Liputan6.com, Jakarta - Gema takbir selalu berkumandang memenuhi penjuru negeri pada dua momen hari raya umat Islam, Aidilfitri dan Aidilqurban. Khusus Aidilqurban, kerap muncul pertanyaan terkait kapan mulai dan berakhirnya takbir Idul Adha menurut ulama agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan syariat.
Perintah mengagungkan asma Allah ini berlandaskan dalil Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 203: "Dan berdzikirlah dengan menyebut Allah dalam beberapa hari yang berbilang," yang merujuk tegas pada hari-hari Tasyrik.
Mengenai waktu pelaksanaannya, Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu'in memberikan rincian yang sangat jelas. Beliau menegaskan bahwa takbir muqayyad dianjurkan sejak usai ibadah shalat Subuh pada hari Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah.
Merujuk Panduan Takbir Muqayyad dan Mursal, Pustaka Al-Bahjah, Panduan Bacaan Takbir Hari Raya, Pustaka Al-Bahjah, Buku Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha, Abu Salma al-Atsari berikut ini adalah ulasan mengenai kapan mulai dan berakhirnya takbir Idul Adha menurut ulama.
Waktu Takbir Mursal (Mutlak)
Takbir mursal adalah takbir yang disunnahkan untuk dilantunkan setiap saat tanpa terikat dengan waktu shalat. Sunnah ini berlaku baik di rumah, masjid, jalanan, atau pasar. Umat Islam dianjurkan untuk mengeraskannya sebagai bentuk syiar dan kegembiraan.
Menurut penjelasan Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib, waktu yang paling utama untuk takbir mursal adalah:
- Dimulai: Sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya (malam 10 Dzulhijjah).
- Berakhir: Ketika imam mengangkat takbiratul ihram untuk memulai shalat Id.
Dengan kata lain, gema takbir yang kita dengar pada malam takbiran (malam 1 Syawal untuk Idul Fitri atau malam 10 Dzulhijjah untuk Idul Adha) adalah bagian dari pelaksanaan Takbir Mursal.
Waktu Takbir Muqayyad (Terikat)
Ini adalah jenis takbir yang menjadi karakteristik khas Idul Adha. Takbir ini secara khusus dikaitkan dengan pelaksanaan shalat, baik shalat fardhu lima waktu maupun shalat sunnah. Waktu pelaksanaannya adalah setelah salam dari shalat tersebut. Berikut adalah rinciannya berdasarkan sumber-sumber utama:
- Dimulai: Setelah Shalat Subuh pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah)Para ulama sepakat, dengan berbagai variasi, bahwa Takbir Muqayyad dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dari beberapa pendapat yang ada, mayoritas ulama merujuk pada riwayat dari sahabat Ali dan Ibnu Mas'ud yang menyatakan bahwa awal mulanya adalah sejak setelah shalat Subuh pada hari Arafah.
- Berakhir: Hingga Waktu Ashar di Hari Tasyrik Terakhir (13 Dzulhijjah)Mengenai batas akhir, beberapa riwayat menyebutkan adanya perbedaan. Ada yang mengatakan hingga Dzuhur, ada pula yang mengatakan hingga akhir hari Tasyrik. Namun, pendapat yang paling shahih dan masyhur, yang juga dipegang oleh Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i, adalah takbir ini terus dilantunkan hingga setelah shalat Ashar pada hari terakhir Tasyrik (tanggal 13 Dzulhijjah).
Perbedaan Menurut Orang yang Sedang Melaksanakan Ibadah Haji
Waktu Takbir Muqayyad untuk orang yang sedang berhaji berbeda dengan yang tidak berhaji. Berikut perbandingan ringkas merujuk penjelasan dari sumber:
Tidak sedang haji
- Waktu Mulai Takbir Muqayyad: Setelah Subuh, 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)
- Waktu Berakhir Takbir Muqayyad: Setelah Ashar, 13 Dzulhijjah (akhir Hari Tasyrik)
Sedang haji
- Waktu Mulai Takbir Muqayyad: Setelah Dzuhur pada Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah
- Waktu Berakhir Takbir Muqayyad: Setelah Subuh akhir hari Tasyriq, 13 Dzulhijjah (namun jika telah bertahallul, maka bertakbir hingga Ashar).
