Kementerian Transmigrasi Dorong Maluku Utara Cetak Sawah Baru, Perkuat Swasembada Beras dan Lapangan Kerja

2 hours ago 4

INFO TEMPO - Pemerintah pusat menargetkan Provinsi Maluku Utara (Malut) mencetak sawah seluas 10.000 hektare. Hingga kini, realisasi pencetakan sawah baru mencapai sekitar 1.900 hektare.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan target tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah, terutama yang memiliki kawasan transmigrasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Peluang cetak sawah baru masih sangat besar jika dapat memaksimalkan lahan-lahan transmigrasi yang sudah ada dan masih belum produktif," ujar Viva dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut, serta seluruh pemerintah daerah yang memiliki kawasan transmigrasi di Kota Ternate pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kementerian Transmigrasi, kata Viva, siap berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian jika pemerintah daerah menyepakati pembukaan lahan sawah baru. Menurut dia, pencetakan sawah baru dilakukan untuk meningkatkan produktivitas beras sekaligus kesejahteraan transmigran dan masyarakat di kawasan transmigrasi yang berprofesi sebagai petani serta menjadi produsen pangan untuk memenuhi kebutuhan di Maluku Utara.

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi petani dan sektor pertanian, mulai dari persoalan irigasi, limbah pertambangan, hingga banjir. Meski kawasan transmigrasi telah menghasilkan beras, produksi dari sawah yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Akibatnya, beras dan sejumlah bahan pokok lainnya, terutama di Ternate, masih harus didatangkan dari provinsi lain.

"Dari rakor inilah kami serap dan dengar apa saja keluhan dari kawasan transmigrasi di Malut," ujar Viva.

Menurut Viva, pencetakan sawah baru di Maluku Utara tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi dan mendukung swasembada beras, baik di tingkat daerah maupun nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Viva menegaskan pencetakan sawah baru di luar Jawa penting dilakukan karena setiap tahun terjadi alih fungsi sawah di Jawa seluas 100.000 hektare. "Sawah-sawah di Jawa banyak beralih menjadi perumahan, pabrik, jalan, dan fasilitas umum lainnya," ucapnya.

Meski demikian, Viva menegaskan pencetakan sawah harus didukung infrastruktur yang vital, seperti saluran irigasi, bendungan, dan sumber air. "Jangan sampai cetak sawah lalu tidak ada saluran irigasi dan bendungan," tuturnya. Menurut dia, pembangunan sawah baru juga harus diikuti pembangunan saluran irigasi dan bendungan untuk memastikan ketersediaan air.

Karena itu, dalam membangun kawasan transmigrasi, Kementrans berkolaborasi dengan kementerian teknis lainnya, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir mengatakan program transmigrasi turut mendorong daerah tersebut untuk memproduksi beras secara mandiri. "Adanya transmigran yang bercocok tanam padi di sawah, kebiasaan itu juga menular ke masyarakat lokal," ucapnya.

Maluku Utara memiliki ambisi meningkatkan produksi beras untuk memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus mendukung swasembada beras nasional. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |