- Berapa rakaat shalat witir yang benar?
- Bolehkah sholat tahajud 2 rakaat dan 1 rakaat witir?
- Apakah shalat witir 3 rakaat 2 kali salam?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Shalat Witir merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kata "Witir" secara bahasa berarti ganjil atau bilangan yang tidak genap. Pertanyaan yang kerap muncul, jumlah rakaat sholat witir yang dianjurkan?
Merujuk Buku Tuntunan Sholat Tahajud Dilengkapi dengan Doa-Doa Pilihan Arab Indonesia, H Sayuti, Ibadah ini berfungsi sebagai penutup dari seluruh rangkaian shalat sunnah malam yang telah dikerjakan, seperti shalat Tarawih di bulan Ramadhan atau shalat Tahajud di malam-malam lainnya. Karena itu, shalat Witir memiliki kedudukan istimewa dan dianjurkan untuk tidak ditinggalkan oleh setiap muslim.
Mayoritas ulama dari kalangan mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali berpendapat bahwa shalat Witir hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan ditekankan, namun tidak sampai pada derajat wajib. Lantas, berapa jumlah rakaat sholat witir yang dianjurkan?
Artikel ini akan mengulas pandangan ulama mengenai jumlah rakaat hingga tata caranya, merujuk literatur di atas diperkuat dengan Buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap, Drs. Moh Rifai, serta sumber relevan lainnya.
Jumlah Rakaat Shalat Witir yang Dianjurkan
Para ulama sepakat bahwa jumlah rakaat shalat Witir harus ganjil, tidak boleh genap. Terdapat tingkatan-tingkatan jumlah rakaat yang dianjurkan, mulai dari minimal hingga maksimal.
1. Satu Rakaat, Minimal
Jumlah minimal shalat Witir adalah satu rakaat
Seseorang yang mengerjakan witir satu rakaat telah dianggap sah dan mendapatkan keutamaan witir, meskipun keutamaannya tidak sebesar witir dengan jumlah rakaat yang lebih banyak. Satu rakaat ini bisa dikerjakan langsung, atau setelah mengerjakan shalat sunnah lainnya seperti Tahajud atau Tarawih.
2. Tiga Rakaat, Mendekati Sempurna
Jumlah rakaat yang mendekati sempurna adalah tiga rakaat
Inilah jumlah yang paling umum dikerjakan oleh umat Islam, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Untuk witir tiga rakaat, terdapat dua cara pelaksanaan. Cara pertama adalah mengerjakan dua rakaat salam, kemudian satu rakaat salam.
Cara ini dianggap lebih utama oleh mayoritas ulama karena sesuai dengan sabda Nabi SAW yang menganjurkan shalat malam itu dua rakaat salam. Cara kedua adalah mengerjakan tiga rakaat langsung dengan satu salam, seperti shalat Maghrib. Cara ini diperbolehkan dalam mazhab Syafi'i, namun kurang utama dibanding cara pertama.
3. Lima, Tujuh dan Sembilan Rakaat: Sempurna
Jumlah rakaat yang paling sempurna adalah lima rakaat, kemudian tujuh rakaat, kemudian sembilan rakaat. Semakin banyak jumlah rakaat witir yang dikerjakan, semakin besar keutamaan yang didapat, selama tidak melebihi batas maksimal yang dicontohkan.
4. 11 Rakaat, Paling Dianjurkan
Jumlah maksimal shalat Witir yang dianjurkan adalah sebelas rakaat. Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah shalat malam (termasuk witir) melebihi dari sebelas rakaat. Praktik beliau adalah mengerjakan empat rakaat, lalu empat rakaat, lalu tiga rakaat witir.
Praktik Rasulullah SAW ini juga diriwayatkan dalam berbagai sumber. Diriwayatkan bahwa biasanya Nabi SAW shalat di malam hari sebanyak 13 rakaat termasuk shalat witir dan dua rakaat shalat sunat fajar.