Ikhtilaf Ulama Mengenai Titik Awal dan Akhir Takbir
Menurut pakar fiqih seperti Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid, perbedaan pendapat (ikhtilaf) para ulama tentang waktu takbir Idul Adha ini cukup beragam, bahkan mencapai puluhan pendapat mengenai jumlah takbir, namun secara garis besar berpusat pada waktu dimulainya.
Secara umum, tiga pendapat utama tentang kapan dimulainya takbir muqayyad (takbir yang terikat dengan shalat) berdasarkan sumber-sumber terpercaya adalah sebagai berikut:
- Sejak Subuh Hari Arafah (9 Dzulhijjah): Ini adalah pendapat yang paling kuat dan masyhur, diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, dan para ulama seperti Asy-Syafi'i. Pendapat ini menjadi rujukan utama dalam artikel ini karena sanadnya yang paling shahih.
- Sejak Dzuhur Hari Arafah (9 Dzulhijjah): Sebagian ulama berpendapat takbir dimulai setelah shalat Dzuhur pada hari Arafah.
- Sejak Ashar Hari Arafah (9 Dzulhijjah): Pendapat lain menyebutkan takbir dimulai setelah shalat Ashar.
Sementara itu, perbedaan tentang kapan berakhirnya takbir muqayyad juga terjadi, meskipun pendapat yang paling kuat adalah berakhir setelah shalat Ashar pada 13 Dzulhijjah. Beberapa pendapat lain yang lebih lemah menyebutkan berakhir pada waktu Dzuhur hari Tasyrik atau setelah matahari terbenam.
Terjadinya perbedaan pendapat ini karena tidak adanya satu hadits nabi yang menerangkan secara tegas waktu dimulainya takbir. Semua merujuk pada ijtihad para sahabat dan tabi'in.
Pertanyaan Seputar Kapan Mulai dan Berakhirnya Takbir Idul Adha Menurut Ulama
Takbir Idul Adha dimulai sejak kapan?
Takbir Idul Adha terbagi menjadi dua jenis dengan waktu pelaksanaan yang berbeda:
- Takbir Mutlak: Disunnahkan sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga waktu Asar tanggal 13 Dzulhijjah. Bisa dilantunkan kapan dan di mana saja.
- Takbir Muqayyad (Terikat Salat): Dilakukan setelah salat fardhu. Menurut pandangan mayoritas ulama (Syafi'i dan Hambali), waktunya dimulai sejak setelah salat Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Asar hari Tasyrik (13 Dzulhijjah).
Kapan batas terakhir takbir Idul Adha?
Batas terakhir mengumandangkan takbir Idul Adha adalah pada waktu Ashar di hari Tasyrik terakhir, yakni tanggal 13 Dzulhijjah.
Kapan takbir muqayyad mulai?
Takbir Muqayyad (takbir yang pelaksanaannya terikat waktu setelah shalat fardhu) mulai dikumandangkan pada waktu Subuh Hari Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah.
Berapa hari takbiran Idul Adha menurut Muhammadiyah?
Menurut Muhammadiyah, takbiran Idul Adha berlangsung selama 5 hari.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3515648/original/043308100_1626760051-20210720-Pemotongan-Hewan-Kurban-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516535/original/022805800_1626851247-pexels-photo-6587473.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516488/original/076834800_1626849309-pexels-asifgraphy-4348424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4478171/original/051039000_1687492216-hari_tasyrik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5597928/original/080198400_1778159546-kartun-nabi-telanjang-diunggah-ke-facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















