Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026 beserta Niatnya, Jangan Sampai Melewatkan Keutamaannya

1 month ago 38

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan dilaksanakan setiap pertengahan bulan Hijriah. Istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yaitu waktu ketika bulan berada dalam fase purnama sehingga cahaya malam tampak terang. Momentum ini dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui puasa, zikir, serta amal kebaikan lainnya. Di antara sekian banyak puasa sunnah, Ayyamul Bidh termasuk yang ringan namun konsisten dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Jadi tak heran jika banyak yang bertanya jadwal puasa Ayyamul Bidh ini.

Pada Februari 2026, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Syaban 1447 Hijriah. Syaban sendiri dikenal sebagai bulan persiapan menuju Ramadan, sehingga banyak umat Muslim memperbanyak amalan sunnah agar hati dan fisik siap memasuki bulan puasa wajib. Mengetahui jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026, dalilnya, keutamaannya, serta tata cara pelaksanaannya menjadi penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga lebih bermakna dan terarah.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Ketiga hari ini disebut sebagai hari putih karena pada malam harinya bulan berada dalam fase purnama, memantulkan cahaya yang terang di langit. Dalam tradisi Islam, hari-hari tersebut memiliki nilai spiritual tersendiri, sehingga dianjurkan untuk diisi dengan ibadah, salah satunya dengan puasa sunnah.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan. Dari anjuran tersebut, para ulama menjelaskan bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah pada Ayyamul Bidh. Puasa ini bukan puasa wajib, tetapi sangat dianjurkan karena Rasulullah sendiri sering melakukannya secara rutin. Dengan konsistensi, puasa Ayyamul Bidh melatih disiplin ibadah dan keikhlasan dalam beramal.

Meski dianjurkan pada tanggal 13, 14, dan 15, puasa tiga hari setiap bulan tetap sah bila dilakukan di hari lain ketika ada halangan. Namun, keutamaan terbesar tetap berada pada Ayyamul Bidh karena mengikuti waktu yang dicontohkan Nabi SAW. Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan menandai kalender Hijriah setiap bulan agar tidak melewatkan kesempatan berpuasa di hari-hari putih tersebut.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026

Puasa Ayyamul Bidh pada Februari 2026 bertepatan dengan pertengahan bulan Syaban 1447 Hijriah. Syaban merupakan bulan yang memiliki nilai penting karena berada tepat sebelum Ramadan. Banyak ulama menganjurkan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini agar tubuh dan mental terbiasa sebelum menjalankan puasa wajib sebulan penuh.

Dengan mengetahui jadwal secara pasti, umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih baik, mulai dari mengatur waktu sahur, pekerjaan, hingga aktivitas ibadah lainnya. Selain itu, salah satu hari Ayyamul Bidh di bulan ini juga bertepatan dengan Nisfu Syaban, yang sering dimanfaatkan sebagai momentum meningkatkan doa dan introspeksi diri.

Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026:

  • Minggu, 1 Februari 2026 – 13 Syaban 1447 H
  • Senin, 2 Februari 2026 – 14 Syaban 1447 H
  • Selasa, 3 Februari 2026 – 15 Syaban 1447 H

Yang menarik adalah, puasa Ayyamul Bidh terakhir di bulan Februari 2026 ini, yaitu pada 3 Februari, juga bertepatan dengan momen Nisfu Syaban. Dengan jadwal tersebut, umat Islam dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar tidak melewatkan kesempatan berpuasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban 2026.

Dalil Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar yang kuat dari hadis Rasulullah SAW. Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan adalah wasiat Nabi kepada Abu Hurairah RA, di mana beliau berpesan agar berpuasa tiga hari setiap bulan. Pesan tersebut menunjukkan bahwa puasa sunnah rutin memiliki nilai ibadah yang besar meskipun dilakukan hanya beberapa hari dalam sebulan.

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga menganjurkan Abu Dzar untuk berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15. Dari sinilah istilah Ayyamul Bidh dikenal luas sebagai hari utama pelaksanaan puasa sunnah bulanan. Hadis-hadis ini menegaskan bahwa puasa tidak harus selalu panjang, tetapi konsisten dan dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Selain itu, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini didasarkan pada perhitungan pahala, di mana satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Maka tiga hari puasa bernilai seperti tiga puluh hari, dan jika dilakukan setiap bulan, nilainya seperti berpuasa setahun penuh.

Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).

Para ulama juga menekankan bahwa puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar rutinitas, tetapi latihan spiritual. Dengan puasa, seseorang belajar menahan hawa nafsu, memperbaiki niat, serta meningkatkan kedekatan dengan Allah. Oleh karena itu, dalil-dalil tersebut menjadikan Ayyamul Bidh sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam kehidupan seorang Muslim.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Salah satu keutamaan terbesar puasa Ayyamul Bidh adalah pahalanya yang sangat besar meskipun waktunya singkat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti puasa sepanjang tahun. Keutamaan ini membuat Ayyamul Bidh menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin memperbanyak pahala tanpa harus berpuasa terus-menerus.

Selain pahala, puasa Ayyamul Bidh juga membantu membentuk kebiasaan ibadah yang konsisten. Orang yang rutin berpuasa sunnah akan lebih mudah menjaga kualitas ibadah lainnya, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan sedekah. Terlebih lagi jika dilakukan di bulan Syaban, puasa ini menjadi latihan fisik dan mental sebelum menghadapi Ramadan.

Keutamaan lainnya adalah sebagai sarana pengendalian diri. Dengan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, seseorang belajar sabar dan disiplin. Hal ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena puasa tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga membentuk karakter yang lebih tenang, jujur, dan bertanggung jawab.

Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan syarat utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa Ayyamul Bidh. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan sejak malam hari atau di pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa. Meski demikian, lebih utama jika niat dilakukan sejak malam agar ibadah lebih tertata.

Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdli lillâhi ta'âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Niat ini tidak harus dilafalkan keras, tetapi cukup di dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa esok hari akan berpuasa sunnah.

Dalam pelaksanaannya, puasa Ayyamul Bidh dilakukan sebagaimana puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Sahur dianjurkan meskipun hanya sedikit, karena sahur mengandung keberkahan dan membantu tubuh tetap kuat sepanjang hari.

Selain aspek teknis, yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas puasa. Artinya, tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan buruk, menjaga hati dari iri dan marah, serta memperbanyak amal seperti membaca Al-Qur’an, zikir, doa, dan sedekah. Dengan begitu, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana perbaikan diri menjelang Ramadan.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa itu puasa Ayyamul Bidh?

Puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Kapan jadwal Ayyamul Bidh Februari 2026?

Dilaksanakan pada 1, 2, dan 3 Februari 2026 yang bertepatan dengan 13–15 Syaban 1447 H.

Apakah puasa Ayyamul Bidh wajib?

Tidak, hukumnya sunnah, tetapi sangat dianjurkan karena dicontohkan Rasulullah SAW.

Bolehkah niat puasa di pagi hari?

Boleh, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Apa keutamaan puasa Ayyamul Bidh?

Pahalanya setara puasa sepanjang tahun jika dilakukan rutin setiap bulan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |