Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan mengenai kapan waktu imsak sering kali muncul setiap kali bulan Ramadan tiba atau saat kita hendak menjalankan puasa sunnah. Di Indonesia, imsak telah menjadi semacam kearifan lokal yang sangat melekat dalam jadwal harian umat Muslim, di mana sirine atau pengumuman dari masjid akan bergema sekitar sepuluh menit sebelum azan Subuh. Namun, tahukah kamu bahwa banyak orang yang masih merasa bimbang apakah mereka masih boleh menelan sisa makanan saat suara imsak terdengar?
Menurut buku karya Ahmad Sarwat, Lc., M.A. (Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan, 2014: hlm. 89), Istilah imsak sebenarnya hanyalah tanda waktu bahwa sebentar lagi waktu subuh akan segera menjelang sehingga kita harus segera bergegas atau bersiap-siap untuk tidak makan, minum, atau apa pun yang akan membatalkan puasa.
Memahami kapan waktu imsak secara mendalam bukan sekadar mengetahui jadwal di kalender, melainkan juga memahami esensi "kehati-hatian" dalam beribadah. Fenomena imsak ini cukup unik karena di beberapa negara Timur Tengah, istilah imsak merujuk langsung pada dimulainya waktu puasa (Subuh), sementara di tanah air kita, ia berfungsi sebagai lampu kuning sebelum lampu merah benar-benar menyala. Hal ini menciptakan sebuah ruang transisi yang membantu kamu untuk tidak terburu-buru dan lebih tenang dalam menutup proses sahur.
Jika kamu menelusuri lebih jauh, penentuan kapan waktu imsak melibatkan perpaduan antara dalil naqli (teks agama) dan pendekatan astronomis yang presisi. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai durasi pastinya, namun semuanya bermuara pada satu tujuan: menjaga agar puasa tidak cacat akibat ketidaktahuan batas fajar.
Mengapa Harus 10 Menit?
Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa jadwal di Indonesia menetapkan 10 menit? Ahmad Sarwat menjelaskan bahwa waktu sepuluh menit itu sebenarnya hanyalah angka kira-kira sebagai terjemahan bebas dari kata "sejenak". Beliau mencatat bahwa fenomena ini adalah salah satu kekhasan Indonesia. Meski asal-muasal angka 10 menit ini jarang ditelusuri secara kritis oleh masyarakat awam, ia telah menjadi standar yang masyhur dan dijalankan secara turun-temurun.
Dalam Buku Kumpulan Tanya Jawab Islam Hasil Bahtsul Masail (2015:hlm.859), disebutkan bahwa mengenai waktu imsak, ada beragam pendapat. Ada yang menggunakan standar 15 menit, 10 menit, bahkan ada yang menggunakan 18 hingga 20 menit sebelum fajar shadiq. Variasi ini bergantung pada ijtihad masing-masing lembaga falakiyah dalam memberikan "jarak aman" bagi umat.
Menelusuri Makna Imsak
Secara bahasa, kata "imsak" berasal dari bahasa Arab amsaka-yumsiku-imsakan yang berarti menahan atau menjaga. Dalam konteks puasa, imsak sebenarnya adalah sinonim dari puasa itu sendiri. Namun, di Indonesia, istilah ini mengalami pergeseran makna menjadi sebuah "waktu peringatan" sebelum fajar.
Menurut Ahmad Sarwat dalam bukunya Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan (2014:hlm.89), istilah imsak yang sering digunakan selama ini sebenarnya hanyalah tanda waktu bahwa sebentar lagi waktu Subuh akan segera menjelang. Jadi, kamu harus segera bergegas atau bersiap-siap untuk tidak makan, minum, atau apa pun yang akan membatalkan puasa. Ini adalah bentuk manajemen waktu agar kamu tidak mengalami "drama" tersedak karena terburu-buru menghabiskan minuman tepat saat azan berkumandang.
Dalil Waktu Imsak dalam Hadis Nabi
Penetapan waktu imsak bukanlah tanpa dasar sama sekali. Ia merujuk pada sebuah hadis sahih yang menggambarkan kebiasaan Rasulullah SAW. Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata:
تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً
Artinya: "Kami makan sahur bersama Nabi SAW, kemudian beliau berdiri untuk shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya: 'Berapa lama jarak antara azan dan sahur?' Zaid menjawab: 'Seukuran membaca 50 ayat.'" (HR. Bukhari dan Muslim).
Para ulama kemudian memperkirakan bahwa membaca 50 ayat Al-Qur'an dengan ritme sedang memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Inilah yang kemudian diadopsi menjadi jadwal imsakiyah yang kamu lihat sekarang. Jadi, dasar utamanya adalah mengikuti sunnah Nabi yang tidak mengakhiri sahur tepat di detik-detik azan, melainkan memberikan jeda sejenak untuk bersuci atau bersiap shalat.
Status Hukum: Masih Bolehkah Makan Saat Imsak?
Ini adalah bagian yang paling krusial. Kamu perlu tahu bahwa secara hukum fiqih, waktu imsak bukanlah dimulainya larangan makan. Batas akhir makan sahur yang sesungguhnya adalah terbitnya fajar shadiq (waktu Subuh).
Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:
...وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ...
Artinya: "...Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar..."
Ahmad Sarwat menegaskan dalam referensinya bahwa secara hukum, meski waktu imsak sudah menjelang, kamu masih dibolehkan untuk makan dan minum. Sebab, waktu puasa yang sebenarnya adalah pada saat waktu Subuh datang, bukan waktu imsak. Jadi, jika kamu bangun terlambat dan mendengar suara imsak, jangan langsung menyerah! Kamu masih punya waktu beberapa menit hingga azan Subuh berkumandang.
Cara Menghitung Waktu Imsak Secara Teknis
Bagaimana para ahli falak menentukan kapan waktu imsak di jadwal yang kamu baca? Prosesnya melibatkan perhitungan astronomis yang cukup rumit namun bisa disederhanakan sebagai berikut:
- Menghitung Waktu Subuh: Ahli falak menghitung kapan matahari berada pada posisi derajat tertentu di bawah ufuk timur (di Indonesia standarnya adalah -20 derajat).
- Koreksi Tinggi Tempat: Ketinggian lokasi kamu dari permukaan laut memengaruhi kapan cahaya fajar terlihat.
- Pengurangan Waktu Ihtiyat (Kehati-hatian): Setelah waktu Subuh ditemukan, maka dilakukan pengurangan durasi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, standar yang umum adalah dikurangi 10 menit.
Contoh: Jika hasil hitungan astronomis menunjukkan Subuh di Jakarta adalah pukul 04:35 WIB, maka waktu imsak ditetapkan pukul 04:25 WIB.
Pentingnya Imsak sebagai "Lampu Kuning"
Walaupun secara hukum kamu masih boleh makan, mengabaikan waktu imsak sama sekali juga bukan hal yang bijak. Bayangkan jika kamu makan tepat di detik terakhir, lalu azan berkumandang saat makanan masih di mulut. Tentu ini akan menimbulkan keraguan (syubhat) apakah puasamu sah atau tidak.
- Imsak hadir sebagai bentuk kasih sayang ulama agar kamu:
- Punya waktu untuk menggosok gigi dan membersihkan sisa makanan.
- Bisa meminum air putih yang cukup agar tidak dehidrasi.
- Bisa menyiapkan diri untuk shalat Subuh berjamaah tepat waktu.
- Menghindari risiko makan saat fajar sudah terbit tanpa disadari.
Variasi Waktu Imsak di Berbagai Negara
Menarik untuk diketahui bahwa tidak semua negara memiliki terminologi "imsak" yang dipisahkan dari Subuh seperti di Indonesia. Di banyak negara Arab, jadwal hanya mencantumkan "Imsak" dan "Iftar". Di sana, waktu Imsak adalah waktu Subuh itu sendiri.
Kekhasan Indonesia dalam menentukan kapan waktu imsak dengan jeda 10 menit ini menunjukkan betapa hati-hatinya masyarakat kita dalam beribadah. Meskipun Ahmad Sarwat menyebutnya sebagai "kebiasaan menjiplak yang tidak tahu asal-muasalnya" dalam nada kritis untuk mengajak masyarakat lebih berilmu, namun secara fungsional, hal ini sangat membantu kedisiplinan ibadah.
Mengetahui kapan waktu imsak adalah bagian dari adab bersahur. Imsak adalah tanda peringatan, bukan batas larangan. Kamu masih boleh makan dan minum di waktu imsak, namun bergegaslah menyelesaikannya.
Sebagaimana disebutkan dalam Kumpulan Tanya Jawab Islam Hasil Bahtsul Masail, durasi ini bisa bervariasi antara 10 hingga 20 menit, namun tujuannya tetap satu: memastikan kamu memulai puasa dengan keadaan yang sempurna dan bersih.
Gunakanlah waktu imsak untuk memperbanyak istighfar atau membaca doa, karena waktu menjelang fajar adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Dengan memahami esensi imsak, kamu tidak lagi bingung dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, tanpa keraguan, dan tentunya sesuai dengan tuntunan ilmu pengetahuan serta syariat Islam.
FAQ Seputar Kapan Waktu Imsak
Apakah puasa saya sah jika saya makan saat waktu imsak?
Ya, puasa kamu tetap sah karena batas akhir makan sahur yang sebenarnya adalah saat azan Subuh (fajar shadiq) berkumandang.
Mengapa di jadwal sholat ada waktu imsak?
Waktu imsak dicantumkan sebagai pengingat atau "lampu kuning" agar kamu punya waktu bersiap-siap berhenti makan sebelum waktu Subuh tiba.
Berapa menit jarak antara imsak dan Subuh?
Di Indonesia, standar yang umum digunakan adalah 10 menit, namun beberapa pendapat ulama ada yang menggunakan durasi 15 hingga 20 menit.
Apa yang sebaiknya dilakukan ketika masuk waktu imsak?
Kamu sebaiknya segera menyelesaikan makan, membersihkan mulut, meminum air putih, dan mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan shalat Subuh.
Apakah imsak hanya ada di bulan Ramadan?
Tidak, imsak berlaku setiap kali kamu hendak menjalankan puasa, baik puasa wajib Ramadan maupun puasa sunnah seperti Senin-Kamis.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516466/original/077001300_1772301611-Leeds_United_and_Manchester_City.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518501/original/018743900_1772510287-Screenshot_2026-03-03_105707.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/687375/original/130208021500-smartphone-iphone-xxx-jc-monster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518359/original/061148300_1772506142-unnamed__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5168524/original/033224600_1742449887-Depositphotos_365597030_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501163/original/064338700_1770888533-Media_Gathering_-_Cerita_Ramadan_Masa_Kini_bersama_Shopee_Big_Ramadan_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514269/original/070613600_1772085444-Tato.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518328/original/018442800_1772505478-Salat_Tarawih_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)