Pandangan Ulama dalam Kitab-Kitab Rujukan
Para ulama terdahulu telah menuliskan pandangan mereka mengenai jumlah rakaat shalat Witir dalam kitab-kitab yang menjadi rujukan umat Islam hingga saat ini.
Imam an-Nawawi dalam Kitab al-Majmu' Syarh al-Muhazzab, menjelaskan secara rinci mengenai tingkatan jumlah rakaat witir. Beliau menyatakan bahwa jumlah rakaat yang mendekati sempurna adalah tiga rakaat, dan jumlah yang paling sempurna adalah lima rakaat, lalu tujuh rakaat, lalu sembilan rakaat. Paling banyak ialah sebelas rakaat.
Syekh Zainuddin al-Maliabari dalam Kitab Fathul Mu'in (juz I, halaman 288) menegaskan bahwa minimal shalat witir adalah satu rakaat, meskipun tidak didahului shalat sunnah lainnya. Beliau juga menjelaskan bahwa maksimal witir adalah sebelas rakaat, sesuai dengan praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.
Syekh Abdurrahman al-Jaziri dalam Kitab Shalat Empat Madzhab menjelaskan mengenai waktu pelaksanaan shalat Witir, yaitu setelah mendirikan shalat Isya dan berakhir saat terbit fajar shadiq. Kitab ini menjadi rujukan penting dalam memahami perbedaan pandangan antar mazhab.
Syekh Sulaiman al-Bujairami dalam Hasyiyah al-Bujairami 'ala al-Manhaj membahas secara mendalam mengenai kebolehan menyambung witir tiga rakaat dengan satu salam. Beliau menjelaskan bahwa cara tersebut diperbolehkan dalam mazhab Syafi'i, namun cara yang lebih utama adalah memisahkannya dengan salam pada rakaat kedua.
Dalam Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai, dijelaskan bahwa shalat Witir hukumnya sunnah dan sangat diutamakan. Bilangan rakaatnya bisa satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas. Pada bulan Ramadhan, shalat Witir biasanya dirangkaikan dengan shalat Tarawih, dan pada pertengahan bulan Ramadhan (setelah tanggal 15) dianjurkan membaca doa qunut pada rakaat terakhir witir.
Niat dan Tata Cara Shalat Witir
Tata cara shalat Witir pada dasarnya sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya, dengan beberapa kekhususan pada niat dan jumlah rakaat. Berikut adalah panduan lengkapnya.
Niat Shalat Witir
Niat shalat Witir harus diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Meskipun niat pada hakikatnya adalah perbuatan hati, para ulama menganjurkan untuk melafalkannya agar hati lebih tenang dan terhindar dari was-was.
Niat Shalat Witir Satu Rakaat (Sendiri/Munfarid):
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak'atan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat Shalat Witir Tiga Rakaat (Cara Pertama: 2 rakaat salam + 1 rakaat salam):
Niat untuk dua rakaat pertama:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat untuk satu rakaat terakhir:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak'atan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat Shalat Witir Tiga Rakaat (Cara Kedua: Langsung 3 rakaat 1 salam):
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Praktis Shalat Witir
Untuk witir satu rakaat, tata caranya adalah sebagai berikut:
- Pertama, berwudhu dengan sempurna dan menghadap kiblat dengan khusyuk.
- Kedua, melafalkan niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan).
- Ketiga, membaca doa iftitah (disunnahkan). Keempat, membaca Surat Al-Fatihah.
- Kelima, membaca surat dari Al-Qur'an. Untuk witir satu rakaat, dianjurkan membaca Surat Al-A'la atau Surat Al-Ikhlas.
- Keenam, rukuk dengan thuma'ninah sambil membaca tasbih tiga kali.
- Ketujuh, i'tidal (bangkit dari rukuk) sambil membaca "Sami'allahu liman hamidah" kemudian "Rabbana lakal hamdu".
- Kedelapan, sujud pertama dengan membaca tasbih tiga kali.
- Kesembilan, duduk di antara dua sujud.
