Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 5 Maret 2026

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk warga Kota Surabaya. Bulan ini tidak hanya menjadi momen ibadah puasa, tetapi juga waktu untuk meningkatkan kualitas spiritual, berbagi kebaikan, dan mempererat tali silaturahmi.

Untuk menjalankan ibadah puasa dengan tertib, mengetahui jadwal imsakiyah harian adalah hal penting, termasuk untuk tanggal 5 Maret 2026 atau 5 Ramadan 1447 H di Kota Surabaya. Berikut Liputan6.com sampaikan rincian lengkap jadwal imsakiyah Kota Surabaya 5 Maret 2026.

Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 5 Maret 2026

Berikut rincian lengkap dari jadwal imsakiyah hingga salat untuk Kota Surabaya pada 5 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-15 Ramadan 1447 H:

  • Imsak: 04:09 WIB (Estimasi 10 menit sebelum Subuh)
  • Subuh: 04:19 WIB
  • Terbit: 05:31 WIB
  • Dhuha: 05:58 WIB
  • Dzuhur: 11:44 WIB
  • Ashar: 14:47 WIB
  • Maghrib (Buka Puasa): 17:50 WIB
  • Isya: 18:59 WIB

Jadwal ini menjadi pedoman bagi umat Muslim untuk memulai sahur sebelum imsak, menunaikan sholat tepat waktu, serta berbuka puasa sesuai waktu maghrib. Dengan mengikuti jadwal ini, ibadah puasa dapat berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan.

Amalan Puasa ke-15 Ramadan 1447 H

Memasuki pertengahan bulan Ramadan, yakni puasa ke-15, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah dan memperbanyak amalan. Beberapa amalan yang bisa dilakukan pada pertengahan Ramadan antara lain:

1. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Bulan Ramadan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Amalan dzikir pagi dan petang, serta doa khusus di sepertiga malam terakhir, akan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada seorang hamba yang memohon kepada Allah dengan doa yang baik melainkan Allah akan memberikannya atau menunda untuknya sesuatu yang lebih baik.” (HR. Muslim)

2. Membaca dan Memahami Al-Qur’an

Selain membaca Al-Qur’an, memahami makna ayat yang dibaca menjadi fokus penting. Membaca satu juz per hari akan membantu menuntaskan bacaan Al-Qur’an selama bulan Ramadan.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang haq dan batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

3. Memberi Sedekah dan Infak

Sedekah pada pertengahan Ramadan memiliki pahala berlipat. Memberikan makanan berbuka kepada orang yang membutuhkan, membantu yatim piatu, atau menyalurkan zakat fitrah menjadi bentuk kepedulian sosial yang dianjurkan.

4. Sholat Sunnah Dhuha dan Tahajud

Sholat Dhuha membantu membuka pintu rezeki dan sholat Tahajud di sepertiga malam terakhir meningkatkan keimanan. Konsistensi kedua sholat sunnah ini akan membentuk kebiasaan ibadah yang baik bahkan setelah Ramadan. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari, dan sholat Dhuha adalah sedekah untuk setiap persendian.” (HR. Muslim)

Selain itu, dalil tentang sholat tahajud:

“Sholat di sepertiga malam terakhir mendekatkan hamba kepada Tuhannya dan menghapus dosa-dosanya.” (HR. Muslim). Dengan konsistensi sholat sunnah ini, amalan di pertengahan Ramadan akan meningkatkan keimanan dan membentuk kebiasaan baik.

5. Meningkatkan Kesabaran dan Toleransi

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan emosi dan meningkatkan kesabaran. Hari ke-15 adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan memperbaiki akhlak.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Dengan memperhatikan amalan-amalan ini, puasa ke-15 bukan hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial.

Tips Menjalankan Puasa dengan Sehat di Surabaya

Menjaga kesehatan selama Ramadan sangat penting agar ibadah tetap optimal. Berikut beberapa tips praktis bagi warga Surabaya:

1. Sahur dengan Makanan Bergizi

Menu sahur sebaiknya mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar perut kenyang lebih lama dan energi tetap terjaga. Contohnya bisa berupa telur, sayuran, oatmeal, atau nasi merah. Hindari makanan tinggi gula dan lemak berlebih, karena bisa membuat tubuh cepat lelah dan mudah lapar sebelum waktunya berbuka.

2. Hindari Minuman Berkafein Berlebihan

Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya memiliki sifat diuretik yang bisa mempercepat kehilangan cairan dari tubuh. Untuk menjaga hidrasi, lebih baik mengonsumsi air putih, air kelapa, atau jus buah segar saat sahur dan berbuka. Ini membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi risiko dehidrasi selama puasa, terutama di cuaca panas Surabaya.

3. Berbuka Secara Bertahap

Sebaiknya memulai berbuka dengan kurma dan air putih, karena kurma mudah dicerna dan membantu menaikkan kadar gula darah secara perlahan. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan utama yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayuran. Pola ini membantu mencegah perut kaget dan menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

4. Tetap Aktif secara Ringan

Meski sedang berpuasa, aktivitas ringan tetap dianjurkan untuk menjaga stamina dan sirkulasi tubuh. Jalan santai, sholat tarawih, atau peregangan ringan dapat menjadi pilihan. Hindari olahraga berat pada siang hari karena berisiko menimbulkan kelelahan dan dehidrasi, apalagi di cuaca tropis kota Surabaya. 

5. Istirahat yang Cukup

Tidur cukup sangat penting agar tubuh bisa beristirahat dan energi tetap terjaga. Manfaatkan waktu antara sahur, siang, dan malam untuk memastikan tidur berkualitas. Dengan tidur yang cukup, fokus saat ibadah dan aktivitas harian tetap optimal, dan tubuh tidak mudah lelah selama puasa.

Keutamaan Pertengahan Ramadan

Pertengahan Ramadan, seperti tanggal 5 Maret 2026, memiliki beberapa keutamaan:

1. Menguatkan Konsistensi Ibadah

Menjelang hari-hari terakhir, umat diingatkan untuk menjaga konsistensi puasa, sholat, dan dzikir agar tidak kendur. Hal ini didukung oleh ayat Al-Qur’an:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus meski sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menegaskan bahwa menjaga konsistensi ibadah, termasuk di pertengahan Ramadan, memiliki nilai pahala tinggi.

2. Momen Introspeksi Diri

Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menilai diri sendiri, memperbaiki kesalahan, dan mempererat silaturahmi dengan keluarga maupun tetangga.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)

Puasa sendiri mendorong umat Muslim untuk menahan hawa nafsu dan menilai perilaku diri, sehingga pertengahan Ramadan adalah momentum tepat untuk introspeksi.

3. Mendekatkan Diri pada Allah SWT

Setiap amal yang dilakukan di pertengahan bulan Ramadan, termasuk sedekah dan sholat sunnah, memiliki pahala yang besar.

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Selain itu, bulan Ramadan disebut sebagai waktu mustajab untuk doa:

“Bulan Ramadan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia, dan pembeda (antara yang hak dan batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Dengan demikian, sedekah, sholat sunnah, dzikir, dan doa di pertengahan Ramadan adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Aktivitas Ibadah Lain yang Bisa Dilakukan

Selain amalan rutin, warga Surabaya juga bisa menambah aktivitas ibadah berikut:

1. Ikut Kajian Ramadan

Mengikuti kajian Ramadan, baik secara daring maupun luring di masjid, sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan agama. Kajian ini biasanya membahas tafsir Al-Qur’an, hadis, fiqh ibadah puasa, dan akhlak, sehingga peserta tidak hanya menunaikan kewajiban puasa, tetapi juga memahami hikmah di balik setiap ibadah. Dengan rutin mengikuti kajian, umat Islam dapat mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci.

2. Berbagi Hidangan untuk Sesama

Selain menunaikan ibadah puasa, berbagi makanan untuk berbuka puasa kepada tetangga, anak yatim, atau keluarga kurang mampu menjadi amalan sosial yang sangat dianjurkan. Amalan ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan kepedulian. Pahala dari berbagi makanan saat Ramadan berlipat ganda, sebagaimana dijelaskan dalam hadis bahwa memberikan berbuka kepada orang yang berpuasa pahalanya sama dengan puasa orang tersebut tanpa mengurangi pahalanya.

3. Qiyamullail dan I’tikaf Ringan

Mengisi malam dengan sholat malam (Qiyamullail) atau i’tikaf ringan di rumah memberi kesempatan untuk berdoa, berdzikir, dan merenungi diri secara lebih khusyuk. Aktivitas ini membantu menenangkan hati, memperbaiki konsentrasi spiritual, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan walau hanya dilakukan beberapa rakaat setiap malam, rutin melaksanakan qiyamullail di pertengahan Ramadan akan membiasakan hamba untuk istiqamah dalam ibadah dan meningkatkan kualitas ibadah di malam-malam terakhir Ramadan.

4. Mengajarkan Anak Puasa dan Amal

Bagi orang tua, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan nilai ibadah pada anak. Mengajarkan anak berpuasa sesuai kemampuan, menghafal doa, dan berbagi kebaikan merupakan investasi spiritual jangka panjang. Dengan pengalaman langsung, anak-anak dapat belajar disiplin, kesabaran, dan rasa empati. Orang tua juga bisa menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya ibadah, sehingga generasi muda tumbuh dengan kesadaran agama yang kuat dan kebiasaan amal baik yang konsisten.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Jam berapa imsak dan subuh di Surabaya pada 5 Maret 2026?

Pada 5 Maret 2026 di Kota Surabaya, waktu imsak ditetapkan pukul 04:09 WIB, sedangkan waktu Subuh sekitar pukul 04:19 WIB. Waktu imsak menjadi batas sahur, menandai saatnya menghentikan makan dan minum sebelum memasuki waktu puasa, sementara Subuh menandai dimulainya puasa dan waktu sholat Subuh yang wajib ditunaikan.

2. Apa amalan dianjurkan pada pertengahan Ramadan?

Memasuki pertengahan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan. Beberapa amalan yang utama meliputi dzikir dan doa baik pagi maupun petang, membaca dan memahami Al-Qur’an, bersedekah atau berinfak untuk membantu sesama, melaksanakan sholat sunnah Dhuha dan Tahajud, serta meningkatkan kesabaran dan toleransi dalam berinteraksi dengan orang lain. 

3. Apa keutamaan pertengahan Ramadan?

Keutamaan pertengahan Ramadan terletak pada kesempatan untuk menjaga konsistensi ibadah, menilai diri sendiri, dan memperbaiki akhlak. Pada waktu ini, umat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, sedekah, dan sholat sunnah, karena amalan-amalan di pertengahan bulan Ramadan memiliki pahala yang besar dan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas spiritual. 

4. Tips puasa sehat di Surabaya?

Agar puasa tetap sehat, warga Surabaya disarankan sahur dengan makanan bergizi, cukup minum, menghindari kafein berlebihan, berbuka secara bertahap, melakukan aktivitas ringan, dan tidur cukup untuk menjaga stamina sepanjang hari.  

5. Aktivitas ibadah tambahan yang bisa dilakukan?

Selain amalan rutin, umat Muslim dapat menambah ibadah dengan mengikuti kajian Ramadan, berbagi hidangan untuk sesama, melakukan Qiyamullail atau i’tikaf ringan di malam hari, serta mengajarkan anak berpuasa dan beramal sebagai investasi ibadah jangka panjang. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |