMS
Kemenag bersama ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal. Secara sederhana, hisab adalah metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis, sementara rukyat adalah metode pengamatan langsung hilal (bulan sabit pertama) di ufuk setelah matahari terbenam.
Kriteria yang digunakan adalah kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Penetapan final Idul Adha oleh pemerintah akan dilakukan melalui Sidang Isbat yang digelar menjelang akhir bulan Zulkaidah.
Metode Penetapan Muhammadiyah: Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan KHGT
Muhammadiyah secara konsisten menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis untuk menentukan kapan hilal (bulan sabit) pertama kali muncul di ufuk barat setelah matahari terbenam, tanpa menunggu observasi langsung.
Sejak tahun 2026 (1447 H), Muhammadiyah resmi menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menyatukan seluruh wilayah di dunia sebagai satu kesatuan matlak, sehingga awal bulan hijriah dimulai secara serentak di seluruh dunia. Inilah yang menyebabkan potensi perbedaan antara Muhammadiyah dan pemerintah di tahun-tahun mendatang.
Amalan-Amalan pada Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha memiliki rangkaian amalan khusus yang disyariatkan. Berikut adalah amalan-amalan utama yang dapat dilakukan:
1. Sebelum Shalat Idul Adha
- Mandi dan Bersuci: Disunnahkan mandi sebelum berangkat ke tempat shalat Id, sebagai bentuk kesucian dan kesegaran dalam menyambut hari raya.
- Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian: Dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki serta memakai wewangian bagi laki-laki, sebagai penghormatan terhadap hari raya.
- Tidak Makan Terlebih Dahulu: Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan hingga selesai shalat, agar dapat menyantap daging kurban setelahnya.
- Memperbanyak Takbir: Sejak malam hari raya hingga pelaksanaan shalat, dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
- Berjalan Kaki ke Mushalla: Dianjurkan berjalan kaki menuju tempat shalat (tanah lapang) dan mengambil jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang.
2. Saat Shalat Idul Adha
- Shalat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan ketentuan khusus:
- Rakaat pertama: Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, dilanjutkan dengan 7 kali takbir tambahan, kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-A'la atau Qaf).
- Rakaat kedua: Setelah berdiri, dilanjutkan dengan 5 kali takbir tambahan, kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar).
- Tanpa azan dan iqamah: Shalat Id dilaksanakan tanpa azan dan iqamah, cukup dengan seruan "ash-shalata jami'ah".
- Khutbah setelah shalat: Berbeda dengan shalat Jumat, khutbah Idul Adha disampaikan setelah shalat, bukan sebelumnya.
3. Setelah Shalat Idul Adha
- Mendengarkan Khutbah: Jamaah disunnahkan tetap tinggal dan mendengarkan khutbah dengan saksama hingga selesai.
- Menyembelih Hewan Kurban: Waktu penyembelihan kurban dimulai setelah shalat Id (10 Dzulhijjah) hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah.
- Makan dari Daging Kurban: Disunnahkan untuk menyantap daging kurban sebagai bentuk syukur dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
- Membagikan Daging Kurban: Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, kerabat, tetangga, dan masyarakat sekitar.
- Mempererat Silaturahmi: Hari raya adalah momentum untuk saling mengunjungi dan berbagi kebahagiaan.
Hikmah Idul Adha
Idul Adha memiliki makna dan hikmah yang mendalam bagi kehidupan seorang muslim. Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat dipetik:
1. Ketaatan Total kepada Allah (Taslim)
Hikmah terbesar dari Idul Adha adalah meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putra tercintanya, Ismail AS, demi menjalankan perintah Allah. Ini adalah bentuk ketaatan tanpa tawar-menawar. Allah SWT berfirman:
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ – وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ – قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا
“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabarannya). Dan Kami panggillah dia: ‘Wahai Ibrahim, sungguh kamu telah membenarkan mimpi itu.’” (QS. Ash-Shaffat: 103-105)
2. Mendekatkan Diri kepada Allah (Taqarrub)
Ibadah kurban adalah bentuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)
3. Kepedulian Sosial dan Pemerataan Rezeki
Dengan berkurban dan membagikan daging kepada fakir miskin, Idul Adha menjadi sarana pemerataan rezeki dan kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu. Ibadah kurban membangun kesadaran tentang pentingnya solidaritas sosial dalam masyarakat.
4. Melatih Jiwa untuk Berkorban (Itsar)
Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk rela berkorban, baik harta, waktu, maupun tenaga, demi kebaikan bersama dan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Sifat itsar (mendahulukan kepentingan orang lain) adalah akhlak mulia yang dilatih melalui ibadah kurban.
5. Memperkuat Kohesi Sosial dan Ukhuwah Islamiyah
Proses penyembelihan bersama dan pembagian daging kurban menjadi momentum berkumpulnya warga, mempererat ikatan persaudaraan, dan memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat.
6. Wujud Syukur atas Nikmat Allah
Disyariatkannya kurban sebagai wujud syukur terhadap nikmat tak terhitung yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala. Dengan menyembelih hewan kurban, seorang muslim menunjukkan rasa terima kasihnya atas karunia Allah yang melimpah.
People also Ask:
Idul Adha 2026 bulan Islamnya apa?
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama, 1 Zulhijah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 mendatang. Dengan perhitungan tersebut, Iduladha atau 10 Zulhijah diprediksi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026 di Indonesia.
Kapan 1447 Hijriah?
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026. Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Idul Fitri 2026 hijriah ke berapa?
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran Idul Fitri ...Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (@kemenag_ri) resmi menetapkan bahwa Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
Eid Adha 1446 H kapan?
Penetapan 1 Dzulhijjah 1446 H: Indonesia dan Arab Saudi Sepakat, Idul Adha 1446H Jatuh pada 6 Juni 2025.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504244/original/075918900_1771228828-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3062884/original/002425400_1582862191-20200227-Mekah-Pasca-Penghentian-Sementara-Ibadah-Umrah-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395967/original/071256700_1761722354-6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548498/original/018512500_1775542937-IMG_20260407_114415.jpg.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546602/original/090949100_1775356160-2877e324-fd41-4a4c-a1fc-6bcb6302739e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5116935/original/013302500_1738379955-1738376234285_tujuan-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1697411/original/064903100_1504238978-20170901-Jokowi-Salat-di-Sukabumi-FP2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446684/original/008166500_1765938578-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-17T092732.158.jpg)