Liputan6.com, Jakarta - Isra Miraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati setiap tahun oleh umat Muslim. Peristiwa ini menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dilanjutkan dengan kenaikan ke langit ketujuh. Setiap tahun, umat Muslim menantikan tanggal peringatan ini, sebagai bentuk refleksi dan memperbaiki ibadah.
Pada tahun 2026, penetapan tanggal Isra Miraj sudah dilakukan berdasarkan kalender Hijriah dan berbeda dengan kalender Masehi. Berdasarkan penanggalan Islam dan umum, Isra Miraj tahun ini jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026, mendatang.
Lantas muncul pertanyaan, berapa Hijriyah pelaksanaan hari besar Islam tersebut dan apakah bertepatan dengan hari libur Nasional? Agar tidak bingung, berikut Liputan6 informasikan selengkapnya, dirangkum Senin (12/1).
Isra Miraj 2026 Berapa Hijriyah?
Peringatan Isra Miraj pada tahun 2026 jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026, yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah. Penetapan tanggal ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Sistem penanggalan Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai dasar perhitungan, sehingga tanggal-tanggal dalam kalender Hijriah bergeser setiap tahunnya.
Dengan pergeseran sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahunnya, tanggal peringatan Isra Miraj dalam kalender Masehi tidak selalu sama dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui tanggal pasti agar dapat merayakan peristiwa ini dengan baik. Isra Miraj 2026 merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan makna peristiwa ini. Dengan demikian, siapa saya yang merayakannya akan memaknainya sebagai peristiwa penting yang penuh khidmat.
Pengertian Isra dan Miraj
Merujuk laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, Isra merupakan bagian pertama dari perjalanan Nabi Muhammad SAW, yang menggambarkan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini terjadi dalam waktu singkat, hanya dalam satu malam, menunjukkan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Miraj adalah kelanjutan dari perjalanan Isra, yang merujuk pada kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap tingkatan langit. Peristiwa ini tidak hanya menjadi mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi umat Islam.
Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peristiwa Isra merupakan perjalanan fisik dan spiritual yang dialami Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Baitulmukadas dengan kendaraan burak. Lalu, peristiwa Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil haram ke Masjidilaksa, langsung ke Sidratul-muntaha pada malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu.
Sebenarnya, perjalanan ini sudah tertulis di Al Quran tepatnya di Surat Al Isra ayat pertama yang berbunyi:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).
Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya425) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Dalam laman Al Quran yang diterbitkan Kementerian Agama RI, ayat tersebut memiliki makna yang mendalam. Disebutkan bahwa momen ini merupakan menegaskan pengakuan atas keagungan dan kekuasaan Allah SWT. Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Alquran al-‘Azhim, pada awal surat Al-Isra Allah memuji dan mengagungkan diri-Nya karena kekuasaan-Nya yang mutlak, termasuk kemampuan memperjalankan Rasulullah dalam satu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa, sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh siapa pun selain-Nya.
Kapan Terjadinya Peristiwa Isra dan Miraj Serta Apa Alasan di Baliknya?
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Meskipun tanggal dalam kalender Hijriah ini disepakati, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tahun pasti kejadiannya dalam kalender Masehi. Beberapa riwayat menyebutkan peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 atau ke-12 kenabian Nabi Muhammad SAW, sebelum beliau hijrah ke Madinah.
Alasan utama di balik peristiwa Isra Miraj adalah sebagai bentuk penghiburan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada masa yang dikenal sebagai 'Amul Huzn atau Tahun Kesedihan, ketika Nabi Muhammad SAW kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya, yaitu paman beliau, Abu Thalib, dan istri beliau, Siti Khadijah. Kehilangan ini menimbulkan goncangan besar bagi Nabi, dan Isra Miraj hadir sebagai penguat jiwa.
Selain sebagai penghiburan, peristiwa Isra Miraj juga bertujuan untuk memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Perjalanan ini menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan memperkuat keimanan beliau dalam melanjutkan misi dakwah Islam. Peristiwa ini juga menjadi ujian bagi keimanan umat Islam pada masa itu.
Makna Isra Miraj untuk Refleksi Diri
Makna utama dari peristiwa Isra Miraj adalah penetapan kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam. Perintah salat ini diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT di Sidratul Muntaha. Salat menjadi ibadah utama yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta, sebuah dialog spiritual yang harus dijaga. Peristiwa ini mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga ibadah dan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
Peristiwa Isra Miraj juga berfungsi untuk memperkuat keimanan umat Islam terhadap kekuasaan Allah SWT. Perjalanan luar biasa yang melampaui batas nalar manusia ini menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Umat Islam diajak untuk merenungkan kebesaran Allah dan mempercayai bahwa segala sesuatu yang datang dari-Nya memiliki tujuan. Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu bersyukur dan beriman.
Selain itu, Isra Miraj memberikan pelajaran tentang kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan. Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa ini setelah melewati masa-masa sulit, dan perjalanan tersebut menjadi bekal penguatan mental untuk melanjutkan dakwah. Refleksi dari Isra Miraj mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Berapa Hari Libur Isra Miraj 2026?
Pemerintah Indonesia menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. SKB ini melibatkan Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penetapan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam merencanakan aktivitas. Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada tahun 2026 jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026.
Tanggal ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Keputusan ini tertuang dalam SKB 3 Menteri Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Karena peringatan Isra Miraj 2026 jatuh pada hari Jumat, masyarakat Indonesia dapat menikmati libur akhir pekan yang panjang atau long weekend.
Libur ini berlangsung selama tiga hari, dimulai dari Jumat, 16 Januari, dilanjutkan dengan Sabtu, 17 Januari (libur akhir pekan), dan Minggu, 18 Januari 2026 (libur akhir pekan). Tidak ada cuti bersama yang menyertai libur Isra Miraj ini, sehingga libur resmi hanya satu hari. Momen ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merayakan dan merenungkan makna peristiwa Isra Miraj.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Kapan Isra Miraj 2026 dalam kalender Masehi?
A: Isra Miraj 2026 jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026.
Q: Apakah Isra Miraj 2026 merupakan tanggal merah?
A: Ya, Isra Miraj 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional atau tanggal merah di Indonesia.
Q: Apa itu Isra dan Miraj?
A: Isra adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan Miraj adalah kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke langit ketujuh.
Q: Mengapa peristiwa Isra Miraj terjadi?
A: Peristiwa Isra Miraj terjadi sebagai penghiburan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW setelah kehilangan paman dan istrinya.
Q: Berapa hari libur Isra Miraj 2026?
A: Libur Isra Miraj 2026 adalah satu hari, yaitu Jumat, 16 Januari 2026, dengan long weekend hingga Minggu, 18 Januari 2026.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469871/original/020958700_1768189841-074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863975/original/089422800_1718366389-Ilustrasi_sedekah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







