Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Jakarta 3 Maret 2026 Disertai Waktu Salat Lengkap

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah tiba, membawa keberkahan dan kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah. Bagi warga Jakarta, informasi mengenai jadwal Imsakiyah menjadi panduan krusial dalam menjalankan puasa, mulai dari waktu sahur, salat fardu, hingga berbuka puasa. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama (Kemenag), telah merilis jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H/2026 M yang dapat menjadi acuan bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan hasil sidang isbat Kemenag pada 17 Februari 2026, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, tanggal 3 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-13 Ramadan 1447 H menurut penetapan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU). Penting untuk dicatat bahwa Muhammadiyah mengawali puasa sehari lebih awal, yaitu pada 18 Februari 2026, sehingga 3 Maret 2026 akan menjadi hari ke-14 Ramadan bagi pengikut Muhammadiyah.

Jadwal Imsakiyah ini berfungsi sebagai penunjuk waktu yang sangat penting agar umat Muslim dapat mengatur aktivitas ibadah mereka secara optimal. Waktu imsak, yang umumnya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum azan Subuh, menandai berakhirnya waktu sahur dan dimulainya kewajiban berpuasa. Ketepatan waktu ini membantu umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan sesuai syariat. Melansir dari berbagai sumber, Senin (2/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Jadwal Imsakiyah Ramadan dan Waktu Salat Kota Jakarta 3 Maret 2026

Memiliki panduan waktu yang akurat adalah kunci untuk melaksanakan ibadah puasa dan salat lima waktu dengan tertib. Jadwal Imsakiyah yang dikeluarkan oleh Kemenag menjadi rujukan utama bagi umat Muslim di seluruh Indonesia, termasuk di ibu kota Jakarta. Penentuan waktu salat didasarkan pada perhitungan astronomis yang cermat, memastikan setiap ibadah dilaksanakan pada waktunya.

Dilansir dari bimasislam.kemenag.go.id, berikut rincian lengkap jadwal salat untuk Kota Jakarta pada 3 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari ke-13 Ramadan 1447 H:

  • Imsak: 04:33 WIB (Estimasi 10 menit sebelum Subuh)
  • Subuh: 04:43 WIB
  • Terbit: 05.55 WIB
  • Duha: 06.22 WIB
  • Zuhur: 12:08 WIB
  • Ashar: 15:10 WIB
  • Maghrib (Buka Puasa): 18:14 WIB
  • Isya: 19:23 WIB

Dengan adanya jadwal ini, umat Muslim dapat mempersiapkan diri untuk sahur, menunaikan salat tepat waktu, dan berbuka puasa sesuai dengan ketentuan syariat, sehingga ibadah Ramadan dapat berjalan lancar dan penuh berkah.

Doa Khusus Ramadan Hari ke-13 yang Penuh Berkah

Bulan Ramadan adalah periode istimewa di mana setiap doa memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak munajat dan permohonan, karena doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak mengenal batasan waktu, tempat, atau kondisi. Allah SWT telah berjanji akan mengabulkan doa dari hamba-Nya yang berpuasa, menjadikan setiap hari di bulan Ramadan sebagai kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Pada hari ke-13 Ramadan, terdapat doa khusus yang dapat diamalkan untuk memohon kesucian hati, kesabaran dalam menghadapi takdir, serta bimbingan menuju ketakwaan dan persahabatan dengan orang-orang saleh. Doa ini mencerminkan harapan seorang hamba untuk senantiasa berada dalam lindungan dan pertolongan Allah, terutama di bulan yang penuh ampunan ini. Berikut adalah doa yang dapat dipanjatkan pada hari ke-13 Ramadan:

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Allâhumma thahhirnî fîhi minaddanasi wal aqdzâr, wa shabbirnî fîhi 'alâ kâinâtil iqdâr, wa waffiqnî fîhit tuqâ wa shuhbatal abrâr, bi'awnika yâ Qurrata 'aynil masâkîn.

Artinya: 

"Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak. Dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin."

Dengan mengamalkan doa ini, umat Muslim diharapkan dapat memperoleh ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual untuk menjalani sisa hari-hari Ramadan dengan penuh keikhlasan dan pengharapan akan ridha Allah SWT.

Amalan Utama di Ramadan Hari ke-13 bagi Umat Muslim

Setiap hari di bulan Ramadan adalah anugerah yang tak ternilai, menawarkan kesempatan berlimpah untuk mengumpulkan pahala dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Hari ke-13 Ramadan menandai pertengahan bulan suci, sebuah momentum penting untuk merefleksikan kembali perjalanan ibadah yang telah dilalui dan memperkuat tekad untuk meningkatkan kualitas amal di sisa hari-hari yang ada.

Meskipun tidak ada riwayat khusus yang membedakan keutamaan puasa pada hari ke-13 Ramadan, semangat untuk memperbanyak amal kebaikan tetap harus dijaga. Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk mengintrospeksi diri, memperbaiki niat, serta mengharapkan rahmat dan ampunan Allah yang lebih besar. Berikut beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada hari ke-13 Ramadan:

1. Memperbanyak Zikir dan Doa

Umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa, memohon ampunan, perlindungan, serta menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Doa orang yang berpuasa termasuk salah satu doa yang tidak tertolak, sehingga manfaatkanlah momen ini sebaik-baiknya.

2. Membaca Al-Qur'an (Tadarus)

Membaca Al-Qur'an selama bulan Ramadan memiliki kemuliaan tersendiri. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling lembut, terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril AS menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur'an. Mengkhatamkan Al-Qur'an menjadi salah satu target utama banyak Muslim di bulan ini.