- Kesepuluh, sujud kedua. Kesebelas, duduk tasyahud akhir. Keduabelas, salam ke kanan dan ke kiri.
Untuk witir tiga rakaat cara pertama (2 rakaat salam + 1 rakaat salam):
- Pertama, kerjakan shalat 2 rakaat dengan niat "sunnatal witri rak'ataini". Setelah salam, berdiri lagi untuk mengerjakan 1 rakaat dengan niat "sunnatal witri rak'atan".
- Kedua rakaat pertama ini bisa diselingi dengan dzikir atau doa singkat, atau langsung melanjutkan ke satu rakaat berikutnya.
Untuk witir tiga rakaat cara kedua (langsung 3 rakaat 1 salam):
- Pertama, niat "sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin". Kedua, takbiratul ihram.
- Ketiga, rakaat pertama: membaca Al-Fatihah + surat (dianjurkan Al-A'la).
- Keempat, rakaat kedua: membaca Al-Fatihah + surat (dianjurkan Al-Kafirun). Pada witir tiga rakaat dengan satu salam ini, tidak ada tasyahud awal setelah rakaat kedua.
- Kelima, rakaat ketiga: membaca Al-Fatihah + surat (dianjurkan Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas secara berurutan). Keenam, tasyahud akhir. Ketujuh, salam.
Bacaan yang Dianjurkan dalam Sholat Witir
Bacaan Surat yang Dianjurkan:
Para ulama menganjurkan bacaan surat-surat tertentu dalam shalat Witir. Pada rakaat pertama, dianjurkan membaca Surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal A'la). Pada rakaat kedua, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun.
Pada rakaat ketiga, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas, dilanjutkan dengan Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Anjuran ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat.
Doa Qunut dalam Shalat Witir:
Pada bulan Ramadhan, tepatnya mulai malam ke-16 hingga akhir Ramadhan, dianjurkan untuk membaca doa qunut pada rakaat terakhir shalat Witir, yaitu setelah i'tidal sebelum sujud. Doa qunut yang dibaca adalah sebagai berikut:
Arab: اَللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin: Allahummahdinî fî man hadait, wa 'âfinî fî man 'âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bârik lî fî mâ a'thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ 'alaik, wa innahû lâ yadzillu man wâlait, wa lâ ya'izzu man 'âdait, tabârakta rabbanâ wa ta'âlait, fa lakal hamdu 'alâ mâ qadhait, astaghfiruka wa atûbu ilaik.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu."
Waktu Pelaksanaan Shalat Witir
1. Setelah Sholat Isya
Para ulama sepakat bahwa waktu pelaksanaan shalat Witir dimulai setelah seseorang mengerjakan shalat Isya, bukan sekadar masuknya waktu Isya. Shalat Witir tidak sah jika dikerjakan sebelum shalat Isya, karena witir merupakan penutup shalat malam yang diawali dengan Isya.
2. Batas Waktu Sholat Witir
Akhir waktu shalat Witir adalah terbitnya fajar shadiq (masuknya waktu Subuh). Setelah terbit fajar, waktu witir berakhir dan tidak boleh dikerjagain. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdurrahman al-Jaziri dalam Kitab Shalat Empat Madzhab.
3. Waktu Paling Utama
Meskipun waktu witir terbentang panjang dari setelah Isya hingga terbit fajar, terdapat perbedaan keutamaan dalam memilih waktu pelaksanaannya. Bagi seseorang yang yakin bisa bangun di akhir malam, lebih utama mengerjakan witir pada sepertiga malam terakhir. Hal ini karena shalat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat dan lebih utama.
Sementara bagi seseorang yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, dianjurkan untuk mengerjakan witir di awal malam (setelah Isya) agar tidak kehilangan keutamaan witir sama sekali. Rasulullah SAW sendiri terkadang mengerjakan witir di awal malam, terkadang di pertengahan malam, dan terkadang di akhir malam, menunjukkan kelonggaran dalam hal ini.
4. Khusus Ramadhan
Dalam konteks bulan Ramadhan, shalat Witir biasanya dikerjakan setelah shalat Tarawih, yang dilaksanakan setelah Isya. Hal ini menjadi praktik umum umat Islam di seluruh dunia.
Keutamaan Shalat Witir
Shalat Witir memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis Nabi SAW.
1. Shalat yang dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT mengurniakan kamu satu solat yang lebih baik daripada unta merah yang mahal harganya iaitu solat Witir". Unta merah pada masa itu adalah harta paling berharga, sehingga perumpamaan ini menunjukkan betapa agungnya keutamaan shalat Witir.
2. Witir adalah shalat yang disukai Allah karena keesaan-Nya. Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah kamu melakukan solat witir, sesungguhnya Allah itu bersifat witir dan Dia menyukainya". Ini menunjukkan bahwa witir adalah ibadah yang sangat selaras dengan sifat Allah Yang Maha Esa dan Maha Ganjil.
3. Witir menjadi penutup shalat malam yang sempurna. Dengan menjadikan witir sebagai akhir shalat malam, seorang muslim telah menyempurnakan ibadah malamnya dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
4. Witir adalah wasiat khusus Rasulullah SAW. Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW mewasiatkan shalat witir kepada Abu Hurairah RA bersama dengan puasa tiga hari setiap bulan dan shalat Dhuha. Wasiat dari kekasih Allah ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah witir.
5. Witir menjadi tanda kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Seseorang yang rutin mengerjakan witir menunjukkan kesungguhannya dalam mendekatkan diri kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
6. Witir dikerjakan pada waktu yang mustajab untuk berdoa. Terutama jika dikerjakan pada sepertiga malam terakhir, witir menjadi rangkaian ibadah yang lengkap bersama dengan shalat Tahajud dan doa-doa yang dipanjatkan.
7. Bagi yang mengerjakan qiyam Ramadhan (Tarawih dan Witir) karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Keutamaan ini disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, menjadikan witir di bulan Ramadhan sebagai amalan yang sangat istimewa.
People Also Ask:
Berapa rakaat shalat witir yang benar?
Imam Malik mengatakan bahwa shalat witir harus didahului dengan shalat ganjil, yakni minimal dua rakaat sehingga menurut Imam Malik, tiga adalah batas minimal. Itu pun harus dibagi dua rakaat dan satu rakaat. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa bilangan witir adalah tiga rakaat dengan satu kali salam.
Bolehkah sholat tahajud 2 rakaat dan 1 rakaat witir?
Bolehkah Sholat Malam 2 Rakaat Tahajud & 1 Rakaat Witir ...Berkaitan dengan Sholat Malam atau shalat tahajud, 2 Rakaat Tahajud & 1 Rakaat Witir adalah boleh, begitu pula seterusnya.
Apakah shalat witir 3 rakaat 2 kali salam?
Shalat Witir disepakati pensyariatannya dan hukumnya sunnah muakkadah menurut pendapat mayoritas ulama. [1] Dan mengenai tata caranya yang dikerjakan dengan tiga rakaat dua salam seperti yang ditanyakan itu bukan hanya boleh, tapi justru itu yang lebih afdhal dari yang dikerjakan dengan hanya satu salam.
Bolehkah sholat witir lebih dari 11 rakaat?
Namun, penting untuk mencatat bahwa aturan ini tetap memegang prinsip bahwa dalam satu malam tidak boleh terjadi dua Salat Witir. Kesimpulan ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw yang tidak pernah melaksanakan lebih dari sebelas rakaat salat malam, termasuk satu rakaat Witir pada akhirnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5005172/original/060424600_1731569782-media_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/999349/original/080383000_1443076430-20150924-Salat-Idul-Adha-di-Jatinegara-Jakarta-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560083/original/050968500_1776658146-unnamed__87_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4083992/original/071029700_1657420935-Salat-Idul-Adha-JIS-Faizal-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211926/original/011374200_1746600887-Baju_Koko_Pria.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)