3. Bersedekah

Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah yang paling mulia adalah sedekah di bulan Ramadan, karena pahalanya dilipatgandakan.

4. Melaksanakan Salat Tarawih

Salat tarawih adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan untuk melengkapi puasa wajib. Melaksanakannya secara berjamaah di masjid dapat menambah kekhusyukan dan kebersamaan umat.

5. Introspeksi Diri dan Memperbarui Niat

Hari ke-13 Ramadan adalah kesempatan berharga untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Perbarui niat ibadah, perbaiki kualitas salat, puasa, dan seluruh amal kebaikan lainnya, serta berusaha untuk istiqomah dalam menjalankan ibadah dengan penuh ketulusan.

6. Memperbanyak Amal Saleh Lainnya

Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya, dari sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Oleh karena itu, manfaatkanlah setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan, sekecil apapun itu.

Amalan Spesial untuk Wanita Menstruasi/Nifas di Ramadan Hari ke-13

Bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi (haid) atau nifas, syariat Islam memberikan keringanan berupa tidak diwajibkannya berpuasa dan salat. Bahkan, haram hukumnya bagi mereka untuk menjalankan kedua ibadah tersebut. Namun, kondisi ini sama sekali tidak menghalangi muslimah untuk tetap meraih pahala dan keberkahan yang melimpah di bulan Ramadan. Allah SWT Maha Adil dan Maha Pengasih, senantiasa membuka pintu ibadah melalui berbagai cara bagi setiap hamba-Nya.

Wanita yang tidak berpuasa atau salat karena haid/nifas tetap dapat mengisi hari-hari Ramadan dengan amalan-amalan lain yang mendatangkan pahala. Ini adalah bukti bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada puasa dan salat, melainkan mencakup spektrum yang lebih luas dari ketaatan dan pengabdian kepada Allah. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh wanita menstruasi/nifas di bulan Ramadan:

1. Memperbanyak Zikir dan Doa

Meskipun tidak bisa melaksanakan salat dan puasa, wanita haid/nifas tetap bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak zikir dan doa. Kalimat-kalimat tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (La ilaha illallah) dapat diucapkan kapan saja. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak istighfar dan berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT, karena doa adalah senjata umat Muslim.

2. Bersedekah

Bersedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan dapat dikerjakan oleh wanita haid/nifas. Pahala sedekah di bulan Ramadan dilipatgandakan, sehingga ini adalah kesempatan baik untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

3. Menyiapkan Hidangan Berbuka Puasa (Iftar)

Salah satu amalan yang sangat mulia adalah menyiapkan hidangan berbuka puasa bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.

4. Mendengarkan dan Murajaah Al-Qur'an

Wanita haid/nifas tetap bisa memperoleh pahala dengan mendengarkan bacaan Al-Qur'an, baik dari orang lain maupun rekaman audio. Menurut Mazhab Imam Syafi'i, wanita haid dan nifas tidak dibolehkan untuk membaca Al-Qur'an secara langsung, kecuali membaca ayat-ayat yang isinya berupa doa dengan niat berdoa, bukan membaca Al-Qur'an.

5. Mencari Ilmu Agama

Bulan Ramadan adalah waktu yang ideal untuk memperdalam ilmu agama. Wanita haid/nifas dapat lebih sering membaca buku-buku agama, mengikuti kajian online, atau belajar langsung dari ustaz dan guru, yang semuanya merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

6. Membaca dan Mengamalkan Asmaul Husna

Mengingat dan merenungkan nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna) dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menenangkan hati. Ini adalah amalan zikir yang dapat dilakukan kapan saja.

7. Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Wanita haid/nifas juga dapat berperan aktif dalam menyeru kebaikan (amar ma'ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar) di lingkungan sekitar. Mendorong sesama untuk berbuat kebaikan dan menjauhi maksiat adalah bentuk dakwah yang juga mendatangkan pahala.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Kapan waktu Imsak dan Subuh di Jakarta pada 3 Maret 2026?

Jawaban: Pada 3 Maret 2026, waktu Imsak di Kota Jakarta adalah pukul 04:33 WIB, sedangkan waktu Subuh jatuh pada pukul 04:43 WIB.

2. Pukul berapa waktu berbuka puasa (Maghrib) di Jakarta pada 3 Maret 2026?

Jawaban: Waktu berbuka puasa atau Maghrib di Kota Jakarta pada 3 Maret 2026 adalah pukul 18:14 WIB.

3. Apa doa khusus yang bisa diamalkan pada hari ke-13 Ramadan?

Jawaban: Doa khusus hari ke-13 Ramadan adalah "Allâhumma thahhirnî fîhi minaddanasi wal aqdzâr, wa shabbirnî fîhi 'alâ kâinâtil iqdâr, wa waffiqnî fîhit tuqâ wa shuhbatal abrâr, bi'awnika yâ Qurrata 'aynil masâkîn." yang artinya memohon kesucian dari kotoran, kesabaran atas takdir, serta taufik untuk takwa dan bersahabat dengan orang bijak.

4. Amalan apa saja yang dapat dilakukan wanita haid/nifas di bulan Ramadan?

Jawaban: Wanita haid/nifas dapat memperbanyak zikir dan doa, bersedekah, menyiapkan hidangan berbuka puasa, mendengarkan Al-Qur'an, mencari ilmu agama, membaca Asmaul Husna, dan beramar ma'ruf nahi munkar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |